Tokyo Love Story

Tokyo Love Story

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

1 فصل

د خپرونې معلومات

Tokyo Love Story EP11 1080p NF WEB-DL AAC2 0 H 264-MagicStar id
د لخوا تبصره koleksifilmserial
terjemahan manual dengan bahasa santai sehingga mudah dipahami https://t.me/koleksifilmserial

تګونه

webdl
په خپور شو: 2025-03-19
ډاونلوډونه: 104
د اوریدلو معیوبیت: No
FPS: 29.97

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kanchi.

Ini tempatnya, kan?

Ini kampung halamanmu, kan?

Iya.

DITULIS OLEH FUMI SAIMON

KANJI NAGAO RIKA AKANA

Kamu tiba-tiba menghilang,

jadi semua orang khawatir.

Syukurlah namamu masih ada di sini.

Sudah berapa tahun berlalu?

Sepuluh tahun.

Atau mungkin dua belas tahun.

Hari kelulusan kita waktu itu.

Saat kamu masih benar-benar imut.

Maaf ya, sekarang udah nggak imut lagi.

Kira-kira namaku bakal bertahan di sini sepuluh atau dua puluh tahun lagi nggak, ya?

Kayaknya sekolah ini bakal ditutup musim semi nanti.

Sekolah ini bakal hilang?

Kemungkinan besar bakal dihancurin.

Tapi nggak apa-apa. Ini tetap ada di ingatanku.

Namaku sempat ada di samping namamu, walau cuma sebentar.

Kita harus

setidaknya kasih kabar ke semua orang. Mereka semua khawatir.

Kamu juga khawatir, Kanchi?

Tentu saja.

Kenapa?

Apa?

Kenapa kamu khawatir?

Apa kamu masih ada urusan dengan mantan pacarmu?

Aku cuma bercanda. Ayo, ajak aku keliling tempat ini.

Tunjukkan kampung halamanmu.

Tepati janjimu.

Meskipun sekarang situasinya sudah berbeda.

Tapi janji tetaplah janji.

Iya?

TK MOTOAZABU

TERIMA KASIH, PARA GURU

Akhir-akhir ini udaranya mulai hangat.

Hampir masuk musim semi.

Pacar musim semimu mungkin sekarang lagi di Ehime.

Satomi,

kenapa kamu membiarkan Nagao pergi?

Dia mungkin nggak akan kembali lagi padamu.

Nggak apa-apa. Keputusan ada di tangan Nagao sekarang.

Kamu yakin?

Kadang seseorang harus bersabar.

Kita harus ngerti hal kayak gitu di usia 24 tahun?

Kita ini sudah 24 tahun.

Hei.

Nggak apa-apa bolos kerja?

Kamu sendiri yang manggil aku.

Hari ini aku cuma perlu persiapan buat kelulusan.

Oh, gitu.

Nih.

Setiap kali aku kepikiran sesuatu,

aku datang ke sini buat menenangkan diri.

Kamu kira aku lagi sedih?

Tentang Nagao.

Makasih.

Haruskah kamu ada di sini, Mikami?

Apa?

Haruskah kamu nongkrong sama mantan pacarmu?

Pacarmu bisa cemburu, lho.

Nggak mungkin.

Lagian, aku sendiri pernah ngalamin itu.

Mungkin sekarang dia lagi liatin foto kalian berdua,

sambil nangis di kasur.

Dia udah nikah.

Mungkin sekarang dia lagi di Australia

foto bareng koala.

Oh, gitu.

Kira-kira Nagao udah ketemu Rika?

Kalau kamu mau nangis, kasih tahu aku.

Aku bakal hibur kamu.

Aku nggak akan nangis lagi.

Aku udah nangisin kamu sampai habis, jadi sekarang udah nggak ada air mata lagi.

Gitu ya.

Beneran udah nggak ada?

Sekarang kita bisa ketawa dan ngobrol bareng.

Apa? Kamu bilang sesuatu?

Dasar nggak peka.

Coba aja sendiri.

Dan

hal yang paling bikin kita bersemangat sepanjang tahun

adalah topan.

Kalian semangat gara-gara topan?

Sungai ini sampai meluap,

sirine berbunyi di seluruh kota.

Orang-orang dewasa pada panik,

tapi kita malah senang banget.

Kita taruh topi jerami di bunga matahari,

terus main dari pagi sampai malam.

Oh gitu ya.

Semua anak di kota ini berteman.

Aku iri.

Aku sering pindah-pindah sekolah.

Oh, iya juga.

Aku nggak pernah ngerasain pindah sekolah.

Kadang belum sebulan

udah harus bilang "senang kenal" lalu "selamat tinggal".

Perpisahan terus-menerus.

Lama-lama jadi biasa?

Nggak pernah bisa terbiasa.

Setiap perpisahan tetap terasa menyakitkan.

Makanya,

aku selalu berusaha menikmati setiap momen bareng teman-teman.

Kadang aku mikir, "Apa aku tersenyum

waktu terakhir kali berpisah sama dia?"

Mungkin aku nggak akan ketemu mereka lagi,

jadi aku ingin selalu tersenyum.

Itulah yang aku percaya.

Dingin banget.

Bau kamu, Kanchi.

Apaan sih?

Nanti aku cuci, deh.

Ayo kita berdoa.

Itu stasiun, ya?

Bukan, stasiunnya di sana, jadi nggak kelihatan dari sini.

Jadi kamu ninggalin kota ini buat ke Tokyo, ya?

Iya.

Gimana Tokyo?

Ada sisi baik, ada sisi buruk.

Mungkin aku lebih cocok hidup di sini.

Tapi aku juga suka Tokyo.

Pernah kepikiran buat balik?

Hah?

Balik ke masa kecil, main petak umpet, nangkap kumbang,

pura-pura jadi penjelajah,

dan senang tiap ada topan.

Pernah kepikiran buat balik ke masa itu?

Kenapa tanya gitu?

Gimana ya…

Aku banyak belajar dari orang-orang yang aku temui,

dari cerita mereka, dari pengalaman mereka.

Semua itu membentuk aku yang sekarang.

Aku nggak bisa melupakan

semua orang yang pernah aku temui.

Aku termasuk juga?

Iya.

Syukurlah.

Rika.

Ya?

Kamu mau ngapain sekarang setelah nolak pindah tugas?

Kamu masih punya waktu buat berubah pikiran.

Aku juga udah ngomong sama Manajer Waga.

Eh, rumahmu ke arah mana?

-Ada apa? -Aku buang semuanya.

-Buang apa? -Semuanya.

Aku ke sana, lalu langsung pulang pakai pesawat yang sama.

Terus suamimu?

Dia nangis.

Orang tuamu?

Mereka juga nangis.

-Jangan ketawain aku. -Aku bakal ketawa.

Kamu jahat.

Sama jahatnya kayak kamu.

-Apa? -Nggak ada.

Nih.

-Kita ke sana yuk. -Boleh.

Kanchi.

Kamu ke sini...

buat ngebujuk aku pergi ke Los Angeles?

Sebagian iya,

tapi bukan cuma itu.

-Aku pergi. -Apa?

Aku pergi.

Aku bakal ke Los Angeles. Udah final.

Aku bisa lihat dari wajahmu.

"Kamu bukan yang spesial lagi."

Aku akan ke Los Angeles.

Aku bakal menyimpan perasaanku buat kamu dalam-dalam di hati.

Jangan pasang wajah begitu saat aku mau mulai sesuatu yang baru.

Jangan kelihatan sedih gitu. Angkat kepalamu.

Oh iya, kita rayakan aja petualangan baruku. Yuk, bersulang!

Aku lihat ada restoran di dekat sini.

Kayaknya nggak ada sampanye sih. Aku beliin bir aja ya.

Hei.

Aku bakal balik sebentar lagi.

Rika.

Jangan terlalu keras sama dirimu sendiri.

Kamu juga, Kanchi.

Aku tunggu di stasiun.

Aku lihat jadwal tadi,

ada kereta datang jam 4:48.

Itu satu jam lagi.

Kalau kamu berubah pikiran, temui aku di sana.

Kalau nggak, aku bakal pergi aja.

Ini permintaan terakhirku.

Dadah.

Jam 4:48.

Aku pengen ketemu kamu lagi, jadi aku nggak bakal bilang selamat tinggal.

STASIUN UMEZUDERA

Maaf.

Permisi. Itu tadi kereta jam 4:48, kan?

Iya, benar.

Um...

Um... Apa Anda lihat seorang cewek pakai mantel putih?

Mantel putih?

Iya, dia ada di sini?

Dia tadi berdiri di situ.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left