لومړۍ 188 کرښې.
- Ya ampun. - Hei.
- Kyung-hoon. - Halo.
- Butuh waktu cukup lama. - Benar
- Itulah kenapa... - Akhirnya.
- Aku dengar churros-nya telah tiba. - Sebelah sana...
Siapa yang menghabiskannya?
- Aku bahkan tidak sempat mencicipi churros-nya. - Hei.
- Apa kamu lihat mobil bertuliskan 5%? - Kita akhirnya bisa melampaui 5%.
- Kenapa kamu datang pagi sekali? Ini seperti bukan dirimu. - Maksudku...
- Kami bahkan belum selesai mengobrol. - Aku sangat bahagia karena kita melampaui 5%.
Young-chul.
- Young-chul. - Ya ampun.
- Young-chul tidak ada di sini. - Young-chul.
- Young-chul tidak ada di sini. - Young-chul belum datang.
- Dia belum datang? - Benar.
Kamu harus datang lagi saat Young-chul di sini. Kamu datang terlalu cepat.
- Aku bertemu Young-chul saat jalan kesini. - Di mana?
- Benarkah? - Young-chul...
Kalau begitu, kenapa Young-chul belum datang juga?
Kenapa? Ada apa?
- Dia berakting. Dia sedang berakting sekarang. - Aktingnya buruk sekali.
Kenapa? Kenapa kamu menangis sungguhan?
- Dia akan melakukan teater musik nanti. - Dia benar-benar menangis.
Young-chul bilang dia tidak akan datang karena kita melampaui 5%.
Sialan.
Sialan?
Apa dia benar bilang tidak akan datang?
- Dia bilang kalau janji adalah janji. - Tidak mungkin.
Dia bilang dia tidak akan masuk sekolah jika kita mendapat 5%.
- Aku bilang, "Tidak, ayo kita pergi ke sekolah". - Benar.
Kubilang, "Ayo kita cari jalan keluarnya".
- Dia bilang dia tidak bisa. - Dia setidaknya harus datang dan menunjukkan wajahnya.
Dia bahkan tidak datang ke ruang tunggu?
- Dia tidak ada di ruang tunggu. - Dia tidak datang.
- Benar. - Karena itu di ruangan sebelah terasa sepi.
Terasa aneh. Aku tidak mendengar suara Young-chul di ruang tunggu.
- Benar, terasa sepi sekali. - Aku sangat mengantuk.
Aku sangat mengantuk.
- Kita mencoba sekeras mungkin agar tidak melampaui 5%. - Benar.
- Kita berusaha sekeras mungkin. - Benar.
Dengan mengundang Kim Hee-sun, semuanya selesai.
Tim produksi melakukannya dengan sengaja.
Di hari Young-chul tidak datang, mereka menyediakan kita...
tteok, churros, kopi, dan yang lainnya karena kita melampaui 5%.
Ini pesta.
- Di luar sedang berpesta. - Benar sekali.
Apa yang akan kalian lakukan dengan Young-chul? Dia bilang dia tidak akan datang.
Setidaknya ayo kita undang dia. Kakak kelas Kim Young-chul.
Knock, knock. Aku datang sebagai gantinya.
Aku datang kemari sebagai pengganti Young-chul.
- Kuharap dia bisa datang. - Kita harusnya tidak tertawa saat Young-chul tidak ada di sini.
- Kamu penyebab utamanya kenapa Young-chul jadi membosankan. - Apa maksudmu?
- Kamu tidak tertawa untuknya. - Kamu yang menyebabkan semua ini.
- Itu kamu. - Saat kamu bilang...
Itu kamu.
- Jika kamu tidak bilang... - Kenapa kamu mengarahkan jarimu padaku?
Kamu mau berkelahi denganku? Kamu mau berdarah? SsaPeoPiPeo?
Ini punyaku sekarang.
- Ya ampun. - Ini punyaku. Aku sudah buat ID game dengan nama ini. SsaPeoPiPeo.
Bagaimanapun... Tidak, kita tidak boleh melucu hari ini.
Biasanya saat-saat seperti ini,
Suara Young-chul akan terdengar.
- Ho-dong. - Sepertinya sudah terlihat.
- Benar. - Terasa sepi tanpanya.
- Terasa seperti itu. - Terasa begitu karena kita sudah menjadi teman denganya.
- Aku... - Pasti terasa aneh bagi Jang-hoon karena...
dia harus berpura-pura membenci karakter Young-chul, tapi dia benar-benar membencinya.
Karena itu aku merasa tidak nyaman.
Saat aku membuka pintunya Jang-hoon, aku melihat pria tinggi menari seperti ini.
Jangan seperti itu, Jang-hoon.
- Jang-hoon. - Lihat dia tertawa.
Agar menjadi lucu,
Aku sedikit berdebat dengannya. Walau begitu, terasa hampa karena dia tidak ada.
Lidah lebih tajam dari pada sebuah pedang.
- Karena itu kamu harus selalu hati-hati dengan ucapanmu. - Itu menjadi kenyataan.
Kyung-hoon, kamu harus bilang kalau kamu merindukannya juga.
Ini yang ada dipikiranku...
saat aku memikirkan tentang Ask Us Anything.
Kupikir kalau kita adalah kebun buah-buahan.
Apa kamu mulai jadi seperti Ho-dong?
- Apa kamu ingin mengatakan kutipan bagus juga? - Ayo dengarkan dia.
Ho-dong adalah lahan yang luas sebagai pondasi kebun buah-buahan.
Masing-masing dari kita bisa menjadi pohon buahnya.
Tapi, Young-chul seperti pupuk untuk kebunnya.
- Tetapi, kebun buah kita tidak menggunakan pupuk jenis lain. - Apa dia kotoran?
- Apa yang kamu maksud kalau dia itu kotoran. - Kita harus menggunakan pupuk.
Saat kita menanam pohon, dia harus buang kotoran disana-sini. Dia yang paling sibuk.
Karena itu dia harus istirahat, makan yang banyak, dan mengisi persediannya.
- Kamu... - Dia harus mengisi persediaan kotoran?
- Benar. - Ini...
Kita berharap dia bisa datang...
- setidaknya di tengah acara, walaupun terlambat. - Apa dia akan kembali?
Dia mungkin akan muncul di tengah acara.
- Dia mungkin muncul dengan murid pindahan baru. - Benar.
Siapapun yang datang, ayo jangan bersorak terlalu keras.
- Iya. Kita tidak boleh terlalu berbahagia. - Itu curang.
Orang yang paling lucu hari ini...
tidak menghormati Young-chul.
- Akan berdosa jika muncul hari ini. - Kita harus bicara perlahan-lahan.
- Benar. - Di tengah-tengah kesunyian...
- Benar. - Di tengah-tengah kesunyian...
Edisi tambahan!
Edisi tambahan!
Edisi tambahan!
- Bagaimana kabarmu, Yu-ra? - Halo.
Halo, So-jin. Lama tidak bertemu.
Halo.
Min-ah. Hye-ri, saat itu... bukan?
Benar. Aku...
Singkirkan itu.
Halo.
- Berita bagus. - Ternyata begini kalian yang sesungguhnya.
Luar biasa.
Kami adalah Girl's Day. Kami pindahan dari SMA Kelap-kelip.
- Hari ini... - Kenapa kalian buru-buru?
Diam.
Hari ini, kami ingin...
Setiap hari. Girl's Day.
Apa itu?
- Mereka tidak seirama. - Maaf.
Serius. Juara dunia dari dunia bereaksi ada di sini.
- Yeaahh. - Reaksi kalian luar biasa sekali.
- Girl's Day. - Mereka masuk semi final kompetisi bereaksi sedunia.
Di mana Young-chul?
Young-chul? Karena kami mendapat rating 5%,
Dia sedang mengisi persediaan kotorannya.
- Apa dia benar-benar berhenti? - Dia sedang mengisi persediaan pupuknya.
- Dia bilang dia tidak akan datang ke sekolah. - Kenapa dia makan kotoran?
- Bukan. - Dia mengisi persediaan kotorannya.
Dia pergi mengisi persediaan kotorannya.
- Bukan itu. - Tolong sembunyikan rasa bahagiamu karena Young-chul tidak ada di sini.
Apa dia benar-benar berhenti?
Awalnya aku tidak menyadarinya.
Kalau dia tidak datang?
- Kalian tidak sadar kalau dia tidak datang? - Itu jahat.
Semuanya. Apa itu?
Walaupun kita sedih karena Young-chul tidak di sini,
kami akan menaikkan level gula darah kalian.
- Hebat. - Ya ampun.
- Min-ah, apa kamu yakin? - Aku yakin.
- Ayo. Move, move. - Baiklah.
- Ayo. - Apa di sebelah sini?
- Kita bersandar menggunakan tasnya. - Tas.
- Kami akan menunjukkannya sekarang. - Baiklah.
- Musik. - Dia bilang dia lupa gerakkannya.
- Dia... - Bibi.
- Bibi, apa kamu baik-baik saja? Bibi. - Ya ampun... Aku tidak bisa mengingatnya.
Bibi.
- Nona So-jin. Aku harus berbicara dengan nada sopan. - Tidak.
- Umurmu... - Nona So-jin.
- Nona So-jin. - Bibi So-jin.
- Nona So-jin. - Kenapa kalian seperti itu?
Kamu adalah satu-satunya member grup gadis yang seumuran dengan Super Junior.
- Apa dia sudah tua? - Benarkah?
- Apa pikiranmu kosong? - Apa?
- Dia sedikit tua. - Benarkah?
- Benarkah? - Kami bisa melakukannya karena kami profesional.
- Benar. - Baiklah. Kami akan menunjukkannya.
- Musik, mulai. - Ayo lakukan tanpa merubah arahnya.
- Sesuatu - Bagus.
Ini.
- Benar. - Iya.
- Oh - Benar.
- Bagus. - Itu luar biasa.
Ya ampun...
- Nona So-jin, kamu baik-baik saja? - Iya.
Kamu terlihat kecapean.
- kamu baik-baik saja? - Bibi, kamu harusnya tidak berlebihan.
Tanganku gemetaran setelah minum kopi.
Berapa usiamu? Apa usiamu lebih dari 40 tahun?
- Kenapa kamu bicara tidak formal seperti itu? - Dia seumuran denganmu.
- Dia seumuran denganku? - Iya.
- Aku minta maaf. - Aku terlihat muda, kan?
Itu lucu sekali.
So-jin, kamu mungkin tidak bisa membicarakan ini secara terbuka di acara siarang langsung,
tapi, kamu sudah punya pacar, kan?
Sekarang?
- Kenapa kamu terkejut? - Tidak.
- Dia akan merasa kecewa jika dia menonton acara ini. - Apa? Aku tidak punya pacar.
Jangan mengumumkan berita itu minggu depan setelah acara ini tayang. Katakan lebih dulu.
Hentikan.
Apa yang kamu bilang?
- Apa yang kamu bilang? Semua yang aku katakan omong kosong. - Apa kamu melihatnya sendiri?
Apa kamu tidak menonton Ask Us Anything?
- Apa dia boleh melakukan ini? - Semua yang aku katakan...
- Menyegarkan sekali. - Aku tidak bisa terbiasa dengan ini.
Tidak ada yang berlebihan dari yang aku katakan.
- Semua yang aku katakan adalah omong kosong. - Dia tidak takut untuk mengatakan semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.