لومړۍ 200 کرښې.
Apa yang kau lihat?
- Apakah burung terbang di langit? - Benar.
Burungnya terbang ke sisi lain matahari. Ke mana perginya?
Pasti ke dunia lain.
Kau tak lihat? Perhatikan baik-baik.
Aku tak bisa melihatnya.
- Mau kubantu? - Ya.
Baiklah.
Perhatikan baik-baik.
Dunia tempat kita hidup terdiri dari bagian tempat kita tinggal
dan bagian lain di sana.
Ini tempat tinggal kita,
dan para dewa tinggal di bagian lain.
"Para dewa?"
Dunia para dewa terdiri dari Negeri Air,
Negeri Langit, dan Negeri Tanah.
Dewa dikirim ke dunia kita
untuk menjaga dan melindungi alam di dunia manusia.
Apa mereka menjaga manusia juga?
Manusia bisa mencari jawaban sendiri.
Raja Negeri Air, Raja Negeri Langit, dan Raja Negeri Tanah
terlahir dengan takdir sebagai penguasa.
Raja Negeri Air, tempat semua hal berasal,
diberikan otoritas mutlak yang menjadikannya Raja Diraja.
Untuk naik takhta, mereka harus membuat segel kerajaan
menggunakan batu keramat yang terukir ramalan,
tapi batu itu disimpan oleh para dewa yang tinggal di dunia manusia.
Maka mereka harus ke sini dan mengambilnya
jika ingin jadi penguasa kayangan.
Itu benar.
Tapi bagaimana jika para dewa itu tak mau memberikannya ke mereka?
Hanya manusia yang melakukan hal macam itu.
Tapi ada sesuatu yang tak kumengerti.
Kenapa batu keramat disimpan di dunia manusia?
HUBUNGAN ABADI ANTARA ORANG TUA DAN ANAK
TAHUN 2018
1 TAHUN YANG LALU
Pendeta Agung.
Sudah saatnya gelombang merah datang.
Kayangan akan menyambut seorang kaisar baru setelah 3,000 tahun.
Di mana Tuan Habaek?
Saya merasa amat terhormat atas kesempatan ini.
Terima kasih atas kebaikan Anda yang tak terbatas, Tuan Habaek.
Melukis wajah Anda yang agung
membuat saya paham kenapa alam semesta memilih Anda
menjadi raja kami berikutnya.
Sekarang, mohon buka mata Anda…
Tolong izinkan saya menyelesaikan bagian terpenting ini…
Tuan, Pendeta Agung meminta saya menyampaikan pesan ini kepada Anda.
Suruh dia berhenti mengirim pesan kepadaku.
Sebanyak itukah yang harus dia sampaikan? Setiap hari begini.
Katanya lautan sudah berubah merah
dan Anda harus bersiap.
Yang Mulia tahu soal ini?
Beliau gembira.
Beliau sudah menunggu gelombang merah sejak lama.
Beliau bertakhta selama ribuan tahun.
Beliau pasti lelah.
Ini menunjukkan lokasi dari tiga dewa dengan batu keramat.
Ini akan menuntunmu pada mereka.
Tuan.
Mura dari Negeri Air ada di sana. Negeri Tanah pasti mengirim Judong.
- Bagaimana dengan Negeri Langit? - Biryeom.
Apa…
- Biryeom? - Penobatan harus dilakukan
setelah gelombang merah ke-7,
jadi kau harus kembali dengan batu keramat sebelum itu terjadi.
- Aku akan segera kembali. - Kenapa?
Dunia manusia sebenarnya tempat yang menyenangkan.
Kita punya banyak waktu sebelum gelombang terakhir,
- jadi bersenang-senanglah. - Aku tak tertarik.
Kenapa kita masih harus mengikuti adat tak bermakna seperti ini?
Tak ada satu pun di dunia ini yang tak bermakna.
Omong-omong,
aku akan menyingkirkan adat tak bermakna ini begitu aku naik takhta.
Tentu.
Kau bisa berbuat sesukamu saat bertakhta.
Sepertinya
kau ragu apakah aku bisa melakukannya.
Tentu tidak.
Kau terlahir untuk menjadi raja, Tuanku.
Takhta akan menjadi milikmu bahkan jika kau tak melakukan apa pun.
Tak ada yang akan membantah itu kecuali orang gila.
Menjadi raja di kayangan tak berkaitan dengan manusia,
kenapa batu keramat ada di sana?
Merepotkan.
Jadi...
Karena kau punya pertanyaan,
tinggallah sementara di sana dan temukan jawabannya.
Itu bukan pertanyaan.
Kau pernah dengar soal para pelayan surgawi, 'kan?
Manusia dan keturunanya yang bersumpah melayani kita.
Jika kau menghadapi masalah, cari keturunan dari keluarga itu.
Menunjukkan ini
pada mereka akan membangunkan mereka.
Mereka akan melayanimu.
Aku tak butuh itu. Aku tak akan mencari mereka.
Dia seorang gadis.
Kau mau melihat wajahnya?
Dia lumayan cantik.
Tak perlu.
Namsuri akan mengawalmu.
Mohon selalu kenakan kalung keramat meskipun tidak nyaman.
Jangan ditinggal bersama pakaianmu.
Negeri Langit sudah gila.
Mereka membuat Biryeom bertugas menjaga langit.
Bajingan itu tidak becus.
Kenapa kau begitu membencinya?
Kalian dulu bersahabat.
Dia tak berkelas.
Dan juga,
dia tak bisa diandalkan.
Sebelum pergi, pelajarilah dunia manusia.
Itu sebabnya aku mau mengajakmu.
Kudengar kau pernah ke dunia manusia.
Tentu. Aku tahu banyak hal soal manusia.
Saat kita melewati Gerbang Surgawi, kita akan merasakan sengatan.
Tapi tak sakit.
Berikan aku jenis pakaian terbaik yang dipakai manusia.
Dan jangan lupa hadiah untuk Mura.
Kau sudah melihat pelayannya?
Dia wanita.
Apa dia cantik?
Ya. Tentu.
Aku menerima ramalan dari dewa alien planet Intro Q 2544.
Supervisorku adalah TF 1004.
Dia tampak terburu-buru.
Oh, begitu. Apa lagi?
Di bumi ini, ada rekan lain yang mengantarkan pesan surgawi seperti aku.
Organisasinya tersebar di seluruh dunia.
Tapi anehnya,
kenapa mereka mengirim pesan surgawi ini kepadaku
dan bukan rekan di AS? Itu pertanyaanku.
Benar. Entah kenapa.
"Beri tahu Obama. Perdamaian dunia terancam."
Itu artinya.
Apakah kau…
Aku harus bagaimana? Aku tak tahu alamatnya.
Apa kau tahu dia tak lagi di Gedung Putih?
Bahkan kau pun tak percaya aku.
Jangan begitu. Kau pasienku...
Apa? Kau memanggilku pasien?
Lagi?
- Hei! - Aku tak bermaksud...
- Sebagai pasien... - Aku bukan pasien!
Benar, Tn. Ma Bong-yeol.
Aku akan mencari alamat Obama...
- Astaga! - Jangan bohong!
Kau bahkan tak percaya aku.
Dokter. Dokter, tolonglah.
Tak ada yang percaya kepadaku. Perdamaian dunia...
Lepaskan!
Perdamaian terancam!
- Tn. Ma. - Perdamaian dunia
- sedang terancam. - Tolong lepaskan dia.
Benar bahwa perdamaian dunia terancam.
Kau...
Kau mengerti bahasa kami?
Tentu saja. Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
Ayo pergi dari sini.
Lewat sini. Ayo.
Ayo.
- Kau bisa berkomunikasi dengannya? - Aku mengamatinya.
Terdengar seperti omong kosong, tapi sistematis seperti alfabet Korea.
Dia sangat pintar.
Kau lebih baik dariku.
Keluarganya ingin menahannya di RS, 'kan?
Aku tak sanggup menanganinya. Buatkan janji.
Ayolah. Jangan cepat menyerah.
Kau pikir aku menyerah?
Hei, aku merawatnya selama setahun.
Mengakui kegagalan tidak mudah.
Harus kurawat dia demi harga diri?
- Aku muak. - Aku mengerti.
Setengahnya peringatan pembayaran.
DA DA FINANCIAL
Bank menelepon, mereka tak bisa
- berikan perpanjangan lain. - Apa?
Kenapa tidak?
Kliniknya tidak ramai, dan kau tak membayar bunga tepat waktu.
Lalu apa? Mereka mau klinik ini ditutup?
Kurasa begitu.
Keluar.
- Berikan jasmu. Akan kucuci. - Lupakan.
Kau mau minum denganku?
Kenapa aku mau minum denganmu?
Aku lupa memberimu ini. Ini untuk tanahmu di Provinsi Gangwon.
PAJAK PROPERTI
Itu masih belum terjual?
Siapa yang mau beli tanah tak berguna penuh batu?
Aku seharusnya tak mewarisi ini.
Kita juga telat bayar sewa.
Dan separuh deposit sewa sudah kau habiskan.
Omong-omong, kenapa kau masih bekerja untukku?
Berhentilah.
Aku ingin membalas kebaikan yang kuterima.
- Ayahmu... - Diam.
Aku tak mau dengar itu.
Omong-omong,
No comments yet. Be the first to leave one.