لومړۍ 200 کرښې.
Pada tahun 1928,
demi menjadi pesilat nomor 1 di dunia,
setiap aliran di dunia seni bela diri
saling membunuh.
Menurut legenda,
orang yang paling berkuasa di Aula Ming
adalah Nona Xi.
Dia pernah dengan kekuatannya seorang diri
menerobos Shanghai
dengan tangan kosong.
Dia pun tidak pernah kalah dalam pertarungan.
Sejak saat itu,
para penantang yang kagum pun
berdatangan tanpa henti
Ada yang datang untuk menantang berkelahi,
ada yang datang untuk membunuh,
ada yang datang untuk memarahi,
ada yang datang untuk memotret diam-diam.
Siapa yang bisa masuk ke halaman berita
yang berhubungan dengan Nona Xi di koran,
maka mereka pun bisa berdiri
di dunia persilatan.
Aku meludahinya, ayo foto aku!
Ayo foto aku!
Karena sepakat untuk pensiun dengan damai
dan kembali ke kampung halaman,
aku pun menahannya.
Karena sepakat untuk meninggalkan seni bela diri dan mengikuti peradaban,
serta menghindari perang,
maka aku pun menahannya.
Sudah tiba waktunya,
sebentar lagi akan menikah,
jadi tak boleh berkelahi lagi.
Aku pun menahannya.
Jika tak berani bertarung,
serahkan julukan pesilat nomor 1 di dunia.
Apalah arti julukan,
Apalah arti julukan,
serahkan saja.
Ini baru benar.
kau sudah tua,
memang seharusnya mengalah
dan memberikan kesempatan pada anak muda.
kau sudah tua.
Kenapa bersikeras harus menjadi pesilat?
Apa jangan-jangan, pekerjaan sebagai pesilat
adalah sebuah pekerjaan yang paling rendah?
Hingga semua orang datang untuk mendapat bagian keuntungan?
Dapatkan jackpot ratusan juta rupiah bersama PASUKAN88!
Aku tidak membunuh wanita.
Jangan pergi!
Nona Xi,
apa alasannya
yang membuatmu memilih untuk tampil kembali,
dalam waktu kurang dari 4 jam setelah kau pensiun?
Dunia ini milik siapa?
Memangnya kenapa kalau jadi nomor satu?
Kemampuan kungfuku memang hebat,
tapi malah menambah nama julukan.
Kini aku hanya ingin kembali ke kampung halaman
menjadi seorang ibu rumah tangga biasa
yang membantu suami dan mendidik anak.
Dasar wanita tua bangka!
kau tunggu saja!
Meski suatu kali menjadi orang yang beradab,
tapi seumur hidup sulit menghindari dendam dunia persilatan.
Menurutku, Nona Xi,
kau tak akan bisa keluar dari Shanghai ini.
Tak akan bisa keluar dari Shanghai ini...
Shanghai ini...
Hahaha.
Dia memang akan sulit keluar dari Shanghai.
Dia memang akan sulit keluar dari Shanghai.
Tentu saja.
Tentu saja.
Nanti, akan kubiarkan kalian mencicipi
anggur kenari yang kubuat.
Araknya sudah datang.
Sudah datang, sudah datang.
Guru.
Kenari hijau direndam di anggur kuning,
Kenari hijau direndam di anggur kuning,
meminumnya akan bisa hidup hingga 99 tahun!
Tahun ini, aku
sudah berusia 98 tahun.
Tuan Zuo, jangan marah.
Jangan hiraukan gadis kecil ini.
Ini hari yang bahagia,
benar, tidak?
Benar.
Hanya sekadar beberapa anjing yang mencari pasangan,
jangan terlalu gugup.
Ucapan Nona Xi benar.
Ketika anjing jantan bertemu anjing betina,
mereka akan menggonggong sembarangan seperti ini.
Guru,
apa Anda mendengar suara gonggongan anjing?
Itu berarti Anda sangat dihormati.
Bahkan anjing di Desa Zuo juga sedang merayakan ulang tahun Anda.
Dasar gadis bodoh.
Anjing menggonggong
karena ada orang yang masuk.
Astaga.
Siapa yang begitu berani
mengganggu pesta ulang tahun guruku?
Siapa mereka?
Saudara sekalian,
ayo!
Baik, ayo.
Selamat, Guru,
untuk ulang tahun yang ke-98.
Xi! Xi!
Kakak Seperguruan!
Guru!
Ternyata itu Xi.
Mari.
Guru,
silakan minum tehnya.
Kakak Seperguruan.
Terima kasih, Guru.
Sungguh
wanita dewasa akan banyak berubah.
Bahkan Guru pun tak mengenalinya.
Kakak Seperguruan,
kau juga tak menjelaskannya tadi.
Aku hampir saja menyerangmu.
Aku...
Jangan berlaku tidak sopan!
Apa yang ingin kalian lakukan?
Semuanya keluar!
Jernihkan pikiran!
Guru.
Kakak Seperguruan,
kau memang adalah Ketua Aula Ming.
Dibandingkan denganmu,
akademi seni bela diri kecil milik Guru ini
tampak seperti tim akrobat.
Bagaimana jika kau keluar dan jernihkan pikiranmu?
Guru.
Jangan marah.
Tim akrobat juga bagus.
Sejak awal aku tidak mau menjadi Ketua Aula Ming.
Kepulanganku kali ini,
karena aku tak berencana kembali lagi.
Tidak, tidak, tidak.
kau sangat sukses di Shanghai.
Kepulanganmu kali ini
bisa dikatakan kembali dengan sukses.
Namun, jika kau tetap tinggal di Desa Zuo kita ini,
maka hal itu akan menjadi bahan tertawaan.
Guru.
Dunia persilatan sangat berbahaya.
Setiap hari ada banyak orang yang ingin membunuhku.
Hal ini membuatku pusing.
Jika tidak,
aku pun tak akan mencari tiga pengawal bayangan
untuk membantuku.
Siapa yang ingin membunuhmu?
Semua aliran di dunia seni bela diri
ingin membunuhku.
Kenapa mereka ingin membunuhmu?
Demi reputasi pesilat nomor satu di dunia.
Memangnya reputasi bisa dijadikan makanan?
Di Shanghai,
reputasi adalah harga diri.
Dengan adanya reputasi pesilat nomor satu di dunia,
maka bisa mendapatkan dukungan dana dari pedagang asing.
Dengan adanya uang dan kekuasaan,
maka bisa membuka akademi seni bela diri di seluruh Shanghai
dan menerima murid.
Jadi, kau bekerja sama dengan orang barat?
Tentu saja tidak.
Para pedagang asing sialan ini
ingin memanfaatkan kekuasaan persilatanku
untuk mengembangkan bisnis perjudian dan pelacur.
Aku tidak hanya menolak mereka dengan kejam,
aku juga menggunakan bahasa asing
untuk 'menyapa' leluhur 8 generasi mereka.
kau juga bisa bicara bahasa asing?
Apa yang kau katakan?
Apa kabar?
Leluhur 8 generasi.
Hebat sekali.
Orang barat ini
dan para pesilat ini mengejar untuk membunuhmu secara bersamaan.
Jadi, kau kembali ke Desa Zuo
untuk bersembunyi?
Bukan, Guru.
Aku dari awal memang ingin kembali ke Desa Zuo untuk pensiun.
Guru, Anda membuatnya terbalik.
Hati-hati, Guru!
Tuan Zuo.
Dia datang untuk mengundangmu minum arak.
Tak perlu buru-buru.
Kami...
Kami sedang bernostalgia.
Lihatlah.
Dandananmu sekarang ini
tak ada bedanya dengan
gadis desa.
No comments yet. Be the first to leave one.