لومړۍ 200 کرښې.
[Kejadian berikut adalah karya fiksi. Nama, perilaku, dan tindakan karakter tidak terkait dengan institusi, organisasi, atau profesi apa pun, dan dibuat hanya untuk tujuan hiburan. Penonton diharapkan bijak]
Jelek banget hasil kuteknya!
Duh, cengeng banget sih kamu.
- Kenapa enggak ke salon kuku aja? - Mereka...
Hei!
Aku harus...
- Hei! Jangan dorong! - Kuku aku harus kering dulu.
Tiuplah biar kering.
Ayolah. Enggak bakal bikin kering.
Kalian masih simpan koran?
Jadul banget!
Oh, ini koran lama Ayah.
Kami bingung mau taruh di mana,
jadi kami taruh sini dulu.
Wah, kalian ingat berita utama ini?
Hei, aku ingat!
Itu berita besar.
Seorang gadis menyelinap ke sekolah dan mencuri komputer.
- Lalu dia menusuk seorang guru sampai mati. - Oh...
Dia lalu menunggu polisi datang dan menangkapnya.
Seram sekali.
Siapa namanya lagi?
'Claire 19 Tusukan.'
Ya, benar yang itu.
- Cantik! - Sudah kamu foto?
Sudah!
Oh, aku harus hapus cat kukunya.
Harus menyuapi ayahku,
Aku enggak mau ada cat kuku di makanannya.
Oke.
Hei, Bell.
Si Claire 19 Tusukan akan menghapus cat kuku untukmu!
Dah, Ayah.
Kami pergi dulu.
Tidak apa-apa, Auay.
Biar aku yang urus.
'Petch Pra Uma.'
Nah, sampai mana kita tadi?
"Rapin menarik napas pelan dan dalam.
Dia mengambil obor,
mendekatkannya pada pelindung senapan.
Satu tangan siap menyorotkan sinar ke depan dengan satu jentikan sakelar,
sementara tangan yang lain
bersiap di pelatuk."
Kenapa berhenti?
Aku lagi tegang-tegangnya.
Kita akan kembali setelah istirahat singkat.
Rapin Praiwan harus makan dulu!
Toga aku sudah datang.
Setelah makan,
bagaimana kalau aku ganti baju, dan kita foto bersama?
Ayah!
Putri cantik Ayah di sini.
Permisi ya, Yah.
Tidak apa-apa.
Kamu terlihat luar biasa hari ini.
Bagaimana Ayah bisa ada di halaman belakang?
Siap?
Sekali lagi?
10 kali lagi, dong.
Bisa 10 foto lagi?
Bisa.
Selamat, ya.
Kamu tidak perlu memberiku ini.
Jangan terlalu sungkan.
Ini cuma kalung, enggak mahal.
Dengan kamu membayar uang kuliahku,
Aku tidak tahu bagaimana bisa membayarmu,
apalagi biaya jasa Auay.
Sini. Biar kupakaikan untukmu.
Hei, Top!
Selamat datang, Bro!
Ini Tang, pacarku.
Hai.
Ini Dream.
Ini Bell,
- Pacar Top. - Dia pacarku.
Duduk aja langsung.
Oke! Minum!
Untuk Bell!
Selamat!
Kasih gelas sloki kamu kalau mau tambah!
Oke, oke!
Gimana menurutmu teman-temanku?
Mereka asyik.
Kamu suka mereka?
Hei, kalian!
Ayo dansa di depan.
Ayo!
- Top, kamu dansa aja. - Kumohon.
Ayo dansa denganku. Sekali aja.
Ayo!
- Ayo. - Aku enggak jago dansa.
Cepat!
Cuma buat senang-senang.
Ayo.
Hei, Bro!
Top!
Kamu mabuk berat.
Kunci mobilnya...
Biar aku pegang dulu.
Aku ke kamar mandi dulu, ya?
Mm.
Mau kutemani?
Enggak usah.
Dansa aja sama teman-temanmu.
- Aku bisa ke sana sendiri. - Oke.
Halo?
Hai, Ayah.
Kamu di mana?
Suaramu menggema sekali.
Aku di klub malam.
Top membawaku ke pesta kelulusan.
Mm. Jangan pulang telat, ya?
Aku akan segera pulang.
Jangan khawatir, Ayah.
Aku sayang Ayah.
Mm.
Ayah juga sayang kamu, Nak.
Beam!
Di mana Top?
Aku segera kembali, oke?
Beam, di mana Top?
Aku kembali nanti.
Halo, Bell.
Kamu di mana?
Seseorang menelepon polisi melaporkan klub ini.
Kami semua di luar.
Kamu harus...
Temui aku di mobilku.
Pergi secepat mungkin!
Di mana kunci mobilku?!
Kunci mobilnya ada padaku.
Top! Cepat!
Lenganku sakit sekali!
Ayo!
Lewat sini!
Top?
Tasku penuh narkoba.
- Hah?! - Aw!
Bagaimana bisa?!
Aku tidak tahu.
Apa yang harus kulakukan?
Seseorang pasti memasukkannya
saat kamu ke kamar mandi.
Kamu mau aku bagaimana?
Haruskah kuberikan ke polisi?
Tunggu, Bell.
Kurasa itu bukan ide bagus.
Lalu aku harus bagaimana?!
Tenangkan dirimu.
Biar aku berpikir sebentar.
Top!
Tahan.
Beri aku waktu sebentar.
Aku kembali!
Lihat aku.
Ayo, kawan!
Rencananya begini.
Buang saja.
Itu ada di tas tanganmu.
Jika tidak kamu buang,
kamu akan dalam masalah besar jika polisi tahu.
Bagaimana kamu akan menjelaskan diri?
Hei, Nona.
Apa yang kamu lakukan?
Sersan,
- geledah semuanya. - Siap, Pak!
Letnan...
Itu bukan milikku.
Lalu milik siapa?
Itu bukan milikku.
Seseorang memasukkannya ke tasku.
Sungguh, itu bukan milikku.
Bagaimana mungkin, hah?
Hanya ada kamu di sini.
Bagaimana bisa itu bukan milikmu?!
Itu bukan milikku.
- Sersan, tangkap dia. - Top!
Top! Tolong aku!
Top!
Bell!
- Bell! - Top, ke sini!
- Lepaskan! - Sialan, Top!
- Top! - Sini!
Tangan di belakang.
Top!
- Tolong dengarkan aku! - Tangan di belakang.
- Top! - Top, dengarkan aku.
Tenang.
Diam di tempat.
Top!
Jalan!
Apa yang kamu tunggu?
Cepat! Ayo!
Jalan!
Cepat.
Ayo! Jalan!
Kubilang jalan!
Kenapa lambat sekali?!
No comments yet. Be the first to leave one.