لومړۍ 200 کرښې.
IRLANDIA UTARA 1972
- Bagaimana harimu? - Agak dingin.
- Bagaimana Frankie tadi? - Frankie luar biasa.
Dia anak pintar.
Kau lapar? Kau yakin? Bagus.
Ibu tidak akan memberimu terlalu banyak. Ini.
Berkati kami, Tuhan, untuk pemberian-Mu ini
dari berkatmu yang akan kami terima...
Tidak!
Astaga.
Kemarin malam, penembak bertopeng
masuk ke rumah di daerah pantai terpencil
dan di hadapan keluarganya, dia menembak mati
seorang pria yang dipercaya adalah simpatisan Kelompok Republik.
Ini peristiwa terbaru dalam mewabahnya pembunuhan
setelah gagalnya perundingan perdamaian
di antara pihak Partai Perserikatan dan Partai Nasionalis.
Ini targetmu, Frankie McGuire.
Dia bertanggung jawab atas kematian 11 anggota tentara biasa,
tujuh opsir RUC, dan loyalis yang jumlahnya tidak terhitung.
Bedebah ini belum dipenjara. Aku ingin mengubah hal itu.
BELFAST, IRLANDIA UTARA SEPTEMBER 1992
Ini saatnya.
Hati-hati.
Bersiap.
- Astaga. - Ayo, kemari.
Minggir!
- Seanie? - Aku baik-baik saja.
Astaga, banyak sekali tentara AD di luar sana.
Tundukkan kepalamu.
Seanie!
Ini gawat, Frankie.
- Frankie, ayo keluar dari sini. - Pergilah.
- Kita harus pergi sekarang, Frankie. Ayo! - Pergi!
Desmond.
Di mana Frankie McGuire?
Persetan denganmu.
Kemarin, dalam operasi keamanan rutin seperti keterangan pihak AD,
tentara, yang mengejar penembak IRA dari rumah ke rumah,
terlibat baku tembak yang menimbulkan korban tak terduga.
Meskipun IRA mengecam serangan itu
sebagai operasi di luar hukum dan operasi pembunuhan,
pihak AD menyalahkan IRA sepenuhnya
dan berkata mereka tak punya pilihan kecuali merespons serangan terakhir.
Kedua pihak berkata ini membuat usaha perdamaian lebih mendesak.
Aparat berkata korban yang jatuh menimbulkan lebih banyak keraguan
mengenai masa depan tentang usaha perdamaian apa pun.
Frankie?
Ini Martin.
Astaga, Frankie.
Kau membuatku ketakutan.
Bagaimana keadaanmu?
Hebat.
Kau lapar, Nak?
Terima kasih.
Hadiah dari yang lain. Mereka mengirim salam.
Senang bertemu denganmu.
- Kau tampak sehat. - Sialan kau, Keparat.
Banyak orang menghadiri pemakaman Dessie.
- Ya. - Itu bagus.
Kabinet membicarakan perdamaian.
Selama ini, SAS menunggu untuk menghabisi kita.
Itu jebakan.
- Orang dalam? - Kita masih tidak tahu siapa.
Aku berniat ke kantor surat kabar, tapi tidak ada gunanya.
Kantor Irlandia Utara memberitakan omong kosong yang sama.
Mereka mengucapkan kata "perdamaian," tapi pada akhirnya,
mereka hanya ingin kita menyerah.
Sialan mereka.
Jika kita bisa mengalahkan mereka, mereka harus mendengarkan.
Aku sudah mengusahakannya.
Misil Stinger.
Mungkin setelahnya mereka mau membicarakan perdamaian.
Tapi kami memerlukanmu, Frankie.
BANDARA NEWARK AS FEBRUARI 1993
- Jadi, kau hakim? - Pengadilan negeri.
Aku tak mengenal banyak hakim, maksudku lewat pergaulan.
Kau ingin tahu apa satu-satunya masalah terbesar dalam mencoba mengumpulkan uang?
Orang tidak mengerti apa yang terjadi di sana.
Kami punya ungkapan, Tuan Fitzsimmons,
"Jika tidak bingung, kau tidak tahu apa yang terjadi."
Itu tempatnya, bukan?
Fantastis.
Rumah tercinta.
Ya.
Saat kita memerlukan uangnya, kita memerlukannya dengan cepat.
Ini alamat lokasi konstruksi jika ada yang ingin tahu tempatmu bekerja.
Kubilang kau teman keluarga yang baru mulai bekerja.
- Mereka punya hubungan, bukan? - Tidak sama sekali.
Aku mengenal Tom O'Meara selama 20 tahun. Dia bekerja di bawah ayahku.
- Dalam ketentaraan? - Bukan. Kepolisian.
- Polisi? - Tempat paling aman di kota ini.
Ayah.
Terima kasih.
- Tuan O'Meara? - Tom. Hai.
- Masuklah. Itu Annie. - Hai, Annie.
- Bagaimana perjalananmu? - Baik.
- Panjang, bukan? - Ya.
Kemarilah. Ini Morgie.
Morgan. Hei. Sayang.
Sapa Rory.
Sheila di dalam sini. Kemari dan sapalah.
- Sheila, Rory sudah datang. - Hai, selamat datang. Aku ibunya.
- Senang bertemu denganmu. - Terima kasih.
- Di mana Bridget? - Menurutmu di mana? Sedang menelepon.
Hati-hati. Anak-anak seharusnya menyingkirkan ini dari koridor.
Kamarnya biasa saja, tapi tidak lembap dan hangat.
Ayolah, tutup teleponnya.
Ranjangnya di sini.
Ada kamar mandi kecil di sini.
Kau harus mengguncangkan ini. Kadang-kadang menyala terus.
Bagaimana dengan pekerjaanmu? Fitz sudah mendapatkannya untukmu?
Ya, aku akan mulai bekerja dua hari lagi.
- Bagus. Televisi di sini. - Baiklah.
- Apa yang kau kerjakan? - Lokasi pembangunan.
- Konstruksi, ya? - Ya.
Bagus. Jika ada yang kau perlukan...
Tidak, ini bagus. Kau baik sekali mengizinkanku menumpang seperti ini.
- Tidak, berterimakasihlah kepada Fitz. - Semuanya, makan malam.
Kami akan segera ke sana, Sayang.
Lagi pula, menyenangkan ada laki-laki lain di rumah ini.
Untuk pangan, sandang, dan semua yang tumbuh,
untuk keluarga, Tuhan, terima...
Ya Tuhan, terima kasih.
Kuharap Rory menyukai rubanah karena aku tidak.
- Rory sangat menyukai rubanahnya. - Berikan sayurannya.
Boleh kuambilkan?
Katakan jika sudah cukup.
Dagingnya tampak lezat. Apa itu?
Itu daging kornet dan kol.
Kukira hanya itu yang kau makan di sana.
Aku belum pernah memakannya.
- Minuman ini ada di sana, bukan? - Ya, ada.
Aku bahkan dibaptis dengan itu.
- Kau dibaptis dengan bir? - Itu lelucon, Sayang.
- Makanlah sayurnya. - Ibu bersusah payah memasak ini.
- Kenapa Ibu selalu memarahiku? - Tolong berikan.
- Ambilkan mosternya. - Aku tidak menyukainya.
- Kau dari Irlandia bagian mana? - Dari Cookstown.
- Di mana itu? Di dekat Belfast? - Di tengah bagian utara.
Di pesisir Lough Neagh.
- Kau punya pacar di Irlandia? - Ayolah, Anak-anak.
- Morgan, ayolah. - Tidak.
- Itu pertanyaan yang agak pribadi. - Ya.
Jangan ganggu dia. Biarkan dia istirahat. Dia baru saja datang.
- Bridget punya pacar. - Bisakah kalian berhenti?
- Rory, selamat datang di Amerika. - Terima kasih.
Sektor David, 2746. Makan siang pukul 13.30.
Diaz, kau bersamaku lagi hari ini, pukul 14.30.
Yang lainnya, pos dan waktu makan sama seperti kemarin.
Ini mulai terasa menggelikan. Semuanya mentertawaiku.
- Kenapa? - Seharusnya aku menyetir mobil.
Seharusnya kau duduk di sebelahku seperti pria yang sopan.
- Pangkatmu memberikan hak itu. - Sudah pasti.
Pria yang naik mobil bersama sersan adalah sopir.
- Ya. - Itu aku.
Jadi, kapan kau akan membiarkanku melakukan tugasku?
- Kapan aku akan menyetir? - Entahlah. Besok.
Kau sudah mengatakan itu selama tiga tahun!
Maaf, Pirang, kau tahu sekarang pukul berapa?
- Hentikan. - Kau terlalu tinggi.
Itu adikku, Keparat.
- Frankie! - Sekarang Rory, Bedebah.
Rory, Frankie, terserah.
- Apa itu? - Itu tos. Kau di Amerika Serikat.
- Lihat keadaanmu. Pakai jaket pengemis. - Inilah gaya.
- Calvin Klein. - Lebih seperti badut sirkus.
Lihat yang itu.
- Maaf! Itu bukan salahku. Itu salahnya. - Tidak.
Lihat kita berdua. Dua bedebah Fenian.
Astaga, hati-hati dengan mobilnya. Itu baru dipoles.
- Itu milikmu? - Ya. Cantik, bukan?
- Omong kosong. - Aku bersumpah.
Kubeli dan sudah nyaris kulunasi.
Sial, aku tidak mengunci pintunya!
Frankie, apa kita sungguh akan melakukan ini?
35, 47 Central.
Pengejaran tanpa mobil. Ke utara, menuju 207. Pria, kulit hitam.
Hei, Sersan! Mobil itu dihalangi.
Central, 35 Sersan, 205 dan Post.
- Menuju barat ke arah taman. - 35 Sersan di utara 10.
Berhenti! 207, Central.
Ke arah taman. Ke utara.
Hei! Minggir!
Sial!
Tunggu.
35 Sersan. Mereka menuju ke utara lewat taman.
Diterima, 35 Sersan.
Hei!
Kau akan menyesal.
- Jangan kehilangan dia. - Aku mengejarnya.
Astaga.
Sial! Kemarilah. Tunjukkan tanganmu.
- Dia tangkapanku. - Tenanglah. Aku bisa.
Tenanglah.
Kau tahu tidak boleh kabur dari polisi?
- Ya. - Dasar gila. Kau bisa ditembak.
Apa yang kau bawa?
Dia merampok ini di kios di Jalan 10.
Aku melihatnya memasukkannya ke sakunya.
No comments yet. Be the first to leave one.