لومړۍ 200 کرښې.
Starling!
Starling!
Crawford ingin bertemu denganmu di kantornya.
Terima kasih, Pak.
- Clarice. - Hei.
Jadi, tak ada masalah jika kau bisa...
- Kau mencari Crawford? - Benar, Pak.
Dia kembali sebentar lagi. Tunggulah di kantornya.
Baik.
Kurasa mereka sudah selesai di Flushing...
Starling. Clarice M. Selamat pagi.
Selamat pagi, Tn. Crawford.
Maaf memanggilmu tiba-tiba dari kuliahmu.
Dosenmu bilang kau hebat.
Kau seperempat terbaik di kelas.
Kuharap begitu. Mereka belum memberi tahu nilaiku.
Ada sebuah pekerjaan lalu aku teringat kepadamu.
Bukan pekerjaan sebenarnya, lebih seperti tugas yang menarik.
Duduklah.
Baik, Pak.
Aku ingat kepadamu dari seminarku di UVA.
Kau menanyaiku habis-habisan...
soal hak sipil FBI pada masa kepemimpinan Hoover.
Aku memberimu A.
A minus, Pak.
Mari kita lihat. Kuliah dua jurusan, psikologi dan kriminologi.
Lulus magna. Magang musim panas di Klinik Reitzinger.
Di sini tertulis, saat lulus...
kau ingin bekerja untukku pada Ilmu Perilaku.
Sangat, Pak.
Kami mewawancarai semua pembunuh berantai di tahanan...
untuk profil perilaku psikopat.
Itu bisa membantu kasus-kasus yang belum terpecahkan.
Sebagian besar bersedia bicara kepada kita.
Kau mudah takut, Starling?
Tidak, Pak.
Yang paling kami inginkan adalah menolak bekerja sama.
Aku ingin kau bicara kepadanya lagi di rumah sakit jiwa hari ini.
Siapa dia?
Psikiater, Hannibal Lecter.
Hannibal si kanibal.
Aku tak berharap banyak dia mau bicara kepadamu...
tapi setidaknya kita sudah berusaha.
Jika dia tak mau bekerja sama, kau harus segera melapor.
Bagaimana penampilannya? Bagaimana selnya?
Apa dia membuat sketsa, gambar? Jika ya, apa sketsanya?
Ini berkas Lecter.
Salinan kuesioner kami dan tanda pengenal khususmu.
Aku mau laporanmu di mejaku hari Rabu pukul 08.00.
Baik.
Maaf, Pak. Namun, apa yang membuatnya mendesak?
Lecter sudah lama dipenjara.
Apakah dia ada hubungannya dengan Buffalo Bill mungkin?
Aku berharap ada.
Dengarkan ini, Starling.
Ya, Pak.
Berhati-hatilah dengan Hannibal Lecter.
Dokter Chilton di RSJ akan mengurus prosedur pengamanannya.
Jangan sekali-kali menyimpang dari prosedur apa pun alasannya.
Jangan bicara apa pun yang bersifat pribadi, Starling.
Percayalah, kau tak mau Hannibal Lecter meracuni pikiranmu.
Lakukan pekerjaanmu, tapi jangan lupa seperti apa dia.
Seperti apa memangnya?
Dia seorang monster. Murni psikopat.
Sangat jarang menangkap yang seperti dia hidup-hidup.
Dari segi riset, Lecter adalah aset paling berharga kami.
Baik...
Banyak detektif kemari, tapi harus kuakui...
tak ada yang secantik dirimu.
Kau mau ke Baltimore nanti malam?
Kota ini bisa menyenangkan jika kau punya pemandu yang tepat.
Aku yakin ini kota yang menyenangkan Dokter Chilton...
tapi tugasku adalah...
bicara dengan Dokter Lecter dan melaporkannya sore ini.
Baik. Kita kerjakan saja kalau begitu.
Kami sudah berusaha mempelajarinya, tentu saja...
tapi dia terlalu rumit untuk tes-tes biasa.
Dia sangat membenci kami. Dia pikir aku penyebab penderitaannya.
Crawford pintar sekali menyuruhmu kemari.
Apa maksudmu, Pak?
Wanita muda dan cantik untuk memikatnya.
Kurasa Lecter tak pernah melihat wanita selama delapan tahun.
Kurasa kau adalah seleranya.
Aku lulusan UVA, Dokter. Itu bukan sekolah keputrian.
Bagus. Berarti kau pasti bisa mengingat aturannya.
Jangan menyentuh kaca. Jangan mendekati kaca.
Jangan memberi apa pun kecuali kertas. Jangan memberi pensil atau pena.
Tak boleh ada staples atau penjepit kertas pada kertasnya.
Gunakan lubang pengantar makanan, Tak ada pengecualian.
Jika dia ingin memberimu sesuatu, jangan menerimanya.
- Apa kau mengerti? - Aku mengerti, Pak.
Aku akan tunjukkan kenapa kami melakukan pencegahan begitu rumit.
Sore hari, tanggal 8 Juli 1981...
dia mengeluh dadanya sakit dan dibawa ke apotek.
Penutup mulut dan pengikatnya dilepas untuk EKG.
Saat perawat bersandar kepadanya, dia melakukan ini pada perawat.
Dokter berhasil memperbaiki rahangnya, menyelamatkan satu matanya.
Detak jantungnya tak pernah lebih dari 85...
bahkan saat memakan lidah si perawat.
Aku mengurungnya di sini.
Dokter Chilton.
Jika Lecter merasa kau adalah musuhnya...
mungkin akan lebih baik jika aku masuk sendiri.
Bagaimana menurutmu?
Seharusnya kau bilang di kantor agar tak membuang waktuku.
Ya, Pak, tapi aku akan kehilangan kesempatan ditemani olehmu.
Setelah selesai, antar dia keluar.
Hai, aku Barney. Dia bilang jangan mendekat ke kaca?
Ya. Aku Clarice Starling.
Senang bertemu denganmu, Clarice.
Kau boleh menggantung mantelmu di sini.
Baik, terima kasih.
Dia di paling ujung. Sel terakhir sebelah kanan.
Aku sudah menyiapkan kursi untukmu.
Ya, bagus sekali. Terima kasih.
Aku akan mengawasi. Kau akan baik-baik saja.
Hai.
Aku bisa mencium bau kemaluanmu.
Selamat pagi.
Dokter Lecter, namaku Clarice Starling.
Boleh aku bicara denganmu?
Kau anak buah Jack Crawford, ya?
Ya, Pak.
Boleh kulihat tanda pengenalmu?
Tentu.
Tolong lebih dekat.
Lebih dekat.
Itu tak berlaku dalam seminggu. Kau bukan agen FBI sungguhan, bukan?
Aku masih belajar di Akademi.
Jack Crawford mengirim mahasiswi kepadaku?
Ya, aku seorang mahasiswi. Aku ingin belajar darimu.
Kau boleh memutuskan apakah aku layak atau tidak.
Kau pandai bicara, Agen Starling.
Silakan duduk.
Baik, ceritakan kepadaku apa yang dikatakan Miggs kepadamu?
Multiple Miggs di sel sebelah.
Dia mendesis padamu. Dia bilang apa?
Dia bilang, "Aku bisa mencium bau kemaluanmu."
Begitu. Aku sendiri tidak bisa.
Kau memakai krim kulit Evyan.
Kadang kau memakai parfum L'Air du Temps...
tapi tidak hari ini.
Kau yang menggambar semua itu, Dokter?
Ini adalah Duomo, dilihat dari Belvedere.
Kau tahu Florence?
Semua detail itu dari ingatanmu saja, Pak?
Ingatan, Agen Starling...
adalah yang kumiliki alih-alih pemandangan.
Kalau begitu kau bisa pinjamkan pandanganmu atas kuesioner ini, Pak.
Astaga, padahal kau sudah bagus tadi.
Kau sudah sopan dan merespons terhadap kesopanan.
Kau percaya padaku dengan berkata jujur soal Miggs.
Sekarang kau merusaknya dengan kuesionermu.
Itu tak akan berhasil.
Aku cuma memintamu melihatnya, Dokter. Terserah kau mau atau tidak.
Ya, Jack Crawford pasti sangat sibuk...
jika dia meminta bantuan dari kalangan mahasiswa.
Dia sibuk memburu yang baru, Buffalo Bill.
Nakal sekali anak itu.
Kau tahu kenapa dia dipanggil Buffalo Bill?
Tolong katakan padaku. Surat kabar tak pernah menulisnya.
Itu berawal dari bagian pembunuhan kepolisian Kansas City.
Mereka bilang dia suka menguliti punuknya.
Menurutmu kenapa dia menguliti korbannya, Agen Starling?
Pikat aku dengan ketajamanmu.
Itu menggairahkannya.
Kebanyakan pembunuh berantai menyimpan piala dari korban mereka.
Aku tidak.
Tidak, kau memakan pialamu.
Berikan kuesionernya.
Astaga, Agen Starling...
kau pikir bisa membedahku dengan alat kecil tumpul ini?
Tidak. Kupikir pengetahuanmu...
Kau sangat ambisius, ya?
Kau tahu kau terlihat seperti apa...
dengan tas bagus dan sepatu murahanmu?
Kau terlihat udik.
Orang udik yang dipoles mengilap dengan buru-buru dan selera buruk.
Gizi yang baik membuatmu bertulang panjang...
tapi kau tak lebih dari keturunan orang kulit putih miskin sampah...
bukan begitu, Agen Starling?
Aksen yang dengan susah payah kau sembunyikan itu...
benar-benar Virginia Barat.
Apa pekerjaan ayahmu? Penambang batu bara?
Dia sering bekerja sampai malam?
Kau cepat sekali bergaul dengan pria.
Semua rabaan mesum dan membosankan di kursi belakang mobil...
sambil bermimpi untuk keluar dari daerahmu, ke mana saja...
sampai ahirnya tiba di FBI.
Kau melihat banyak, Dokter.
Namun, apa kau sanggup untuk mengarahkan...
persepsimu yang kuat itu pada dirimu sendiri?
Bagaimana? Kenapa kau tak...
Kenapa kau tak melihat dirimu sendiri dan menulis apa yang kau lihat?
Mungkin kau takut melakukannya.
Seorang petugas sensus pernah mengujiku.
Aku memakan hatinya dengan kacang babi dan anggur Chianti lezat.
Kembalilah belajar, Starling kecil.
Kembali...
Kugigit pergelanganku supaya mati.
No comments yet. Be the first to leave one.