لومړۍ 200 کرښې.
Saluran paling cepat
dan paling akurat untuk isu terpanas hari ini.
Selamat datang di "News Head".
Tamu untuk wawancara kita adalah
Novelis Yuk Dong Ju,
penulis "Tuhan Sudah Mati",
buku yang memenangkan Penghargaan Sastra Korea Tahun Ini.
Halo.
Halo.
"Episode 15"
Hei, kamu sudah bangun.
Kamu tidak apa-apa?
Sedang apa kamu di sini?
Pak Yuk menelepon.
Dia bilang kamu pingsan semalam.
Kamu tidak ingat?
Jadi, aku tertidur seharian?
Dia bilang dia khawatir meninggalkanmu sendirian.
Dia memintaku datang.
Untuk menemanimu.
Di mana Dong Ju?
Kudengar ada alasan khusus kamu datang ke sini hari ini.
Bisa ceritakan alasan itu secara detail?
Pertama,
aku ingin kalian menonton
video yang kubawa.
Begitukah?
Kalau begitu, mari kita tonton videonya dahulu.
"News Head JBC"
Injak dia! - Dasar berandal!
Hei, tendang dia!
Hei, mundur! Ayo. - Ya!
Anda sedang menyaksikan rekaman asli insiden
yang dikenal sebagai kasus pembunuhan seorang tunawisma
pada tahun 1995 di Danau Sopyung.
Maksudmu
ini rekaman asli dari pembunuhan itu?
Ya.
Para pemuda di video itu
adalah siswa SMA berusia 19 tahun.
Kamu tahu identitas para pria ini?
Ya.
Pimpinan Taekang Group, Lee Tae Man.
Kepala Jaksa Kantor Distrik Seoul, Choi Jong Nam.
Profesor Universitas Hanguk, Na Sang Woo, yang kini menghilang.
Serta seorang sutradara film yang belum lama ini meninggal.
Sutradara Shin Kyung Chul.
Mereka adalah keempat pria di video itu.
Mereka pelaku asli dalam pembunuhan
seorang tunawisma di Danau Sopyung
yang terjadi 27 tahun lalu.
Apa kamu membagikan fakta yang bisa dibuktikan?
Ya.
Identitas keempat pria
yang menyerang tunawisma dan membunuhnya ini
bisa dipastikan hanya dengan melihat
buku tahunan SMA Taekang dari tahun 1996.
Kacau sekali.
"Rekaman asli kasus pembunuhan pada tahun 1995 di Danau Sopyung"
Videonya terlalu mengerikan untuk kami tayangkan tanpa sensor.
Publik berhak mendapatkan informasi.
Namun, agar masyarakat umum
tidak menonton kejahatan keji para pelaku,
kami tidak bisa menayangkan videonya sampai habis.
Tolong matikan videonya sekarang.
"News Head JBC"
Sama seperti video itu,
identitas para penyerangnya cukup mengejutkan.
Pak Yuk,
bisa ceritakan bagaimana Anda bisa mendapatkan video ini
dan apa yang membuat Anda angkat bicara?
Tolong jelaskan secara singkat kepada kami.
Pertama,
video ini
berasal dari kaset video lama.
Aku baru menemukan ini di antara barang peninggalan ayahku.
Kebenaran kasus pembunuhan itu telah ditutupi selama 27 tahun.
Aku yakin
mengungkapkan kebenaran kepada dunia adalah harapan terakhir ayahku.
Bu Cha!
Sedang apa kamu di sini?
Aku mencarimu ke mana-mana.
Kenapa?
Kudengar kamu bertemu Dong Ju tadi sore.
Benar.
Dia menceritakan semuanya?
Ya.
Dong Ju memintaku
mengantarmu pulang dengan selamat.
Dia pasti sangat mencemaskanmu.
Kenapa dia mencemaskanku?
Dia yang mengalami semuanya.
Bagaimana ayahmu bisa memiliki
video yang merekam pembunuhan di danau itu?
Kamu tahu bagaimana kejadiannya?
Di video yang kutunjukkan tadi,
ada empat penyerang dan satu korban.
Ada juga seorang siswa
yang akhirnya diserang saat dia mencoba
menghentikan mereka.
Siswa yang diserang itu mendapatkan kaset video ini
untuk mengungkap kebenaran.
Dia memberi tahu detektif yang menangani kasus ini.
Tapi akhirnya dia malah berada dalam bahaya.
Saat hal ini terjadi, dia memberikan
rekaman video itu kepada ayahku.
Aku tidak mengerti.
Kenapa siswa yang melaporkan pembunuhan itu ke polisi
malah berada dalam bahaya?
Pelaku asli dalam kasus pembunuhan di Danau Sopyung
terlahir kaya.
Bisa dibilang, mereka putra dari keluarga kaya dan berkuasa.
Detektif yang mendapat informasi itu
mengambil uang dari orang tua mereka
dan mengubah saksi pada saat itu, No Myung Nam, menjadi penyerang.
Dengan kata lain, dia dijebak.
Lalu detektif itu mengubur kasusnya.
Bukan itu saja. Dia membunuh orang yang tahu kebenaran soal kasus itu.
Atau dia berusaha melakukannya.
Tentu saja, dia mungkin diperintahkan
oleh seseorang yang ingin menyembunyikan kebenarannya.
Maksudmu ada lebih banyak orang yang dibunuh?
Ya.
Namun, mengenai itu,
tidak pantas bagiku untuk menceritakannya di TV.
Begitu rupanya.
Maksudmu, itu sesuatu
yang harus diselidiki polisi agar kebenarannya terungkap.
Ya.
Kalau begitu, bisa beri tahu kami nama detektif
yang menangani kasus Danau Sopyung?
Orang yang menutupi kasus itu sepenuhnya?
Anggota Dewan Byun Jong Il.
Anggota Dewan Byun Jong Il?
Benar.
Begitu rupanya.
Biar kurangkum.
Pelaku sebenarnya yang membunuh seorang tunawisma 27 tahun lalu
di Danau Sopyung
adalah keempat siswa SMA yang kita lihat di video tadi.
"Novelis Yuk Dong Ju menemukan video itu di antara barang ayahnya."
Mereka adalah Pimpinan Taekang Group, Lee Tae Man,
Kepala Jaksa Choi Jong Nam dari Kantor Distrik Seoul,
Profesor Na Sang Woo dari Universitas Hanguk,
dan mendiang Sutradara Film Shin Kyung Chul.
Mereka empat pelakunya.
Anggota Dewan Byun Jong Il bertanggung jawab atas kasus itu.
Dia menerima suap dari mereka dan menutupi kasus itu.
Apa itu benar?
"Yuk menyebutkan para pelaku utama."
Benar.
Kebetulan, dua orang yang terkait dengan kasus ini,
Sutradara Shin Kyung Chul
dan Anggota Dewan Byun Jong Il telah dibunuh.
Lalu Profesor Na Sang Woo menghilang sekarang.
Insiden itu terjadi di waktu yang berbeda.
Tapi mungkinkah insiden ini
berkaitan dengan kasus Danau Sopyung
yang terjadi 27 tahun lalu?
Aku tidak berhak menjawabnya.
Begitu rupanya.
Novelmu, "Tuhan Sudah Mati",
diyakini berdasarkan kasus Danau Sopyung.
Benarkah itu?
Ya. Itu benar.
Novelmu, "Tuhan Sudah Mati", dan skenario
yang ditulis oleh mendiang Sutradara Film Shin Kyung Chul,
baru-baru ini terlibat dalam skandal plagiarisme.
"Apakah karena keduanya berdasarkan insiden yang sama?"
Skenario itu juga
berdasarkan kasus Danau Sopyung.
Karena itukah beberapa bagian dari novel itu mirip dengan skenarionya?
Shin Kyung Chul adalah salah satu pelakunya.
Dia yang merekam video yang kita saksikan tadi.
Dia yang paling tahu soal TKP-nya.
Jadi, deskripsi TKP-nya
kemungkinan besar sama.
Maka kamu pasti memutuskan untuk menulis novel itu
setelah menonton rekaman ini.
Itu tidak benar. Saat menerbitkan novel itu,
aku tidak tahu apa-apa soal kasus Danau Sopyung.
Aku juga belum pernah menonton videonya saat itu.
Tapi kamu mengatakannya sendiri.
Kamu bilang novel itu berdasarkan kasus Danau Sopyung.
Benar.
Sebelum menerbitkan novel itu, kamu tidak pernah menonton video ini
atau tidak tahu tentang kasus ini.
Lalu bagaimana kamu bisa - Apa yang dia lakukan?
menulis novel yang menggambarkan kebenaran kasus ini?
"Tuhan Sudah Mati"
bukan karyaku.
Kamu melihatnya di video tadi.
Saksi dalam kasus Danau Sopyung.
Siswa yang berusaha mengungkap kebenaran menulis cerita ini.
Naskah itu miliknya.
Aku kebetulan menemukan naskahnya.
Setelah menyunting ceritanya,
aku menerbitkannya
atas namaku.
Maksudmu, kamu menerbitkan novel
No comments yet. Be the first to leave one.