Island (Aillaendeu / 아일랜드)

Island (Aillaendeu / 아일랜드)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

아일랜드 Island S01E11 AMZN WEB-DL
아일랜드 Island S01E12 AMZN WEB-DL
د لخوا تبصره sseureki
AMZN RETAIL

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2023-03-10
ډاونلوډونه: 30
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 184 کرښې.

KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DI SERIAL INI ADALAH FIKSI.

PARA AKTOR ANAK SYUTING DIDAMPINGI WALI MEREKA.

- Lari! - Tolong!

Tidak!

Apa kau baik-baik saja?

Apa kau baik-baik saja? Tenanglah, kau tidak apa-apa.

Astaga.

Nenek, cepat lari sekarang juga!

Mengapa aku harus lari? Ini adalah rumahku.

Nenek akan terbunuh jika tidak melarikan diri.

Paman…

Paman Gungtan…

Aku telah memberitahunya di mana semua anak-anakmu.

Cepat pergi. Pergilah menyeberangi laut.

Pergilah sejauh yang kau bisa,

ke tempat dia tak bisa menemukanmu.

Mari kita makan.

Kau sudah tahu sejak awal?

Jika kau sudah tahu, lalu kenapa?

Maksudku, kenapa kau melakukan itu?

Karena saat itu kau sangat rapuh.

Aku takut kau bisa hancur kapan saja.

Hatimu telah hancur karena dosa kedua orang tuamu.

Melihatmu mengingatkanku akan dosa-dosaku.

Itu sangat membebani hatiku.

Karena itulah

aku ingin membuat hatimu yang hancur kembali utuh, sekeping demi sekeping.

Agar kau bisa menjadi kuat.

Aku ingin menjagamu

seolah kau belum pernah hancur sebelumnya.

Namun,

jika diingat kembali, yang mengisi diriku

bukanlah dosa-dosaku.

Kau yang mengisinya.

Ya ampun, malangnya dirimu.

Semua ini salahku.

Aku bahkan tak bisa

menjaga satu orang, yaitu dirimu.

Bagaimana aku akan menghapus seluruh dosaku?

Apa maksudmu?

Aku tidak pantas untuk itu.

Nenek ini…

sudah hidup sejak Tamra diciptakan.

Apa kau tahu bagaimana Tamra diciptakan?

Tamra diciptakan oleh para nenek.

Semua orang yang hidup di sini

memiliki nenek.

Saat cucu dari para nenek itu menjadi tua

dan menjadi nenek juga,

mereka masing-masing mengambil alih satu bagian dari pulau ini

dan melindunginya seumur hidup mereka.

Yeom-ji,

kau masih anak-anak,

jadi, kau pasti berpikir akan merasa sakit, terperanjat,

dan hatimu bisa hancur setiap saat.

Namun, suatu hari,

kau akan menjadi seorang nenek yang melindungi Tamra, bahkan lebih.

Aku mengasuhmu saat kau tinggal di jalanan.

Aku berharap kau akan melakukan hal yang sama

dan membagi kebahagiaanmu dengan anak lain.

Itulah impianku.

Paman.

Maafkan aku, Paman.

Namun, kini aku sudah tahu semuanya.

Aku tahu di mana sisa Hareubang berada.

Sekarang kau tidak butuh Nenek, 'kan?

Hanya aku yang kau butuhkan!

Bukankah dia sudah memberitahumu mengenai Hukum Sebab-Akibat?

Saat itu aku juga hanya seorang anak.

Rasa sakit yang mencabik seluruh tubuhku

hingga rasanya tak bisa membedakan mana daratan dan mana langit di hari itu.

Di tempat itu,

Geum Baek-ju berada bersama kami.

Apa?

Anak-anak yang kehilangan orang tua mereka tewas dalam kesunyian.

Itu jelas adalah pembunuhan.

Geum Baek-ju tahu semuanya tapi diam saja.

Inilah saat untuknya menebus dosa.

Baiklah,

aku takkan pergi.

Sebaiknya kubuat dia yang mendatangi kita.

Paman…

Aku lupa

bahwa kau juga hanyalah manusia.

Aku menghormati pilihanmu.

Jadi,

kau juga harus menanggung konsekuensinya.

Van.

Apa kau lihat itu? Pasti kau melihatnya, 'kan?

Kurasa aku bisa melakukannya dengan berlatih sedikit lagi.

Maksudku, aku bisa menciptakan perisai.

- Hentikan. - Apa?

Tunggu dulu. Ada kemungkinan aku bisa menciptakan perisai.

Kumohon, tunggu.

Tunggu sebentar. Ayolah!

Kubilang, aku mungkin bisa menciptakan perisai.

Jangan lakukan itu. Kau tak perlu melakukannya.

Apa alasannya? Ayolah!

Mengapa? Ada apa?

Bicaralah kepadaku.

Tak bisakah kau katakan kepadaku?

Pergilah.

Aku tidak mau.

Kau tidak mau apa?

Aku tidak mau kau menghilang.

Nenek.

Nenek!

Selamat datang.

Nyonya Geum Baek-ju.

Kembalikan anakku.

Biar kupikirkan.

Lancang sekali kau!

Apa kau menculik anakku

hanya untuk memamerkan trik murahan ini?

Apa tadi kau bilang anakmu?

Pasti kau senang punya banyak anak yang kau lindungi.

Namun,

aku sudah lupa. Berapa banyak yang telah kubunuh?

Seharusnya kau berusaha untuk menyelamatkan setidaknya satu anak.

Atau setidaknya satu anak yang bisa kau lihat.

Nak!

Nenek, larilah.

Lepaskan dia sekarang juga!

Kau tahu apa yang kumau.

Beri tahu aku di mana sisa anak-anakmu berada.

Tikam aku.

Dengan begitu, arwahku akan menghampiri anak-anakku, 'kan?

Nak!

Sudah kuduga.

Itulah caranya.

Bagaimana jika kita lanjutkan yang sempat tertunda?

Dasar sampah,

kau telah melakukan terlalu banyak dosa.

Daripada Nenek…

bunuh saja aku.

Mohon ampuni Nenek.

Jika itu maumu.

Jika kau ingin menyelamatkan anak yang ada di depanmu,

bagaimana jika kau relakan anak-anakmu yang sudah mati?

Aku atau anak ini sama-sama tak punya banyak waktu.

Jadi, beri tahu aku.

Nak!

Tidak!

Nenek…

Baek-ju meraung.

Batu-batu perisai berteriak menjawabnya.

Tentu saja.

Anak-anak pasti mendengarkan ibu mereka.

Mereka harus menjawab tangisan ibunya.

Bagaimana jika kubuat kau menangis sekali lagi?

Aku tak melihat penyesalan di matamu.

Jangan sentuh Nenek.

Kau menyerahkan hidupmu.

Akulah yang telah membuat hidupmu berharga.

Itu benar.

Namun, sekarang,

aku menyesal telah bertemu denganmu.

Jadi, ternyata kau pria yang kulihat di ramalan.

Langitnya benar-benar gelap di sini.

Jelas sekali ini tempat para orang jahat berada.

Apa yang kau lakukan di sini?

Nenek.

Apa kau baik-baik saja?

Temanilah Yeom-ji sebentar.

Akhirnya aku bertemu si pendeta muda.

Apa kau mengenalku?

Aku lebih mengenal kakakmu

dibandingkan mengenalmu.

Apa yang akan kau lakukan dengan itu?

Memangnya apa lagi?

Aku berpikir, secara resmi, aku akan menyelamatkan Won Mi-Ho,

dan secara tidak resmi, aku akan balas dendam.

- Kau akan gagal melakukan keduanya. - Kita lihat saja.

Seberapa keras pun kau mencoba,

kau akan menghilang tanpa sempat menyentuhku.

Namun, ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu.

Bagaimana menurutmu? Apa kau mau mendengarnya?

Kau mau berkata apa?

Kau mungkin memenuhi panggilan Tuhan dengan melawanku.

Namun, Tuhan yang kau percayai tak memedulikan niatmu yang luhur.

Saat organmu dirampas,

saat kakakmu menjadi iblis nafsu,

dan saat kau

membunuh kakakmu yang telah menjadi iblis nafsu,

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left