لومړۍ 200 کرښې.
Whoa!
Oh! Aneh, bajingan ini kelihatan tak asing.
Bukankah kau bajingan yang dicari-cari bos kami? Hah?
Episode 5
Hey, kawan. Sampai bertemu lagi.
Berapa pil?
Dua pil.
Nona? Kau baik-baik saja?
Apa kau yang menghubungi kami?
Hati-hati...
- Bagaimana dengan penelpon? - Apa?
Apa Park Bong Soo masih hidup?
Bong Soo! Park Bong Soo!
Apa ada orang lain yang diserang?
Haruskah kita kembali ke pos? Atau, haruskah kita terus mencari lagi?
Bong Soo!
Ayah, apa Bong Soo datang ke sana?
Dia tiba-tiba menghilang dan aku tak punya nomor teleponnya.
- Permisi, Nona... - Ayah...
Apa Yoon Hee baik-baik saja?
Tetaplah disamping Yoon Hee. Aku akan segera ke sana.
Oke.
Dimana sih dia?
Apa benar ada penyerangan fisik?
Kau harus bicara denganku!
Tunggu! Anak buahku menghilang.
Lalu, apa ini penculikan? Bukan penyerangan?
Bong Soo! Park Bong Soo!
Park Bong Soo.
Bong Soo!
Park Bong Soo!
Bong Soo!
Park Bong Soo!
Sial...
Park Bong Soo!
Reporter itu tiba satu jam lalu.
Lalu, dia makan malam dengan seorang wanita.
Sekarang, dia mencuci piring.
Sial... Aku lapar.
Aku bertanya-tanya apakah ini rumahnya.
Reporter itu pasti menghasilkan banyak uang.
Rumah ini sungguh...
Sama seperti biasa, kau selalu menyisakan banyak.
Aku selalu murah hati.
Ada banyak sisa karena kakakmu belum muncul.
Kau selalu membuat hidangan untuk satu orang tambahan, kan?
Biarkan saja dia. Pura-pura saja kau tak melihat.
Aku bingung apa aku bisa memberitahumu.
- Anak itu... - Ji Han?
Bolehkah bicara tentangnya?
Apa tidak usah?
Hah?
Jika Ji Han masih hidup...
Kira-kira berapa umurnya? Pekerjaan apa yang dia geluti?
Hal-hal seperti itu... Bolehkah membicarakan itu?
Kak Myung Hee?
Di ulang tahun berikutnya, dia usia 28 dan dia...
Aku tidak tahu pekerjaan macam apa yang akan dipilih anak itu.
Aku tidak tahu apa makanan kesukaannya.
Jika dia masih hidup...
tidakkah kau pikir dia akan menjadi reporter sepertimu atau Gil Han?
Kebanyakan anak-anak mengikuti orang tu...
Ji Han meninggal.
Aku hanya bicara seandainya.
Mana mungkin aku tidak tahu jika dia masih hidup?
Tak mungkin.
Oke, oke.
Mana mungkin seorang ibu tak tahu jika putrinya sendiri masih hidup?
Cukup.
Seorang ibu tak bisa menjalani hidup selama ini setelah menyia-nyiakan hidup putrinya.
Kemudian, anak itu hidup tanpa ibu...
1 tahun.
10 tahun.
20 tahun, 21 tahun, 22 tahun.
Tapi...
jika aku sendiri makan enak, hidup nyaman, dan tertawa dengan riang...
seperti ini...
seperti ini.
Kak. Kak Myung Hee.
Aku salah.
Maaf, maaf. Jangan pikirkan itu. Jangan pikirkan itu.
Kumohon, kumohon! Kak Myung Hee! Kak, Kak Myung Hee!
Kak, Kak Myung Hee! Jangan pikirkan itu!
- Myung Hee! - Kumohon, kumohon!
Myung Hee, kau baik-baik saja?
Myung Hee, sadarlah!
Hyung. Aku salah bicara. Aku hanya...
Tunggu di luar.
Tenangkan dirimu!
Myung Hee, tenangkan dirimu!
Jadi, maksudmu aku tak bisa melindungi ceritaku ataupun narasumberku?
Jadi... bolehkah aku memanggilmu senior?
Kurasa tidak.
Kau ingin aku memberikan ceritaku padamu, Kim Moon Ho.
Kenapa demikian?
Cerita itu mungkin berbahaya sekarang.
Kau tidak menyadari bahaya yang membuntuti cerita ini, kan?
Kau belum mampu menilai situasinya, kan?
Kau tidak tahu persis apa yang telah kau lakukan.
Atau, bagaimana nantinya itu akan berkembang.
Kau tidak tahu, kan?
Aku penggemarmu.
Tidak, aku bisa dibilang fanatik.
Kau menunjukkan cerita tentang...
Aset ilegal Sung Ho Foundation yang memaksa Presdir Lee mengundurkan diri dan...
di manakah itu? Saat kau mengungkap insiden Virginia Josephine. Dan juga...
BM International... kasus penetapan harga saham.
Kau terus menggali cerita itu dan Perdana Menteri dipaksa mengundurkan diri.
Aku melihat itu saat aku masih kuliah.
Beberapa cerita itu, aku hanya menghafalnya.
Kesemuanya itu...
apa benar itu ceritamu sendiri?
Atau, kau selalu mencari reporter yang tak mengerti apa-apa sepertiku?
Dan meminta cerita dan semua data mereka?
Tapi, tunggu... di mana itu?
Medan perang... Irak. Kau benar-benar pergi ke sana, bukan?
Ada seorang gadis dan di tempat itu keluarganya dibantai...
Kau sendiri yang mensyuting dan memotret, kan?
Aku melihat itu dan menganggap itu luar biasa. Aku begitu terharu.
Chae Yeong Sin.
Ya?
Cerita yang kau tulis...
Aku tidak tahu apa kau hanya tidak tahu apa yang kau lakukan atau...
apa kau melakukan hal ini sebagai tindakan keberanian.
Jika kau merasa seolah tak bisa mengatasinya...
datanglah temui aku.
Kau tahu saat kau tak bisa tidur? Kau berpikir tentang segala macam hal.
Aku sudah...
membayangkan begitu banyak, berkali-kali... seperti ini.
Mendapatkan kartu nama langsung dari Reporter Kim Moon Ho.
Itu impianku.
Rasanya melihat dirimu versi muda, Myung Hee.
Tatapan tak tergoyahkan... dan bicaranya itu.
Bagaimana Kak Myung Hee?
Dia baik-baik saja?
Mari kita bicara di dalam.
Apa yang kau katakan pada kakak iparmu?
Apa yang kau lakukan hingga membuatnya seperti itu?
Apa kata Dokter Oh?
Pekan lalu... dia mendapat pemeriksaan, bukan?
Sama seperti biasanya selama lebih dari 20 tahun...
fisioterapis, ahli bedah saraf, psikiater...
kita hanya memutar-mutar.
Kami mendapat banyak obat-obatan baru.
Lalu, apa ini? Kakak iparmu tak mengalami masalah sudah lama.
Dia tidak kejang-kejang dalam beberapa bulan. Dia baik-baik saja.
Beritahu aku.
Aku dihubungi dua bulan lalu.
Makam Ji Han, putri Kak Myung Hee...
harus dipindahkan.
Kau mengatakan itu pada Myung Hee.
Belum.
Aku akan menceritakan itu setelah itu dilakukan.
Sebelum aku cerita padanya...
Aku diberitahu bahwa kuburan itu kosong.
Kuburan itu...
dan peti mati itu tak berisi apa-apa, melainkan hanya batu-batu.
Orang yang mengubur Ji Han di kuburan itu...
bukankah kau, Hyung?
Apa Ji Han benar-benar mati?
Atau... kau telah merenggut kehidupan orang dan menjadikan dia seolah mati...
dan kau bohong pada Kak Myung Hee?
Ji Han sudah mati.
Bagaimana jika dia masih hidup?
Dia sudah mati.
Sangat berat bagi Myung Hee menerima kematiannya.
Kau tahu betapa sulit baginya untuk terus bangkit dan menjalani hidupnya, kan?
Jadi...
Ji Han tak boleh hidup.
Dia tak boleh hidup?
Apa sebenarnya maksud perkataanmu?
Jika dia masih hidup?
Apa maksudmu kau akan membunuhnya?
Kenapa kau bicara seperti itu?
23 tahun lalu...
Apa seperti itu juga saat itu?
Apa itu sebabnya kau menghabisi Gil Han?
Karena dia tak boleh hidup?
Kau ingin mendengar lagi tentang bencana hari itu?
Apa kau perlu mendengarnya lagi?
Apa itu sekedar bencana?
Begitukah?
Jika kau tahu yang sebenarnya, apa yang akan kau lakukan?
Hyung!
Tak mengetahui sekarang... atau mengetahuinya nanti...
Apa yang akan berubah?
Tak ada yang bisa kau lakukan.
Apa yang telah kau lakukan?
Apa yang telah kau lakukan pada mereka?
Sama seperti yang kau curigai.
Apa yang kucurigai?
Kau tahu segalanya mengenai aku.
Kecuali ada satu hal.
Apa kau berpikir...
bahwa aku tak pernah membaca...
sebuah novel seperti Arch of Triumph?
Kau tahu segalanya yang terjadi di ruangan ini.
Namun, kau...
tak melakukan apa-apa terkait hal itu.
Kau tak pernah menghentikanku.
No comments yet. Be the first to leave one.