1 فصل

د خپرونې معلومات

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗪𝗘 𝗔𝗥𝗘 𝗔𝗟𝗟 𝗧𝗥𝗬𝗜𝗡𝗚 𝗛𝗘𝗥𝗘 𝗦𝟬𝟭𝗘𝟭𝟮 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
د لخوا تبصره Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟐𝟐:𝟑𝟑 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘈𝘭𝘦𝘹 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

تګونه

webdl
official_release
netflix_synced
په خپور شو: 2026-05-24
ډاونلوډونه: 24
د اوریدلو معیوبیت: No
FPS: 25

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

WE ARE ALL TRYING HERE

Kapan

momen terberat dalam hidupmu?

Kurasa

kau belum pernah menceritakannya.

Dulu saat aku dan temanku lagi naik kereta habis makan malam,

tiba-tiba dia bertanya,

"Kapan momen terberat dalam hidupmu?"

Jantungku langsung berdebar.

Aku tak menjawabnya,

dan sebelum aku menangis,

aku turun dari kereta.

Pada hari itu,

aku menangis sesenggukan dalam perjalanan pulang.

Saat kupikir-pikir lagi,

ternyata aku tak pernah menceritakan momen tersebut

pada saat itu.

Yang paling menakutkan adalah,

meski masih kecil, aku menyadarinya.

Aku tahu itu berarti rasa takutnya terasa amat nyata bagiku,

tapi aku tak tahu cara menghentikannya.

Aku cuma bisa menahan semua rasa takut itu,

benar-benar tak berdaya dan kewalahan.

Yang paling kuinginkan saat itu

adalah cepat gede,

biar aku bisa pergi kapan saja seolah itu hal sepele.

TUTUP SAMPAI AKHIR DESEMBER

Aku berpikir betapa enaknya

boleh jalan sendiri di malam hari

saat sudah dewasa.

Aku lagi duduk di sana…

Saat hidungku mulai mimisan.

Burung gagak terus berkumpul di luar jendela.

Kupikir,

"Aku pasti lagi sekarat."

Di saat itulah…

Ayahku pulang

setelah 28 hari.

Dan ibuku…

Tak pernah pulang lagi.

Tak pernah sekalipun

aku bercerita soal kejadian itu.

Kujalani hidup dengan tidak memikirkannya.

Tapi

saat temanku bertanya soal momen terberat itu,

amarah itu muncul lagi, serasa kayak baru kejadian kemarin.

Sebelumnya,

aku tak merasakannya saat melihat wajah ibuku

muncul di mana-mana,

seolah aku tak mengenalnya.

Tapi begitu amarah itu muncul…

Aku tak tahan melihat wajahnya.

IBUKU

Sumber semua rasa sakitku.

Kejadian di masa lalu…

Dan orangnya.

Ibuku.

Orang yang menelantarkanku…

Adalah ibuku.

Berusia 30 tahun berarti kita sudah hidup lebih dari 10.000 hari.

Tapi tiap kali ada masalah,

aku selalu teringat akan masa 28 hari itu,

seolah dari situlah jati diriku saat ini berasal.

Aku benci bicara soal luka.

Rasanya kayak bahasa orang lemah.

Tapi…

Itulah yang lagi kulakukan.

Tiap kali ada masalah,

kuingatkan ke diri ini aku sudah hancur,

dan makanya aku begini sekarang.

Kukaitkan semuanya ke masa lalu.

Tapi…

Jika aku sudah sukses…

Apakah aku tetap ingat dan sulit melupakan momen itu?

Akankah aku terus membawa-bawa masa lalu sebagai penyebab…

Ketidakberhasilanku saat ini?

Bagaimana mungkin tidak membawa-bawa masa lalu?

Bukankah kau keras sama diri sendiri?

Tapi kau tak begitu.

Kau tak membawa-bawa masa lalu

sebagai penyebab kondisimu saat ini.

Aku tak ada masa lalu buat dibawa-bawa.

Mungkin kau tak percaya,

tapi keluargaku

dulu cukup berada.

Dulu kami bahagia sekali…

Sampai aku di tahun kedua kuliah.

Saat bisnis ayahku bangkrut,

semua kekayaannya hilang dalam waktu singkat.

Lalu ibuku

dan ayahku

meninggal susul-menyusul.

Tak kusangka semuanya bisa hancur secepat itu.

Pasti banyak orang yang merasa puas

melihat keluarga kami hancur.

Aku paham.

Memang adil jika hidup itu ada pasang surutnya.

Apa gunanya mempertahankan

hasil jerih payah orang tua?

Semua barang saat kami masih berkecukupan dulu

cuma disimpan di gudang

selama 20 tahun.

Biaya sewa yang mahal dibayar tiap tahun.

Kayaknya kenanganmu tak bisa dilepas.

Itu bukan cuma kenangan,

tapi bukti kami dulu makmur.

Tanpa itu…

Aku merasa tak punya pegangan.

Aku merasa

bisa melepaskannya jika kondisiku membaik, meski dikit.

Begitu debutku sukses,

aku bakal buang semuanya.

Apakah itu

momen terberat dalam hidupmu?

Bukan.

Oh, begitu…

Kau belum pernah menceritakannya.

Suara yang paling kusukai…

Adalah suara dengkur kakakku.

Saat kudengar dia mendengkur…

Aku merasa tenang.

"Oh."

Dia sudah tidur.

"Aku juga boleh tidur."

Tapi jika aku tak mendengarnya,

aku heran kenapa dia tak tidur.

Hidupku harus membaik, meski cuma sedikit.

Harus ada pencapaian atas usahaku sendiri.

Biar aku bisa melupakan masa lalu dan deritaku.

Dengan begitu,

aku tak gelisah saat melihatmu terbang tinggi,

atau khawatir kenapa kakakku tak bisa tidur.

Aku tak akan tenang.

Tidak sampai kulihat pencapaianku.

Tidak sampai kulihat kemampuanku.

Kibas!

Maju terus!

Aman!

Ayo kita pulang.

Halo.

Terima kasih.

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HANKUK

Halo.

Astaga, ada dua pria gagah yang membantuku?

Aku merasa diistimewakan.

Rumahku istanaku.

Aku bukan tipe orang yang suka minta ganti rugi,

tapi betulkan gigi mahal.

Ini gigi palsu yang bisa dilepas, bukan implan.

Akan kupasang implannya

jika aku sudah punya duit.

Transfer saja ke rekeningku.

TOTAL 1,2 JUTA DARI JAE-YEONG

Tante bungsuku punya dua anak perempuan.

Tiap kali menantunya bikin dia pusing, dia selalu bilang,

"Andai putriku punya kakak laki-laki, menantuku pasti tak berani macam-macam."

Ada bajingan yang menyepelekan

rumah yang isinya cuma wanita.

Asal kau tahu,

di rumah Eun-a, bukan cuma wanita.

Tak bisa kujelaskan,

tapi…

Jika kau berani mengganggu Eun-a,

urusannya

bakal panjang.

Aku serius.

Lupakan film Tok, Tok, Tok .

Karier perfilmanmu

bisa hancur total.

Ingat, ya. Sudah kuperingatkan.

Jangan nanti kau menyangkalnya.

Dah.

Sinopsis lima dan enam siap?

Bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk?

Kenapa?

Lagi main gim?

Tidak.

Memangnya aku sempat main gim?

Kenapa Penulis Park tak datang?

Kenapa tak datang?

Kami mau menulis sendiri-sendiri dulu.

Kenapa?

Memangnya kami harus kerja tatap muka?

- Dengar baik-baik. - Langsung ngomong saja!

Pendengaranku masih bagus.

Kayak lagi mengancam bocah.

"Dengar baik-baik".

Aku menyesal telah membentakmu.

Aku minta maaf.

Kau lagi dalam masa gemilang, tapi malah kurusak suasananya.

Seharusnya kubiarkan sampai semuanya kelar,

tapi aku malah gusar.

Aku minta maaf.

Abaikan aku. Tulislah pakai semangat yang sama.

Aku serius.

Dan…

Ayo bercerai jika saatnya tiba.

Aku belum pernah bawa-bawa kata cerai

dalam pernikahan kita.

Aku tak mau biasakan diri untuk mengatakannya,

We Are All Trying Here subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for We Are All Trying Here

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left