لومړۍ 198 کرښې.
Restoran Williamsburg Diner.
Namaku Max karena rumah sakit tak izinkan Ibu menamai "Ups."
Aku dari luar kota. Ada yang baru?
Ada yang baru? Coba kuingat-ingat…
Facebook jadi milik publik, Snowden sebaliknya
Kim dan Kanye punya bayi.
Anggota Kardashian lain untuk tak diikuti.
Paula Deen gay, pernikahan gay,
guru di California bersetubuh dengan murid laki-laki.
Justin Bieber dan Chris Brown ditabrak lari,
Rihanna dipukul dan tak lari.
Oprah beri Lindsay dua juta dolar
Michael Douglas kena kanker
akibat seks oral yang jadi alasan
agar pria lain tak mengikutinya.
Mesir menggila, Amanda Bynes makin gila,
NSA mematai-matai ponsel kita bak mantan yang gila.
Texas benci wanita, Florida benci kulit hitam.
Semua orang benci segala hal, kecuali Angelina Jolie
yang dikagumi.
Maksudku menunya. Ada yang baru di menunya?
Tak tahu. Coba kulihat.
Caroline, ada yang baru dan harus kutahu?
Bayi kerajaan tersenyum kepada Ratu.
Maksudku di restoran ini.
Mungkin kita kini cuci garpunya?
Biar kulihat.
Lihat, Max, satu perubahan cepat,
kita beralih dari poliester dan memilukan jadi kuat dan bangga.
Sama seperti Superman.
Superman berubah di bilik telepon,
bukan kios bertulis, "Hubungi Max untuk kesenangan."
Jika kau keberatan, kenapa menulisnya?
Karena celakku tak cukup untuk menulis
"Hubungi Caroline untuk keasyikan."
Lihat.
Kami pakai lagi kaus "Kue Mangkuk-nya Max."
Lihat logonya?
Sebenarnya, aku tak pernah melihat area dada kalian.
Agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.
Earl, kau memang satu banding sejuta,
karena 999.999 pria hanya melihatku di area itu.
Aku harus pulang.
Kutonton maraton Dharma & Greg di Hulu.
Aku sangat rindu masa remaja di Korea.
Maksudmu pubertas?
Max, di negaraku, tinggiku rata-rata.
Aku masih anggap diriku kaya, BPJS-ku pun
bukan sembarangan.
Jadi, siapa mau ke belakang
dan lihat toko kue mangkuk baru kami yang menakjubkan?
Jangan terlalu antusias, Rachael Ray.
Ya, kita jangan terlalu bersemangat
soal pembukaan malam ini.
Kali terakhir, kuenya tak laris karena kami begitu.
Seperti orang yang berada dekat ledakan nuklir dan tak selamat.
Aku sangat bangga kepada kalian
yang tak patah semangat.
Setelah rekaman jaz pertamaku tak laku,
aku terjerumus ke dunia alkohol, narkoba, dan PSK.
Lucunya, situasi bisa berubah cepat.
Bagaimana kalian memulai penjualan kue mangkuk itu?
-Ini pukul 02.00! -Bukanya pukul 02.00-04.00.
Target kami pelanggan dari bar.
Para pemabuk di Williamsburg.
Itu targetku saat sendirian dan kini target jualanku di toko baru.
Lucunya, situasi bisa berubah cepat.
Kami tak terlalu berharap akan malam pembukaan ini.
Pembukaan kecil.
Apa beda antara yang kecil dan besar?
Mau kutunjukkan kepadanya?
Tidak usah.
Aku serius, tak butuh lama.
Tidak usah, Oleg.
Asal tahu, aku sudah keras.
Bersiaplah, ruang ini berubah jadi keren.
-Rachel Ray? -Terserah kau.
Han, sebelum masuk, tutup matamu.
Aku mau kau meresapi.
Ya, aku mau menyandungmu.
-Dia bercanda. -Dia serius.
Ya, aku serius.
Aku tak akan menyandungmu.
Tutup matamu.
Apa?
Aku merasa dia akan memukulku.
-Tidak akan. -Ya, itu benar.
Baik, tak usah tutup mata.
Tunjukkan saja ruang yang bau itu.
Biar kumatikan lampu agar ada efek dramatis.
-Apa? Aku tak berbuat apa pun. -Itu aku.
Dia kini tahu maksudnya besar.
Aku tak percaya mataku.
Kurasa itu saat pertama bertemu kau.
Semuanya yang di sini orisinal.
-Bagaimana, Oleg? -Bagus.
"Bagus?" Hanya itu kesanmu?
Ruangan ini dulunya tempat main tikus.
Mereka mengantre untuk gigit kita.
Tunjukkan bekas gigitanmu.
-Sebaiknya jangan. -Bagus?
Bau ruangan ini dulu bak kotoran yang hendak mati.
Atau kematian yang jadi kotoran.
Lihat yang kami lakukan!
Kami ciptakan toko kue mangkuk terhebat, terkeren, terelok, dan aku menyukainya!
Jangan terlalu antusias. Pembukaan kecil.
Han, semua ini mungkin karena kau berikan bebas sewa kepada kami.
Bebas sewa? Biar kuingat-ingat.
Kapan tepatnya aku mengatakan itu?
Pada tanggal 27, pukul 16.15, kau berkata,
"Masa bodoh dengan tempat kotor itu, pakai saja."
"Sekalian bumi hanguskan saja."
Sudah kuduga belajar bahasa Inggris akan bermasalah.
Sudah ada yang mengetuk? Itu pertanda baik, Max.
Waktunya buka toko.
Hei, kutiup terompet ini untuk kalian.
Terima kasih, ini kecil-kecilan.
-Pembukaan kecil. -Aku suka pembukaan kecil.
-Halo, Sophie. -Halo, Oleg.
Maaf atas pertemuan tak nyaman ini.
Jika tahu kau beri kejutan,
-kami tak undang Oleg. -Aku ada
saat kalian putus dan masih mengalami gangguan TPDS.
"Trauma Pasca-Drama Sophie."
Tidak ada drama.
Penghargaan drama terbaik diberikan kepada…
Bukan kita. Benar, Oleg?
Ya, kami berteman sekarang.
Begini, aku menyelingkuhi Sophie,
jadi dia menghancurkan jendela mobilku.
Selain jendela apartemenku.
Selain stereo dan teve LCD-mu.
Teve LCD saudaraku dan komputer putrinya.
Ya, tapi wanita itu mengejutkanku. Dia tak seharusnya ada di rumah.
Kami sudah meluapkannya. Selamat malam, Teman.
Selamat malam, Teman. Oleg?
Terompet itu sangat beruntung.
Sayang, lihat. Ada beberapa pelanggan.
Hei, Orang-orang keren!
Ayo santap sesuatu dari bukaan kecil para gadis ini!
Aku tak akan mengatakan itu, tapi biarlah.
Halo. Ada apa saja di sini?
Ini toko Kue Mangkuk Buatan Max.
Di Inggris, kami menyebutnya "kue peri".
Kue peri? Berengsek.
Kenapa yang seksi selalu gay?
Ini uangnya, berikan yang banyak.
Astaga!
Kartu American Express hitam?
Aku sudah bertahun-tahun tak memegang yang hitam.
Kupikir kau belum pernah memilikinya.
Maaf, ini malam pertama kami. Hanya uang tunai.
Dia sungguh tak sadar.
-Dia menyantap apa? -Selain diriku nanti?
Tidak tahu, tapi aku cemburu.
Aku kini sungguh cemburu.
Dia akan baik-baik saja.
Dia lebih dari itu.
Dia akan jadi pacarku berikutnya.
Roland, Kawan. Bangun.
Dia tak bernapas. Tak bisa kubangunkan. Hubungi 911!
Hubungi 911!
Semua harap tenang. Aku sering melihat kejadian ini.
Aku kerja paruh waktu jadi penjaga pantai di sarang narkoba.
Dia akan segera siuman.
Dia meninggal.
Salah duga.
Max, pria yang meninggal di depan toko semalam adalah bintang rok.
Dia pernah kencani Kate Moss.
Jangan marah, tapi kencani Kate Moss hal yang wajib di Inggris.
Itu kewajiban saat menginjak 21 tahun.
Namanya Roland Glass, dan dia memiliki dua piringan emas.
Aku malah tak kenal dia.
Aku tahu. Lagu favoritmu adalah lagu pengiring dari Newsies.
Kemarin seorang bintang rok, dan kini dia tiada.
Sulit ditebak. Karena itu kupesan sarapan untuk kita
dari restoran mewah di pojok.
Kau memesan dari "Magna Cum Latte"?
Setiap hari saat melewatinya, kupikirkan dua hal.
Satu, kuharap pegang pistol.
Dua, aku kelak akan memesan sarapan untuk diantarkan
dengan croissant mewahnya.
Mungkin malam ini aku akan alami overdosis heroin dan mati mendadak.
Setidaknya aku mati melakukan kesukaan ibuku.
Kau benar, Max. Hidup hanya sekali.
YOLO.
Hidupmu hanya akan sampai kau katakan "YOLO" berikutnya.
Astaga. Kabar buruk lagi.
Peringatan Google-ku untuk Kue Mangkuk Max…
Kau pasang itu untuk bisnis kita?
Aku hanya pasang untuk "Oprah bugil."
Belum tentu terjadi,
tapi jika benar terjadi, aku yang akan pertama tahu.
Ada berita daring bahwa Roland Glass meninggal di depan toko kita.
Ponselku kini kehabisan baterai. Ini mewabah.
Kau mau apa dengan panah dari toko kami?
Kupikir sudah digantung.
Bukan, aku yang tergantung.
No comments yet. Be the first to leave one.