لومړۍ 200 کرښې.
Semua karakter dan kejadian fiktif belaka. Bila ada kesamaan hanya kebetulan.
Aksi berbahaya dilakukan oleh profesional. Tidak untuk ditiru.
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
Kereta mengalami kecelakaan
begitu akan keluar terowongan
5 hingga 8 gerbong terbalik di luar terowongan.
Tapi 3 gerbong masih terjebak dalam terowongan.
Perintahmu saat di lokasi adalah menyelamatkan gerbong di luar terowongan lebih dulu.
Bagaimana dengan gerbong yang terjebak dalam terowongan?
Apa orang-orang itu mesti dikorbankan? / Apa keputusan itu sudah dipikir matang?
Mohon jelaskan. / Bagaimana kau menjelaskan pada keluarganya?
Kemampuan penyelamatan di lokasi kami sangat terbatas.
Penumpang terluka yang di luar lebih prioritas
diselamatkan.
Maafkan aku.
Kami bukanlah pahlawan.
Kami hanya bisa memilih menyelamatkan yang mayoritas.
Cepat...
Cepat...
Lekas lari ke pinggir!
Cepat...
Kapten.
Kenapa ini? Mengapa evakuasi belum selesai?
Cepat. Kedua sisi. / Keluar, keluar.
Bom ditemukan di dalam bioskop.
Pertengahan pemutaran film. Ponsel terus berdering.
Kenapa robot di luar sini? / Karena lorong bioskop terlalu sempit.
Robot tak sanggup menyelinap. Makanya A-Ren bilang dia ingin masuk dulu.
A-Ren, laporkan situasinya.
Sudah lama aku tak menonton film.
Kuingin kau
tetap fokus.
Kalau begitu kumau kau agak tenang sedikit.
Mesin X-ray sudah di posisi. Siap memindai.
Visual diterima. Kau harus keluar sekarang.
Tinggal 3,5 menit.
Sepertinya ini tak mau aku pergi.
Hanya bisa dinonaktifkan di tempat.
Song Kang Ren, berapa kali kubilang padamu.
Kita ini tim Penjinak Bom. Ikuti SOP dan segera keluar.
Aku tak temukan detonatornya disini.
Kau bisa melihatnya di layar?
Detonator mungkin tersembunyi di dalam kotak itu.
Hanya tinggal 3 menit lagi. / Sialan.
Apa semua yang di dalam bioskop sudah dievakuasi?
Hampir semua. Masih mengecek barangkali ada yang tertinggal.
Kau tahu apakah ini peka terhadap gerakan?
Aku tak berniat memindahkannya.
Dan kemungkinan besar itu peka terhadap pergeseran.
A-Ren
kalau kau tak yakin, keluarlah dulu.
Masih cukup waktu, aku akan tepat waktu.
Ini kayak level pemula.
Kubisa selesaikan dalam semenit.
Suruh semuanya meninggalkan lokasi sekarang. / Baik.
Ayo... kita pergi sekarang.
Apa-apaan? Kenapa masih ada orang?
Cepat evakuasi semuanya, lekas! / Tenang saja.
Kalian masih di luar jangkauan.
Baunya kayak bahan bakar.
Ini bukan TNT, ini Amonium Nitrat.
Bom yang disetting.
Pengebom pasti punya latar belakang proyek pembongkaran.
Bisa kau temukan kabel detonatornya?
Ada beberapa untaian kabel yang sengaja di belit-belit.
Akan butuh banyak waktu mengurai semuanya.
Akan kucari sumber daya timernya langsung.
Timer-nya makin cepat.
A-Ren.
Laporkan status.
Aku tak apa-apa.
Aku tak apa-apa.
Kapten, kau ketakutan?
Sialan.
Bila terjadi apa-apa padamu, bagaimana caraku menjelaskan pada Huang Xin?
Itu tak mungkin.
Oh ya, soal itu.
Kapten, apa kau mau berikan sambutan di pernikahanku?
Putrimu juga bisa jadi pembawa bunga.
Kukira tak ada upacara pernikahan? / Yah...
kau mesti lihat reaksi ibuku kalau tak ada upacara pernikahan.
Haha. / Baiklah.
Kalau semuanya beres, ayo kita pergi dan tulis laporan.
Jadi kau datang ke pernikahanku atau tidak?
Kau mau pria yang sudah cerai memberikan pidato sambutan? / Haha.
A-Ren, ada apa?
A-Ren.
A-Ren.
Aku tidak menyelamatkan siapa-siapa.
Aku tidak menyelamatkan siapapun.
Minimal kau masih hidup.
Minimal kau masih hidup.
Xiao Kai...
Setelah laporan cuaca.
Saya ajak anda kembali ke 3 tahun lalu.
Kasus pengebomban ganda yang mengejutkan Taiwan.
Saat itu, tersangka Lai Bing Chang, di dalam department-store dan bioskop,
menempatkan bom secara terpisah
yang pada akhirnya mengakibatkan 26 orang tewas
dan ratusan terluka.
Tersangka, Lai Bing Cheng, tewas di lokasi ledakan.
Peringatan mengenang 3 tahun kejadian itu digelar di Taipei malam ini.
96 MINUTES
Selamat malam penumpang sekalian.
Terima kasih telah menggunakan layanan Train 115.
Tujuan akhir kereta ini adalah Kaohsiung.
Bisakah kita pesan tempat di restoran ini buat ultahnya Ibu?
Yang ini, janganlah.
Mengapa?
Kau sendiri tak serius melihatnya.
Ya, aku sudah cek yang ini.
Ini lebih cocok buat pernikahan.
Aku membahas soal ultahnya Ibu. Pernikahan apa?
Upacara pernikahan kita.
Tak apalah kalau kau tak mau.
Aku masih hutang janji padamu upacara pernikahan.
Itu sudah tertunda 3 tahun.
Kita tak usah hadiri upacara peringatan itu tahun depan.
Kuperingatkan kau.
Jangan beritahu ibu.
Pernikahan, prosedur, dan-lain-lain,
kita yang rencanakan sendiri. / Tentu saja.
Kalau tidak, dia pasti berbuat sesuatu kayak
sewa seluruh jalanan buat jamuan pesta makan pernikahan.
Bukan itu yang kumau. / Aku juga tak mau.
Aku juga nyari-nyari tempat buat bulan madu.
Tinggal pilih kau mau ke mana
akan kukirimi infonya padamu.
Jadi kalian sudah menentukan lokasi bulan madu?
Ibu sarankan jangan ikut grup tur, tapi travel mandiri saja.
Ini sudah tertunda 3 tahun. Tak ada yang tahu kalian sudah menikah.
Tak usah kuatir, kita rayakan saja di Utara.
Setelah kau balik, kita juga adakan di Selatan.
Sudah jelas? / Baiklah, nanti kudiskusikan itu sama ibu.
Sebaiknya memang kau diskusikan sama ibu.
Ibu tak tahu putra ibu sesetia itu. Ah.
Bahkan tak beritahu ibu soal mau berhenti dari kesatuan polisi.
Ibu ragu kau mau mendiskusikannya.
Ah, bu.
Yang dimaksud A-Ren itu
aku yang akan tanyakan pendapat ibu dulu, tenang saja.
Untungnya, aku punya menantu sepertimu di tengah kami.
Kalau tidak, kursi ini akan jadi jarak pemisah kami.
Hampir saja aku mau menelpon dia.
Halo...
maaf mengganggu. Kulihat kau tadi tertidur.
Ini pertama kalinya aku menghadiri upacara peringatan ini.
Ini kartu namaku.
Halo...
Aku punya... pasar buah dan sayur
di Kaohsiung. Aku Vice President-nya.
Kuselalu ingin mengucapkan terima kasih padamu
putriku
kebetulan juga berada di bioskop saat itu.
(Pilih tempat untuk bulan madu, sisanya bisa kita lakukan nanti)
Dari Direktur lagi.
Saat insiden itu terjadi
dia menelponku lagi.
Lalu aku mode silent.
Aku sering berfikir...
andai aku punya pilihan, aku pasti
aku rela mengorbankan nyawaku sendiri ketimbang dia.
Aku sering mendatangi tempat-tempat yang kami kunjungi,
dan ke tempat-tempat yang selalu ingin dia kunjungi namun tak pernah terwujud.
Ibuku dulu bilang padaku...
Sekarang tahun ketiga.
Kukira kau tak datang. / Jadi...
sekarang aku hanya sedih sehari tiap tahun.
Yaitu hari ini.
Mari kita makan bareng setelah upacara peringatan ini.
Tak perlu.
Event Organizer sudah memesankan tiket kereta buat semua orang.
Aku harus bawa ibu balik.
Biro
ingin mempromosikanku jadi Wakil Direktur.
Apa kau tak mempertimbangkan untuk kembali membantuku?
Selamat ya.
Baru-baru ini ada kabar tentang bom.
Itu bukan urusanku lagi.
A-Ren
kau jelas paham kejadian dulu itu
apapun yang kita perbuat
kita tak bisa menyelamatkan nyawa semua orang.
Aku juga korban.
Itu cuma klub milik temanku
dan kebetulan aku duduk dekat dia.
Biarkan para orangtua itu bicara sesukanya.
Tunggu sampai hasil tes akademis diterbitkan, mereka akan tetap berebut mendaftar kelas tutoringku.
Bagaimana mungkin aku tak ingin menjelaskan?
Dia tak menjawab telponku.
Kalau tidak, kenapa juga aku naik kereta ini? / Permisi.
Gin Soda, makasih. / Kami tak ada Gin Soda.
Maafkan aku. / Mohon pelankan suara anda
karena mengganggu penumpang lain.
Permisi...
Menarik investasi? Menarik apa? Itu konyol!
Aku tahu kamu kuatir.
Perceraian apa? Tak ada perceraian.
Begini ya, biar kujelaskan dulu padanya.
Kalau tidak, kelas tutor besok... ah!
No comments yet. Be the first to leave one.