لومړۍ 200 کرښې.
Ini. Pukul aku.
Pukul aku seperti yang kulakukan. Pukul aku sepuas hatimu.
Dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi.
Apa mungkin...
Apa mungkin wanita itu juga bekerja paruh waktu di sini?
Tentu saja.
Karena itulah dia istriku.
Begitu?
Baiklah kalau begitu.
Aku juga mau melakukan ini.
Paruh waktu.
Apa? Kau?
Kenapa?
Jadi, pegawai paruh waktu untuk Warung Makan Eun Bi sudah dipekerjakan.
Selesai.
Jangan memanggilku paruh waktu.
Panggil aku pekerja magang.
Atau...
Panggil aku Oppa.
Cha Chi Soo! Chi soo!
Gae Chi Soo!
Kenapa? Kenapa kau lakukan ini?
Maksudmu apa Nona Yang Eun Bi?
Kenapa kau mau kerja paruh waktu? Sebenarnya kenapa?
Kerja paruh waktu seperti ini memang selalu kuinginkan demi mendapatkan pengalaman hidup yang dasar.
Kau tidak bisa. Kau harus cari tempat lain untuk belajar.
Bagimanapun, kau tahu kau tidak bisa melakukannya di sini.
Atas dasar kuasa apa, Nona Yang Eun Bi?
Mulai sekarang kita berdua adalah pekerja magang.
Kalau begitu, sampai jumpa besok, kawan.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Kesalahan apa yang sudah kulakukan?
Kenapa harus aku?
Aku memang sudah mendapatkan istri yang baik.
Benar, kan?
Ahjussi. Silakan dinikmati dulu minumannya selagi bekerja.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Tentu ini kerja keras.
Kau punya banyak pria di sini, tapi mereka begitu menyedihkan.
Ini jauh lebih sulit dari tempat yang pernah kami kerjakan.
Agasshi. Di sini. Di sini. Bisa tidak singkirkan ini untuk kami?
Apa?
Ya, ya. Apa itu?
Ini, ini.
Ini mengahalangi jalanku saja.
Kelihatannya dia memang normal.
Permisi.
Permisi.
Bos, kau seharusnya masuk dan tidur di rumah, kan?
Aku tidak bisa.
Kalau aku sudah mendapat tempat, aku tidak bisa pindah lagi.
Tapi, apa Park Chi Soo sudah datang?
Aigoo, semuanya sudah bekerja keras.
Oh, yang di sana itu, hati-hati, ya?
Maaf, dia siapa? Apa dia bosnya?
Dia seorang pekerja paruh waktu.
Pekerja paruh waktu di toko kami.
Papan namanya akan dipasang.
Pria tampan, apaan.
Flower Boy Ramen Shop
Episode 7 Flower Boy Ramen Shop
Apa yang sedang kau pikirkan?
Pekerja paruh waktu itu tidak seperti rumput. Kenapa kau sembarangan sekali dalam memilih pekerja paruh waktu?
Setidaknya harus ada standar khusus, kan? Standar khusus!
Kau bermaksud ingin menghancurkan toko ramen?
Kenapa sebenarnya kau memilih Cha Chi Soo?
Ah ini...
Ah dasar...
Kau tidak lihat bagaimana tingkahnya tadi? Dia bertingkah seperti bos dan memerintah orang.
Bagaimana bisa dia jadi pekerja paruh waktu?
Kau mau menutup toko, ya?
Sekarang ini kau tidak mendengarkanku?
Orang yang cerewet.
Memang begitulah istriku.
Tarik kembali pekerjaan Cha Chi Soo sebagai pekerja paruh waktu.
Untuk alasan apa?
Kau ini tiang yang bodoh?
Sampai sekarang, aku memberikan beberapa alasan...
Itu semua adalah hak buatku sebagai bos.
Tapi ini alasan istriku.
Apa sebenarnya alasan istriku dan Park Chi Soo tidak bisa bekerja sama?
Itu...
Aku tidak suka sama Park Chi Soo.
Ah... bukan Park Chi Soo. Dia Cha Chi Soo.
Jadi, aku...
...mengenai Cha Chi Soo...
Tidak mau! Aku tidak menyukainya!
Kenapa aku harus berbagi kamar dengan Woo Hyun Woo?
Memangnya harus ada alasan untuk saudara saling berbagi kamar?
Bagaimana bisa dia dan aku jadi saudara?
Membayangkannya saja itu tidak masuk akal.
Pokoknya, Hyungnim, aku akan menggunakan sendiri kamar Paman Chul Dong sendiri. Boleh yah?
Baik. Tidak ada yang bisa kita lakukan.
Kalau begitu, aku harus pindah ke kamar istriku.
Berbagi saja! Dia teman sekelasmu!
Apanya?! Meskipun dia teman sekelas tapi kami tidak dekat.
Coba lihat itu! Kalau aku berbagai kamar dengannya, rasanya akan jadi canggung.
Hyungnim... gantilah kamarku!
Aku juga... keluarkan Cha Chi Soo!
Hei, hentikan.
Kau nanti kedinginan.
Hei! Sebenarnya kenapa Cha Chi Soo datang ke sini?
Ketua Kelas, kau tahu sesuatu, kan?
Kubilang nanti kau kedinginan.
Paruh waktu?
Bagaimana bisa kau melakukan pekerjaan seperti itu?
Lagipula pada akhirnya aku akan jadi presiden perusahaan.
Jadi aku harus mulai belajar.
Tidak masalah aku melakukannya dengan cara ini.
Ah, MBA itu... aku tidak bisa melakukannya.
Cha Chi Soo.
Kau melakukan ini karena guru magang itu?
Saat kau pergi ke Min Dung San waktu itu, itu juga karena guru itu, kan?
Kenapa kau terus bersikap begini pada guru itu?
Kau juga bilang di sini, di sini sudah terasa baikan.
Bukan di situ. Sekarang ini mataku yang sakit...
Kenapa matamu sakit?
Itu... Yah begitulah.
Jangan tanya lagi. Kau tahu kan aku tidak suka dengan pertanyaan.
Kau sudah memeriksanya?
Di toko ramen yang terbuka besok, Chi Soo akan menghasilkan 4,400 Won per jam.
Dia akan bekerja sebagai pekerja paruh waktu, tanpa asuransi kesehatan dan fasilitas tempat tinggal.
Bayaran lembur dan kontrak kerja malam,
meskipun belum kami dapatkan informasi pastinya...
tapi gajinya yang 4,400 Won, masih berada di atas gaji minimum resmi. Dan ini akan menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Untuk berjaga-jaga, kami membawa tim khusus untuk mengawasi situasi.
Kerja bagus.
Tapi jika hatinya ini baik-baik saja, kenapa dia bilang matanya sakit?
Apa menurutmu ini karena guru magang itu mempermalukan dia?
Tapi Presdir, aku merasa ada sesuatu yang aneh.
Aneh?
Toko ramen itu...
adalah tempat yang ingin kita ambil alih. Yang berada di depan SMA Cha Sung.
Benarkah?
Nona Yang adalah putri dari pemilik toko ramen itu.
Apa yang harus kita lakukan?
Lagipula toko itu, cepat atau lambat akan kita ambil alih.
Harga dirinya yang hilang pada guru magang itu...
biarkan saja Chi Soo melakukan yang diinginkannya untuk menghilangkan rasa malu itu.
Kau muncul lagi.
Kau tidak usah datang ke sini lagi, Cha Chi Soo.
Kau benar-benar membuatku muak!
Haruskah kau melakukan ini?!
Ah, guru magang, ini salah paham Kim Ba Wool yang...
Ini, pukul aku.
Pukul aku seperti yang kulakukan. Pukul aku sepuas hatimu.
Dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi.
Baik.
Ayo kita lihat akan sampai ke mana ini.
Yang Eun Bi.
Jika itu Eun Bi, dia bisa melakukannya.
Jika itu Eun Bi, dia bisa melakukannya.
Aigoo, semuanya sudah datang.
Kau bahkan tahu mempersiapkan ini.
Jika saja aku tahu sebelumnya, maka aku...
Kalau begitu, ayo kita mulai.
Buka
Selamat datang di Flower Boy Ramen Shop.
Apa kalian ingin memesan Mie Kering atau Mie Segar?
- Apapun yang kau inginkan. - Mie Segar sepertinya enak.
Ya, baiklah.
Kenapa kau memakai baju olahraga setiap hari?
Kita kan mau pergi merayakan pembukaan toko.
Hei, aku sudah menggantinya dari yang biru ke putih.
Kalau begitu tolong pakailah dengan benar!
Kita tidak punya banyak waktu. Cepat bereskan bajunya.
Biarpun terlambat tidak akan ada antrian. Tidak perlu khawatir.
Chul Dong hyung bahkan hampir tidak mampu menutupi biaya gas di sana.
Sekarang dia tidak ada, apa mereka bisa menjalankan bisnisnya?
Yah, sepertinya begitu.
Tapi sunbaenim bilang, pemilik barunya itu selalu tidur kapan saja.
Kenapa?
Apa pemilik barunya sakit?
Tidak.
Hanya saja, membuat dia bernapas itu menjengkelkan.
Sunbaenim benar-benar tidak beruntung dengan pria.
Dicampakkan oleh pria militer, kemudian dipecat oleh pangeran, dan sekarang bekerja dengan...
Ya, sayang.
Kau sudah makan?
Ah, ya. Aku baru saja mau makan salad...
Aku sudah selesai berpakaian.
Apa kau gila?
Pelatih, kita tidak di tempat yang salah, kan?
Lihatlah semua wanita itu...
- Hei. - Apa?
Tapi apa yang Cha Chi Soo lakukan di situ?
Selamat makan.
Aigoo, tanda lahir itu cantik sekali.
Rambutmu benar-benar cantik.
Pakaianmu cantik sekali.
Tapi apa yang sebenarnya dipikirkan Cha Chi Soo?
Berpura-pura baik.
Tapi, dia datang untuk balas dendam.
Balas dendam?
Balas dendam...
Hari ini, kau terlihat cantik.
Apa yang kau lakukan, Cha Chi Soo? Kau tidak mau minggir?
Yang Eun Bi.
kau pikir setelah memukulku, kau malah bersembunyi di sini?
Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.