لومړۍ 200 کرښې.
Ada Yin dan Yang...
Siang dan malam.
Kebaikan dan kejahatan di dunia ini.
Kejahatan bersembunyi di siang hari dan muncul dimalam hari.
Begitu pula dengan para penjaga malam.
Semuanya kembali dengan suara kayu.
Semuanya kembali dengan suara gong.
Semuanya kembali dengan suara gong.
Ma, sedang apa kau?
Larimu cepat juga.
Guru Hu.
Kenapa dia?
Dia meminum sesuatu yang kotor...
dan tak sadar.
Siapkan semangkuk air bersih...
dua kandil dan tiga dupa.
Tiga dupa untuk memohon ke dewa.
Tak ada tempat bagi iblis untuk bersembunyi.
Langit dan bumi selalu adil.
Melipatgandakan gabungan.
Selanjutnya Heyue...
dan bagian atas bintang matahari...
Seberkas cahaya muncul dengan cepat.
Tangkap.
Tubuh memiliki cahaya keemasan...
Mencerminkan tubuhku...
Kita tak bisa melihatnya.
Mendengar tapi tak mendengar.
Lenyaplah.
Sudah sadar.
Kau baik-baik saja?
Gimana keadaanmu?
Dimana aku?
Jam berapa sekarang?
Penjaga malam Guru Hu menyelamatkanmu.
Tengah malam.
Semuanya aman.
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Tak ada kejadian aneh.
Permisi, aku mau pipis.
Tak ada yang aneh.
Hari-hari telah berlalu.
Sialan.
Siapa yang kencing diatas sana.
Satu lagi, satu lagi mati, satu lagi mati.
Wang, Wang, Wang, satu lagi mati, Wang.
Banyak hal terjadi di kota Yan belakangan ini.
Satu per satu mati dan menghilang.
Tuan kami berbaik hati...
Bersedekah ke keluarga korban.
Siapa pun yang kehilangan kerabat dirumahnya.
Datanglah dan dapatkan 5 liter minyak.
10 kg beras per rumah tangga.
Mereka yang kehilangan famili...
akan mendapatkan 10 koin.
Terima kasih, terima kasih.
Kelahiran, umur, penyakit dan kematian, itulah ketidakkekalan hidup.
Siapapun yang mengalaminya...
pastinya akan jalani masa-masa sulit.
Aku cuma bantu semampuku.
Untuk membantumu selama masa2 sulit.
Terima kasih, terima kasih.
Hei cantik.
Kau mencariku?
Kau mau bermain melawanku?
Ini dia.
Cepatlah.
Ini.
Dari mana saja kau?
Tentu saja.
Tentu saja.
Nasib sial.
Itu karena dia gak ada di sini. Jika dia ada di sini...
Dia tak bakalan lolos.
Jika kita pergi.
Dia ditaklukkan.
Waktu kematian keenam korban....
lokasinya masing2 berbeda.
Ya, benar.
Tapi bentuk lukanya semuanya sama.
Tersusun rapi dengan jarak yang sama.
Benar sekali.
Pasti ada hubungannya dengan yang mati.
Masuk akal.
Itulah yang sedang kupikirkan.
Sebenarnya...
Siapa kau?
Namaku Lin Yiman.
Aku dari provinsi.
Bertanggung jawab untuk mengawasi pemecahan kasus.
Kecuali ini.
Ada puluhan kasus hilang di Kota Yan.
Selama sebulan.
Belum diketahui apa ada hubungannya...
antara pembunuhan dan yang hilang.
Sekarang kubutuh kalian...
kumpulkan semua berkas orang hilang dan perlihatkan padaku.
Si gigi baja.
Direktur Tang.
Siapa dia?
Kakak ipar...
dia...
Sudah berapa kali kuberitahukan....
jangan hubungi kakak ipar-ku di kantor polisi.
Siap, direktur.
Dia pengawas dari ibukota.
Pengawas.
Kau...
Siapa yang mau kau awasi?
Jika gak ada sesuatu yang tak terduga terjadi. Sebentar lagi ada telpon dari ibukota.
Pengalamanku dah banyak.
Kau gak usah mengancamku.
Ada panggilan telepon.
Kau lihat apa, kembali bekerja.
Kalian lihat apa?
Teruskan pekerjaanmu.
Sana angkat telponnya.
Halo, oh...
Telponmu, kak ipar.
Halo, ini Tang.
Direktur Wu.
Halo...
ini Guoliang.
Aku tahu.
Kujamin, direktur Wu.
Berbagi kekhawatiran denganmu...
merupakan kehormatan bagiku.
Tentu.
Paham...
Jadi ini pengawas Lin.
Apapun sebutannya...
semuanya untuk kasus ini.
Pengawas Lin.
Kau baru saja menempuh perjalanan jauh.
Akan kusiapkan makan siangnya.
Gak usah.
Tunjukkan saja mayat korban.
Apa aku kurang jelas? Autopsi.
Ada dua bekas cekikan di lehernya.
Tapi cuma satu yang parah.
Lidahnya menjulur ke luar.
Biasanya....
saat seseorang dicekik sampai mati...
Talinya harusnya tepat di bawah jakun.
Tapi di foto itu.
Talinya berada diatas.
Jadi dia gak digantung...
pastinya dicekik dulu.
Sebelum digantung di dinding.
selain itu...
Sama seperti lima korban sebelumnya.
Banyak bekas cakar di tubuhnya.
Tapi tak satupun ada yang fatal.
Mungkin itu bekas yang ditinggalkan oleh si pembunuh.
Nona Lin.
Sesuai dengan rumor yang tersiar....
orang ini dibunuh oleh siluman kucing.
Bisa-bisanya kau percaya hal konyol seperti itu?
Kita harus gimana, kakak ipar?
Kekacaubalauan membentuk wujudku.
Gerakan Yu mendesak Yang.
Dunia berputar.
Sembilan roh berkumpul.
Semua siluman ketakutan.
Dewa membantuku menenggelamkannya.
Semua iblis tak mampu menyerang.
Muridku.
Bantu aku mengusir setan.
Guru....
ayo makan dulu.
Nanti kita usir iblisnya setelah makan.
Ayo makan.
Kenapa gak ada daging babi?
Kau tahu gajiku sebulan berapa?
Mana bisa membelinya?
Aku masih ingat saat permaisuri memintaku mengusir setan di istana.
Dapur kekaisaran tiap hari selalu saja ada daging babi.
Guru, lain dulu lain sekarang.
Apa?
Janda permaisuri memberiku pedang ini.
Pedang ini...
akan mewakili keagungannya.
Kita sekarang dizaman republik Cina.
Pedang ini tak bisa wakili siapa pun.
Republik Cina? Siapa kaisar-nya?
Gak ada kaisar lagi.
Gak ada kaisar.
Lalu apa nama pemerintahannya?
Guru...
Kita makan dulu-lah.
Gak ada daging babi.
Aku gak mau makan ini.
Ini dia daging babinya.
Bukan cuma daging babi.
Tapi juga anggur.
Siapa kau?
Aku, Guru Guoliang.
Kau gak ingat sama sekali.
Jarang-jarang ada tamu yang gini.
Daging babi.
No comments yet. Be the first to leave one.