لومړۍ 200 کرښې.
Kau gantikan Miura, dan aku masuk,
tapi gerakan awalmu lambat.
Dia, tak lambat?
Kau harus masuk lebih cepat,
dan bersiap di posisimu.
Wonderland Edo
Sampai ketemu.
Hei, Tateishi.
Acara perpisahan Miura.
Kau sudah bekerja disana-sini.
Nasehatilah dia.
Tapi, kurasa aku tidak...
Aku akan menghargainya.
Baiklah. Sampai ketemu lagi.
Sound timingnya cepat lagi.
Ya, betul.
Aku tidak peduli apa dia hebat, dia harus melayani kita.
Tateishi juga tertekan.
Trauma akibat kecelakaan itu?
Jika dia tidak bisa melakukannya, baiknya dia berhenti saja.
50! Ini angka yang tinggi?
Bagus!
Mengesankan.
Kalian juga bisa dapatkan itu.
Ayo, kita coba.
Kita akan menjual ini.
Cobalah, sialan.
Apa aku hebat?
Kau hebat!
Lihatlah sesekali aktingku.
Koreografi pertarungan luar biasa. Itu sungguh bagus.
Maaf, tapi maukah kau membujuk Ryuzo untuk kami?
Jika dia jual, dia bisa hidup dengan nyaman.
Semuamya paham situasinya.
Tidak ada yang dirugikan. Ini kesepakatan saling menguntungkan.
Percayalah pada latihanmu, dan kau akan baik-baik saja.
Baik itu Hollywood atau Tokyo,
ke mana pun kau pergi, ini berlaku untuk semua orang.
Masuk akal juga.
Tapi kelembapan... Perhatikan itu.
Bernapas lewat hidung, fluktuasi sekecil apapun...
bisa menggangu tempo gerakanmu.
Jadi kau harus paham itu.
Oke teman-teman. Saatnya Miura...
memberi tahu kita apa yang dia mau lakukan di Tokyo.
Pertama, terima kasih untuk semuanya.
Aku sangat menghargai atas acara ini.
Hei kalian.
Kalian juga cobalah.
Apa ini?
Tidak tahu?
Masukkan ke dalam hidungmu, se-Jepang apa dirimu.
Kau bercanda.
Ini tes bakat pembuat makanan sehat!
Bagaimana?
Tunjukkan semurni apa dirimu sebagai orang Jepang.
Cobalah, sialan.
Kau luar biasa!
Akiu dapat 70.
70? 70? Aku juga.
Aku 80%.
80?
Hei. Cobalah juga.
Tateishi, cobalah.
Merusak membranku bisa mematikan panca indraku.
Maksudnya, merusak selaput lendirku bisa mematikan indra pergerakanku.
Minggir!
Kau ini kenapa, hidung perawan? Cobalah!
Brengsek!
Mau kuhantam kepalamu juga.
Saeki!
Ada apa denganmu?
Maaf.
Kuma.
Maafkan aku. Maaf sudah menganggu waktu luangmu.
Tidak, aku juga minta maaf.
Tidak. Aku akan traktir kalian malam ini.
Tak usah...
Tidak, tidak apa. Sungguh.
Aku sangat minta maaf.
Ini untuk teh oolongku.
Aku akan membunuhmu!
Menolak pembangunan. Tanahku adalah hidupku.
Pengeboran mata air panas cuma untuk korupsi dan keserakahan.
Sampai ketemu lagi.
Hei, kau gak makan?
Oh, tidak.
Sarapan adalah emas, makan siang adalah perak,
dan makan malam adalah perunggu.
Aku tahu.
Dengar.
Kau masih tak mau jual tanah itu?
Ya.
Apa ada yang menyuruhmu lagi?
Tidak, tapi...
Kau sudah lama menjaga tanah leluhur kita.
Aku juga mau ke Tokyo setelah lulus SMA, jadi aku butuh uang.
Ini bukan soal menjaga tanah ini.
Para pecundang itu seakan uang bisa menyelesaikan semuanya.
Jika mereka membayarmu, bodoh amat dengan orang-orang itu?
Anak ini...
Aku akan terlambat.
Aku pergi dulu.
Jaga dirimu.
Beruntung sekali menemukan tanah ini.
Kami menemukan sumber air panas.
Baru saja selesai.
Bagaimana hasilnya?
Dia senang. Bisnis besar ini.
Dia tokoh terkemuka di Cina.
Selesaikan itu, oke?
Kita harus kirimkan dokumen untuk memastikan penjualannya.
Berikan copy-an-nya.
Belum ada. Masih ada satu lahan yang masih bertahan.
Apa maksudnya?
Maksudnya. Masih ada yang tak mau.
Situa bangka itu mau cari mati.
Terus, di mana dokumen penjualannya?
Tidak ada.
Itu tidak ada dalam perjanjian.
Tanah itu milikmu, katamu.
Kau bohong? Bisa gawat!
Kuma.
Kau tahu berhadapan dengan siapa?
Klan Chan!
Membuatnya marah, bisa bahaya.
Mereka akan membunuhku.
Klan Chens, ya?
Bukan Chen, Chan...
Kami akan menyelesaikannya. Bukan?
Ya, Pak. Aku akan mengurusnya.
Berhenti!
Mau kami bacok, jadi kalahlah!
Hei. Beri tahu kakekmu seperti yang kami katakan?
Baik.
Jika dia tidak segera menjualnya, Jinnai akan membunuhku.
Jangan salahkan aku!
Awas kau, bocah.
Sakit!
Lepaskan!
Ya ampun, kau lagi.
Kau lihat apa?
Lepaskan!
Bangsat!
Aku akan membunuhmu! Brengsek kau!
Hei kau! Hentikan atau kuhubungi polisi!
Sebaiknya kau hati-hati bicara, Cina.
Ayo pergi.
Kau mau apa?
Hei Ayah. Kubawakan kau hadiah.
Jalan.
Mempertahankan cara lama yang sudah ketinggalan zaman...
tidak akan membawa perubahan.
Menyingkapkan kepada dunia!
Pemandian air panas di kota ini...
akan menjadi senjata terhebat kita melawan dunia!
Kita akan terhubung ke dunia luar. Itulah masa depan kita.
Demi anak-anak kita,
mari kita wujudkan bersama.
Hei, Tateishi.
Duduklah di sini.
Jadi, kau sudah hafal jurus Miura?
Ya, dari suara latar belakang.
Mulai besok, kau ambil alih.
Aku tidak tahu semacam apa yang kau alami di AS,
tapi...
Saat ini...
kau sudah tekun latihan.
Bisakah kau ambil alih?
Bisa.
Aku senang kau disini.
Oh, itu lucu.
Tangan kanan yang terangkat memberi isyarat keberuntungan,
tangan kiri yang terangkat memberi isyarat kepada orang.
Kedua tangan yang terangkat mengartikan memberi isyarat kepada keduanya.
Serakah, ya?
Itu lucu.
Hei, tunggu!
Kau belum coba ini, kan?
Tidak.
Mungkin kau terkesan menjadi seorang ninja 0%?
Mengetahui apa tindakanmu akan menjadikanmu seseorang...
tapi tidak bisa menolak roh Yamato...
Kau bercanda ?!
Itu omong kosong!
Aku tidak tahu apa-apa. Kuserahkan pengusiran kepada Tn. Jinnai.
Kami berjalan sesuai yang direncanakan,
tapi si tua Tn. Takada orangnya keras kepala.
Ryuzo sialan itu. Dia sering mengganggu sejak zaman ayahku.
Selalu menyuruh penghuni lain menutup semua jalan.
Setidaknya cucunya cantik.
Siapa dia?
Cucu si tua itu.
Panggil dia.
Hei kau. Kemari.
Ayo, sekarang.
Kau boleh pergi.
Duduk di situ.
Halo, aku Kurosaki.
Senang bertemu denganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.