لومړۍ 200 کرښې.
"Semua karakter, organisasi, tempat, entitas, dan kejadian"
"Dalam drama ini adalah fiksi"
Seorang panelis konservatif dan progresif akan bertarung
dan memperdebatkan topik hangat yang melanda bangsa tiap pekan.
Inilah "Debat".
Kami punya anggota baru di "Debat".
Dia sangat populer belakangan ini sebagai Ayah Nasional.
Dia akan menjadi panelis progresif.
Itu Pak Wi. - Mantan Anggota Dewan Wi Dae Han.
"Wi Dae Han, Mantan Anggota Dewan"
Aku yakin perkembangan demokrasi
dimulai dengan debat sehat.
Aku akan melakukan yang terbaik agar Debat menjadi
program yang sehat dan bagus. Terima kasih.
Dia sangat norak sejak awal.
Anggota Dewan Wi, putri Anda datang
untuk menyemangati Anda hari ini.
Ya, halo. Aku Han Da Jung,
dan aku kelas 10.
Kekasihku sangat cantik.
Adakah yang ingin Anda katakan kepada Anggota Dewan Wi?
Semoga berhasil, Ayah Nasional!
Terima kasih.
Kenyataan bahwa upah minimum tiba-tiba meningkat
melukai tingkat ketenagakerjaan
dan mempersulit para pemilik bisnis kecil adalah
fakta yang diketahui semua orang.
Memang benar perekonomian sulit bagi pemilik bisnis kecil.
Namun, mengatakan itu karena kenaikan upah minimum
hanya menunjukkan Anda bingung antara korelasi dan sebab akibat.
Gaji pegawai restoran naik
lebih dari 10 persen tahun lalu.
Penjualan menurun, tapi pengeluaran meningkat.
Kamu masih bisa bilang tidak ada sebab akibat?
Anda benar.
Namun, apa Anda semarah itu
upah para buruh bergaji rendah naik?
Maksudku adalah... - Bisa dimengerti.
Karena Anda pekerja bergaji tinggi. Benar, bukan?
Membosankan.
Sekarang saatnya untuk segmen baru.
"Anggota Dewan umum"
Anggota Dewan umum.
Aku mengerti bahwa RUU hari ini disiapkan oleh Pengacara Kang.
Apa undang-undangnya?
Seperti yang kalian tahu,
hukum antiaborsi saat ini
dianggap melarang konstitusi oleh pengadilan.
Anggota Dewan Nasional harus merevisi undang-undang saat ini
sebelum tanggal 31 Desember 2020.
Hari ini, aku membawa undang-undang
yang akan merevisi undang-undang yang ada saat ini.
Sekarang kita akan memulai debat atas undang-undang yang direvisi.
Sebelum memulai diskusi kita,
aku ingin memperjelas satu hal.
Aturan pengadilan
bukan berarti akhir dari hukum antiaborsi.
Definisi keputusan pengadilan adalah
merevisi kriteria undang-undang atas aborsi legal saat ini.
Jika aku boleh mengekspresikan pendapat pribadiku,
kurasa
aborsi adalah kejahatan.
Apa yang dia katakan? - Apa?
Terima kasih, Pak Wi. - Kamu baik-baik saja?
Apa dia sakit? - Masalah terbesar di sini adalah
periode kehamilan yang diperbolehkan melakukan aborsi legal.
Menurutku, hak untuk hidup janin amat penting.
Tapi aku yakin hak wanita atas autonomi fisik
harus diprioritaskan.
Mengingat periode saat janin bisa hidup tanpa tali pusar,
aborsi harus diperbolehkan dalam situasi apa pun
sampai kehamilan 24 pekan.
24 pekan...
Bukankah itu terlalu jauh?
Jika kita pertimbangkan bagaimana reaksi kelompok religius,
pernyataan ini bisa sedikit terlalu ekstrem.
Perjalanannya masih panjang.
Hak untuk kesehatan wanita dan autonomi fisik adalah
dua hak berharga yang dilindungi oleh konstitusi kita.
Jadi, aku selalu yakin aborsi tidak akan pernah menjadi dosa.
Tapi kini nilai-nilaiku berubah.
Sekarang aku
punya seorang putri yang tidak kusangka.
Jika ibu anakku yang belum menikah memutuskan mengakhiri kehamilannya,
putriku tidak akan terlahir.
Melihat betapa sehat dan cantiknya dia,
aku tidak punya pilihan selain menerima
bahwa janin juga kehidupan yang berharga.
Namun,
ada wanita yang tidak mampu membuat keputusan seperti itu.
Anda bisa salahkan mereka? Anda mau mereka menjadi penjahat?
Aku setuju dengan Anda.
Tapi UU antiaborsi saat ini
memiliki pengecualian yang amat sempit untuk aborsi legal.
Dan ini sangat penting untuk dicatat.
Ada satu hal yang selalu kita lupakan dalam debat aborsi.
Itu adalah tanggung jawab pria.
Hukum saat ini hanya membuat wanita bertanggung jawab.
Menurutku, pertanggungjawaban
seharusnya lebih ditujukan kepada pria daripada wanita.
Apa kebijakan bagus untuk wanita? - Astaga, Wi Dae Han.
Kamu masih andal.
Haruskah kita batalkan hukum? - Begini caranya
dia kembali ke permainan, menggunakan aborsi.
Dia akan mendapat dukungan dari partai konservatif dan wanita.
Menurutku juga begitu.
Terima kasih atas opini kalian.
Kalian yang membela Pengacara Kang,
yang berpendapat bahwa aborsi harus legal
hingga kehamilan 24 pekan,
"Anggota Dewan Umum"
tekan satu. Atau
jika kalian setuju dengan mantan Anggota Dewan Wi Dae Han,
aborsi tidak boleh legal
setelah hamil enam pekan,
tekan dua.
Tolong pilih sekarang.
Mungkin dia salah makan.
Kamu baik-baik saja? Apakah serius?
Kamu baik-baik saja?
"Episode 5, Jika Itu Terjadi Kepadamu"
Kerja bagus, semuanya. - Kerja bagus.
Kerja bagus. - Kerja bagus.
Aku tidak bisa memahami ini.
Bagaimana bisa kamu mendapatkan persentase persetujuan 51 persen?
Itu artinya aku sepersuasif itu.
Cerita putrinya terlalu kuat.
Untuk menjadi undang-undang masyarakat,
kamu butuh lebih dari 80 persen, bukan?
Ya.
Bukankah itu terlalu tinggi?
Bisa lihat Pak Kang tidak tahu tentang acara TV?
Harus diatur tinggi untuk menciptakan efek dramatis.
Bagaimana bisa kamu tidak tahu setelah punya banyak pengalaman?
Dengan begitu kita bisa menamainya sebagai UU masyarakat.
Itu maksudku.
Begitukah?
Kurasa aku akan memihaknya untuk mengatakan itu terlalu tinggi.
Ada sesuatu di jaketmu.
Program ini akan populer sejak awal.
Kata kunci terpopuler adalah aborsi dan Wi Dae Han.
Program kita mendominasi tangga kata kunci populer.
Kamu tahu ide antiaborsi berasal dariku, bukan?
Tentu saja.
Penulis lain menentangnya, tapi aku tahu itu akan berhasil.
Firasatku bilang begitu.
Kerja bagus.
Kak Soo Hyun. - Da Jung.
Bagaimana perasaanmu? Aku melihatmu muntah tadi.
Aku baik-baik saja.
Kurasa perutku sakit karena terlalu gugup.
Kamu bekerja dengan baik hari ini.
Kamu yakin tidak perlu minum obat?
Tentu saja tidak. Aku baik-baik saja.
Ini kali pertama dia tampil di TV.
Ayah luar biasa hari ini.
Apa? Ayah?
Luar biasa?
Ini yang kamu lihat setiap hari, bukan?
Kalian berdua sangat mirip!
Benar, bukan?
Da Jung, kamu ikut makan malam bersama kami?
Ya.
Tentu saja!
Tidak apa-apa. Aku harus pulang dan menidurkan adik-adikku.
Bersenang-senanglah untukku, Ayah.
Terima kasih...
Apa maksudmu? Ayah harus pulang bersamamu.
Kita bisa makan malam lain kali.
Tentu saja, kita harus pulang bersama.
Demi kesuksesan
"Debat"! - "Debat"!
Semuanya minum sampai habis! Mengerti?
Habiskan. Menyerahlah jika tidak bisa.
Apa yang kamu lakukan?
Meski dia bilang akan pergi sendirian,
ayah macam apa yang mengirim putrinya ke rumah sendirian?
Aku tidak mengirimnya sendiri. Dia pergi sendirian.
Kamu tidak melihat dia berlari untuk pulang?
Ayo! Habiskan.
Kubilang habiskan.
"Gejala kehamilan awal"
"Aku demam. Apakah dingin? Kenapa aku merasa mual?"
Rasanya sangat enak.
Kamu bisa memberikannya kepadaku. Aku akan memasak dagingnya.
Terima kasih.
Apa tanganmu hanya bisa makan?
Apa?
Aku selalu membuat daging gosong.
Dia memasak dengan sangat baik.
Bisakah kamu memasak ini juga? Tinggalkan piringnya di sana.
Simpan saja.
Kamu sangat menyebalkan sampai kesabaranku habis.
Sebal? Kamu tidak boleh sebal.
Bertahanlah.
Aku bisa menuangkan air. - Jangan lakukan itu.
Kamu tidak boleh sebal. Ini air dinginmu.
Memnbuatnya kesal dan memberinya segelas air adalah suatu keahlian.
Kalian juga akan terus berdebat di sini?
Kami harus bertarung di atas ring saja.
No comments yet. Be the first to leave one.