لومړۍ 200 کرښې.
Ineng, ada ular!
Apa?!
Kau iblis!
Atas nama Yesus Kristus, pergi!
Kita harus pergi.
Menjauh dari kami!
Atas nama Yesus Kristus, pergi!
Menjauh dari kami!
Ayo.
Rosal.
Apa yang kau lakukan padanya?
Aku tidak melakukan apapun!
Rosal! / Sayang!
Rosal, aku di sini.
Miong, tabib sudah datang.
Apa yang terjadi di sini? / Ineng, tolong kami.
Tolong kami!
Tahan dia. / Putriku malang.
Kau harus menyelesaikannya.
Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus,
tinggalkan tubuh wanita ini!
Atas nama Yesus Kristus, Tuhan kami, tinggalkan tubuh Rosal!
Atas nama Yesus Kristus, tinggalkan tubuhnya!
Atas nama Tuhan!
Atas nama…
Kau, iblis! Tinggalkan tubuh Rosal!
Hatinya milik pria lain!
Dia milikku!
Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus…
Tinggalkan dia!
Sayang.
Maritess, Lando dan Rosal harus segera menikah.
Mereka harus menikah!
Ineng, tidak ada cara lain?
Maritess, kau ingin iblis mengambil anakmu, menikahi Lando?
Kau yang memutuskan!
Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkan Rosal.
Apa itu?
Rosal.
Ayo. Hujan segera turun.
Kita harus pergi. Mau hujan deras.
Ayo. Ada badai mau datang.
Hujan segera turun.
Mungkin mau turun hujan deras.
Di sana.
Hei.
Kemari.
Kau kedinginan?
Ada lubang di atap.
Boleh aku melihatnya lagi?
Jangan.
Yang cepat?
Tunggu.
Kita harus pergi.
Apa?
Apa?
Lagi.
Beri aku ciuman.
Biar kusentuh lagi.
Payudaramu kecil.
Kasar.
Kita harus pergi.
Pagi. Perbaiki bajumu.
Hati-hati di jalan.
Ayo.
Formulirnya sudah selesai?
Ya, tapi aku butuh waktu semalaman.
Kenakan tasmu dengan benar.
Aku mau pergi bekerja sekarang.
Ke sana. Antri dengan yang lain.
Jaga sikap.
Anak-anak, di sini.
Tunggu, tetap di antrean.
Aku turun di sini.
Mana ciuman Sampai jumpaku? / Aku harus pulang.
Tidak, nanti ada yang lihat.
Jeff, jangan di sini, nanti dilihat orang. / Jangan cemaskan mereka.
Sudah kubilang, ada orang di sekitar sini.
Cuma satu ciuman.
Santa Maria, doakan kami yang berdosa ini,
sekarang dan disaat kematian kami. Amin.
Tidurlah kalian berdua. Jangan bermain lagi.
Tidurlah. Kau ada sekolah besok.
Baiklah.
Rapikan ranjangmu.
Akhirnya.
Ya ampun.
Sayang…
Apa?
Tunggu... / Ayolah.
Aku tidak... / Ibu!
Sayang.
Tolong, jangan sekarang.
Kenapa?
Jangan malam ini.
Ayo. / Ayo tidur saja.
Kutunggu anak-anak tidur dari tadi.
Aku tidak bernafsu malam ini. / Mereka tidak akan dengar kita.
Sayang, aku sedang tidak bernafsu. / Mereka tidak akan dengar kita di sini.
Mari tidur. / Aku harus bagaimana?
Ayo kita lakukan besok. / Ayolah.
Ayolah.
Anak-anak nanti dengar.
Diamlah kalau begitu.
Sayang… / Kau menolakku?
Besok.
Magda.
Jangan bilang kau hamil?
Ya, aku hamil.
Kau hamil?
Ya.
Kita akan punya tiga anak.
Semoga laki-laki lagi.
Beritahu aku saat kau bernafsu.
Tidurlah.
Aku mau cari udara segar.
Licin.
Hati-hati, nanti terpeleset. / Baik.
Kakek, kami bawakan makananmu. Ini enak.
Ingat, senjata itu buruk.
Punya kami bukan asli. Itu cuma mainan. / Ingat.
Nanti kau tertembak.
Nanti kau terluka.
Ya. / Jangan pernah bermain senjata.
Tidak akan.
Bertaruh pada lotere ilegal. / Apa itu?
Lotere ilegal. Ayo.
Kakek lucu.
Dia mengatakan hal sama sepanjang waktu. / 12 dan 14.
14.
Angka-angka itu takkan menang.
Mungkin akan terjadi gempa bumi.
BERGABUNGLAH DENGAN KAMI
Selamat pagi.
Abella! / Ya, Pak!
Dengar! Sedang ada operasi bantuan.
Ada barang bantuan di luar.
Bawa kemari. Cepat! / Ya, Pak.
Faraon, pimpinlah. Ambil barang dari van.
Baik. Taruh di sini. Urus ini.
Ya, Pak.
Cepat, bawa semua kemari.
Yang besar di sana.
Kau yang urus. / Ya, Pak.
Urus. / Baik, Pak.
Awas, nanti basah.
Hati-hati.
Biar kubawa.
Apa kabar?
Kapan kita akan bertemu?
Hati-hati.
Baik.
Awas kepala kalian.
Baik.
Kalian bergembira? / Ya.
Masukkan pakaian ayah ke dalam. / Paman Ketua!
Lain kali belikan aku mainan lagi.
Tentu, minggu depan. / Masuklah ke dalam.
Berhentilah meminta mainan kepada Ketua.
Ayo, ini gerimis.
Magda, berat. / Bisa?
Aku saja. / Kita sampai.
Ayo kita bawa ini ke Paman dulu. / Buka.
Baik. / Itu bagus.
Perhatikan langkahmu. Licin. / Baik.
Paman!
Paman, kami belikan ini.
Sekarang ada yang bisa kau digunakan.
Sebentar.
Sebentar.
Agar kau tidak kesulitan, Paman.
Tidak apa-apa? / Sudah kubilang jangan ke Cebu.
Kau terus bawa wanita.
Sudah kubilang padamu untuk memasang taruhan.
Ya, benar.
Pasang taruhan. Kau akan menang.
Maaf soal itu.
Kami simpan di sini, Paman.
Kulihat Boyet kemarin.
Ayo.
Dia mengambil ayamnya.
Licin. / Terima kasih.
Aku pergi dulu.
Sampai jumpa, Paman Ketua!
Bagaimana dengan pelukan?
Terima kasih! / Sampai jumpa.
Baik, sampai jumpa minggu depan.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa. / Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
Terima kasih, Magda.
Ayo, ini hujan.
Baik.
Hati-hati di jalan.
Lalu Dia memberitahuku:
“Janganlah kau menandai kata-kata nubuatan itu karena waktu sudah dekat.
Biarlah orang yang berbuat salah terus berbuat salah.
Biarlah orang keji tetap keji.
Biarlah orang benar terus berbuat benar.
Dan biarlah orang-orang tidak berdosa tetap suci.
No comments yet. Be the first to leave one.