لومړۍ 200 کرښې.
Kamu punya anak juga, bukan?
Menurutku
memisahkan Pak Dirut dari ibunya adalah hal keji.
Bukan begitu?
Jika kamu menyayangi anakmu,
kamu harus menjaga anakmu bukannya bepergian dengan pria.
Itu sesuatu yang tidak mengenakkan untuk didengar dari ibu kolega.
Aku bisa lebih buruk dari ini.
Kamu ibu tunggal
yang tidak berpendidikan.
Kamu bahkan tidak punya orang tua.
Tidak ada satu pun dari dirimu yang bisa diterima oleh Pimpinan.
Tapi beraninya kamu menggoda Pak Dirut?
Jika kamu membuat Pimpinan menangis karena hal yang kamu sebut cinta,
pada akhirnya, kamu akan menangis darah.
Orang bilang anak yang menanggung kesalahan orang tuanya.
Apa kamu tidak takut anakmu menanggung kesalahanmu?
Aku lebih suka Pimpinan yang bicara langsung kepadaku, bukan Anda.
Anda mengatakan itu karena Anda terlalu menyayangi Nona Han.
Tapi aku tidak perlu mendengarkannya dari Anda.
Pak Dirut.
Kenapa tidak menjalani pemeriksaan? Kamu membuat ibumu khawatir.
Kulihat Anda mau menemui Dokter Han. Silakan masuk.
Apa kamu membawa dokumennya?
Ini.
Maaf, aku lupa membawanya.
Apa kamu tahu Bang Wool juga kemari?
Benarkah?
Aku tidak tahu.
Aku melihat Pak Dirut
dan Bang Wool bergandengan. Itu membuatku sangat kesal.
Melihat mereka bersama pasti membuat Chae Rin sangat kesal.
Itu membuatku membenci Bang Wool.
Jika kamu sangat membencinya, kamu harus bicara dengannya.
Tentu saja.
Dia sangat tidak sopan.
Dia bilang lebih memilih dimarahi Pimpinan, daripada aku.
Dia melawan dan memelototiku.
Dia mungkin merayu Woo Hyuk karena dia wanita tidak baik.
Dibandingkan dengannya, Chae Rin terlalu baik dan naif.
Bagaimana Chae Rin bisa menang dari wanita seperti itu?
Jika Chae Rin bukan tandingannya,
bujuk dia agar merelakan Woo Hyuk.
Tidak.
Entah dengan yang lain, tapi aku tidak rela
Pak Dirut bersama Bang Wool.
Aku mencoba menghentikanmu, tapi kurasa itu hanya memperburuk.
Hasilnya bagus, bukan?
Berapa kali kamu harus bertanya?
Tidak ada masalah. Apa kamu merasakannya?
Detak jantungku normal.
Aku sangat mencemaskanmu.
Karena itu, aku tidak memberitahumu tentang jantungku.
Sekarang, kamu akan khawatir walaupun aku sakit sedikit saja.
Tetap saja, kamu tidak boleh merahasiakannya dariku.
Aku harus tahu agar aku siap jika keadaan darurat
dan membuatkanmu makanan yang sehat.
Berkat kamu, jantungku akan menjadi sangat kuat.
Karena aku akan diberi makan dengan sangat baik.
Jantungku tidak boleh terlalu kuat.
Jantungku berdetak kencang setiap kali melihatmu.
Bagaimana jika semakin kencang?
Astaga.
Ayo pergi.
Ya, Dokter.
Woo Hyuk menjalani pemeriksaan hari ini. Apa dia memberi tahu Anda?
Tidak, dia tidak memberitahuku.
Bagaimana keadaannya?
Dia tidak memberi tahu Anda, ya?
Aku menelepon karena kukira Anda akan khawatir.
Sebenarnya,
kondisinya sedang tidak baik.
Apakah ada masalah?
Jantungnya tidak berfungsi normal.
Jika kondisinya tidak membaik,
itu akan mengakibatkan penolakan imun, maka dia harus berhati-hati.
Mungkinkah penolakan imun terjadi meski telah beberapa tahun?
Itu mungkin terjadi jika dia tidak menjaga dirinya.
Dia harus menghindari stres atau minum terlalu banyak.
Tolong katakan itu kepada Woo Hyuk.
Ya, aku akan memberitahunya.
Kurasa Anda juga harus tahu.
Baiklah. Terima kasih sudah meneleponku.
Kuharap kamu memulangkan Woo Hyuk.
Kukira kamu tahu semuanya,
tapi kurasa tidak.
Apa katamu?
Kamu bisa tahu sendiri.
Kamu memulangkannya atau tidak?
Itu bukan urusanmu.
Aku lelah berurusan denganmu dan ibumu.
Kamu bertemu dengan ibuku?
Tanya saja kepada ibumu.
Entah apa yang kamu katakan kepadanya,
tapi dia sudah keterlaluan. Perkataannya menyinggung.
Aku diam karena aku menghormatinya.
Apa maksudnya?
Dia harus menjelaskan.
Kenapa dia mengungkit hal itu?
Maaf.
Aku membuatmu menunggu.
Aku harus selalu menunggu jika klien pentingku terlambat.
Apa? Astaga.
Kamu menjadi sombong setelah menjadi pengacara.
Apa kamu sudah membawa tuntutan bandingku atas tuntutan ganti rugi?
Ya, aku sudah meninjaunya.
Siapa Nona Eun yang ingin kamu bela melawan perusahaan ini?
Dia wanita yang kucintai.
Yang dikatakan artikel itu benar.
Ya.
Apa yang akan terjadi jika aku mengajukan banding?
Bukankah sebaiknya bernegosiasi dengan ibumu?
Jika kamu menuntut ibumu, yang merupakan pimpinan,
itu akan merusak reputasi perusahaan ini.
Itu akan menjadi tuntutan melawan Bang Wool.
Aku akan mendukungnya secara diam-diam.
Kamu yakin ingin mengajukan tuntutan?
Mustahil untuk berkomunikasi dengan ibuku.
Baiklah, akan kupersiapkan.
Ini tidak akan terjadi,
tapi walaupun kamu kalah, uang ganti rugi itu akan dikurangi.
Tolong usahakan.
Kamu salah satu pengacara sukses yang kukenal.
Begitu kamu mengajukan tuntutan, keadaan bisa sangat kacau.
Cobalah bicara dengan ibumu. Berdamai itu lebih baik.
Baiklah.
Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Keadaan tampaknya tidak memihak putrimu.
Apa maksudmu?
Tidakkah putrimu memberitahumu Pak Dirut berada di rumah Nona Eun?
Memangnya kenapa?
Mereka tinggal bersama.
Pimpinan tidak mencarinya.
Bagaimana jika wanita itu hamil?
Putrimu akan ditinggalkan.
Gang Ja.
Kenapa kamu mengatakan ini kepadaku?
Bukankah seharusnya kamu melakukan sesuatu?
Kamu sangat ingin putrimu bersama dengan Pak Dirut.
Kenapa kamu diam saja?
Aku sudah pusing.
Tolong pergilah.
Kamu jahat sekali.
Aku perhatian kepadamu.
Karena aku sudah di sini,
berikan aku perawatan rambut yang mahal.
Pak Dirut, apa yang terjadi?
Apa kamu sudah mau pulang?
Ya.
Ayo pulang bersama.
Duduklah di belakang.
Berikan kuncinya. Biar aku yang menyetir.
Tidak usah.
Biar aku yang mengantarmu karena aku menumpang di kamarmu.
Aku akan mengantarmu dengan selamat, jadi, naiklah.
Aku akan merasa tidak nyaman.
Astaga.
Anggap ini sebagai pembayaran sewa.
Naiklah, Bang Wool.
Pak Kang.
Santai saja. Kamu tampak tegang.
Rasanya canggung duduk di belakang mobil Anda.
Kamu mau permen karet?
Terima kasih.
Aku yang menyetir, kenapa kamu menawarkan dia duluan?
Urutan tidaklah penting.
Ini, Woo Hyuk.
Jika dipikirkan,
ingat saat kita ke Daecheon untuk melihat udang putih?
Aku sangat kecewa saat itu.
Saat kita ke Daecheon?
Lihat? Kalian tidak ingat.
Di perjalanan menuju Daecheon,
kamu menghalangi sinar matahari untuk Pak Kang dan memberi permen.
Aku ingat.
Saat itu, aku merasa aneh dengan kedekatan kalian.
Aku tidak menyangka kalian tinggal satu rumah.
Aku tidak pernah menyangka kalian akan berpacaran,
dan aku duduk di belakang mobil Anda.
Kamu berusaha melucu, ya?
Ya.
Itu tidak lucu sama sekali.
Ibu. Apa Ibu bertemu dengan Bang Wool hari ini?
Dia di rumah sakit saat Pak Dirut menjalani pemeriksaan.
Dia bersikap seolah-olah dia istrinya.
Kenapa dia ke sana bersamanya?
Apa dia mengatakan sesuatu kepadamu?
Dia berkata itu bukan urusanku. Dia muak berurusan dengan kita.
Kini dia arogan karena bersama Pak Dirut.
Aku terpaksa melihatnya setiap hari. Bayangkan bagaimana perasaanku.
Kini Ibu mengerti kenapa aku ingin menembaknya dengan senapan angin.
Ibu sudah memutuskan hari ini.
Jangan biarkan Bang Wool merebut Pak Dirut darimu.
Jika itu terjadi, ibu akan kehilangan harga diri.
Bagaimana hasil pemeriksaan Woo Hyuk?
Jantungnya tidak berfungsi dengan baik.
Apa Pimpinan tidak melakukan apa-apa?
Apa maksudmu?
Aku menakutinya
dengan berkata sesuatu akan terjadi jika anaknya tetap dengan Bang Wool.
No comments yet. Be the first to leave one.