لومړۍ 200 کرښې.
Aku ingin meminta tolong untuk kali terakhir.
Tolong bantu ibuku.
Biarkan dia bekerja kembali.
Aku tidak bisa membantumu atau ibumu.
Tidak. Aku tidak mau.
Teganya Anda melakukan ini kepadaku.
Kenapa Anda bisa begitu kejam dan kasar?
Jangan pernah datang mencariku lagi
bahkan jika terjadi sesuatu kepada ibumu.
Serta jangan mengintai keluargaku.
"Episode 53"
Itu pasti sulit bagimu.
Kamu sudah puas?
Kamu mengubahku menjadi orang kejam dan kasar.
Kamu ingin bersikap baik
kepada wanita itu dan Woo Jung?
Kamu yang paling tahu harus bersikap baik kepada siapa.
Jangan menyalahkan dirimu.
Kamu tidak punya pilihan lain.
Aku mencintaimu, Sayang.
Kenapa Engkau memberiku kehidupan jika hanya akan memojokkanku?
Engkau membuatku menyayangi mereka,
tapi kini ingin aku membenci dan dendam kepada mereka?
Kenapa?
Kenapa Engkau tidak memberiku kemurahan hati untuk maafkan mereka?
Aku baik-baik saja. Sebaiknya kamu makan juga.
Kamu harus memperhatikan kesehatan. Belakangan makanmu tidak teratur.
Ayah tidak mengetahui keberadaan dan keadaan cucu ayah.
Kenapa kalian tampak begitu senang?
Tunggu sebentar lagi, Ayah.
Myung Joon akan menemukan cucu
yang sangat ingin Ayah temukan.
Myung Joon akan menemukannya?
Ya.
Tidak akan lama lagi, Pak.
Hwa Kyung bilang dia akan menemukan sesuatu
selagi tinggal bersama keluarga ibunya anak itu.
Salah satu dari kalian harus berhasil. Akan kuberi hadiah bagus.
Sebelum itu, biarkan Myung Joon memimpin perusahaan.
Apa?
Waktu itu kamu tidak setuju,
jadi, kenapa berubah pikiran?
Aku sangat plinplan, sama seperti Ayah.
Apa?
Astaga.
Kenapa Bu Han melakukan itu?
Seharusnya kamu tidak sekejam itu.
Aku tidak bermaksud begitu.
Aku kesal karena kukira dia merepotkan Do Bin.
Do Bin berangkat kerja lebih awal?
Dia mengunjungi Bu Han di rumah sakit.
Woo Cheol pasti sangat syok.
Ini menyedihkan sekali.
Dia pasti sudah di sekolah sekarang.
Ya, aku akan menjemputnya saat dia pulang nanti.
Ibu sudah menyuruhmu berhenti mengasuhnya.
Bisa-bisanya Ibu bilang begitu padahal tahu mereka menderita.
Ya, Ibu.
Jika tidak bisa membantu mereka, setidaknya jangan bersikap kasar.
Sebaiknya aku berangkat kerja.
- Baiklah. - Ya.
Silakan.
Hati-hati, Hwa Kyung.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kekuatan 100.000 dolar benar-benar luar biasa.
Kamu melihat perubahan sikap Ayah dan Ibu?
Ya.
Jae Hee, Jae Bin, ayah sungguh malu.
- Sudah seharusnya begitu. - Diam.
Bagaimana keadaannya?
Dia baik-baik saja.
Dia tidur setelah diberi obat penenang.
Syukurlah.
Aku mencemaskanmu. Kamu sama sekali tidak bisa tidur.
Bergadang semalam tidak akan membunuhmu.
Kamu hendak ke mana kemarin sampai terburu-buru begitu?
Aku cemas karena kamu tiba-tiba menghilang.
Hubungi aku jika kamu muak dengan makanan rumah sakit.
Aku akan membawakan makanan enak.
Jika bukan sebagai pacar,
bisakah aku datang sebagai mantan rekan kerja?
Tidak.
Jangan datang ke sini lagi.
Woo Jung.
Sebaiknya kamu pergi.
Astaga, bagaimana kabarmu?
Ada perlu apa kemari?
Ada perlu apa di rumah kami yang sederhana ini?
Aku harus datang dan berterima kasih kalian telah merawat putriku.
Kamu tidak perlu membawa apa pun.
Hwa Kyung sudah memberi begitu banyak
dan kami berterima kasih sekaligus malu.
Ayolah.
Kita tidak boleh menolak hadiah yang dia bawa.
Silakan duduk. Mau kubawakan minuman?
Sebelum itu, jika tidak keberatan,
bolehkah aku melihat kamar Hwa Kyung?
Aku yakin dia menjaga kerapiannya, tapi...
Ya, tentu saja.
Dia sekamar dengan putri kami. Tidak akan sesuai standarmu.
Silakan lewat sini.
- Lewat sini. Mari ikut kami. - Baik.
Ini pasti kasur Jae Bin.
Ini kasur Do Bin.
"Jae Bin, Do Bin"
Aku malu kami hanya bisa memberikan ini.
Aku mau memberikan kamar kami jika bisa.
Aku juga merasa begitu.
Kamu membesarkan putrimu dengan baik.
Aku tidak tahu sampai kapan Hwa Kyung akan tinggal di sini,
tapi tolong rawat dia selama di sini.
Jangan cemas.
Kini dia anggota keluarga kami.
Benar.
Bukan hanya soal Hwa Kyung,
tapi aku juga ingin minta maaf atas apa yang terjadi di masa lalu.
Karena ayahku,
dua orang yang saling mencintai tidak bisa menikah
dan kehilangan nyawa mereka.
Ini terlambat, tapi aku ingin meminta maaf dengan tulus.
Semua sudah berlalu.
Kami sudah melupakannya.
Kamu tidak perlu memikirkan itu sekarang.
Kita harus melupakan masa lalu
dan mencoba hidup rukun selagi melanjutkan hidup.
Kurasa keluarga kita memiliki koneksi.
Kini Hwa Kyung tinggal bersama kalian.
Mulai sekarang kita akan sering berhubungan.
Sebaiknya aku pergi.
- Kamu tidak mau minum teh? - Tidak, terima kasih.
- Astaga. - Kalau begitu...
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa. Hati-hati.
Sampai jumpa.
Astaga.
Benar-benar terlihat dari suara dan sikapnya.
"Aku kaya."
Ya, aku merasa sangat terintimidasi.
Dia sangat berbeda darimu.
- Hentikan. - Sangat berbeda.
Jauh berbeda.
Apa kamu selemah ini?
Kamu bisa melalui pengkhianatanku.
Kamu membesarkan Woo Jung sendiri tanpa sepengetahuanku.
Jangan menyerah. Kamu harus tegar.
Kamu harus hidup dengan baik.
Hanya dengan begitu
aku bisa melupakanmu dan Woo Jung.
Woo Jung.
Beraninya Anda datang ke sini.
Keluar.
Anda tidak berhak datang ke sini.
Keluar sekarang juga!
Ayah ke sini untuk menjenguk Bu Han?
Aku hanya mampir sebentar.
Ayah bilang kepada Ibu tidak akan menemuinya lagi.
Ayah ingkar janji.
Tapi kamu juga ke sini untuk menjenguknya, bukan?
Aku hanya penasaran.
Kurasa kamu masih punya hati nurani.
Itu hanya alasan.
Kita berdua telah berubah menjadi monster.
Ibuku datang ke sini bersama sekretarisnya?
Dia sangat elegan, cantik, dan sopan.
Aku merasa terhormat bisa bertemu dengannya.
Kenapa kamu tidak mau kembali kepada ibumu?
Bukannya aku tidak mau, tapi tidak bisa.
Tidak bisa?
Masalahnya,
aku bukan putri kandung mereka.
Aku diadopsi saat berusia tujuh tahun.
Hwa Kyung yang sebenarnya
sudah wafat.
Ibuku sangat menderita sampai-sampai kehilangan semua ingatan tentangnya.
Itu sebabnya dia berpikir aku Hwa Kyung
hingga baru-baru ini.
Astaga.
Bu Han memberitahukan kebenaran itu kepada kakekku.
Pada akhirnya, ibuku juga tahu.
Astaga, itu semua salah Han Joo Won.
Omong-omong,
tampaknya ibumu sangat memedulikanmu.
Aku tahu. Aku menjadi putrinya selama 20 tahun.
Dia hanya sedang bingung.
Dia masih peduli kepadaku,
tapi mungkin butuh waktu.
Itu sebabnya aku tinggal di sini.
Aku tidak pernah membayangkan hal seperti itu terjadi.
Kamu cantik dan elegan.
Aku tidak menyangkanya.
Anda pasti terkejut aku tiba-tiba menceritakan itu semua.
Memberitahuku ini pasti tidak mudah.
Aku sungguh tidak tahu harus berkata apa.
Aku hanya perlu mengatasi ini.
Aku juga merasa jauh lebih baik setelah tinggal di sini.
Anda baik sekali kepadaku
dan selalu mau mendengarkanku.
Sepertinya aku beruntung.
Jangan bilang begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.