لومړۍ 149 کرښې.
Hei, Megumi, kenapa kau begitu gelisah?
Bos, apa kau tak memerhatikan?
Pasti karena model rambutmu yang baru, kan?
Bukan. Aku mendapatkan wawancara di Tits Bar malam ini.
Aku mendorongnya lebih dekat dan lebih tinggi dari biasanya.
Bagaimana menurutmu?
Kau tahu bagaimana pria
semakin bertambahnya usia, fokus perhatian mereka terus ke arah bawah.
Apa maksudmu?
Ketika anak-anak, yang mereka perhatikan adalah wajah.
Ketika masuk masa puber, mereka memerhatikan payudara.
Setelah usia setengah baya, bokong.
Lalu, bagaimana denganmu sekarang? Kaki?
Aku? Minatku sudah jauh lebih bawah.
Aku bahkan sudah memikirkan tempat di bawah tanah.
Siapa pun yang akan dikuburkan bersamaku, sudah cukup.
Kalau membicarakan payudara... siapa yang peduli.
Payudara.
Jangan-jangan kau memimpikanku, ya?
Tidak payudara punyamu.
Sangat montok dan sekaligus...
indah...
Permisi.
River's Edge, Ookawabata Detective Agency
Original Work: "River's Edge, Ookawabata Tantei-sha" Author: Hijikita Yuho / Art: Tanaka Akio
Opening Song: by EGO-WRAPPIN'
'Muraki' ODAGIRI JOE
'Director' ISHIBASHI RENJI
'Megumi' KOIZUMI MAYA
NAKANO HIDEO / OKUI SHUJI
Co-Writers: KUROZUMI HIKARU / ONE HITOSHI / JINTOKU KOJI
Music: MORI MASAKI
Cinematography: MIYAMOTO WATARU Lighting: TOMIKAWA HIDENOBU
Subtitles by arakira @d-addicts
QC / Styling / Timing: earthcolors
Special thanks: micehell / furransu / ap
Content Producer: GOKA KIMITAKA Producers: ASANO DAI / SUGIHARA NAMI
Chief Producer: NAKAGAWA JUNPEI
Director: JINTOKU KOJI
File.10: Moraichi
Apa permintaanmu?
Ya.
Aku sedang mencari seseorang yang pernah tinggal di daerah ini.
Siapa namanya?
Sebelum itu,
biarkan aku bercerita tentang ayahku dulu.
Silakan.
Ayahku adalah seorang yang konyol, pria yang berengsek.
Dia suka merayu setiap wanita yang ditemuinya.
Singkatnya, dia adalah seorang Casanova.
Menghamili anak gadis, membuat mereka melakukan aborsi,
dan mencampakkan mereka tanpa perasaan bersalah.
Dia seorang manusia yang rendah.
Tapi, seseorang melakukan balas dendam padanya.
Bayi yang dibuang itu...
Itu aku.
Dia tidak ada di sini, tidak ada. Hei.
Apa-apaan ini?
Kau bahkan tidak buang air besar atau air kecil.
Apa maumu sebenarnya? Aku tidak tahu!
Tangisan dari sebelah tak mau berhenti.
Bayi yang malang itu, ya?
Yang kamu bisa cuma menangis. Aku tidak tahu!
Hei, aku akan membuangmu.
Aku juga merasa terganggu.
Anak sialan cuma bisa menangis. Mau apa lagi.
Bukan, bukan itu.
Ini mungkin kurang sopan, tapi...
Kau lebih baik memberinya ASI.
Sudah kubilang, ibunya pergi.
Itu sebabnya. Bayi kita juga baru lahir.
Aku punya dua payudara, kan?
Kalau kau tak keberatan...
Jadi, aku disusui oleh orang itu.
Karena aku masih sangat kecil, aku tidak ingat apa-apa.
Aku hanya mendengar cerita itu dari ayahku.
Namun...
Namun, memegangi dada seorang wanita
di bawah pohon ceri yang besar,
aku memiliki memori yang samar tentang ini.
Begitu ya.
Kau diasuh?
Ya.
Dengan kata lain, apa permintaanmu?
Aku ingin kau mencarinya.
Sang ibu yang menyusuimu, dengan kata lain, ibu susumu?
Ayahku meninggal lima tahun yang lalu.
Aku sama sekali tidak tahu menahu tentang ibu kandungku.
Aku tidak mempunyai istri atau anak.
Aku sudah...
sebatang kara.
Aku bisa hidup sekarang
semata-mata karena wanita itu
yang melindungiku dalam pelukannya.
Aku ingin bertemu dengannya.
Kalau bisa,
aku ingin berterima kasih kepadanya.
Mengucapkan terima kasih.
Aku mengerti.
Untuk awalnya, kita akan mencoba untuk mencarinya.
Terima kasih banyak.
Apa alamat apartemen itu?
Aku pikir ada di daerah Kannonura.
Apa ada petunjuk lain?
Aku hanya tahu alamat ini.
Apa?
Tidak, tetapi ini tidak berhubungan.
Mungkin saja bisa jadi petunjuk. Katakan saja.
Baik.
Anu, potongan lagu "Träumerei".
Träumerei?
Schumann?
Ya.
Aku tidak tahu, setiap kali aku mendengar potongan lagu itu,
seperti suatu refleks terkondisi,
mataku mulai berlinang.
Aku sama sekali bukan penggemar musik.
Hanya lagu itu saja,
sepertinya aku mempunyai keterkaitan dengannya.
Yang ini?
Ya.
Maaf. Ini benar-benar memalukan.
Begitu ya.
Aku langsung dapat menemukannya dengan mudah, hampir mengecewakan.
Ya.
Apa yang harus kita lakukan?
Hah?
Yah... itu...
Pekerjaan kami berakhir dengan laporan hasil penyelidikan kami.
Kami tidak mengurusi hal lain di luar itu.
Itu kantor detektif biasa.
Tapi, Kantor Detektif Ookawabata
membuat pengecualian sementara waktu.
Maaf karena aku memintamu untuk datang ke tempat seperti ini.
Tidak apa-apa. Ada apa?
Taman ini adalah tempat berdirinya
bangunan apartemenmu dulu.
Begitu ya.
Sekarang sudah tidak ada lagi.
Ada hal lain yang ingin kulaporkan padamu.
Aku sudah tahu bahwa wanita yang kau cari adalah Nakatani Kazumi.
Nakatani?
Maaf, tapi
Nakatani Kazumi meninggal tiga tahun yang lalu.
Suaminya juga sudah meninggal enam tahun sebelumnya.
Begitu ya, sayang sekali.
Terkait dengan permintaanmu, hanya itu. Tapi ada hal lain.
Aku melakukan penyelidikan atas kemauanku sendiri.
Aha.
No comments yet. Be the first to leave one.