لومړۍ 200 کرښې.
Penghormatan kepada Yang Teberkati, Yang Tak Ternoda,
Yang Terjaga Sempurna.
Penghormatan kepada Yang Teberkati, Yang Tak Ternoda,
Yang Terjaga Sempurna.
Penghormatan kepada Yang Teberkati, Yang Tak Ternoda,
Yang Terjaga Sempurna.
Ibu berdoa kepada siapa?
Ibu kenal orang di dalam sana?
Ibu berdoa kepada makhluk suci.
Ibu mau dimakamkan di pemakaman tunggal begini.
Sepertinya itu tak akan terkabul. Harganya satu juta per kaveling.
Ibu!
Siap untuk pergi? Keluarga asli mereka datang.
Ya, tunggu sebentar.
Ayo, Ibu.
Ibu bisa dimakamkan di pemakaman seperti ini.
Dekat dengan Nenek dan Kakek.
Ini nyaman dan tidak mahal.
Jangan dengarkan dia.
Nanti aku belikan. Dapat satu juta mudah sekarang.
Menjauhlah dari Ibu.
Napasmu bau rokok.
Coba kembalikan uang yang Ibu pinjamkan dahulu.
Berapa banyak utangmu kepada Ibu, Soei?
Entah. Aku lupa. Aku hanya ingat hal-hal baik.
Ingatanmu selektif. Beraninya kau melangkahinya!
Kau! Sudah berapa dekade kau datang ke sini?
Bokong bebek dan ayam itu menghadap wajah orang tua Ibu.
Kalau begini boleh?
M.
M.
M.
Bantu Ibu.
Aku sudah bantu menggelar tikar, Bu.
Ayolah.
Beraninya kau! Upacaranya belum dimulai.
Kita di sini untuk Hari Menyapu Makam, tapi kau hanya main gim.
Ayolah, Amah. Setidaknya aku datang.
Lihat keluarga Paman Kiang.
Begitu rupanya. Ya.
- Sudah kubilang, semua datang. - Baik.
Apakah panas?
Tidak.
Kau belum bersiap?
Aku akan menyalakan dupa untukmu, ya?
- Ibu. Ini Ibu. - Rainbow, sapalah Nenek.
Selamat pagi, Nenek.
- Bagus… - Setahun sekali,
kita datang ke sini memberi hormat. Istri dan putrimu tidak pernah hadir.
Sebentar.
Sebarkan di sana.
Lihat wajahmu.
KAKEK DAN NENEK
Astaga. Lihat yang kau lakukan. Tidak bisakah kau sebarkan dengan baik?
- Semua cara sama. - Lihat?
Kakek dan nenek buyutku telah ke awan.
Kau benar-benar qi chou.
Apa?
- "Tidak berguna." - Ya.
Ibu, turunlah. Nanti jatuh.
Nanti juga tersebar tertiup angin.
Ibu keras kepala.
Turunlah.
Dia mencari masalah.
Ibu!
Ibu, turunlah sekarang.
- Hei, Ibu! - Ibu!
IGD
Keluarga pasien, silakan isi formulir.
Baik.
Sampai jumpa, Bu.
Sew, masuklah dan isi formulirnya.
Hai, Kalian.
Aku harus menjemput Rainbow. Siapa yang bisa tinggal? Kuberikan uang.
Motorku di rumahmu, Kiang.
Aku harus ambil kendaraanku dahulu, lalu kembali untuk menemani Ibu.
Kau gila? Rumah Kiang jauh di perdesaan.
Jangan repot bolak-balik. Aku bisa menjaganya.
- Benarkah? - Ya.
Ambil ini.
M.
Paman Kiang akan melewati MRT?
Ya.
Boleh aku menumpang?
Baiklah. Ini.
- Ayo. - Sampai jumpa.
Kau yang urus, ya?
Tempat ini penuh dengan jimat, Semuanya.
Tunggu, ada hantu!
Ada hantu, Kawan-Kawan. Rasakan itu!
- Tunggu, hantunya ke mana? - Hanya empat penonton?
Suara Ibu tertangkap mikrofon.
Ibu, duduk dan istirahat dahulu.
Ibu sudah berdiri seharian.
Ibu sudah baca pesanku?
Kau ingin komputer baru untuk gimmu
dan ingin detail kartu Ibu. Kenapa tak pakai kartumu sendiri?
Mereka akan memblokir kartuku.
Biarkan itu ditangguhkan.
Jika internetmu terputus lagi, Ibu tak akan membayarinya.
Ibu tak paham.
Saat berhenti sekolah demi jadi penyiar gim, kau bilang apa?
Kau akan punya banyak uang.
Kau akan menyewa apartemen sendiri dan memberi Ibu uang.
Ibu ingin pensiun di usia 60 tahun.
Aku tahu.
Jangan memperburuk perasaanku.
Astaga.
Saat Amah jatuh di Hari Menyapu Makam,
dia bilang sakit perut kepada dokter dan kotorannya berdarah.
Jadi, mereka memeriksa ususnya.
Hasilnya keluar pagi ini.
Amah mengidap kanker.
Sudah stadium akhir.
- Dokter bilang waktunya satu tahun lagi. - Mati!
Mereka sudah kusuruh berdoa dahulu.
Sial.
Kita cari waktu untuk mengunjunginya.
Namun, jangan bahas soal kanker itu.
Ibu tidak mau dia stres.
Ibu mau membayarku untuk pergi?
Waktuku adalah uang.
Astaga.
TELEVISINYA BERMASALAH LAGI
JIKA ADA WAKTU, BISA DATANG DAN MEMPERBAIKINYA UNTUK AGONG?
Perbarui aplikasinya atau ia akan terus bermasalah.
Apa?
Dia bilang berat badanmu turun. Kau harus banyak makan.
Dia hanya meracau, tapi kau tahu yang dia katakan?
Sebenarnya, aku mengarang. Dia melarangmu menghalangi TV.
Hei.
Agong!
Kau masih hebat.
Popok Agong berat. Aku akan menggantinya.
Kuturunkan ranjangnya.
Kau dambaan semua kakek nenek, cucu yang belajar jadi perawat.
Apa itu benar, Agong?
Siapa yang paling Agong sayang?
Ayolah, Agong!
Agong menyakiti perasaanku. Agong akan tidur sendiri malam ini.
Kau tak mau lakukan hal lain? Kapan kau ada waktu untuk diri sendiri?
Agong pernah menyuruhku cari pekerjaan mudah dan bergaji tinggi.
Kenapa kau tak cari?
Itu yang kini kulakukan.
Ini sabuk perak murni.
Kau bisa dapat 10.000 lebih.
Terima kasih.
Ayahmu sudah tiada. Jadi, Agong menyerahkannya padamu.
Terima kasih.
Ibu akan mengurusnya untukmu. Kau mungkin akan menjualnya.
Ibu.
Agong sangat pintar. Dia sudah membagi warisannya.
Dia menunggu ajal untuk mengungkap semua.
Menyisakan sakit kepala bagi yang ditinggalkan.
Apa Agong meninggalkan hal lain untukku?
Tidak ada lagi.
Dia mewariskan rumahnya kepada Mui.
Semua saudara ayahmu hanya dapat sedikit uang.
Perhatian. Kereta yang mendekati Stasiun Talat Phlu
berangkat dari Stasiun Mahachai…
Amah.
HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES
Kuno sekali.
RUMAH TOKO BERGAYA ANTIK DI AREA TALAT PHLU
DEKAT MAKANAN ENAK, MUDAH DIKUNJUNGI, DAN DEKAT STASIUN MRT THA PHRA
HUBUNGI M. THANAPAT
Siapa itu di depan?
Amah.
Ini aku, M.
Aku senggang, jadi mampir.
Aku rindu Amah.
Kiang dan Soei juga berkunjung tempo hari.
Benarkah?
Kenapa kalian semua berkunjung?
Aku ingin melihat keadaan kaki Amah. Amah senang cucu Amah berkunjung, bukan?
Tentu.
Amah sedang apa?
Sudah makan?
Ini. Aku membelikan mi untuk Amah.
Mari makan bersama.
Ini bukan waktu makan Amah.
Mi apa yang kau beli?
Mi restoran daging sapi terkenal itu. Amah suka makan jeroan, bukan?
Ada tendon,
hati, daging sampil datar, dan babat.
Lihat? Ini empuk. Mari kita makan.
Amah menyembah Dewi Kwan Im. Amah tak makan daging sapi!
Lalu Amah makan apa?
Apa ini ikan goreng bintang Michelin?
Mau ikan goreng?
Baru digoreng.
Mau ikan goreng?
Ikan goreng?
- Baru digoreng dan besar. - Satu, dua, tiga, empat, lima, enam…
Ikan goreng?
Ikan goreng? Mau yang mana?
Astaga, ikan goreng dari kios pria itu tampak lezat.
Kenapa kau cepat kembali?
Antrean kiosnya pendek?
Dia memakai dua wajan, Amah. Ini hari yang sibuk baginya.
No comments yet. Be the first to leave one.