لومړۍ 200 کرښې.
1993 Juni
Tahun 1993,
Presiden Kim Young Sam memerintah, Daejeon Expo diadakan, dan
Seo Tae Ji dan kawan-kawan mempromosikan lagu mereka "Ha Yeo Ga"
Dan kami adalah generasi X.
Jujur dan berterus terang merupakan ciri khas generasi X.
Kami semua memikirkan hal yang sama.
Ada 3 musuh.
Cuma seorang yang akan bertahan.
Cuma 1.
Bagaimana ini? Sekarang, aku baru dapat pesan penting dari rumah...
Mereka pasti mengirim uang.
Jadi kita bisa bersenang-senang hari ini!
Wow!
Lalu haruskah kita mulai perkenalan?
Aku tahun ketiga di SMA,
dan di antara seluruhnya,
aku mendapat peringkat terakhir setiap tahun. Aku Rok.
A, B, C, D, E, F, G... yeah!
Aku...
Aku nggak bilang mama kalau hari ini aku pergi bertemu kalian...
Kalau mama tahu, aku bisa dapat masalah...
Kau! Di depan para gadis...
Nikmati makanan kalian.
Hari ini, aku yang mentraktir.
Baby, baby, yeah!!!
Jangan khawatir. Aku punya gangguan.
Ini.
Ah, akhirnya bisa minum juga.
Hai..
Aku Kim Do Din (bicara dengan gaya kidal)
Mau kentang goreng?
Kentang goreng.
Ah, enaknya...
Maaf aku terlambat.
- Kelas berakhir lebih lambat. - Segera duduklah!
Senang bertemu kalian.
Aku Eun Hee.
Kim Eun Hee.
Tetap, cuma 1 yang akan bertahan.
A Gentleman's Dignity Episode 8
Karena itulah,
aku berlari kencang untuk mendapatkan tiketnya, tapi...
Tapi kau ketinggalan kapal terakhir?
Ya, jadi apa lagi yang bisa kulakukan? Kami sedang di sebuah pulau.
Jadi malam itu...
terjadi sesuatu antara kau dan Eun Hee?
Bukan cuma sesuatu.
Kalian pikir kami nggak melakukan apapun sepanjang malam itu?
Kurasa waktu sudah banyak berlalu karena aku menceritakan hal itu.
Maaf, tapi
hari itu, Eun Hee naik kereta ke Choon Chun bersamaku.
Bukankah itu artinya "perasaan"?
Aku ingat menyanyikan lagu itu untuknya.
Wow, pengacara sedang mengarang cerita karena nggak ada saksinya?
Aku yang harusnya minta maaf. Tapi sebenarnya Eun Hee
mengunjungiku saat aku ikut wajib militer.
Saat itu saljunya lebat.
Dan kami...
Sampai di situ saja.
- Jangan membuatku tertawa! - Eun Hee dan aku... - Dulu...
Tunggu! Kalian semua, tunggu dulu!
Tapi... siapa Eun Hee?
Cinta pertamaku (semua).
Apaan ini? Kak Do Jin belum tiba?
Pria yang sedang tumbuh
Panggilan tak bisa terhubung.
Karena kak Do Jin sudah di sini, ayo kita menyanyikan Selamat Ultah!
Ok. Kakak harus membuat permohonan lalu meniup lilinnya!
Kamu masih melakukannya di umur 40.
Kenapa tertawa?
Maaf kalau menyakitimu.
Sepertinya nggak seimbang.
Kalau nggak ada yang tertawa atas leluconmu,
itu pasti karena ada yang salah.
Im Me Ahri, kau...
Kau tahu jam berapa ini? Kenapa masih di sini?
Cepat pulanglah!
Apa salahku?
Memangnya membuat permohonan...
- segitu lucunya? - Sudah kubilang ini di atas jam 10!
Keluarlah. Akan kucarikan taksi.
Bukan karena waktunya!
Kakak begini karena aku menyukai kak Yoon!
Berdirilah. Keluar.
Lepaskan. Sakit.
Kamu nggak mau mendengarku?
Keluarlah, sekarang!
Sakit, tahu!
Kenapa kau menyuruhku berdiri? Aku malu!
Diamlah! Keluar!
Lepaskan!
Kemari!
Sakit!
- Keluarlah! - Lepaskan!
Lepaskan tangannya.
Kalau ada yang perlu kau katakan, katakan padaku.
Sebagai ganti Me Ah Ri, akan kudengar.
Ada orang asing di sini.
Uruslah Me Ah Ri.
Ok.
Ayo keluar.
Ini memalukan, tapi aku harus mengucap "selamat tinggal" untuk hari ini.
Aku akan mengantar kalian ke mobil.
Kita harus pergi?
Kau mau pergi ke mana? Akan kuantar.
Berpura-pura perhatian?
Sama sekali nggak cocok denganmu.
Benarkah? Maskaramu luntur.
Kamu jadi kelihatan lebih jelek.
Aku baik saja, jadi
masuklah dan jaga kakak.
Jadi kamu khawatir padanya?
Bukan kakakku, tapi kak Yoon.
Bagaimana kalau kakakku memukulnya?
Aku mau pergi.
Kau mau ke mana?
Aku baik saja.
Jam 10 itu masih sangat awal, dan aku bukan anak kecil.
Indonesian subtitle by Dhyvhyaretha_SmartCuteNerd HAPPY WATCHING
Kau punya rokok?
Kamu nggak ingat kita berhenti merokok?
Meski aku putus 10X dengan Hong Se Ra,
aku belum pernah berpikir untuk merokok lagi saat itu..
Mau minum lagi denganku di tempat lain?
Kamu bahkan belum mengucap selamat ultah padaku.
Kamu bahkan belum mengucap selamat ultah padaku.
Aku akan ada di bar-nya Jeong Rok.
Belakangan ini, anak SMA pun nggak pulang sebelum jam 10 malam.
Yoon bilang padaku...
agar melepaskan tangannya. Iya, khan?
Lalu, dia harus menyuruhmu melepaskan kakinya?
Yoon menyuruhku...
Itu karena kau menggenggam pergelangannya sangat erat.
Bagaimanapun, dia itu gadis kecil.
Itu karena dia mirip mamaku.
Im Me Ah Ri..
Aku membesarkannya sendiri...
Lihatlah dulu lebih jauh.
Yoon itu siapa? Dia yang terpandai di antara kita. Dan yang paling hangat.
Dan yang paling kau percayai.
Aku pulang ke rumah selarut mungkin agar nggak bertemu kamu.
Aku tahu. Aku juga berpikir ini saatnya kamu pulang, jadi aku mau keluar dulu agar nggak bertemu kamu.
Tapi inilah yang terjadi. Istirahatlah.
Ayo duduk sebentar.
Aku nggak mau bertengkar denganmu. Segala sesuatu sedang "nggak beres" di antara kita sekarang.
Katakan saja.
Katakan saja.
Aku minta maaf.
Kalau itu memang benar dan kamu nggak punya niat apapun,
berarti aku yang berlebihan.
Maaf aku nggak menjaga harga dirimu. Dan dalam beberapa hal, terima kasih.
Untuk apa?
Aku sadar...
Aku sangat menyukai Tae San.
Kurasa aku sudah berbuat banyak hal padamu.
Kamu mau menerima permohonan maaf dariku, khan?
Berjanjilah 1 hal padaku.
Kuharap Tae San nggak tahu apa yang pernah terjadi antara kau dan aku.
Berpuralah aku belum tahu kalau kau sudah cerita semuanya pada Tae San. Peganglah janji itu untukku.
Aku akan melakukannya.
Dan 1 lagi.
Bagaimana ini? Kalau kamu menyuruhku keluar, besok pun aku akan keluar.
Aku juga menginginkannya. Tapi uang jaminanmu, aku belum punya..
Aku akan kembalikan uangmu kalau aku menang nanti.
Untuk itu, aku harus berlatih lebih keras.
Mereka sedang bicara tentang apa?
Apa kamu mendengarnya agar tahu? Kamu sungguh nggak bijak.
Lalu kenapa kamu mengamati mereka begitu?
Cuma untuk berjaga-jaga kalau mereka memecahkan sesuatu.
Kalau mereka berkelahi, kau ada di pihak mana?
Tentu pihak Yoon!
Kenapa?
Karena dia satu-satunya yang tahu kemauan Park Min Sook.
Kamu sendiri di pihak siapa?
Pihakmu!
Tepat sekali!
Kamu baik saja?
Kalau aku nggak minum di hari seperti ini, kapan lagi?
Ini hari ultahku.
Tae San.
Maaf aku harus bicara begini,
tapi Choi Yoon Pal, aku percaya padamu.
Jangan khawatir.
Apa yang kau khawatirkan, nggak akan terjadi.
Karena aku....
sedang mencoba keras untuk menghindar.
Sudah cukup lama sejak aku melakukannya.
Ada apa?
Wajah mereka kelihatan sangat serius.
Aku tahu. Ekspresi mereka sama dengan saat kami makan steak-mu.
Bagaimana dengan Me Ah Ri? Kamu antar pulang?
Dia pergi sendiri.
Bukankah mestinya kita mencarinya?
Hp-nya dimatikan...
Dia kehabisan baterai, atau memang mematikan Hp-nya?
Aku nggak tahu dia di mana, tapi kurasa aku tahu dia bersama siapa.
Masalahnya orang itu nggak mau mengangkat panggilanku.
Siapa orang itu?
Jadi, kamu sendiri yang menghancurkan ultahnya pengacara Choi?
No comments yet. Be the first to leave one.