لومړۍ 200 کرښې.
Sebelum datangnya penjajah Eropa, kekerasan seksual tak pernah terjadi di tanah Amerika Utara.
Sejak itu, wanita Suku Asli Amerika menjadi korban seksual melebihi
dari ras atau kelompok etnis lainnya.
Tanpa suara-suara dari para pejuang pemberani,
kisah itu takkan ada.
Aku ingat cerita Indian lama yang sering diceritakan ibuku...
...sebelum aku tidur,
Tentang bayangan,
yang menyelimuti tanah dalam kegelapan.
Aku tahu cerita ini berakhir baik,
tapi yang bisa kuingat adalah bagaimana itu membuatku merasa.
Seolah itu bisa menelanmu,
cara dia menceritakannya,
seolah itu berada di dekat sana.
Aku tak mengerti apa yang dia ceritakan.
Setidaknya dulu tak kulakukan.
Aku selalu ingin tahu apa orang-orang seperti Cassidy,
Crockett dan Crazy Horse bangkit dari lubang yang kami gali untuk mereka...
...dan tetap mengenali tempat ini...
tanah yang pernah mereka tinggali.
Tapi masyarakat barat...
masih hidup.
Cuma terbakar dan tak seorang pun tampaknya peduli.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Tenang.
- Bukalah! - Diam!
Aku belum pernah bersama seorang koboi sebelumnya.
Dasar pelacur!
Aku sudah bayar mahal.
- Seseorang selembut dirimu... - Maafkan aku.
Takkan lagi.
Entah bagaimana pikiranmu, dasar pelacur sialan!
Kau tak berhak menolakku!
Lihat aku... kemarilah?
- Kita akan bersenang-senang. - Hei.
Kami sedang sibuk. Keluarlah!
- Jangan sakiti dia. - Pergilah dari sini, Delmar!
Kau bilang apa?
Bagaimana kalau aku ukir tata krama di wajah tampanmu?
Hei. Hei, kau tak apa?
Kau butuh tumpangan?
Cuma mau bantu.
Bisa kau belikan aku mobil baru?
Membawa aku ke tempat yang bagus?
Kurasa tidak.
Tidak, kau bisa menginap di peternakan kami.
Kau butuh tempat menginap malam ini.
Punya kamar?
Banyak kamar kosong.
Paris.
Di mana Laura?
Terlalu sibuk mengurus kepalaku yang dipukul dengan telepon...
...untuk melihat ke arah mana dia pergi.
Jujur, aku harusnya meminta ganti rugi padamu.
Lihat apa yang sudah dia perbuat.
Baiklah.
Terima kasih.
Dengar, aku tak menyentuhnya lebih dari biasanya.
Tentu saja.
Bajingan! Sialan! Astaga!
Bajingan! Tunggu, Paris. Astaga, tidak, tidak, tidak!
Kuharap baik-baik saja.
Sebaiknya kau beristirahat.
Di sini terlalu terang untukmu?
Kau pulang terlambat.
Aku menghubungi saudaraku.
Dia setuju untuk menangani peternakan dan kreditnya,
membantu kita sementara waktu hingga bisa kembali mandiri.
Kau tahu kita harus menjual kuda itu.
Laura!
- Ayo...- - Ayo! Begitu.
Tenang, tenang.
Jadi, Kip, siapa namanya?/ Ayolah.
Alasan tidur di sofa, kau mabuk.
Ayolah, Kip, beritahu kami.
Sial!
Kau memulai, kau sebaiknya selesaikan.
Kau mau bantu atau cuma duduk di atas kudamu?
Memeluk banteng dan membawanya pulang.
Ayo, kawan.
Di mana Laura?
Dia di sini?
Masuklah, Bae.
Kukira kau tak percaya pada hal semacam ini.
Pergilah dari rumahku.
- Laura ada? - Itu bukan namanya.
Kau tahu apa yang kau lakukan membuatku sedih,
menahan mereka seperti itu.
Mereka bebas datang ke sini.
Kau kira kau bisa bantu mereka, tapi tidak.
Ada lebih di dunia daripada yang kau paksakan pada mereka.
Mereka harus kembali, gimanapun caranya.
Jika kau bertemu Laura,
bilang padanya kami mencari dia.
Kecelakaan jalan raya menewaskan Margaret Summer
Maaf.
Jadi kau bisa tahu watak seseorang dari rak bukunya.
Aku cuma melihat-lihat.
- Dari mana asalmu? - Bethel.
Bagian mana?
Missouri.
Mandory?
Aku sering memancing di selatan sungai sana.
Aku baru saja memeriksa...
Dari Mandory.
Kau selalu nyanyikan kudamu?
Pagi.
Dia kuda Ibuku.
Mengalami kecelakaan mobil setahun lalu.
Menyisakan beberapa bekas luka.
Dokter hewan ingin menyuntiknya mati,
tapi aku tak mau menyerahkannya. Bukan begitu?
Aku akan siapkan kuda lain dan mengajakmu keliling sebentar.
- Hadley. - Lama tak jumpa, Beckett.
Maaf aku tak bisa hadir di pemakaman.
Kau ingat Kip?
Astaga. Kip.
- Paman Beckett. - Kau mirip kakek.
Hampir lupa.
Gin terbaik di seluruh Dakota.
Mereka tahu aku di bidang minyak,
karena mereka pilihkan sesuai dengan keinginanku.
Kau serius?
Masuklah.
Aku tak pernah mengerti seleramu untuk Gin.
Itu membuat mesin berhenti minum.
Surveinya dari 20 tahun lalu.
Cuma ini rincian yang aku punya.
Ini semua tanah yang kupunya.
Ini akan baik-baik saja.
Baik.
Dimana kau belajar menunggang kuda?
Kita adalah negeri kuda.
Aku terkejut kau bisa mengimbangi.
Terima kasih sudah izinkan aku menginap.
Aku akan tinggalkan pakaiannya.
Dengar, aku rencana mau ke bioskop nanti.
Mungkin kau mau ikut?
Maksudku, kau tak harus pergi.
Waniya.
Nama Waniya.
Sangat mudah tersesat, bukan?
Bukanlah seperti itu cara aku memandangnya.
Itu bisa membantumu temukan jalan jika kau tahu apa yang kau lihat.
Mungkin aku seharusnya tetap bersekolah.
Kau berhenti sekolah.
Di sini, kalau bukan beternak atau minyak.
Apapun itu, kau berakhir di lapangan.
Tak banyak lagi yang bisa kau lihat.
Beternak pas untukmu.
Tak peduli kau menjadi seberapa tua,
itulah proses beranjak dewasa yang tak pernah kau lupakan.
Aku senang kau mengatakan itu, Owen.
Ingatlah itu saat aku tiada.
Sekarang.
- Masih muat satu orang lagi. - Masuklah.
Dingin?
Aku tak tahu yang kau maksud layar tancap.
Ini.
Dari mana kau dapatkan itu?
Punya Ibuku.
Kakekku menyebutnya begitu.
Ibuku juga.
Kakekku sering tertawa dengan film-film barat lama ini.
Berkata bagaimana Indian tak pernah mengatakan apa yang kau pikirkan.
Namanya Dakota.
Tampak bahagia.
Aku melihat tatomu sebelumnya. Gambar serigala.
Tidak, aku suka itu.
Kenapa kau memilih itu?
Aku tak memilihnya.
Kuharap kau tak merasa bosan.
Itu film barat lama yang jelek.
Antar aku ke Watson Utara.
Ada rumah disana yang bisa kutempati menginap.
Kau tahu, kami tak keberatan kau menginap semalam lagi.
Kenapa kau ada di sana tadi malam?
Cuma kesalahan. Itu saja.
Baiklah.
Kurasa...
aku cuma mau...
Entahlah...
Apa-apaan?
Sial.
Sebentar.
Mobilnya mogok?
Kurasa ini bukan malamku.
Sudah pasti.
Maaf?
Kau punya barang milikku.
Kip!
Kip!
Kemari!
Tunggu! Tunggu, Paris, kumohon.
- Aku akan kembali! Sumpah - Diamlah!
Aku bersumpah.
Sumpah. Tolong. Tolong!
Kip, Nak, apa itu kau?
Seluruh kedai minum memukuli wajahmu?
Tidak, Sherif.
No comments yet. Be the first to leave one.