لومړۍ 200 کرښې.
DESEMBER, 2020
TINJU JINNAM
Permisi, Pak.
Kau harus memakai masker.
Ya. Berangkatlah.
Untuk naik bus, wajib pakai masker.
- Ayo jalan. - Turun. Naiklah setelah pakai masker.
Beraninya mengaturku!
- Kami bisa dapat sanksi. - Terserah aku
- Kenapa mengaturku? - Bukan begitu…
Menyetir saja dengan benar, selayaknya sopir. Sialan!
Aku memintamu memakai masker.
- Kau ini! - Hentikan, Pak.
- Ada banyak penumpang. - Lepaskan!
- Lepaskan, Berandal! - Ah.
- Lepaskan! - Maaf.
Apa ini? Apa-apaan kau?
Maafkan saya.
Sebaiknya Anda jalan kaki. Maaf.
- Sial! - Astaga. Maaf.
Hei, Berengsek!
- Maaf. - Hei!
Maafkan saya.
Oh, maafkan saya. Jangan sampai terluka.
Sial!
Dasar kau…
- Maaf. - Mengesalkan sekali.
Maaf.
Omong kosong.
Ya ampun.
Maaf atas kejadian tadi.
- Terima kasih. - Ya.
Astaga, berkatmu…
- Kau hebat! - Terima kasih.
Maafkan aku.
Aku tidak menyangka akan selama ini.
Maaf telah mengatakan ini kepadamu.
Bulan depan akan kukerahkan segala cara.
Bisakah kau menunggu satu bulan lagi?
Aku akan membayarnya.
Ya, akan kuusahakan bulan depan.
Baiklah, terima kasih.
BLOODHOUNDS
Di tengah resesi yang sedang berlangsung akibat COVID-19,
proyek pembangunan gedung yang ditunda mengancam keselamatan warga.
Pembangunan gedung ini telah dua kali ditunda,
karena pekerja terpapar COVID-19.
Perusahaan konstruksinya mengalami kebangkrutan
dan gedung ini terbengkalai selama empat bulan.
Kota Seoul harus segera menangani ini.
Di AS, lebih dari 3,5 juta karyawan hotel diberhentikan pada kuartal ketiga.
Setidaknya dalam tiga atau empat tahun ke depan,
tak akan ada perusahaan asing yang mau mengakuisisi.
- Apalagi perusahaan domestik. - Apakah ini fakta?
Di sekitar saya banyak calon pemimpin 50 perusahaan terbesar di Korea.
Saya menyimpulkannya setelah lama berdiskusi dengan mereka,
jadi itu bisa dianggap fakta.
Bukan. Itu memang fakta.
Tepat jika Anda bernegosiasi dengan saya, Pak.
Pak Hong.
Bank kami telah meminjamkan 400 miliar won untuk gedung ini.
Bukan negosiasi jika Anda hanya membayar 300 miliar.
Di situasi ini, semua harus menerima kerugian, bukan?
Jika tidak, bagaimana bisa berbisnis?
Saya bukan pebisnis, melainkan bankir.
Begini, bapak-bapak.
Saya mengundang Anda untuk menyampaikan harapan Pak Walikota
agar pembangunan gedung segera diselesaikan demi keamanan warga.
Tapi ini tak masuk akal.
Maksud Anda perkataan saya tak masuk akal?
Mana yang masuk akal?
Maaf, saya terlambat.
Ini Pak Kim Myeong-gil, yang saya sebut sebelum makan.
Silakan saling menyapa.
Kenalan dekat Pak Walikota, anggota dewan Seo Woo-hyeon,
yang memperkenalkannya kepada kami.
Saya Kim Myeong-gil.
KIM MYEONG-GIL
Saya akan menghubungi Anda.
Baik.
Saya Kim Myeong-gil.
Maaf, Anda bekerja di bidang apa?
Terutama di bidang investasi.
Saat ada yang meminta bantuan,
saya akan membantu semampunya.
Anda pemberi pinjaman?
Anda memanggil rentenir?
Pak Kim menggeluti berbagai bisnis.
Rasanya ini bukan tempat untuk rentenir.
Anda pasti putra sulung dari Direktur Hong Woo-geun.
Saat masih muda, saya bekerja untuk Direktur Bang di Myeongdong.
Anda masih kecil saat itu, jadi mungkin tidak ingat.
Saat itu krisis moneter melanda.
Grup Iil, yang berdiri selama 50 tahun, hampir bangkrut
karena kekurangan enam miliar won.
Saat itu, Direktur Hong datang meminta bantuan Direktur Bang.
Sambil berlutut, dia meminta perusahaannya diselamatkan.
Ambisi dan ketulusannya membuat Direktur Bang tersentuh.
Saya mengunjungi rumah Anda dengan tas penuh dengan enam miliar won.
Saya ingat ibumu menyuguhkan melon Korea, sebagai ungkapan terima kasih.
Di dunia ini tak ada uang kotor, kecuali digunakan untuk hal buruk.
Jika untuk hal baik, itu adalah uang bersih.
Saya datang dengan niat membantu.
Sampai mana percakapan kalian tadi?
Ada perbedaan nominal antara kedua pihak. Itu yang sedang dibahas.
Berapa perbedaannya?
Seratus miliar won.
Anda berencana mengawasi langsung pengoperasian hotel, Pak Hong?
Saya lulusan manajemen hotel di Swiss, dan empat tahun bekerja di Hong Kong.
Tampaknya persiapan Anda sudah matang.
Apakah tidak masalah jika saya berinvestasi?
Berapa banyak?
Untuk itu…
Karena kurangnya 100 miliar won, itu yang akan saya berikan.
Jika perlu, saya bisa berikan lebih.
Apa syaratnya?
Hanya ada tiga hal.
Pertama, saya minta dibuatkan
kasino kecil di lantai paling atas.
Seperti mimpi Anda mengelola hotel,
mimpi saya adalah membuka kasino.
Kedua, tolong bantu saya menyediakan bar kecil di rubanah.
Terakhir, andai pandemi seperti COVID-19 muncul kembali,
saya harap hotel dibuka gratis sebagai tempat karantina
untuk mereka yang membutuhkan.
Akan lebih baik jika kita saling peduli di masa-masa sulit.
Dengan begitu, dunia akan jadi lebih baik.
Besok saya sudah siap
untuk menginvestasikan 100 miliar won.
Semua lancar?
- Ya. - Apa mereka terpancing?
- Ya. - Bagus!
Baiklah!
Sekarang aku cukup memikirkan interiornya.
Pengunjung bar tidak mau melihat interior. Mereka mau melihat gadis-gadis.
Kerja keraslah merekrut banyak gadis.
Kau saja yang bekerja keras, Berandal.
Wanita manis sepertimu lebih baik jika mulutnya juga manis.
Kau tahu apa, Berengsek?
Aku ingin menyeka wajah.
Oh, benar!
Ini dia.
Ayo berangkat.
Bagaimana dengan Gedung Seongeun?
Tidak ada yang punya hubungan dengan polisi atau kejaksaan.
Sudah periksa mertuanya?
Pak, saya melakukan kesalahan sekali itu saja.
Bisa saja kekasihnya polisi.
Kerja yang benar, agar dia tak khawatir.
Lakukan saja pekerjaanmu dengan benar.
Jang-do.
Bicaralah yang sopan pada kakak iparmu.
Maafkan saya, Pak.
Minta maaf padaku, Berengsek!
Maafkan aku yang berengsek ini, Bu.
Bergegaslah. Aku ingin minum-minum.
Baik, Pak.
Ini adalah Turnamen Pemula Nasional KBFC 2022.
Turnamen ini harusnya diadakan di tengah riuh dukungan penggemar.
Namun akibat pandemi, ini harus diadakan tanpa penonton.
Suasananya jadi terasa suram.
Benar sekali.
Turnamen pemula biasanya penuh sorakan pendukung.
- Ya. - Kini begitu senyap.
Babak ketiga pertarungan Hong Woo-jin dimulai.
Ini pertandingan kelas menengah.
Hong Woo-jin dengan celana merah, melawan Jung Jae-hun dengan celana biru.
- Masuk. - Kombinasi pukulan badan yang bagus.
Hong Woo-jin bersandar pada tali.
Ia memukul di kedua sisi, lalu memprovokasi lawan.
Benar. Dia menunjukkan ketenangan.
"Pukullah jika kau bisa. Kau pasti bisa…"
- Pukulan badan! - Bagus!
- Serangan yang mulus. - Masuk pukulan ke wajah!
Hong Woo-jin menumbangkan lawan!
Pukulan kanan ganda, kemudian serangan kombinasi.
Lihat gerakan kakinya. Dia penampil yang hebat!
Hasilnya KO.
Berikutnya, Kim Gun-woo melawan Kim Rae-hyeon.
Pemula super, Kim Gun-woo dengan celana biru.
Kim Gun-woo mencari kesempatan sambil bertahan.
Bagus!
- Ke arah badan! - Dia berlutut!
Pukulan ke inti saraf yang sangat akurat.
- Pertandingan selesai. - Benar.
Berakhir dengan satu pukulan.
Dia terus mengalahkan lawannya dengan satu pukulan.
- Dia petinju sempurna. - Hebat.
Benar, pemula yang menakutkan.
Baru saja dimulai…
Dia tersudutkan.
Dilekap dan dilempar. Dia melempar lawan begitu saja.
Itu adalah kecurangan.
Dia lebih dahulu…
- Dia terlalu bersemangat. - Benar.
- Mulai! - Ayo!
Membelah rambutnya! Hong Woo-jin memang penampil hebat.
- Khas Hong Woo-jin. - Memprovokasi lawan.
Dia menghindar.
Menghindar dengan baik.
No comments yet. Be the first to leave one.