لومړۍ 156 کرښې.
Cintaku Seo Ju-wan
- Aku mandi dahulu. - Kakiku masuk lebih dulu.
Kau lebih tua, harus bisa mengalah.
Aku dianggap lebih tua hanya di saat begini.
Ayo suten.
Batu-kertas-gunting.
Jangan berani mencipratkan air di dudukan toilet.
Bokongku basah kemarin!
Aku menulis surat cinta terlalu cepat.
Syukurlah dia tidak melihatnya.
Cinta adalah
soal waktu.
Menyerah hanya untuk Pemula
Episode 2, White Day, Pengakuan
Kita sering bertemu belakangan ini.
Tempat kita berdekatan.
Aku tidak bisa melampaui level ini. Bisakah kau melakukannya untukku?
Kau sudah cukup jauh.
Begitukah caramu melakukannya?
Jangan bicara denganku. Bagian ini sulit.
Ada bom di sini.
- Aku menyelesaikannya. - Terima kasih.
Kau bermain Lineage? Jika ya, akan kumainkan beberapa ronde untukmu.
Aku tidak memainkan itu.
Hei, Ja-rim,
bisa berikan nomormu?
Kita tidak pernah bertukar nomor.
Tentu.
Kau tahu hari ini White Day?
Aku membelikan ini untukmu.
Lihat di dalam tasmu juga.
Jangan bicara denganku. Bagian ini sulit.
Ini.
Apa? Bagaimana dengan nomormu?
Busnya datang.
Baiklah. Aku sudah setengah jalan.
Setengah jalan ke mana?
Inikah yang kau rencanakan?
Ini White Day. Aku tidak bisa membiarkannya.
Hei! Bus!
Pak!
Ini membuatku sangat bahagia!
Letakkan. Itu bukan milikmu.
Tidak akan kumakan.
Sudah kuduga kau akan dapat sesuatu.
Ada lagi di sini.
Astaga. Ada banyak sekali.
Aku merasa kasihan kepada Gong Ju-young.
Dia tidak tahu kau tidak suka atau tidak makan makanan manis.
Bagaimana kau tahu itu Gong Ju-young?
Apa? Aku...
Kau tidak beri tahu kami?
Aku tidak memberitahumu.
Bagaimana kau bisa kenal Gong Ju-young?
Apa maksudmu kau tahu aku akan dapat sesuatu?
Tunggu. Kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku?
Dia pasti sangat menyukaimu.
Dia hanya memberimu rasa terbaik, stroberi dan cokelat.
Pengabdiannya...
Ini tidak luar biasa.
Kubiarkan hujan lolipop turun di kepalanya di halte bus.
Hei, kau dalam masalah. Ikut aku.
- Apa? - Cepat.
- Apa? - Maafkan aku. Aku salah bicara.
Itu bagus. Aku memang akan mengungkapkan perasaanku.
Kini aku bisa langsung bilang.
Ini bukan waktu yang tepat.
Dia tidak mau punya pacar.
Kenapa? Kenapa dia tidak mau?
Karena... Dia...
Entahlah. Tunggu saja sampai aku...
Kalau begitu, kau tidak tahu.
Ini semua demi keuntunganmu.
Dengan kepribadian Ja-rim, dia akan mulai mengabaikanmu.
Apa? Kenapa?
Ja-rim!
Kedai Isam
Aku belum dapat nomormu pagi ini.
Kedai Isam
Omong-omong,
apa Ja-rim menjaga jarak dariku?
Hei. Jangan terlalu terkejut.
Maka aku bisa mendekatinya lebih dahulu.
Kau harus sedikit terkejut.
7.02 pagi
Kau berangkat lebih awal hari ini.
Pukul berapa dia datang ke sini?
Sejak sekitar pukul 6.00.
Aku tidak bertanya kepadamu. Bisakah tidak bicara denganku?
Aku jatuh
Cinta kepadamu
Wang Ja-rim
Apa yang kau lakukan?
Kau melarangku
Bicara denganmu
Akan kupotong
Tubuhmu jadi setengah
Kau ikut bermain.
Kalau begitu, bisakah kau
memberiku nomor teleponmu?
Ini kelas 3
Toilet Wanita
Hei.
Hentikan.
Kalau begitu...
Sudah kubilang hentikan!
Toilet Wanita
Kau baik-baik saja?
Kau terluka?
Aku baik-baik saja.
Coba kulihat.
Berapa nomormu?
Berapa nomormu?
Hei, Kyung-woo. Berikan dia nomor teleponku.
Baiklah.
- Hei. Aku akan memberimu nomornya. - Jangan berikan kepadaku.
Kau dapat dariku atau dia, sama saja.
- Itu berbeda. - Sama saja.
Itu berbeda.
Dia tak akan memberimu nomornya sendiri, jadi, kau mau apa?
Kau harus tahu kapan menyerah.
Menyerah? Menyerah? Kau bilang menyerah?
Menyerah adalah untuk pemula.
Apa itu tadi?
Aku mengirimkannya untukmu. Terserah mau menyimpannya atau tidak.
Aku akan mendapatkannya sendiri. Sial.
Baiklah. Apa gejalamu?
Aku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.
Lantas, jelaskan dengan tubuhmu.
Tiap kali memikirkannya,
Dadaku terasa berat
Dan jantungku berdetak kencang
Ini membuatku gila
Sepertinya gejalamu menunjukkan sesuatu yang serius.
Kurasa penyakitmu
ini.
Jangan terkejut.
Merepotkan
Bapak sangat kejam kepada orang yang sakit.
Bukankah Bapak terikat oleh Sumpah Hippokrates?
Sumpah Hippokrates?
Apa kau tahu apa artinya itu?
Kau bohong soal sakit, bapak akan buatmu sakit.
- Beraninya kau membohongi guru? - Pak!
Tega Bapak melakukan itu kepada murid yang sakit?
Berikan aku obat.
Baiklah. Tunggu.
Ini.
- Penggaris? - Pergilah.
Bapak bilang pergi! Cepat kembali ke kelas!
UKS
Jangan bicara denganku.
Kumohon
Jadilah
Pacarku
Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.