لومړۍ 200 کرښې.
Aku tidak bercanda tentang ini,
Tapi sampai sekarang aku hanya pernah dipukul oleh ayahku tiga kali dalam seumur hidup.
Pertama, ketika masih kecil waktu kami tidur siang.
Kedua, pada saat lari maraton ketika aku masih SMP.
Oi, Shouhei!
Bangun! Bangun dan cepat lari! Oi
Perlihatkan kalau kau itu seorang laki-laki sejati!
Aku pulang!
Yang ketiga terjadi beberapa menit yang lalu.
Ada apa?
Shouhei...
Beraninya kau...
Aku bersumpah,
Aku tidak melakukan apapun,
yang membuatku pantas dapat pukulan.
Aku hanya menyatakan cinta pada Mochizuki-sensei...
Kalau aku berhenti sekolah...
Kalau aku bukan seorang siswa lagi,
Apakah kau akan melihatku sebagai laki-laki dewasa?
Karena aku...
mencintaimu.
Sangat mencintaimu.
Asai-kun...
Tapi jawabannya adalah...
Asai-kun, aku sudah membaca emailmu.
Jangan berkata kalau kau ingin berhenti sekolah.
Aku senang mengetahui perasaanmu, Terima kasih.
Hanya itu?
Aku tidak menyangka jawabannya seperti itu saja.
Shouhei-chan! Bagaimana kalau kerja ditoko kami?
Aku menunggumu!
Shou-chan!
Bagaimana? Mau kerja ditoko kami?
Aku menunggumu.
Bagus!
Begitulah caranya memasak Senbei.
Aku menunggumu, Shouhei-kun.
Selamat datang.
Waah! Shou-chan!
Kau mau berhenti sekolah?
A-a-a-apa yang terjadi?!
Aku berhenti sekolah,
kenapa bisa jadi begitu?
Yaa...
Dari yang aku dengar,
"Hubungan terlarang"mu dan sensei sudah ketahuan.
Apa itu?
Yang aku dengar,
Kau bekelahi dengan
Kimura-sense didepan Mochizuki-sense.
Pertarungan sudah dimulai!
Maju! Ayo maju, Ussop!
Apa itu?
Bukan seperti itu!
Yang aku dengar...
Jangan, Asai-kun! Jangan!
Jangan!
Ini pasti akan menyenangkan?
Apa itu?
Itu terdengar seperti film porno...
Benarkah...
Mungkin sedikit tercampur dengan apa yang aku tonton kemarin.
Hentikan itu! Jangan menceritakan yang tidak-tidak!
Yang bisa aku katakan hanyalah,
kenyataannya gosip mengenai dirimu dan sensei sudah tersebar.
Dan diketahui orang banyak.
Eeeh?
- Ya. - Shou-chan?
Ini gawat, ayahmu...
Eh?
Dan... Inilah yang terjadi.
Shouhei!
- Shou-chan! - Shouhei!
Shouhei!
Aku tidak melakukan apapun,
yang pantas mendapatkan pukulan.
Kau... Sensei...
Mochizuki-sensei...
... apa kau yang menghamilinya?
Menghamili?!
Jadi itu hanya gosip?
Iya benar.
Baru saja tadi aku menanyainya,
setelah mengumplak gosip-gosip itu, aku sudah merangkumnya
dalam dokumen yang ada didepan kalian.
Ini berawal ketika Kimura-sensei...
Mochizuki-sensei!
Mochizuki-sensei! Mau coba minuman protein rasa stroberi bersamaku?
Tidak ada ya...
Asai-kun, aku sudah baca emailmu.
Jangan berkata kalau kau ingin berhenti sekolah.
Aku senang sudah mendengar perasaanmu.
Asai mau berhenti sekolah?!
Lalu informasi yang salah menyebar,
dan terjadilah keributan seperti ini.
Aku minta maaf karena sudah menimbulkan keributan!
Aku merasa panik, kemudian...
Maaf!
Kami harapkan mulai sekarang agar kau sangat sangat berhati-hati!
Baik.
Maafkan aku.
Tapi...
Kasihan sekali Shou-chan.
Jadi dia tidak jadi berhenti sekolah?
Sayang sekali...
Aku berharap dia mau bekerja ditoko kami.
Dia juga lumayan lihai memasak Senbei.
Dia itu anak yang serius dan baik hati, mungkin nanti dia bisa jadi pengusaha yang sukses.
Aku bahagia sekali,
kalian membicarakan mengenai dia.
Berarti kami tidak perlu mengkhawatirkan pekerjaan untuknya.
Apa yang kau bicarakan? Aku akan menyuruhnya untuk melanjutkan kuliah!
Jangan coba untuk membujuk anakku tanpa izin dariku!
Aduh!
Kau tidak apa-apa?
Ya...
Aku tidak mengerti apa yang terjadi...
Ini, dari ayahmu.
Maaf, ayah .
Aku rasa aku harus melakukan sesuatu untuk orang tuaku.
Aku harus giat belajar.
Lagipula, pengakuanku...
- tidak berjalan lancar... - Shou-chan!
Mulai sekarang musim panas
17 tahunku berakhir.
Shou-chan!
Kau dapat email.
Ralat!
Musim panas 17 tahunku...
Baru saja dimulai!
Maaf kalau banyak kesalahan dalam subtitlenya
Chie-chan?
Eh?
Apa ada yang kau pikirkan?
Eh?
Kau salah mengancingkan piyamamu.
Aku akan mendengarkan, ceritakanlah!
Eh?
Ayolah!
Aku ini kakakmu dari Tokyo, kan?
Sebenarnya...
Aku...
sekarang...
ada seseorang yang aku sukai.
Tapi...
Dia menyukai seseorang.
Lalu...
Dia dapat email dari orang yang disukainya itu.
Dengan kata lain
Orang yang disukainya itu mengajaknya pergi kencan.
Kemudian, Ketika teman-temannya mengetahuinya
Mereka menyarankan agar pergi untuk memata-matainya besok.
Tapi...
Aku tidak tahu,
Apakah aku akan menudukung cintanya itu atau tidak.
Aku tidak percaya diri.
Onee-san, Apa yang harus aku lakukan?
Kau pasti bisa, Chie.
Berusahalah, Chie.
Aku pasti bisa.
Aku akan berusaha!
Bagaimana?
"Bagaimana" apanya?
Saat menunggu sensei,
Aku rasa aku akan berpose seperti ini.
Bagaimana?
Aku rasa itu bagus!
Gambaran pose ini adalah...
Kenken.
Bagus sekali.
Kau keren, Shou-chan!
Tidak, malah aneh.
Lalu dimana restorannya?
Rencananya kau ingin pergi kemana?
Hebat, Shou-chan! Ini tempat yang bagus!
Aku kagum kau bisa temukan tempat seperti ini!
Aku mencarinya lewat internet.
Kau juga melakukan pencarian!
Kau keren, Shou-chan!
Aku akan jadi peran pengganti!
Bicarakanlah sesuatu padaku, anggaplah aku ini sensei.
- Eh? Tidak usah... - Cobalah, Shou-chan.
Aku juga
selalu pemanasan sebelum bertanding!
Itu sama sekali berbeda.
Bagus juga, Sepertinya menyenangkan, cobalah!
Eh? Ah...
Kalau begitu...
Rasanya mereka berdua kelihatan cocok.
Eh?
Bukan apa-apa.
Apa?
Apa ada masalah?
- Kora! - Sial, itu Kimura!
Ayo lari!
Kora!
Aku menyita ini.
Luar biasa! Kau menegur mereka secara langsung.
Tidak biasanya kau begitu, Mochizuki-sensei!
- Eh? - Bukannya...
No comments yet. Be the first to leave one.