لومړۍ 200 کرښې.
Hentikan mobilnya!
Hentikan mobilnya!
Hentikan mobilnya!
- Berhenti! - Hentikan mobilnya!
Satu-satunya cara keluar dari mimpi buruk
adalah dengan bangun.
Tapi jika kau tak bisa bangun,
mimpi buruk berlanjut.
Saudara dan saudari.
Kita berduka atas kematian saudara kita
yang seiman, keluarga kita, Andrea.
Tapi bagi orang beriman, kematian bukanlah akhir,
melainkan awal dari kehidupan kekal.
Kita berharap akan bertemu lagi dengannya di dalam Tuhan.
Mari kita berdoa bersama untuk Andrea
yang telah meninggalkan kita.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus…
Yeo-jin!
Tidak! Yeo-jin!
Yeo-jin!
Dengan begitu, mimpi buruk menjadi kenyataan lain.
Kenyataan itu
tak akan pernah berakhir…
sampai dia memanggil namaku.
- Di mana? - Sialan, ini sepatu baru.
- Sialan. - Ini menjijikkan.
Kau sudah rundingkan harganya, bukan?
Tentu saja. Memang aku siapa?
Sejuta untuk perawatan dasar, 10,000 won tiap jahitan.
Biaya pengobatan terpisah. Sudah bagus?
Seharusnya lebih mahal karena datang ke sini!
Aku juga tak tahu akan seperti ini!
Jangan cemas. Kurasa kita mendapat banyak hari ini.
Kudengar karena perkelahian antar geng.
Para anggotanya banyak yang terluka.
Ini tempatnya. Ayo.
Cepat!
- Hei, awas! - Jalan. Hei, cepat naik!
Hei, lebih cepat!
Tapi yang di sini
hanya anggota geng penyerang.
- Semuanya? - Ya.
Sialan.
Untuk apa menangkap bawahannya?
Kita harus menangkap pemimpinnya.
Sialan.
Terlihat bagus. Firasatku bagus tentang ini!
Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup.
Baik, pasang taruhanmu.
Baik! Bagus! Pasang taruhan.
Ny. Kim, ayolah. Menangkan ini!
Ya. Tambah taruhannya.
Hajar keparat itu!
Jalan!
Ayo.
Anggota mereka tak mungkin baik-baik saja setelah berkelahi begini.
- Sudah periksa IGD di RS terdekat? - Ya.
Tak ada yang melaporkan pasien yang tampak seperti gangster bertato,
atau memiliki luka berkelahi.
Orang-orang ini
seharusnya saat ini sedang merangkak ke rumah sakit
kecuali…
- Apakah… - Apa?
Benar.
- Yong Pal? - Yong Pal?
- Hei! - Cabut itu!
Yong Pal, berapa total semuanya?
Ini hari keberuntunganmu.
Kakiku.
Kakiku…
- Hati-hati. - Yakinkan dirimu baik-baik saja.
- Astaga. Tidak. - Ambilkan larutan saline. Tuangkan.
Ayo. Terus yakinkan dirimu baik-baik saja.
Cedera ini tidak serius.
Dia bilang ini tak serius. Kau beruntung.
Apa ini?
Saline.
Pelan-pelan saja.
Saline.
Kain kasa.
Dia tak apa-apa.
Kau tampak baik-baik saja.
Hei.
- Kau baik-baik saja? - Aku?
Aku baik. Ini bukan perkelahian pertamaku.
Ada apa?
Aku sehat.
Aku sehat dan kuat.
- Limpa pecah. - Apa yang pecah?
Limpanya pecah saat berkelahi.
Dia bisa mati kehabisan darah.
Baringkan. Ini darurat.
Tapi dia tampak sehat.
Dia akan pingsan! Cepat pindahkan dia!
Apa katanya? Aku?
Hei!
Aku tahu kau dokter gadungan, tapi kau kelewatan
untuk mencari uang tambahan…
Anestesi?
Dia sudah siap.
Masih tak ada pasien mencurigakan?
Tak ada.
Ini jelas pekerjaan Yong Pal.
Bagaimana lagi bisa sama sekali tak ada laporan
dari rumah sakit enam jam setelah perkelahian?
Tapi, siapa itu Yong Pal?
Yong Pal adalah dokter gadungan yang ahli.
Dokter gadungan tetap saja gadungan.
Apa itu dokter gadungan ahli?
Aku tahu.
Dia dokter gadungan yang mengobati gangster diam-diam demi uang.
Katanya kau bisa mati jika pergi ke rumah sakit,
tapi jika Yong Pal merawatmu, kau pasti tidak akan mati.
- Apa? - Ya.
Lelah?
Aku juga sekarat.
Tersisa berapa?
Tersisa tiga yang cuma perlu dijahit.
Ayo tuntaskan lalu pulang.
Ada yang harus kukerjakan.
Aku juga mau istirahat.
Jangan berani curang lagi.
Aku sudah menghitung semua jahitan.
Ayolah. Aku cuma salah hitung satu kali.
Salah hitung?
Yang benar saja.
Sudah kubilang, itu salah hitung.
Kami juga punya etika bisnis. Dasar…
Rentenir punya etika?
Tapi…
berapa sudah kubayar?
Kau pasti lelah.
Pikirkan itu nanti.
Aku akan hitung dan memberitahumu.
Apa sudah kulunasi separuh?
Yong Pal,
kau tahu apa yang paling menakutkan?
Bunga rentenir.
Cukup tahu kau sudah bayar banyak.
LUNAS, BUNGA, KEUNTUNGAN
Sial! Kau membuatku lupa hitungannya.
Aku sudah bertemu banyak orang yang melakukan pekerjaanku.
Kau adalah orang pertama yang meminjam dari rentenir
dan berusaha keras melunasinya.
- Kau luar biasa. - Jangan bicara melantur.
Ayo kita selesaikan.
Fajar sudah dekat.
- Berbaring. - Baik.
Lidokain.
ANESTETIK LOKAL UNTUK PEMBEDAHAN
Yong Pal, kurasa kita kehabisan lidokain.
Kau kehabisan… apa?
Kita kerjakan tanpa lidokain.
Apa itu? Kerjakan tanpa apa?
Anestetiknya habis. Maaf.
Apa?
Kau mau apa? Kau mau dijahit saja?
Atau kau mau tidur selama 30 menit?
Kenapa kau lakukan ini kepadaku?
Berbaring.
Maaf. Ya?
Kami punya banyak pasien hari ini.
Aku sudah minta supaya ditangani lebih dulu.
Kau seorang gangster. Jangan menangis karena hal macam ini.
Apa-apaan? Aku tidak menangis.
Hei, Berandal.
Kau tak akan mati.
Gigitlah sesuatu.
Tunggu, aku belum siap.
Tunggu.
- Satu. - Melayani!
- Dua. - Pasien.
- Satu. - Melayani.
- Dua. - Pasien.
- Lebih kencang! Satu! - Melayani!
- Dua. - Pasien.
- Satu. - Baik. Sudah cukup.
Mari mulai.
Semua sudah di sini?
Dr. Kim Tae-hyun dari tahun ketiga belum tiba.
Apa? Tae-hyun?
Panggil dia.
Sudah ada yang pergi memanggilnya.
Itu dia.
Kenapa telat sekali?
Aku datang sebelum mulai.
- Kau begadang di luar lagi? - Aku tidur di rumah sakit.
Tempat tidurmu kosong. Jangan coba…
Aku pasti sedang ke toilet.
Aku memang tidur di sini.
Bahkan untuk residen tahun ketiga, dilarang mencari sambilan.
- Kau tahu itu. - Aku tahu betul itu.
Itu sebabnya aku belum dipecat.
Berdiri tegak. Kalian lihat apa?
Dasar berandal.
Apa kalian mau kugoreng
atau mau kurendam di saus pedas?
Hei!
Sudah cukup.
Kenapa kalian terus mengulang perilaku kekanak-kanakan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.