لومړۍ 200 کرښې.
Semoga perjalananmu aman, Ayah.
Berhenti. Diamlah!
Ya ampun.
Aku telat tidur semalam.
Aku tidur sebentar lagi.
Ya ampun, kau sangat keras kepala.
Aku lupa liontinnya.
Meskipun ini belum resmi dimulai, lebih baik bersiap daripada menyesal.
PROLOG
Apa yang terjadi?
Di mana murid yang lainnya?
Ini terlalu senyap.
Ya, kurasa ini hari yang tidak biasa.
Ini aneh, Rin. Kau datang lebih pagi.
Sudah aku duga.
Selamat pagi, hari ini dingin sekali.
Selamat pagi, Ayako.
Omong-omong, ini jam berapa ya?
Jam? Ini bahkan belum jam tujuh.
Rin, kau masih bermimpi?
Jam di rumah lebih cepat satu jam.
Semua lebih cepat.
Termasuk jam alarmku dan jam dinding juga.
Ini terjadi sejak kutemukan liontin ini.
Apa Ayah yang melakukan ini?
Rin?
Ayako, ada latihan pagi ini?
Ya, salah satu yang terbaik telah pergi.
Untuk menarik para murid, kami perlu terlihat hebat.
Kedengarannya sulit setelah kau jadi kapten.
Mumpung di sini, mau lihat kami berlatih?
Kau yakin tak mau lihat?
Tak ada gunanya melihat.
Aku hanya akan amati dari kejauhan.
Selamat pagi, Ayako.
Selamat pagi, Sakura.
Kau sendirian?
Iya, maaf aku tidak bisa membantumu.
Tidak apa-apa.
Jika dia memang tak mau, tak ada gunanya memaksa.
Aku pergi sekarang.
Sampai jumpa nanti, Ayako.
Ya, sampai jumpa lagi, Rin.
Terima kasih bantuannya, Rin.
Terima kasih.
Berjuanglah, Sakura.
Rin, selamat pagi.
Beruntungnya bertemu kau pagi-pagi begini.
Selamat pagi, Shinji Matou.
Kau datang pagi hari ini.
Tentu saja, kan aku kaptennya.
Kau cuma wakil kapten.
Sampai jumpa.
Tunggu sebentar.
Datang dan lihatlah kami berlatih.
Tidak perlu.
Aku tak mau ganggu latihan pagi kalian.
Itu bukanlah masalah.
Bukankah kubilang aku tak mau mengganggu?
Selain itu, aku tak tertarik soal panahan juga.
Begitukah, Rin?
Ternyata kau tidak suka panahan.
Berarti aku salah paham.
Kukira kau suka, makanya sepulang sekolah kau menonton kami.
Aku paham.
Rupanya kau punya niat lain.
Bisa untuk tidak mengangguku, Shinji?
Apa?
Dengar baik-baik.
Aku tak tertarik soal panahan dan aku tak tertarik denganmu.
Jujur, hari ini pertama kalinya aku tahu kau ada di dojo panahan.
Nantinya, aku juga tak akan memerhatikanmu.
Apa katamu?
Rin, kau...
Bagus kau punya kepercayaan diri, tetapi tolong ketahui batasmu.
Hai, Rin rupanya. Selamat pagi.
Selamat pagi, Ibu Fujimura.
Rin.
Ketua Osis.
Kau berpatroli pagi sekali, atau memperbaiki ruangan klub?
Tak penting. Kau bekerja keras seperti biasa.
Omong-omong, kau mau apa?
Kenapa di sini sekarang jika tak tergabung dalam klub?
Aku hanya iseng saja.
Issei, perbaikan selesai.
Aku minta maaf.
Seharusnya aku membantumu, tetapi kau jadi bekerja sendiri, maaf.
Selanjutnya kita ke mana? Waktuku tak banyak.
Selanjutnya ke ruangan AV.
Alatnya mulai rusak, bahkan mungkin sudah tak berfungsi lagi.
Tak bisa kuperbaiki jika tak berfungsi.
Lebih mudah beli baru.
Aku tahu. Namun, ada baiknya jika kau cek dahulu.
Itu tampak mustahil bagiku tetapi mungkin tidak bagimu.
Begitukah? Mari kita coba.
Kau datang pagi sekali, Rin.
Apa dia mencoba menyapaku?
Rin!
Jika tak keberatan, bisa kita makan siang bersama?
Terima kasih, Yukika.
Namun, maaf.
Aku mau makan siang di kafetaria karena aku ketiduran pagi tadi.
Begitu rupanya.
Aku tak tahu. Maaf telah menahanmu.
Tak apa. Kalau begitu, ajaklah aku lain waktu.
Tentu.
Aku tak menyangka kau bisa kesiangan juga!
Sebenarnya aku selalu kesiangan.
Aku tak bisa bangun pagi makanya aku tak ikut klub.
Aku pergi. Selamat makan, Yukika.
Tentu. Kau juga, Rin.
Dia menolakmu, Yukika.
Bukankah sudah kubilang? Rin tidak bawa bekal dari rumah.
Kaeda, kita bisa saja makan dengannya di kafetaria.
Tidak, itu mustahil.
Coba saja duduk di dekatnya.
Menyebalkan merasakan para lelaki memandangi.
Saat pergi di akhir pekan,
hanya kami berdua, tetapi dia diperlakukan lebih baik.
Kaeda.
Aku rasa Rin tahu kau berbicara buruk tentangnya.
Dia memberiku pandangan mematikannya.
Aku rasa dia tak melotot padamu.
Dia melotot padaku.
Dia paling menakutkan saat tersenyum.
Tak apa kan, mengeluh sesekali? Maklumi saja.
Kau sudah kubelikan kue ikan.
Aku sangat berharap pada wasiat ayahku.
Semalam, aku temukan kode milik Ayah dan barang-barangnya.
Saat aku berhasil membukanya,
yang kutemukan hanyalah katalis rusak dan liontin ini.
Semua jam jadi rusak gara-gara ini.
Walaupun ini sangat kuat,
ini tak terlihat akan mampu memanggil Servant terkuat, Saber.
Berdasarkan informasi pendeta palsu,
hanya ada dua slot untuk Master.
Waktuku tak banyak.
PANGGILAN TAK TERJAWAB
Anda memiliki satu pesan baru terekam pada 31 Januari, pukul 15,21.
GEREJA FUYUKI
Ini aku.
Kurasa kau tahu tenggat waktunya adalah besok, Rin.
Akan merepotkan jika kau masih belum bisa memutuskan.
Hanya akan ada dua Master lagi dari kelas Archer maupun Saber.
Para Master harus segera berkumpul.
Panggillah Servant secepatnya dan buat Mantra Perintahmu.
Omong-omong, ini masalah berbeda jika kau tak ingin ambil bagian
dalam Perang Cawan Suci
Namun, jika kau hargai hidupmu, segera ke Gereja...
Aku tak butuh penjelasanmu.
Persiapan selesai.
Waktunya tepat.
Panjang gelombang ideal.
Jika aku memanggil pada jam dua pagi, saat kekuatan sihirku mencapai puncaknya,
aku bisa memanggil Saber meski tanpa katalis.
Biar perak dan baja jadi inti.
Batu dan petinggi kontrak jadi pondasi.
Master agungku, Schweinorg, jadi leluhur.
Empat gerbang kardinal tutup.
Tiga jalan bercabang dari mahkota mencapai ke putaran Kerajaan.
Biarkan diisi. Lagi.
Lagi.
Lagi.
Diisi lima kali setiap urutan,
putus belahan di setiap pengisiannya.
Siap!
Aku menyatakan.
Tubuhmu akan melayaniku.
Nasibku akan menjadi pedangmu.
Tunduk pada panggilan Perang Cawan Suci.
Jika kau mau tunduk pada kehendak dan alasan ini, jawab!
Ini sumpahku.
Akan kucapai kebajikan dari semua Surga.
Akan kukuasai kejahatan dari semua Neraka!
Dari Surga Ketujuh, disertai tiga kekuatan kata,
keluarlah dari lingkaran kekangan,
Pelindung Keseimbangan Suci!
Ya, ini sempurna.
Aku telah mengeluarkan yang terkuat.
Ada apa ini?!
Pintunya rusak.
Sial.
Tunggu, semua jam di sini lebih cepat satu jam pada hari ini.
Artinya sekarang baru jam satu, bukan jam dua.
Aku mengacaukannya.
Yang terjadi biarlah terjadi.
Ayah, kenapa kau memberiku ujian yang sulit?
Lalu, kau ini siapa?
Apa itu ucapan pertamamu?
Sepertinya aku mendapatkan Master yang tak biasa.
Ya ampun.
Atau apakah aku mendapat kerugian?
Biar kuberi tahu.
Kau adalah Servant-ku, bukankah begitu?
Aku ingin tanya. Apa kau Master-ku?
Ketika aku dipanggil, kau tidak ada.
Kau bukanlah anak ayam.
Jangan anggap yang pertama kau lihat sebagai Mastermu.
Berhentilah bercanda.
Oke, tak masalah.
No comments yet. Be the first to leave one.