لومړۍ 200 کرښې.
BERDASARKAN NOVEL KARYA LAURA DAVE
Ini akan bagus.
Tentu, semua akan lancar, 'kan?
Dia akan menyukaimu.
Apa kau akan melihat NYU selagi kau di kota?
Mungkin.
Dia tak bisa ke NYU.
Bagaimana dia bisa makan malam di rumah setiap malam?
Ayahmu bilang kau suka teater,
jadi kubelikan tiket untuk drama Barefoot in the Park besok.
Neil Simon, 'kan? Dia favorit di sekitar sini. Hebat, bukan?
Kupikir hanya kita berdua besok.
Rasanya pekerjaanku membuat mangkuk untuk Canners harus diselesaikan.
Aku butuh untuk fokus di studio.
- Kalian bisa pergi tanpaku. - Aku ingin kita semua pergi bersama.
Tentu, bisa kita lakukan lain kali.
Bilang terima kasih untuk tiketnya.
Terima kasih. Aku harus ke toilet.
Ya.
Kaubilang akan bagus, ya?
Kau baik-baik saja.
Aku tahu keadaanku sendiri, terima kasih.
- Dia anak yang baik. - Apa kau serius?
Dia bisa jadi dirinya sendiri.
Tak ada yang lebih baik dari itu, 'kan?
Tidak ada.
Kenapa dia membuat-buat kehidupan palsu?
Entahlah. Mungkin untuk melindungimu.
Dari apa?
Aku sungguh tak tahu.
- Yang aku tahu pasti... - Dia berbohong padaku.
Dia juga berbohong padaku.
Jika dia mengubah namanya, mungkin dia juga mengubah namaku.
Ya.
Dan tanggal ulang tahunku.
Mungkin.
Harusnya itu sesuatu yang diketahui oleh orang itu sendiri.
- Bailey. - Apa?
Kau akan bilang apa, Hannah?
Apa yang bisa kaukatakan saat ini untuk membuat situasinya masuk akal?
Tak ada. Tak bisa bilang apa-apa.
Kita harus tidur. Besok kita terbang pagi-pagi sekali.
Permisi?
Kita tak akan menemukannya di sana.
Kau benar.
Ada sesuatu di sini. Aku merasakannya.
Kauingin tetap di sini?
Ya. Aku ingin tetap di sini.
Kauharus lihat diriku saat umurku 15 tahun.
Rambutmu warna apa saat itu?
Aku serius, itu tak bagus. Sulit untuk hidup tanpa sosok ibu.
Untungnya masih ada kakekku.
Ya.
DEPARTEMEN KEHAKIMAN MARSHAL AMERIKA SERIKAT
Kantor Deputi Bradford.
Ya. Apa dia ada?
Sayangnya dia sedang liburan. Mau kirim pesan suara untuknya?
Liburan?
Ya, Bu.
Ada pesan yang ingin dititipkan?
Tidak, tapi kaubisa hubungkan aku dengan orang yang tahu
kenapa Deputi Bradford mendatangiku dengan lencananya saat dia sedang liburan.
- Apa Ayah menonton Warriors? - Tidak, ini bukan perjalanan seperti itu.
Tapi Ayah melihat akhir pertandingannya di TV.
- Lihat hunjaman DeRozan ke Curry? - Ya. Itu bagus.
Hei, kenapa kau bergadang?
- Ayah! - Itu masih hari sekolah.
Kita sudah bicarakan ini, 'kan?
Ayolah, Ayah. Itu play-off.
Baik, obrolan kita belum selesai.
Ini Grady.
Bagaimana liburan musim semimu?
Maaf?
Kantormu bilang kau sedang liburan. Itu lucu.
Rasanya tak terlihat begitu saat kau duduk di dermagaku.
Hannah, aku di sana untuk membantu.
Bagaimana jika kauberi tahu apa yang terjadi?
Kenapa tak ada catatan soal Owen sebelum dia dan Bailey pindah ke Sausalito?
Apa? Siapa yang memberitahumu?
Apa pentingnya itu?
Pernahkah terpikir olehmu bahwa mungkin orang yang membuat peranti lunak The Shop
untuk menghapus jejak dokumen daring bisa menggunakannya sendiri?
Jika peranti lunaknya berfungsi, Avett tak akan dituntut karena penipuan.
Dan aku masih akan tidur bersama Owen,
tak sadar bahwa ternyata dia berbohong padaku soal semuanya.
Itu tak sepenuhnya benar.
Apakah begitu? Kenapa Owen mengubah namanya?
Kupikir kau terlalu banyak berasumsi.
Kupikir kau tak jujur sepenuhnya.
Aku ingin menjaga Owen tetap aman. Owen dan Bailey. Dan kau.
Aku bisa jaga diriku, terima kasih.
Apa itu yang kaulakukan sekarang?
- Apa maksudmu? - Di mana kau?
Hannah?
Aku di rumah.
Ya, jika begitu maka orang suruhan yang dikirim Avett
untuk menyusup ke rumahmu jadi lebih menakutkan.
Apa? Avett mengirim orang ke...
Serius, di mana kau? Di hotel?
Akan kukirim deputi dari kantor San Francisco untuk menjemputmu.
Apa kau mengawasi rumahku?
Di mana kau, Hannah?
Memang kau mencemaskan jika aku di mana?
Harusnya itu sesuatu yang diketahui seseorang.
Dia tak tahu aku di kelas berapa.
MENEMUI SESEORANG DI MONTREAL.
KITA NAIK KERETA DAN PIKNIK DI TAMAN.
BAGAIMANA KELAS DELAPAN? CAROLE
Hannah.
Apa yang terjadi di sini?
Dia bahkan tak tahu aku di kelas berapa.
Biar Kakek lihat.
Kau tak perlu menyalahkan mangkuknya.
Ayolah. Kau berutang mangkuk baru.
Baiklah, itu lebih baik.
- Aku tak bisa. - Kau akan menyerah?
Semuanya tertandai. Tak mungkin bisa dikikis.
Lalu? Ini untuk di lemari, bukan di museum.
Tak perlu berpura-pura. Kita tahu ini jelek.
Hei. Memang mudah untuk melihat apa yang salah.
Kauharus coba dua kali,
lihat dengan lebih keras dan cari sesuatu untuk dihargai.
Jadi karena ibuku tak tahu aku kelas berapa,
aku harus menghargai dia bisa mengeja namaku dengan benar?
- Aku paham. - Hannah.
Tidak. Cukup bagiku.
Hannah.
Kau yang memilih ingin memperhatikan apa.
BOBBY BAGAIMANA KABARMU DI SANA?
TELEPON DARI BOBBY
MALAM. CEPATLAH PULANG. BAGAIMANA KABARMU DI SANA?
BISA KUTELEPON NANTI?
TENTU
AKU AKAN ADA DI SINI
Hei. Apa nama restoran tempat ayahmu bekerja sebagai valet?
Ingat kisahnya saat dia dipecat karena menggores Porsche seseorang?
Tentu. Ya.
Menurutmu dia mengarang cerita itu?
Tapi ceritanya cukup spesifik.
Tepat. Semua cerita ayahmu soal saat dia masih muda dulu,
tak mungkin semuanya mengada-ada.
Beberapa detailnya pasti ada yang benar.
Seperti nama restorannya. Jika kita ingat, bisa kita cari.
Coba cari orang-orang yang mengenalnya.
Apa itu masuk akal? Kau melihatku seolah aku orang gila.
Tidak. Ya, aku paham. Hanya saja,
aku tak ingat nama restorannya.
Baik. Bagaimana dengan perjalanan kapal saat SMA?
Cerita yang dia bilang dia diselamatkan oleh penjaga pantai?
Rasanya dia tak cerita itu padaku.
Benar. Aku pun tak akan cerita hal seperti itu padamu.
Sekarang aku ingin tahu.
Tunggu. Bagaimana dengan profesor matematika di Princeton?
Yang selalu dia bahas saat dia menceramahiku soal kegigihan.
Ya. Ayah gagal dalam ujiannya dan orang ini membingkai hasilnya.
Sebagai peringatan untuk seisi kelas.
Ya. Dan Ayah suka bilang padaku kalau itu memotivasinya,
yang menurutku itu agak kacau.
Ya. Dia suka profesor itu. Siapa namanya, ya?
Tobias sesuatu.
Tobias Coacher? Cooker?
Cookman. Dia memanggilnya Cook.
Ada berapa profesor matematika yang bernama Tobias Cookman?
Yang kulihat hanya satu.
Apa itu Medali Fields?
Itu seperti Nobel di bidang matematika. Apa dia mengajar di Princeton?
Tidak juga.
TOBIAS COOKMAN AHLI MATEMATIKA AMERIKA
PROFESOR DI UNIVERSITAS TEXAS DI AUSTIN.
Ganti pakaianmu.
Hei.
Hei, bagaimana kabar kalian?
- Akan kubilang "tak ada komentar". - Bisa diterima.
Ada apa?
Jake beradu argumen dengan barista gara-gara tekstur susu di latte-nya.
Aku ingin tahu apakah Owen punya semacam brankas di rumahnya.
Brankas?
Ya, celengan Nona Paul.
Ada kunci Honeywell kecil di dalamnya. Jake bilang itu untuk brankas antiapi.
Brankas rahasia?
Tahu kira-kira itu ada di mana?
Aku tak tahu. Di ruang kerjanya atau di lemari di kamar.
Baik. Ada lagi yang bisa kulakukan?
Sebenarnya ada. Bisakah Jake mendengarku?
Tidak.
Bagus. Di bawah kasurku ada ransel. Bisa tolong ambilkan itu?
Ya. Apa isinya?
Rasanya kau tak akan mau tahu soal itu.
Hannah Hall. Dia bepergian dengan putri tirinya, Bailey Michaels, 16 tahun.
Mereka terakhir terlihat di rumahnya di Sausalito 36 jam lalu.
Tapi semua petunjuk mengindikasikan mereka pergi ke luar kota.
Truknya ada di luar rumahnya.
Jadi, mobil sewaan, tiket bus, kereta, pesawat, kautahu prosedurnya.
Lacak kartu kreditnya, penarikan ATM, jejak kakinya, apa pun.
Kita harus tahu lokasinya sesegera mungkin.
- Rochelle? - Bos ingin menemuimu.
"Hai, Grady. Kau kembali lebih cepat. Bagaimana liburanmu?"
Dia tampak kesal.
Siapa itu Hannah Hall? Dan kenapa kau di Sausalito?
Aku kemari ingin membicarakan itu.
No comments yet. Be the first to leave one.