لومړۍ 172 کرښې.
Subtitle dari Finding Mr. Right Team @ Viki Diterjemahkan oleh indri danti22
Apa ini bagus?
Kenapa kau tidak bicara padaku?
Mundur.
Semakin kau malu, kau semakin lucu...
Kalau orang-orang di sini setengahnya setampan dirimu, aku akan jauh lebih senang menghasilkan uang ini...
Bisa tidak kau bicara denganku?
Selesai.
Berikutnya.
Bagus, lakukan lagi...
Bagus, bagus.
Bisa tolong rapikan rambutnya sedikit?
Ya Zhu,
sepertinya ada kotoran di wajahnya.
Kotoran?
Di sini.
Itu tahi lalat.
Oh.
Senyum. Bagus, cantik sekali.
Orang percetakan sudah kirimkan contohnya. Pilihlah dari ketiga layout ini.
Diriku yang Sebenarnya.
Dia bahkan bukan dirinya yang sebenarnya.
Siapa?
Bukan siapa-siapa.
Kau sudah selesai perbaiki foto Nn. Lin?
Aku masih mengerjakannya. Ini hampir selesai.
Serahkan sisanya padaku. Sebaiknya kau cepat pulang.
Oke!
Dadah!
Aku juga pulang ya.
Jangan begadang.
Dadah!
Episode 18
Maaf ya, Nn. Li. Penyakit pekerjaan, aku merasa tidak nyaman kalau ada susunan yang tidak benar.
Tidak apa. Kita bisa mulai sekarang.
- Apa anda Tn. Zhan? - Ya, benar.
Tolong tanda tangan untuk paket ini.
- Terima kasih. - Zhong Wen?
Terima kasih.
Maaf, ini sangat mendesak.
Oh.
Kita bisa lanjutkan pembicaraannya.
Oke,
menurutmu seperti apa hubungan baik antara suami istri?
Hubungan antara suami istri itu.. seperti minum teh.
Teh berkualitas bagus awalnya terasa pahit,
tapi setelah melewati lidah, akan menghasilkan aroma di tenggorokan.
Mereka yang tidak memahaminya, merasa kalau teh terlalu pahit untuk di minum, dan memilih bercerai.
Mereka yang memahaminya dan menunggu kembalinya aroma, adalah orang-orang yang bersedia untuk berkomunikasi.
Lalu, apa menurutmu kita harus berterus terang
saat berkomunikasi dengan pasangan kita?
Tentu tidak!
Hanya orang-orang bodoh yang akan berterus terang pada pasangan mereka.
Setiap hari mereka akan bilang "Oh sayang, aku mencintaimu. Aku sangat merindukanmu."
Menyebalkan sekali! Tapi kalau kau tidak mengatakannya, kau akan di ikat dengan rantai.
Merasa tidak aman, mereka menangis lalu membuat keributan!
Lalu bagaimana aku bisa clubbing dan menjemput gadis-gadis dengan teman-temanku?
Nn. Li, ada apa denganmu?
Kau tak jujur dan terus bermain-main. Apa kau benar-benar datang ke sini sebagai pelamar?
Aku tidak tahu soal orang lain, tapi aku serius dengan hal ini.
Terus terang, aku punya kelainan obsesif-kompulsif dalam kehidupan sehari-hari, kau lihat tadi,
aku tak tahan lihat ada yang berantakan. Kalau mereka tak menyusun dengan benar, aku akan merasa sangat tak nyaman.
Untung saja, kau terlihat cukup simetris.
Deretan gigimu
bisa dikatakan normal.
Ada pepatah dari confucius mengatakan: Hubungan suami istri jelas seperti air.
Kalau bisa, harus mengalir (atau biasanya) seperti air.
Ini hanya bisa dicapai kalau ada kepercayaan penuh dari kedua belah pihak.
Karena kepercayaan penuh sudah ditetapkan,
aku yakin itu mungkin untuk mempertahankan jarak masing-masing.
Kalau aku ceritakan semua kebenarannya,
kau mungkin tidak akan tahan.
Apa yang kau inginkan?
Aku... Aku tidak ingin apa-apa darimu.
Kemana He Zhong Wen menghilang waktu itu?
Kepala Editor Li.
Permisi, apa Zhong Wen menghubungimu baru-baru ini?
Dengan dua orang bertubuh besar yang saling bertemu setiap hari, hubungan apa yang akan terjadi?
- Kalian saling bertemu setiap hari? - Ya.
Lalu, dimana dia?
Dia pergi mengantar paket. Ada apa? Apa ada paket yang mau di ambil? Aku akan ambilkan sebentar lagi.
- Jadi, dia sudah kembali bekerja? - Iya.
Sejak kapan?
Sudah beberapa hari ini. Dulu dia suka pergi ke kantor kalian,
tapi sekarang waktu di suruh pergi, dia menolak. Apa yang dilakukannya, aku benar-benar tak mengerti.
Oke. Terima kasih.
Ngomong-ngomong, Kepala Editor Li,
Zhong Wen menitipkan ini untukmu. Karena kau tidak datang, aku benar-benar lupa.
Anak nakal itu. Sudah kubilang untuk berikan sendiri, tapi dia bilang tunggu sampai kau datang akan lebih baik.
Aku mengerti sekarang. Dia pasti mengira kalau kau tidak pernah muncul,
maka dia akan bersikap seolah tak ada yang terjadi.
Apa kau bersedia melakukan perjodohan denganku?
Kita akan bicarakan ini setelah aku menang.
Apa dia wanita yang ada di foto itu?
Sepertinya iya.
Nona, boleh aku tanya apa Tn. He Zhong Wen sudah datang?
Silakan berkeliling. Dia harusnya sudah sampai.
Zhong Wen, sudah lama ya. Aku...
Aku ingin jadi pelamar perjodohanmu.
Apa?!
Tolong terima aku sebagai calon pasangan hidupmu. Aku serius.
Silahkan ambil dulu buku-bukunya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Oh, baik.
Ya, ya. Iya.
Mitra baru kami sedang memproses masalah itu.
Ya, tunggu beberapa hari lagi.
Saya benar-benar minta maaf tentang hal itu.
Tolong jangan pasang posternya. Terima kasih.
Maaf, maaf. Terima kasih.
Aku cuma ingin mengembalikan kejujuran.
Aku tidak mengerti kejujuran yang kau bicarakan.
Kau tahu tahi lalat itu adalah ciri khas Nn. Lin?
Kau membuat semua toko dan fans-nya sangat marah pada kita sekarang.
Pihak agensinya tadi telepon, dan membuat Ya Zhu mendapat omelan. Kau dengar?
Kau tidak dengar?
Kalau Nn. Lin tidak biarkan kita menerbitkan bukunya, apa yang harus kita lakukan? Kau mau tanggung jawab?
Maaf.
Baik, Ah Fa, tidak apa-apa. Kita cuma perlu batalkan acara penandatanganan bukunya.
Pemecahan masalahya tak terlalu penting.
Apa?! Tidak penting?! Reputasi perusahaan kita hancur karenamu!
Apa membentaknya lebih penting dari mengambil buku-buku itu?
Kau sangat aneh.
Oke, Bei Bei.
Kau bisa cerita kenapa kau menghapus tahi lalat Nn. Lin?
Karena buku ini berjudul "Diriku yang Sebenarnya".
Dia sama sekali bukan dirinya yang sebenarnya sekarang.
Aku ingat sekali dulu dia tidak punya tahi lalat.
Oh, lalu kapan kau tahu...
Apa yang kau lakukan berbicara banyak?
Sekarang, balikin tahi lalat ini ke bukunya!
Aku sudah bilang ke orang percetakan kita akan kasih materinya dalam setengah jam.
Hentikan, kau berisik sekali.
Oke, oke, jangan khawatir. Barusan aku kirim dokumennya.
75 toko buku sudah kita layani hari ini.
Jadi, kita cuma perlu hubungi 11 toko buku lagi.
Aku sudah kirim email ke 11 toko buku itu.
Kita harus konfirmasi mereka lewat telepon. Kita harus ambil buku-buku itu sebelum tengah hari. Semuanya akan baik-baik saja.
Penjualan hari pertama berubah jadi hari terakhir.
Aku tidak mau. Walau dibentak 100 kali, aku tetap akan menyingkirkan tahi lalat ini.
- Apa katamu? - Cukup!
Bei Bei, ke ruanganku sekarang.
Aku bersumpah aku pernah melihat wajah dia sebelumnya. Aku tidak salah ingat.
Kami ada di sana dan berbicara sebentar.
Waktu itu...
Nona, maaf, tapi boleh tidak aku pinjam buku itu?
Terima kasih.
Itu pasti dia orangnya , aku tidak akan salah kenal orang.
Jadi, Guru Lin yang dulu... apa dia terlihat jauh berbeda dari sekarang?
Tidak, kecuali tahi lalat itu.
Aku sangat yakin dulu tidak punya tahi lalat.
Kalau buku itu berjudul "Diriku yang Sebenarnya",
lalu kenapa dia menaruh barang palsu di wajahnya?
Bei Bei, itu mengesankan kau punya ingatan yang kuat.
Aku yakin banyak orang yang ingin mendapat kesan yang kuat dalam pikiran orang lain,
sehingga mengubah sesuatu.
Mungkin tahi lalat di wajah Guru Lin adalah cara untuk membuat dirinya unik.
Yang benar saja, itu bukan dirinya yang sebenarnya!
Tapi bagi pembacanya,
kita sudah berlebihan mengedit fotonya.
Rasa keindahan kita yang tidak beres. Itu kesalahan perusahaan kita.
Hasil ini, menurutmu apa itu benar?
Fotoku tidak salah.
Walau judul buku itu menyesatkan banyak orang,
apapun itu, bagiku,
tahi lalat itu harusnya tidak ada.
Tolong terima lamaran perjodohanku. Aku serius.
Aku...
Aku tidak bisa menerima lamaranmu.
Orang lain saja bisa menemuimu karena perjodohan,
kenapa aku tidak bisa?
Kalau kau tidak bisa ceritakan alasannya, aku tidak akan menyerah.
Kalau aku tak beritahu Zhong Wen alasan sebenarnya aku melakukan perjodohan
No comments yet. Be the first to leave one.