لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 118"
Bang Wool.
Seoul sangat indah, bukan?
Aku ingin melihat
semua hal indah bersamamu selamanya.
Maukah kamu melakukan itu untukku?
Kamu
melamarku?
Berjanjilah kamu tidak akan pernah melepaskan cincin ini.
Bagaimana cincin ini bisa ada di bagasi mobil?
Aku ingin melihatnya dan memikirkan kamu setiap hari di Amerika.
Aku berharap bisa menyematkannya di jarimu tiga tahun kemudian.
Aku tidak menyangka bisa melakukannya hari ini.
Kapan kamu melepaskan cincin pernikahan lamamu?
Aku melepaskannya semalam untuk melamarmu
hari ini.
Bagaimana jika aku menolak lamaranmu?
Tadinya aku berniat menunggumu selama tiga tahun.
Halo.
Ada apa kamu kemari? Bukankah seharusnya kamu di pesawat?
Bang Wool mencegahku, jadi, aku ketinggalan pesawat.
Bang Wool, kamu sungguh mencegah dia?
Ya, aku melamarnya.
Astaga, itu bagus, Bang Wool.
Seharusnya kamu memberi tahu kami lebih dahulu.
Ibu berusaha menjodohkanmu dengan Sang Cheol.
Ibu malu melihat Woo Hyuk lagi.
Mulai sekarang, Ibu bisa mendukungku.
Jujur saja, Sang Cheol berusaha menyatukan kami.
Begitu, ya. Keluargamu tahu soal ini?
Aku sudah memberi tahu mereka melalui telepon.
Ibuku senang dan ingin mengundang kalian ke rumah akhir pekan ini.
Dia sudah ingin membahas pernikahan?
Terima kasih sudah datang. Pasti perjalanannya jauh.
Pak Dirut mengantar kami kemari. Perjalanan kami menyenangkan.
Terima kasih sudah mengundang kami.
Hai, Byeol. Kamu mengingat Bibi, bukan?
Kamu sudah besar.
Byeol, sapalah.
Halo. - Hai.
Mari duduk.
Silakan duduk di sini.
Terima kasih telah membawa Woo Hyuk kembali.
Senang jika kita bisa mempercepat pernikahan.
Pilihlah tanggalnya.
Baiklah, kami akan membahasnya dengan Bang Wool dan Woo Hyuk.
Kita harus memesan aula pernikahan.
Kami akan menikah di kebun.
Apa?
Kenapa?
Jika di hotel terlalu mahal, aku akan membayarnya.
Kami berencana menyumbangkan uangnya ke sebuah badan amal.
Astaga, itu sangat bijaksana.
Dahulu aku mengadakan resepsi pernikahan mewah di hotel.
Itu tidak penting.
Lihat kami. Kami tidak mengadakan resepsi, tapi kami bahagia.
Kami ingin mengadakan resepsi kecil dengan izin kalian.
Aku tidak keberatan, tapi apakah Anda tidak keberatan?
Aku akan melakukan apa saja yang Woo Hyuk inginkan, jadi, ya.
Aku ragu apakah harus menunjukkan ini kepada kalian.
Aku mempersiapkan ini untuk calon menantuku.
Bang Wool, terimalah ini.
Sepertinya ini berlebihan.
Tapi kamu harus menerimanya.
Pimpinan ingin memberikannya kepadamu sebagai hadiah pernikahan.
Ya, terimalah.
Makan malam sudah siap. Silakan masuk.
Selamat karena menantumu akan menikah.
Selamat, Bang Wool!
Woo Hyuk.
Dia kekasihmu atau apa?
Kenapa kamu menatapnya terus?
Dia akan menikahiku.
Hei, jika itu benar, suamiku Song Joong Ki.
Aku juga menikah dengan Park Bo Gum.
Ini benar.
Aku tidak selevel dengan kalian.
Aku akan menikah dengan pewaris Grup BH.
Hei, wanita gila. Apa maksudmu dengan tidak selevel?
Warna baju kita sama.
Kenapa kamu memukulku?
Hei.
Teman-teman, dia sungguh gila.
Kita harus menyadarkannya.
Bersiaplah.
Kemari. - Lepaskan.
Sakit. - Rasakan itu.
Kuharap aku tidak membuang banyak waktumu.
Tidak apa-apa.
Aku
sungguh minta maaf, Sang Cheol.
Perbuatan Chae Rin dan aku
sangatlah buruk.
Anda seharusnya mencegah Chae Rin saat dia salah membuat keputusan.
Aku bingung kenapa Anda membantunya.
Ini semua salahku.
Seharusnya aku membujuk Chae Rin agar menyerahkan diri
dan tidak menyuruhnya menjebakmu.
Anda
menyuruh Chae Rin menjebakku?
Itu salahku.
Aku melakukan hal buruk
demi menyelamatkan putriku.
Entah apakah kamu ingat,
tapi Chae Rin berusaha memberitahumu kebenarannya tujuh tahun lalu.
Karena dia sangat bergantung kepadamu.
Tapi
aku mencegahnya.
Itu semua salahku.
Aku sungguh minta maaf.
Ini ranjang!
Byeol, kamu suka kamarmu?
Ini hadiah nenek untukmu.
Ya! Aku suka sekali!
Kapan Anda menyiapkan semua ini?
Aku menyiapkan kamar ini agar Byeol merasa nyaman denganku.
Byeol, kamu pasti senang mempunyai kamar seperti ini.
Dia tidak pernah tidur sendiri. Entah apa dia akan baik-baik saja.
Byeol, kamar ibumu dan paman tepat di sebelah.
Kalau kamu takut, datanglah ke kamar kami.
Aku bisa tidur sendiri.
Astaga, kamu sudah besar.
Tahun depan, aku kelas satu.
Aku sudah besar.
Hati-hati mengemudi pulang.
Terima kasih, Bang Wool.
Kamu ingin mengatakan sesuatu?
Ada sesuatu yang belum kukatakan kepadamu.
Apa itu?
Bu Na memercayakan 500.000 dolar kepadaku.
Dia ingin aku membuka restoran untukmu
dan mengatakan kepadamu bahwa itu dari perusahaan.
Kenapa kamu menerima uang itu?
Dia sangat ingin melakukan sesuatu untukmu sebagai ibumu.
Dia bukan ibuku.
Anda pikir bisa menghapus dosa dengan 500.000 dolar?
Tidak, aku tidak berpikir begitu.
Ini satu-satunya hal yang bisa kulakukan untukmu.
Jangan lakukan apa-apa untukku.
Kurasa Anda ingin menjadi ibu dengan memberiku uang.
Tapi aku tidak menginginkannya.
Bang Wool.
Jadilah ibunya Chae Rin.
Astaga, kenapa Bang Wool kemari?
Kenapa Bang Wool kemari?
Dia memberitahumu tanggal pernikahannya?
Dia akan menikah?
Tapi Pak Dirut akan ke Amerika.
Kamu belum mendengarnya?
Keluarga mereka sudah bertemu dan memutuskan tanggal pernikahan.
Itu kabar bagus.
Kini semuanya berada di tempat yang seharusnya.
Bang Wool akan menikah dan Chae Rin di penjara.
Kamu tahu Tuhan tidak tidur.
Astaga.
Kamu bersandiwara lagi?
Astaga, kenapa kamu batuk darah?
Gang Ja, pulanglah.
Young Sook, kamu sakit parah?
Pulanglah.
Kamu gila! Katakan kepadaku!
Ada apa?
Kamu sudah gila?
Kamu harus ke rumah sakit.
Jangan membuat keributan.
Mereka tidak bisa menyembuhkannya.
Kamu bisa hidup jika mendapatkan donor hati.
Suamimu dokter terkenal di rumah sakit besar.
Dia pasti bisa mencarikan donor.
Dia juga tidak mengetahui ini.
Astaga.
Kamu ingin mati seperti ini?
Aku sedang menjalani perawatan di rumah sakit lain.
Selain itu,
kamu tahu kami akan berpisah.
Aku tidak ingin
mencegah dia dengan mengatakan aku sakit.
Itu pasti karena perkataanku.
Aku selalu berkata kamu pantas mendapat hukuman.
Gang Ja.
Aku memohon kepadamu untuk yang terakhir kalinya.
Jangan sampai Bang Wool tahu.
Young Mok dan Chae Rin juga tidak boleh tahu.
Tadinya aku tidak mau memberitahumu agar kamu tidak cemas.
Tapi jadi seperti ini.
Jangan bodoh.
Jangan mencemaskanku. Kamulah yang sakit.
Aku mohon.
Sebentar lagi Bang Wool menikah.
Aku berharap dia tidak pernah tahu.
Kamu makan teratur? Kamu tampak sangat kurus.
Bagaimana kabar Kak Woo Kyung?
Apa bayinya sehat?
Kami baik-baik saja.
Kamu perlu sesuatu?
Tidak.
Apakah ada kabar soal persidangan berikutnya?
Bang Wool mengirimkan petisi.
Dia meminta hukuman berat sesuai dengan hukum.
Ayah sudah memohon kepadanya,
No comments yet. Be the first to leave one.