د خپرونې معلومات

Love is Drop by Drop E004-013 Webrip
د لخوا تبصره indri danti22
credit to Viu

تګونه

webrip
web
BRip
په خپور شو: 2016-12-28
ډاونلوډونه: 8
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Episode 4"

Minumlah ini.

Kamu yakin tidak ada yang melihat?

Pria itu...

Dia tidak meninggal, bukan?

Bagaimana jika...

Bagaimana jika dia meninggal?

Manusia tidak meninggal semudah itu.

Dia tidak meninggal, bukan?

Jangan memikirkan apa-apa, istirahatlah saja.

Kamu akan membantuku, bukan?

Aku akan bertanya sekali lagi.

Kamu tidak mau

menyerahkan diri?

Tidak, tidak akan.

Aku takut.

Kalau begitu, tenanglah

dan dengarkan baik-baik.

Tidak ada yang terjadi malam ini.

Lupakan kecelakaan itu.

Aku akan menangani semuanya.

Caranya?

Aku belum tahu,

tapi

jika kamu tidak berani kembali,

maka kita harus melupakannya.

Aku akan memercayaimu.

Tidurlah.

Tetaplah bersamaku.

Aku takut sekali. Aku tidak mau sendirian.

Baiklah.

Aku akan menemanimu. Tidurlah.

Dia baru berusia 22 tahun.

Aku tidak rela dia menghancurkan hidupnya karena satu kesalahan.

Aku harus berjuang demi dia.

Sudahlah.

Sampai kapan kamu akan memegangi itu?

Hei, ponsel itu sudah mati. Tidak akan hidup kembali.

Kukira ponsel ini akan hidup lagi.

Maafkan ibu.

Ibu mau menyimpannya untukmu, tapi ibu menjatuhkannya ke air.

Tidak apa-apa. Itu tidak sengaja.

Sebenarnya, ibumu...

Ini. Makanlah camilan.

Ibu akan membelikanmu ponsel baru.

Aku akan membawanya ke tempat perbaikan dahulu.

Kenapa tidak membeli yang baru saja?

Kamu sudah berusaha keras untuk ujianmu.

Ibu akan membelikannya sebagai hadiah.

Aku belum mencatat nomor-nomor teleponnya.

Ada seseorang yang harus aku telepon.

Siapa yang harus kamu telepon?

Teman-temanku.

Aku lelah. Aku mau ke kamar.

Sudah malam. Sebaiknya kita tidur.

Baiklah.

Nak, kamu sudah bekerja keras.

Karena ujian sudah selesai, kamu bisa tidur nyenyak.

Ya, Ayah.

Selamat malam. - Selamat malam.

Bang Wool.

Ujiannya sudah selesai.

Ayo berdoa semoga hasilnya bagus.

Dong Joon, kamu punya kekasih, ya?

Bagaimana Kakak bisa tahu?

Jadi, kamu punya kekasih.

Apa?

Kakak hanya penasaran

karena kamu berusaha keras memperbaiki ponsel itu seharian ini.

Kakak benar.

Siapa dia? Teman sekelas? Apa dia cantik? Berapa umurnya?

Nanti kuberi tahu.

Astaga.

Kakak kira kamu selalu belajar.

Kapan kamu punya waktu untuk berkencan?

Itu rahasia, ya?

Ujian sudah selesai. Kenapa kamu merahasiakannya?

Kami berjanji tidak akan menelepon sampai hasil ujiannya keluar.

Apa kalian Romeo dan Juliet? Kenapa tidak saling menelepon?

Tekan saja tombolnya dan kamu bisa mendengar suaranya.

Dia sangat pengertian.

Dia malah menyuruhku belajar daripada terganggu olehnya.

Astaga.

Kamu pasti sangat menyukainya.

Kamu tampak sangat bahagia saat membahas tentangnya.

Ya, aku sangat menyukainya.

Ponselnya tidak boleh diperbaiki.

Tetap saja, kenapa kamu sengaja menjatuhkan ponselnya ke air?

Kamu berbohong di hadapannya.

Astaga, kamu bisa menjadi aktris.

Aktingmu hebat.

Aku tidak punya pilihan.

Aku tidak mau Dong Joon tahu bahwa aku menghapus pesan-pesannya.

Tetap saja, kamu tidak boleh merusakkan ponselnya.

Entahlah, aku pusing.

Karena inilah kebohongan selalu bertambah besar.

Katakan saja yang sebenarnya.

Tidak, itu memalukan.

Seharusnya dari awal kamu jangan mengutak-atik ponselnya.

Rasa sayangmu terhadap anakmu terlalu berlebihan.

Astaga.

Kenapa gadis bernama Bang Wool itu datang jauh-jauh ke Seoul?

Dia siapanya Dong Joon?

Firasatku buruk tentang ini.

Pukulan bagus.

Sudah lama aku tidak bermain.

Kamu masih hebat.

Ibu kira kamu sungguh kehilangan sentuhanmu.

Presdir Moon akan patah semangat melihat permainanmu akhir pekan ini.

Aku dengar putrinya keras kepala walaupun cantik.

Aku butuh gadis yang pintar, agar punya anak yang pintar.

Kamu terlalu pemilih.

Orang berpikir putri Presdir Moon adalah pilihan yang bagus.

Kamu akan kencan buta dengannya karena dia menyukaimu.

Ibu dengar kalian bertemu di ulang tahun orang di Amerika.

Sepertinya kami sempat menyapa, tapi aku tidak begitu ingat.

Aku tidak biasa menghadiri pesta anak-anak orang kaya.

Mulai sekarang, harus.

Ibu tahu kamu sibuk belajar di Amerika, tapi ingat.

Memperluas jaringan adalah kunci utama dalam berbisnis.

Aku harus terbiasa dengan perusahaan dahulu.

Ibu suka semangatmu, tapi jangan bekerja terlalu keras.

Kamu selalu bergadang setiap malam.

Jangan khawatir. Aku baik-baik saja.

Ini menyenangkan.

Bermain golf bersamamu dan akan bekerja bersama.

Aku pastikan Ibu lebih bahagia daripada sebelumnya.

Kamu sudah membuat ibu cukup bahagia.

Kamu sudah melakukan segalanya sendiri dengan sangat baik.

Ada lagi yang ingin aku tunjukkan kepada Ibu.

Aku harus mengelola perusahaan dan menikahi gadis yang Ibu suka.

Selain itu, aku harus memberi Ibu cucu yang pintar.

Astaga.

Baiklah, ibu akan menantikan itu.

Silakan, Bu. - Baiklah.

Ayah, maafkan aku.

Andai saja aku tidak ke Seoul...

Ini semua salahku.

Semua karena aku.

Maafkan aku, Ayah.

Aku tidak pantas menangis.

Bang Wool.

Paman menemukan sesuatu.

Apakah ini milikmu?

Bukan, aku belum pernah melihat ini.

Ayahmu memegang ini di tangannya saat dia meninggal.

Entah apakah ini untukmu

atau ini bukti kecelakaan itu.

Apa kata polisi?

Tidak ada jejak yang tertinggal karena saat itu hujan sangat deras.

Mereka kesulitan menyelidikinya.

Paman akan memberikan ini ke polisi karena mungkin bisa membantu.

Baiklah.

"Kecelakaan Tabrak Lari Daechun Menewaskan Seorang Pria 46 Tahun"

Dia tewas.

Seberapa parah sakitnya?

Jika dia harus kembali dari... - Dia sedang tidur.

Kamu sudah bangun.

Coba ayah lihat.

Astaga, dia demam.

Kenapa dahimu?

Aku menabrak sesuatu.

Young Bae seharusnya menjaganya. Apa yang dia lakukan?

Dia akan punya bekas luka di dahinya.

Astaga.

Pakaikan salep.

Baiklah, aku akan memakai salep.

Nanti kamu terlambat bekerja.

Aku punya obatnya. Dia akan sembuh setelah istirahat.

Kamu bisa ikut dengan ayah ke rumah sakit.

Aku ingin di rumah.

Jika dia semakin parah, bawa dia ke rumah sakit.

Baiklah.

Tetap di sini.

Jaga dia.

Baiklah. - Astaga.

Gawat.

Pria itu tewas.

Benarkah?

Aku melihat beritanya.

Aku harus bagaimana?

Kita tidak boleh membuang waktu.

Pria malang itu tewas.

Tidak ada kamera pengawas. Pelakunya sulit ditemukan.

Apa ada kecelakaan?

Tabrak lari.

Malam itu hujan, jadi, tidak ada bukti tertinggal.

Orang mati tidak bisa memberi tahu apa pun.

Panggilan Anda sedang dialihkan...

Ponselnya masih dimatikan.

Jika dia datang jauh-jauh ke Seoul, pasti terjadi sesuatu.

Halo, ini Dong Joon. Aku sering makan di restoranmu.

Ya, ujiannya berjalan lancar.

Apa Bang Wool ada di restoran? Aku tidak bisa menghubunginya.

Apa?

Ayahnya Bang Wool?

Ya, baiklah.

Kenapa kamu tidak keluar untuk makan siang?

Aku akan kembali. - Kamu mau ke mana?

Apa...

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left