لومړۍ 200 کرښې.
~ Cinderella Chef ~
Episode 15
Betul. Kau akan mengadukanku dalam hitungan detik.
Kenapa kau begitu?
Aku sudah meminta maaf tapi kau masih mengingatnya.
Aku hanya bercanda.
Katakan padaku, kepada siapa kau bekerja untuk penyamaranmu?
Kenapa kau harus mendapatkan surat itu?
Kenapa semua orang memburu kita?
Tidak ada apa-apa di surat itu.
Itu hanya selembar kertas kosong.
Sangat aneh.
Baiklah, lupakan saja jika kau tidak ingin mengatakan apapun.
Bagaimanapun, kita adalah Tuan dan Nyonya Smith.
Kau bisa memberi tahuku lain kali.
Sejujurnya, aku juga tidak tahu.
Tapi aku pasti akan mencari tahu tentang semua ini.
Aku percaya padamu.
Ini seperti bermain Lying game.
Jika kita mendapatkan kartu jelek selama pertandingan ini, maka kita bisa memutar permainan yang baru.
Tidak semudah itu.
Itu tidak sulit.
Pikirkan tentang ini.
Setiap kali kau menjadi serigala,
aku menjadi hakim, jadi aku bisa membantumu.
Bagaimana kau bisa membantuku?
Aku hanya harus memberikan sinyal yang salah pada pemimpin. Bagaimana?
Jangan bergerak.
Sungguh iri.
Kakak pertama.
Sepertinya aku datang pada saat yang salah.
Kakak pertama, berbincanglah dengannya.
Aku akan membuatkan kalian makanan.
Adik ketiga.
Melihat bagaimana kau terluka saat itu, kau pulih dengan baik.
Di mana kau terluka?
Sini.
Apa kau tahu kenapa?
Terakhir kali aku bilang kau terlalu berhati lembut dan sekarang kau terluka.
Peningkatan yang cepat.
Kakak pertama.
Aku harus membunuh Tuan Yan.
Dia tahu aku dari Black Wind.
Jika aku membiarkan dia pergi, konsekuensinya tidak terpikirkan.
Benakah?
Que Shen dan Tuan Yan tidak saling mengenal sama sekali.
Bagaimana kau bisa membuat langkah yang salah di depan mereka?
Kenapa?
Karena...
Berhenti mencari alasan.
Aku tahu kenapa.
Itu karena Ye Jinxuan, kan?
Kau sedang dalam misi, mengapa kau harus membawanya bersamamu?
Apa kau benar-benar sulit untuk terpisah dengannya?
Bukan begitu.
Wanita ini lebih merupakan halangan daripada bantuan.
Cepat atau lambat, kau akan hancur karena dia.
Seharusnya aku tidak membiarkannya saat itu.
Kakak pertama, jangan...
Di mana emas Xinyi?
Yaoyao dan aku diburu oleh Xinyi.
Untungnya kau datang dan menyelamatkan kami.
Bagaimana kami bisa memikirkan emas itu.
Di mana emas Xinyi?
Kakak pertama.
Caramu bertanya padaku,
aku tidak tahu cara yang jelas untuk menjelaskan padamu.
Tuan Gao juga bukan orang yang jujur.
Dia bisa saja melahap emas itu dan menyalahkanmu.
Kau tidak meragukanku sama sekali?
Bukankah tuan muda keluarga Xie tidak tertarik pada emas atau perak sama sekali?
Meskipun Ding Qi tidak berhasil mendapatkan lisensi garam,
kau memberi kekacauan yang besar pada Black Wind!
Aku bersedia menerima hukuman apa pun.
Baik.
Renungkan kesalahanmu di sini.
Tanpa perintahku,
kau tidak diizinkan keluar dari Black Wind.
Kalau begitu bukankah sisa hidupku akan menjadi beban bagimu jika aku tidak bisa membantu Black Wind?
Sangat masuk akal.
- Apakah lukanya masih sakit? - Iya.
Istirahatlah dengan baik.
Aku akan memikirkan solusi.
Saya memberi hormat kepada Yang Mulia.
Chunyu.
Kau akhirnya kembali.
Semuanya baik-baik saja selama kau aman dan sehat.
Ayo, duduklah.
Yang Mulia.
Surat itu hilang.
Aku diserang di jalan dan kehilangan surat itu.
Sayang sekali.
Tapi surat itu hanyalah selembar kertas kosong.
Kau membukanya?
Tidak.
Apa istrimu?
Ya memang.
Tidak peduli apa,
yang paling penting adalah,
bagaimana kau bisa yakin dia tidak berbohong padamu?
Aku percaya padanya.
Bahkan jika yang dia katakan itu benar,
bukan berarti itu benar-benar hanya lembar kertas kosong.
Apa kau masih ingat pernah mengatakan kepadaku,
tentang catatan penyuapan di ruang rahasia Black Wind?
Aku ingat.
Aku telah melihat semua catatan itu.
Itu semua menghubungkan kepada pejabat pemerintah.
Tapi tidak dapat membuktikan Bai Chongye dan Putra Mahkota berkolusi.
Apakah ruang rahasia hanya berisi itu?
Iya.
Meskipun surat itu hilang,
dan kita tidak punya cara untuk mengetahui rahasia apa yang ada dalam surat itu,
atau memiliki bukti bahwa Putra Mahkota akan memberontak.
Tapi itu jelas setidaknya ada satu hal.
Putra Mahkota dan Black Wind memang memiliki hubungan yang sangat dekat.
Benarkah?
Jika bukan karena surat rahasia Putra Mahkota, Tuan Yan tidak akan mati.
Kau tidak akan dikejar oleh pembunuh.
Ada apa denganmu?
Kau meragukanku?
Mengapa Yang Mulia berpikir demikian?
Meskipun surat itu hilang,
aku tahu ada hal lain di Black Wind.
Apa itu?
Apa kau tahu bahwa Black Wind dulunya adalah tentara relawan kekaisaran?
Bai Chongye pernah mengatakannya padaku.
Lima puluh tahun yang lalu,
suku barbar Ximin menyerbu kita,
ada perbedaan besar diantara dua pasukan.
Tiba-tiba ada guntur dan kilat,
seperti kemurkahan para dewa.
Setelah itu, suku Ximin bertindak aneh.
Sehingga tentara kita menang dengan mudah.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Itu karena Wang Su, pemimpin Black Wind, punya sesuatu.
Senjata yang bisa membunuh ribuan musuh dalam satu saat.
Setelah Wang Su meninggal,
rahasia mengenai senjata ini juga terkubur.
Black Wind memiliki senjata yang sangat hebat dan Putra Mahkota sangat terkait erat dengan mereka.
Jika mereka jujur, mereka seharusnya membuka diri pada pemerintah.
Tapi aku benar-benar belum mendengar Bai Chongye membicarakan ini sama sekali.
Bai Chongye licik,
bagaimana mungkin dia bisa mengungkapkan rahasia ini kepada orang lain?
Dan setelah apa yang baru saja terjadi, dia menjadi curiga padamu.
Jadi kau harus mencoba dengan cepat menemukan senjata ini.
Aku mengerti.
Yang Mulia, aku punya pertanyaan.
Katakan.
Jika Putra Mahkota benar-benar memberontak, apa yang akan Anda lakukan?
Pertanyaan sesungguhnya adalah ...
apakah aku ingin menjadi Kaisar?
Aku tidak akan berani.
Aku tidak disukai oleh Ayah sejak masih kecil.
Ini kau tahu.
Aku sedang membuat rencana besar,
karena aku tidak ingin ada pertarungan di masa depan sehingga mempengaruhi warga.
Jika Putra Mahkota memang melakukan pengkhianatan,
dia tidak akan bisa mengambil tanggung jawab besar di masa depan.
Aku seharusnya tidak menanyakan ini.
Yang Mulia, jangan khawatir.
Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan tugasku.
Aku pergi dulu.
Tunggu.
Kali ini kau dan istrimu,
menjalani hidup dan mati di sepanjang jalan kalian.
Tampaknya kalian berdua benar-benar telah saling memupuk perasaan.
Seharusnya aku tidak membawanya dan membahayakannya.
Aku takut kalian benar-benar saling bertemu pada waktu yang salah.
Yang Mulia.
Kau dapat menyelamatkannya kali ini,
bagaimana dengan selanjutnya?
Dapatkah kau menjamin keselamatannya setiap saat?
Atau mungkin...
Jika orang lain mengetahui tentang kasih diantara kalian berdua,
dan mereka menggunakannya untuk memaksamu,
untuk memilih antara dia dan misi kita.
Bagaimana kau akan membuat pilihanmu saat itu?
Aku tidak dalam posisi untuk memutuskan apa pun untukmu.
Jika bukan untukku,
kau bisa tinggal jauh dari Black Wind,
dan hidup dengan bahagia bersamanya.
Anggap saja aku tidak pernah mengatakan sesuatu.
Aku sudah mengatakan bahwa aku akan melakukan apa yang harus aku selesaikan.
Aku mohon diri.
Kakak pertama.
Kau baru saja kembali dari ruang pertemuan?
Apakah kau melihat keledai bodoh-ku?
Bukankah seharusnya si bodoh itu bersamamu?
Tidak.
Aku dari tadi mencari dia.
Aku pikir dia bersamamu.
Orang itu.
Oh tidak, mungkinkah terjadi sesuatu?
Black Wind bukanlah tempat yang orang sesuka hati bisa datang dan pergi.
Iya...
Tapi iya juga,
di mana dia larut malam begini?
Oh tidak!
Mungkinkah si keledai bodoh itu sedang melakukan penyamaran?
No comments yet. Be the first to leave one.