لومړۍ 200 کرښې.
Anak-anak, aku dan ibu kalian akan bercerai.
Jangan menangis. Aku tahu kalian sedih, aku tahu kalian bingung.
Entah apa kata ibu kalian, tapi akan kujelaskan dari sudut pandangku,
dengan istilah yang bisa kalian pahami.
Kau punya boneka, bukan?
- Kau punya boneka. -Ya.
- Kau punya, dan kau suka bonekamu, bukan? -Ya.
- Kau suka bonekamu. -Ya.
Ya, kau suka bonekanya.
Tapi bagaimana jika kukatakan
hanya itu boneka yang boleh kau mainkan selama sisa hidupmu?
Bagaimana perasaanmu?
- Sedih. -Kau akan sedih! Tentu saja!
Karena ada banyak boneka lain di rak.
Jika bermain dengan boneka lain, tak boleh punya boneka itu lagi.
Meski boneka itu kini tak mau lagi bermain denganmu.
Kalian berdua hidup dengan penuh kebohongan!
Ada boneka lain yang kausukai, dan ada boneka baru setiap tahun.
- Kau mau boneka pramugari? -Ya.
Bagaimana dengan boneka pelayan koktail agak gemuk?
Ya.
Bagaimana dengan boneka yang kebetulan sahabat boneka utamamu?
Ya.
- Itu bisa saja terjadi, bukan? -Ya.
Lalu boneka yang dimainkan satu hari dan tak pernah dilihat lagi?
Ya!
Ada juga boneka yang dimainkan teman,
dan teman itu ingin kita mendekati boneka lain.
Kita tak ingin bermain,
tapi kita lakukan karena teman bermain dengannya.
Kita tak mau diam saja dan biarkan boneka lain sendiri.
Ya.
Jadi karena itulah aku dan lbu akan bercerai.
Monogami itu tak realistis!
Monogami itu tak realistis!
- Lagi! -Monogami itu tak realistis.
Lagi!
23 Tahun Kemudian
Aku tak pernah melakukan ini. lni aneh bagiku.
Aku sangat suka yang ini. Ya ampun!
Astaga! itu kemaluanmu?
Terlalu besar! Kemaluanmu tak berujung.
Kenapa kemaluanmu tak berujung?
Kau pernah meniduri orang? Di mana dia dikubur?
Itu bagai semua pemeran Game of Thrones.
Kemari.
Tahukah kau?
Aku sangat pemalu,
mari lakukan ini dulu agar aku merasa nyaman denganmu.
Ya, baiklah.
- Pemanasan. Aku tahu. -Ya, pemanasan.
- Kau terasa seperti mangga. -Berhentilah bicara. Kau...
Kau membuat abjad saja.
Tetap di atas saja. Semua yang penting ada di atas.
Ya, itu bagus.
Baiklah.
Hei, kau suka itu, bukan?
Amy?
Hei.
Kurasa ini giliranku.
Amy, sungguh, ini giliranku.
Sayang, ingat katamu kau akan...
Baiklah.
Hei, aku Amy. Jangan menghakimi aku!
Aku memang wanita yang seksual, ya? Aku baik-baik saja. Aku memegang kendali.
Ini jelas bukan pengalaman pertamaku.
Kuncinya adalah jangan pernah membiarkan orang menginap.
Aku punya dua tiket untuk Black Keys, Kamis, jika kau mau...
Terima kasih. Sampai jumpa!
Baik, selamat malam.
Baik, sampai jumpa. Selamat malam.
Tampaknya aku memang suka wanita.
Dengar, aku punya pekerjaan bagus dan apartemenku indah,
para teman dan keluargaku baik, dan aku juga punya semacam pacar.
Bukan ini orangnya.
BIOSKOP KOTA VILLAGE EAST
Inilah pacarku. Semacam itu.
Dia menarik, bukan?
Dia baik, tapi dia sangat kekar.
Baik, aku melanggar peraturan menginap. Di mana aku?
Poster Scarface.
Semoga bukan asrama kampus.
Itu dia. Selamat pagi, sayang.
Astaga! Kau tampak bagai malaikat.
-Ini pukul berapa? -Pukul 7.30 pagi.
Aku tak tahu apakah harus membiarkanmu tidur. Atau membuatkan sarapan.
- Aku memilih sarapan. -Di mana aku?
- Kau di Staten Island, sayang! -Apa?
Astaga!
Feri Staten Island KOTA NEW YORK
Apa kabar? Bantu aku. Ayolah.
- Noam, awas. Selamat pagi. -Amy! itu dia, putriku.
Apa yang terjadi? Gereja bubar lebih awal?
Hei! Amy, kau mau ke mana? lni bukan pusat KB.
Astaga. Tidak! Beri tahu aku semua tentang kemarin malam.
Aku melihat Instagrammu. Pria itu sangat tampan.
- Dia seperti Drake berkulit putih. -Tidak.
Dia seperti Gollum Puerto Riko. Aku tak akan membicarakannya.
- Kau harus buang air? -Ya.
Kau dengar hari ini Johnny Depp akan ke kantor?
Ya. Aku tahu.
Kau paling mau bercinta dengan Johnny Depp versi mana?
Versi mana yang paling menarik bagimu?
- Aku tak bisa berhenti pikirkan. - Versi Pirates of the Caribbean.
Aku suka Johnny Depp yang dirias, berambut panjang, hampir tampak feminin.
Bukan sekadar hampir. Dia tampak bagai wanita cantik di film itu.
Ya. Kau suka versi mana?
Aku membayangkan Johnny Depp versi Edward Scissorhands.
Kau bisa dipotong.
Ya, tapi lalu dia akan merasa bersalah sehingga tak mau meninggalkanku.
- Tata rambutku akan bagus. -Ya.
Tapi coba bayangkan? Willy Wonka, itu juga bagus.
- Astaga, benar. -Benar, bukan?
Ya. Aku pasti mau bercinta dengan Johnny Depp versi Willy Wonka.
Baik, anak-anak, perhatikan dengan baik.
Aku mempelajari ide kalian dan inilah pendapatku.
Nikki.
- Kenapa kau tersenyum? -Aku tak tersenyum, hanya sangat gugup.
Berhentilah tersenyum.
Itu bahkan lebih lebar. Nikki.
Semakin aku gugup, semakin aku tersenyum, jadi...
Berhentilah tersenyum.
Hentikan.
Nikki, hentikan. Ayolah. Kurangi, kurangi.
Bagus.
Aku muak akan rambut merahmu yang buruk. Aku tak mau melihat gigimu. Tidak.
- Hentikan itu. Apa ini? -itu pegawai magang baru, Donald.
Kukira kita mendapat wanita, tapi dialah yang ada.
Baik. Donald, selamat datang di S'nuff tempat kami mengajari pria berkehendak kuat
cara berpakaian, berpikir, makan, bercinta. Kau suka majalahnya, Donald?
- Ya, hanya itu yang kubaca. -Jawabanmu bagus.
Lihat, ini hasil kerja kita. Benar? Kita membuat ini.
- Apa sasaran demografi kita? -Semua orang.
- Terima kasih. Kau boleh pergi. -Ya, terima kasih. lni peluang besar.
Baik, beri aku ide. Beri aku banyak ide. Schultz?
Aku membayangkan artikel berjudul "Panduan S'nuff Bermasturbasi di Kantor."
Tempat melakukannya, cara melakukannya, cara agar tak tertangkap.
- Cara agar tertangkap. -itu menjadikannya lebih asyik.
Aku sudah mulai meneliti.
- Bryson? -Baik, aku punya ide.
"Kau bukan homo. Pacar wanitamu lah yang membosankan."
- Bagus. -Ya?
- Hebat! Aku bisa bayangkan. -Terima kasih.
Aku punya ide lain. Mungkin cocok untuk sampul, entahlah.
-"Katamu itu payudara?" -itu bagus. Ya.
Lalu mungkin semacam artikel "Di mana mereka kini?"
seputar anak-anak yang diberi uang ganti rugi oleh Michael Jackson.
Bagus.
- Aku ingin tahu. -itu bagus, ya.
Salah satunya teman hoki esku. Aku bisa minta surel.
Ya, itu bagus.
Baik. Tugasnya.
Schultz, kau tangani artikel Ryan Phillippe.
- Apa? -Ya! Crash itu bagus.
Kupikir akulah yang akan membuat artikel Phillippe.
Tidak. Saat ini keadaan Ryan buruk,
dia akan lebih baik menanggapi pria yang tak menarik atau tak jantan.
Dor! ltulah aku.
Bryson, ada tanda merah di samping namamu.
- Kenapa begitu? -Ya, baik.
Aku mengusulkan dr. Aaron Conners. Dia menangani sebagian anggota Knicks.
Dia dokter olahraga muda dan hebat yang sedang naik daun,
baru membuat alat bantu lutut revolusioner yang mengurangi setengah waktu pemulihan.
Dia akan melakukannya terhadap Amar'e Stoudemire.
Ini pertama kalinya dilakukan terhadap atlet profesional.
Jika diwawancarai, kita bisa dekati para pesohor di dunia olahraga.
LeBron, Durant, Blake Griffin.
Aku pernah dengar. Dia mengobati lutut D'Brickashaw Ferguson?
- Ya. -Ya, dan juga lutut Metta World Peace.
Ya. Thabo Sefolosha berutang seluruh kariernya kepada pria ini.
- Semua itu nama asli? -Apa, Amy? Ada pendapat?
Maaf, aku hanya...
Aku tak tahu kenapa atlet diperlakukan seperti pahlawan
hanya karena bisa meluncur cepat atau menendang bola ke dalam jaring.
Menurutku itu aneh. Jangan tersinggung.
Aku hanya berpikir bahwa olahraga itu konyol,
dan orang yang menyukainya adalah orang lebih rendah.
Juga kurang intelektual.
Bagus. Aku ingin kau menulis artikelnya.
- Apa? -Apa?
- Aku sungguh tak suka olahraga. -Aku tahu. Oposisimu ini sempurna.
Kurasa ini lebih tepat untuk Bryson.
Ya, kurasa lebih tepat untukku. lni ideku.
Ya, ini idemu. Kuserahkan kepada Amy.
Apa maksudmu? Kau menentangku?
- Ini bukan jurnal kesehatan. -Aku bisa buat oposisi, artikel seksi.
Aku menginginkan itu. Kebencian itu. Akan kuserahkan kepada Amy.
- Jangan merajuk. -Aku tak merajuk.
- Ini keputusanku. Kuserahkan kepada Amy. -Baiklah.
- Tapi aku bisa buat artikel seksi. -Apa?
- Apa? -Tidak. Aku tak apa.
Aku hanya bersenang-senang saja.
Nikki, lakukan penelitian
apakah bawang putih membuat rasa mani berbeda.
- Bagaimana aku bisa dapatkan... -Terima kasih.
Kau membuatku terilhami.
Rasanya sama.
Amy.
Aku bukan menghukummu. Apakah terasa begitu?
Tidak, aku menghargai...
No comments yet. Be the first to leave one.