Dickinson

Dickinson

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

2 فصل

د خپرونې معلومات

Dickinson S02E08 2160p-1080p-720p-WEBRip-WEB-DL
د لخوا تبصره SilverStark
AppleTV official subtitles | fully fixed

تګونه

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
720p
720
BRip
1080
په خپور شو: 2021-02-12
ډاونلوډونه: 15
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kucicip arak yang tak pernah disuling -

Dari Mug yang diambil di Mutiara -

Bukan Beri Frankfort Memberikan rasa.

Pusaran yang sangat delirium.

DARI AMHERST THE MAY-WINE --E.DICKINSON

Keabadian.

Astaga.

"Dimabukkan udara - aku - Dan Penikmat Embun -

Terguncang - melalui hari-hari musim panas tanpa akhir - Dari penginapan Biru cair -

Ketika 'Tuan Tanah' mengusir Lebah mabuk Keluar dari pintu Foxglove -

Saat Kupu-kupu - Melepas 'minuman' mereka -

"Aku akan minum lebih banyak!"

Baik, menakjubkan.

Benar. Itu keren.

Aku sungguh merasa ini cerminanku.

Itu puisi yang amat bagus. Siapa penulisnya?

Emily penulisnya, Ibu.

Siapa?

Emily Dickinson, putrimu,

menulis puisi di halaman depan Springfield Republican hari ini.

Dan puisinya tentang mabuk.

Ini bukan tenang mabuk, Ship.

"Kucicip arak yang tak pernah disuling." Yang benar saja!

Ini tentang alam yang memabukkan,

kemegahan yang tak bisa diberikan oleh alkohol.

Jadi, ini persisnya bukan tentang mabuk,

kecuali dari euforia emosi luhur.

Baiklah.

Kau terlalu banyak baca.

Maaf, aku suka menantang diriku.

Kau harus menerimaku apa adanya...

- Tidak, Ship. - ...Lavinia.

Kita harus saling menerima.

- Tidak! - Aku tak paham.

Puisi oleh Emily. Bagaimana ini terjadi?

Apa ini ketidaksengajaan?

Apa Austin ikut kontes lagi?

Maksudmu semua orang di kota punya edisi ini?

Bukan cuma di kota ini.

The Springfield Republican punya 12.000 langganan lebih.

Astaga.

Ini sungguh gila. Emily terkenal.

Semoga Tuhan melindungi kita saat ayahmu membaca itu.

Terima kasih sudah bertanya, tetapi aku tak sarapan pagi ini.

Aku tak bisa makan, aku terlalu bersemangat.

Impian seumur hidup sudah terwujud.

Jadi, puisi ini adalah proyek kegemaranku.

Dibuat selama bertahun-tahun.

Hari ini aku sibuk,

tapi aku punya sedikit waktu jika ada yang mau tanya kepadaku.

Aku senang membahas temaku, iramaku, menceritakan proses pengerjaanku.

Siapa saja?

Di mana Emily?

Kurasa dia masih tidur.

- Aku di sini. - Tertidur? Tidak.

Aku yakin dia bersembunyi di kamarnya,

itu tindakanku bila jadi dia.

Ada apa dengan kalian? Halo?

Karena cuma Tuhan yang tahu yang akan dia hadapi saat ayah lihat ini.

Ayah melihat apa?

Apa?

Kau sembunyikan apa?

Mau sarapan, Sayang?

Mungkin teh? Teh agar santai.

Aku tak butuh santai. Aku baru bangun.

Kenapa kau sembunyikan koranku di belakangmu?

Kemarikan, Wanita. Kemarikan.

Kumohon.

Lihat, ini tak terlalu buruk.

Aku takut kau mau beri tahu bursa saham jatuh lagi.

Kutulis puisi dan dipublikasikan di halaman depan koran.

Hadapi saja!

Lihat, ada obral tirai berenda.

Begitukah? Aku tak melihatnya saat membaca korannya.

- Jangan terlalu semangat. - Biar kulihat.

Di sini, "lebih murah dari biasanya." Lebih murah.

- Tirai? - Tirai kita masih bagus. Lihatlah.

Kubawa korannya ke ruangan lain.

Tolong kembalikan koranku.

"'The May-Wine' oleh E. Dickinson"?

Jadi ini yang mau kau sembunyikan dariku.

Dia nekat melakukannya.

Apa ada yang mau bicarakan ini denganku?

Dia sudah tak bisa dicegah.

Maafkan aku, Edward. Ini salahku.

Seharusnya dia kuawasi lebih ketat.

Kau tahu? Ini tak terlalu buruk.

"Tuan Tanah' Lebah mabuk Mengusir"...

Baik, kalian tak perlu bertingkah seolah-olah aku tidak nyata. Halo?

Dia mungkin akan membanggakan keluarga.

Astaga, apa kau tak kasatmata?

Aku Bukan Siapa pun! Kau siapa?

Jadi, tak ada yang bisa melihatku, mendengarku, merasakanku.

Maggie!

Kau bisa melihatku.

Aku lupa menebah karpet hari ini.

Yang benar saja!

Ship, hai! Halo. Apa kau bisa melihatku?

Vinnie, aku tak sanggup lagi.

Aku pengusaha wiraswasta yang ambisius,

dan kau butuh istri yang mendukungku.

Ship, aku bisa dengar.

Kupikir kaulah istri itu, tapi dari yang telah kupelajari, ternyata bukan,

walaupun kau supercantik dan aku suka meongmu.

Maksudmu... Maksudnya kucing.

Aku harus bersikap tegas dan membatalkannya.

Aku meninggalkanmu, Lavinia.

Ship, kami semua bisa mendengarmu bicara kepada dirimu.

- Aku bukan cuma bicara sendiri. - Tidak, aku di sini.

Aku putus denganmu, Lavinia.

Baiklah, tetapi terlambat, karena aku putus denganmu.

- Apa? - Aku tak sanggup lagi.

Pertunangannya batal.

- Kalian. - Ya, tentu.

Aku akan pasang waktu 26 jam dari sekarang dan kau akan berubah pikiran.

Sehari ada 24 jam, Ship.

Maaf aku tidak lulus kuliah.

Kurasa aku tak akan bisa cukup untukmu.

- Aku berdiri... - Kau begitu rentan, ini melelahkan!

- Kau membuatku takut. - Apa?

Kau punya segala macam ide modern,

dan aku cuma ingin kau menjadi istriku yang normal dan tradisional.

Wah.

Baik. Aku memang tidak normal.

Ya?

Aku wanita gila, aneh, kreatif, dan bernafsu,

dan kau tak bisa terima itu.

Kau tak bisa menerimaku!

Apa yang terjadi?

Aura tempat ini ada yang salah.

Kurasa berhantu karena panggil arwah.

Emily benar-benar melihat hantu.

Astaga. Apakah aku hantu?

Kalian keluarga Dickinson, kalian semua gila.

Lebih baik aku di Nevada, dipecuti oleh Lola

dan menjadi gila saat dia menampilkan tari laba-laba erotisnya.

Tari laba-laba.

Lavinia, tolong akui keberadaanku!

Satu, dua, tiga, empat, lima...

- Mungkin tidak. - Enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga, empat...

- Vinnie jangan sampai cedera. - ...lima, enam, tujuh, delapan.

Satu, dua, tiga.

Lavinia? Vinnie?

Vinnie!

Kau sudah kuperingatkan.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kau tidak mendengarkanku.

Siapa kau dan apa yang kau lakukan di dapurku?

Aku Bukan Siapa pun! Kau siapa?

Baik, teka-teki ini lucu, tetapi kau hantu

dan cuma kau yang bisa melihatku, artinya aku sudah mati.

Aku mati pada malam hari, mungkin.

Baik. Itu tak apa. Baiklah, aku bisa terima.

Itu tidak menyakitkan, kurasa.

Kira-kira kapan jasadku ditemukan keluargaku.

Mungkin sekarang mereka di atas

akan menarik selimutku untuk menyingkap mayatku yang beku!

Kau belum mati dan aku bukan hantu.

Sungguh? Karena sikapmu seperti hantu.

Muncul tiba-tiba, menggentayangiku!

Aku bukan hantu. Aku cuma misteri.

Misteri?

Wow. Baiklah.

Apa aku harus memecahkanmu?

Kau bisa mencoba.

Walau kau buat ini menarik, kurasa aku tidak mau.

Saat ini aku sedang sibuk.

Ini adalah hari terbesar dalam hidupku,

dan aku mengharapkan, entahlah, apresiasi.

Mungkin satu atau dua pujian.

Tapi di sinilah aku, benar-benar tak kasatmata

pada hari saat aku seharusnya menjadi pusat perhatian.

Mungkin ada hal positif dari situasimu.

Apa maksudmu, "positif"?

Kau tak kasatmata, yang artinya kau bisa cari tahu kebenarannya.

Kebenaran?

Kau bisa cari tahu pikiran jujur orang-orang soal puisimu.

Itu bagus.

Springfield Republican.

Ayo belilah koranmu!

Springfield Republican.

Ayo dapatkan berita terkini! Springfield Republican!

Terima kasih banyak. Ya, terima kasih.

Itu adalah puisiku, di halaman depan koran,

ditulis olehku, Emily Dickinson.

Terima kasih telah mendukung karya tulis. Terima kasih. Wow, lihat itu.

Lihatlah puisi ini. Kau sudah baca?

Ya, aku sudah baca. Penulisnya wanita. Dia pasti berani.

Kurasa itu amat bagus.

Ya, kau bisa tahu dia amat pintar.

- Terima kasih. - Dan sangat bernafsu.

- Ya, dia sangat mendambakannya. - Tunggu, apa?

Dia tinggal di kota ini. Kita bisa cari dia.

- Tidak, itu tak perlu. - Ya. Mari ke rumahnya.

Mari ke rumahnya dan bermasturbasi di semak.

Aku akan bermasturbasi di puisinya.

Ketenaran bisa mengerikan.

Sejujurnya aku amat bahagia untuknya. Sungguh.

Ya, aku sungguh suka puisi ini.

More Indonesian subtitles for Dickinson

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left