لومړۍ 200 کرښې.
- Diterjemahkan oleh Nazaret Setiabudi --
Celaka!
Astaga, maaf! Itu benar-benar spontan.
Tidak!
Tidak!
Yang benar saja!
Nate!
Ayo. Aku memegangmu.
Tolong, aku jatuh!
Aku memegangmu. Ayo.
- Astaga! - Jangan berisik. Hei.
Kau tidak mengerti "tunggu aku"?
- Kataku aku ikut. - Baiklah.
Kita mencari pameran Zaman Penjelajahan.
Jangan bersuara.
Bubble Yum?
Itu yang terakhir. Kita bagi dua.
Hei. Dasar kau.
Baiklah, Anak Pintar. Ini siapa?
Terlalu mudah. Ferdinand Magellan.
Orang pertama yang berlayar keliling dunia.
Salah.
Magellan tidak pernah keliling dunia. Dia hanya menerima pujian itu.
Astaga. Itu dia.
Apa?
Kemarilah.
Peta dunia yang pertama.
Kau tahu apa yang dicari oleh Magellan?
Emas.
Namun, dia tidak pernah kembali.
Jadi, semua emas itu lenyap begitu saja?
Hilang. Bukan lenyap.
Ada bedanya. Jika hilang...
maka bisa ditemukan.
Untungnya, kita keturunan bajak laut.
Keturunan Sir Francis Drake.
Setidaknya, itu yang Ayah dan Ibu katakan.
Terkadang kupikir mereka di suatu tempat. Mereka hanya menghilang.
Mereka tidak hilang. Mereka sudah tiada.
Baiklah.
Peta ini sangat berharga.
Mari kita coba.
Ayolah.
Ayo.
Kalian berdua! Jangan bergerak.
Celaka.
Kami kemari dahulu karena menghormatimu, Suster B.
Namun, ini pelanggaran ketiganya.
Ambil barang-barangmu, Sam.
Jangan biarkan dia dibawa pergi.
Berpamitanlah.
Apa-apaan?
Aku tak mau dipenjara. Tidak akan.
Aku ikut.
Kali ini tidak.
Kemarilah.
Kau pernah melihatku melepaskan ini?
Tidak.
Maka, kau tahu aku takkan meninggalkan ini.
Aku akan selalu bersamamu.
Tulisannya sic parvis magna.
"Keberhasilan dimulai dari hal kecil."
Itulah kau dan aku.
Ayo, Nak.
Aku harus pergi.
Aku akan kembali, Nate.
Aku berjanji.
Jangan pernah lupa, kau seorang Drake. Aku menyayangimu.
Ternyata Nate Hebat yang suka terlambat dan minta dipecat.
Setidaknya kau benar bahwa aku hebat.
- Goldie, kubawakan ini. - Terima kasih.
- Semalam baik? - Ya.
- Dia manis? - Sangat manis.
Bagus.
- Hei. - Hai.
Permisi.
Maaf.
Mau pesan apa?
- Vodka tonik. - Ayolah.
Ini pesanan pertamaku. Ujilah aku.
Entahlah. Negroni.
Ne... apa?
Aku bercanda.
Negroni...
Pertama dibuat 1919 untuk Count Camillo Negroni
ketika dia menukar air soda dalam minumannya, Americano,
dengan gin.
Aku belum pernah melihatmu.
Aku bukan orang sini.
Bukan? Dari mana?
- Greenwich. - Greenwich. Kedengarannya bagus.
Bartender di sana tidak beri pelajaran sejarah.
Bartender di Greenwich tidak membuat Negroni seperti ini.
Itu saja atau masih mau pesan lagi? Mungkin masih. Ini hanya uang Ayahmu.
Rokok...
Diciptakan oleh Alfonso Cigaretti tahun 1462.
Aku bercanda, aku tidak tahu siapa yang menciptakan rokok.
Kau agak aneh. Namun, juga agak manis.
Maka aku agak tersinggung, tetapi juga agak tersanjung.
Ini.
Ayolah.
Mungkin sebaiknya tidak. Aku memang ingin berhenti merokok.
Mungkin ini pertanda.
Mungkin kau perlu pemantik yang berfungsi.
Benda tua ini?
Ini berfungsi.
Gadis itu kaya?
Dia sasaran tepat.
- Aku tak paham. - Tentu kau paham.
Kau bertindak perlahan, main aman, tidak menarik perhatian.
Hentikan aku jika salah.
Kau salah. Kami sudah tutup, jadi...
Pergilah.
Victor Sullivan. Panggil aku Sully.
Aku tidak mau memanggilmu Sully, tetapi terima kasih.
Aku ada pekerjaan besar. Aku butuh tambahan orang.
Itu tugasmu? Mencari antek di bar?
Kutawarkan jalan keluar dari sini.
Kau bisa melihat tempat-tempat yang hanya ada di buku. Bagaimana?
Kau salah paham, Victor.
Aku bukan sasaran di bar.
Dan aku ingin pulang, jadi...
Keluar.
Baiklah.
Selamat tinggal.
Goldie, beri aku bir.
Baik.
Kurang ajar.
Hei, pakai matamu.
Maaf, aku tak melihatmu.
Kau bukan orang yang sabar.
Terkejut melihatku?
Sedikit pun tidak. Kubuatkan minuman.
Shirley Temple. Lucu sekali.
Gelangnya?
Di laci pertama mejaku kalau kau mau.
Namun, kau kemari untuk sasaran yang lebih besar.
Tidak, hanya untuk gelang.
- Sudah selesai? - Belum.
Kelihatannya berharga.
Sekarang sudah.
Kenapa peta itu? Dari semua benda di tempat ini.
Karena mirip dengan yang asli.
Bukan mirip. Itu memang asli.
Astaga.
Garis ini adalah jalur yang dilalui Ferdinand Magellan untuk keliling dunia.
Orang pertama. Kau tahu sejarah.
Bukan dia yang pertama.
Magellan meninggal di suatu pantai di Filipina.
Kaptennya, Juan Sebastián Elcano, yang keliling dunia dengan 17 orang lain.
Juga dikenal sebagai Sang 18.
Aku tahu pelayarannya bukan untuk menjelajah,
tetapi menemukan emas. Namun, itu hanya cerita.
Tidak. Sebaliknya.
Saat itu pelayarannya sangat mahal.
Raja Spanyol tak mampu membiayainya. Maka, muncul pemodal swasta.
Keluarga Moncada.
Ya.
Membiayai Perang Salib, Inkuisisi, fasisme Franco tahun '30-an,
dan hampir semua hal buruk lainnya.
Mereka mau membiayai pelayaran Magellan,
asalkan dia kembali membawa emas itu.
Berapa nilainya? Dalam dolar saat ini? Sedikitnya 5 miliar.
Itu harta terbesar yang tak ditemukan.
Aku memimpikan ini sejak kecil.
Namun, sepertinya kau tahu itu.
Ketika Sam bilang dia punya adik
yang tertarik dengan Magellan, kupikir, "Tak mungkin".
Kau kenal kakakku Sam?
Kami berteman.
Mengingat pergaulanku, itu berarti.
Lihat.
Lihat dia. Dia berjanggut.
Dia di mana? Ini kapan?
Hampir 2 tahun lalu, San Sebastián, Spanyol.
Kami mendekati makam Elcano,
Sam yakin akan menemukan jurnalnya di sana,
dan di dalamnya ada lokasi emas itu. Lalu, dia menghilang.
Tidak menelepon, tidak balas pesanku. Dia meninggalkanku.
Begitulah kakakku.
Dia tidak menghubungimu?
Sam? Tidak.
Kartu pos pun tidak?
Tidak ada kartu pos, telepon, pesan, surel, tidak ada sama sekali.
Entah apa masalah kalian, tetapi jika menemukan emas itu
mungkin kita akan menemukan dia juga.
Bagaimana?
Sam pergi saat usiaku 10.
Sesekali dia telepon, bersumpah akan kembali, tetapi tidak pernah.
Sam yang kukenal menghilang sejak dahulu.
Jadi, tidak. Carilah orang lain.
Wah. Keahlianku sungguh sudah menurun.
Andai kau di sini, Adik.
Banyak tempat yang belum kau lihat,
tetapi kau akan melihatnya. Aku berjanji.
Hei, Nak. Kenapa lama sekali?
Kapan kita mulai?
Akan ada pelelangan.
Koleksi seni dan artefak Renaisans Spanyol terbesar abad ini.
Salah satunya adalah La Cruz de la Hermandad.
No comments yet. Be the first to leave one.