لومړۍ 200 کرښې.
By: YOYONG MASAMBA
Ikuti.
Aku muak dengan tempat ini.
Selain tanah kering,
dan gunung yang dingin.
Cuma orang Korea Utara yang bisa hidup di sini.
Makanya mereka orang barbar.
Orang Tiongkok yang bodoh...
kemari mau menyelamatkan orang Korea Utara.
Kita akan memukul mereka...
memukul mereka sampai kencing.
Sampai usus mereka...
digoreng ke sungai itik.
Prajurit Korea ini berbau seperti steak hangus.
Mayor.
Berapa banyak orang yang kau bunuh di Jerman?
200 orang.
300.
400.
Matematikaku kurang bagus.
Tembak!
Tembak!
Orang berada di formasi, maju!
Maju!
Maju!
Komandan peleton.
Komandan peleton.
Komandan peleton.
Bangun.
Cepat pergi.
Komandan peleton.
Hati-hati.
Pelan-pelan.
Bantu aku bawa itu kemari.
Ayo, minggir.
Kawan.
Kau lihat Dokter Lee Qing?
Tidak.
Ayo.
Angkat tangan.
Baik.
Biar kulihat.
Di mana Dokter Lee Cheong?
Masuk ke dalam.
Aku kurang piring.
Pegang sebentar.
Terima kasih.
Bertahanlah.
Kalian berdua.
Kemari sebentar.
Ada pasien di sini.
Dokter Lee.
Jahit.
Lapor.
Dokter Li.
Menerima pemberitahuan dari Departemen Kementerian Keamanan.
Du Chuan.
Mungkin ada di sini.
Tapi tak bisa lewat jalan besar, cuma bisa mendaki gunung.
Bagus sekali.
Akhirnya aku bisa bertemu dengan Du Chuan.
Kami berdua adalah teman sekampung.
Ikut militer bersama.
Setelah pergi ke medan perang,
aku belum pernah bertemu dengannya lagi.
Kali ini,
aku pasti bisa membawanya kembali.
Du Chuan.
memimpin tim pengawas masuk ke belakang musuh.
membersihkan penjaga pengawasan meriam musuh,
dan menunggu kesempatan untuk menghancurkan formasi meriam musuh.
Jika tidak,
kita akan alami lebih banyak korban di medan perang.
Iya, tim investigasi sudah kehilangan kontak selama 3 hari.
Semakin lama makin bahaya.
Kau sekarang masih ada berapa orang?
Masih tersisa 10 orang.
Kuberi kau 15 prajurit berturut-turut dari penjaga.
dan mengirim seorang dokter militer.
peralatan terbaik.
Ingat.
Harus pikirkan cara...
bawa tim investigasi kembali.
Ada satu hitung satu.
Harus menyelesaikan tugas.
Baik.
Bawa kembali ke tim inspeksi.
Dijamin akan menyelesaikan tugas.
Sekarang orang Amerika
di meja negosiasi.
Berhenti.
Bermain trik.
Tapi,
kita tak boleh berhenti.
Kita harus cepat.
Harus cepat.
Berkumpul kali ini.
Banyak meriam yang bagus.
Sebentar lagi.
Kita juga harus bersenang-senang.
Lapor.
Masuk.
Ini...
adalah Dokter Li.
Dokter militer terbaik di departemen kami.
Dokter Li.
Tugas kali ini berbahaya.
Kuperkirakan tim inspeksi mengalami banyak korban.
Kau harus berusaha sekuat tenaga.
Ya, aku janji akan selesaikan misi.
Ayo berangkat.
Paman.
Tim investigasi yang kita cari...
Apa cuma satu tembakan?
Membunuh Kolonel Amerika?
Tim Komandan peleton Du.
Benar.
Di dalam perguruan ada penghargaan.
Tak mungkin palsu.
Kuberitahu,
Dia punya sebuah logo.
Setengah tusukan.
Setengah tusukan.
Bagaimana memukulnya?
Tak mengerti, kan?
Kudengar jaraknya 4 km.
Pistol meledak.
Bagaimana menembak?
Empat mil.
Pistol di tanganmu bisa tembak sejauh apa?
Kau tak tahu.
Pukul dari dua mil.
Jika aku belajar,
kau juga bisa dapatkan medali sepertimu?
Medali ini
punya makna yang berbeda.
Saling melindungi.
Cari secara terpisah.
Baik.
Komandan peleton.
Naik lihat.
Komandan peleton.
Di depan menemukan sebuah gua.
ada jejak orang yang pernah tinggal.
Di area ini,
total 28 buah.
Masih ada berapa?
Bagaimana?
Ada yang selamat?
Tidak.
Lapor.
Katakan.
Pasukan mobil AS ditemukan dari kejauhan.
Lao Wu.
Lindungi Dokter Li dan turun. Cepat.
Dokter Li, ayo.
Komandan peleton.
Ayo.
Semua orang.
Jangan menembak tanpa izin. Dengarkan perintahku.
Komandan peleton, pukul atau tidak?
Jangan pukul dulu.
Misi penting yang kami terima adalah
kembali ke tim inspeksi.
Baik.
Sayang sekali. Benar.
Jika bukan ada perintah,
benar-benar tak mau lepaskan mereka.
Yeong-jie.
Siapa yang menembak?
Sembunyi, sembunyi.
Ketuk diam-diam.
Di gunung seberang.
Komandan peleton.
Du Chuan.
Tim investigasi sudah ditemukan.
Pukul!
Dan puncak gunung di sini.
Kalian berdua,
Bunuh tank itu.
Yang lain lindungi mereka.
Baik.
Boneka.
Tiang.
Baik.
Di sana.
Suruh mereka mundur.
Lindungi!
Jangan turun, mundur.
Tambahkan kekuatan, pukul!
Bocah bodoh.
Kenapa?
Lindungi aku.
Baik.
Lindungi, lindungi.
Tunggu.
Mundur, mundur.
Tunggu sebentar lagi.
Paman.
Kau baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.