لومړۍ 200 کرښې.
Tidak mungkin.
Mana mungkin kami sekeluarga tinggal di rumahmu?
Itu lebih baik daripada tinggal di motel.
Tidak, kami akan lebih nyaman tinggal di motel.
Ibumu sudah sangat membenciku
dan dia juga tidak menerima ibuku.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Kamu tidak boleh menghindar hanya karena itu sulit.
Kurasa itu bisa menjadi kesempatan
agar kamu lebih akrab dengan ibuku.
Omong kosong apa ini?
Kamu memintaku mengizinkan orang-orang ini tinggal di sini?
Untuk beberapa hari?
Dahulu kala, saat ada orang asing berkunjung,
orang-orang memberi mereka makan dan mengizinkan mereka menginap
tiap kali mampir.
Aku bisa memberi mereka makanan dan kamar
jika mereka orang asing.
Woo Jung, kamu memengaruhi Do Bin?
Kamu memintanya mengizinkanmu tinggal di sini?
Maafkan aku
Kondisi mental ibuku sedang tidak stabil.
Dia tidak bisa tidur di rumah saat ini.
Kamu pikir ini penginapan atau motel?
Bisa-bisanya kamu berpikir untuk datang ke rumahku.
Sungguh tidak tahu malu.
Ibu, bahkan cabai merah membuat Woo Cheol gelisah.
Cabai merah?
Ada sedikit masalah dengan rumahnya.
Aku tahu ini tidak nyaman,
tapi bisakah Ibu memaklumi sampai masalahnya terselesaikan?
Tidak.
- Ibu. - Yong Sim.
Ibu.
Astaga, selalu aku yang menjadi orang jahat.
Terserah!
Astaga.
Dia pasti marah sekali
Tidak apa-apa. Kamu sudah di sini, jadi, masuklah.
Woo Jung, masuklah. Sebaiknya Woo Cheol juga masuk.
- Masuklah. - Masuklah.
Woo Cheol, masuklah.
Kalian bisa tidur di sini.
Bagaimana denganmu?
Aku bisa tidur di kamar utama atau di ruang keluarga.
Jangan mencemaskanku.
Terima kasih, Jae Hee.
Selamat malam.
Ibu merasa lebih baik?
Ibu kenapa? Ibu melakukan hal aneh lagi?
Tidak, Ibu pasti lelah. Berbaringlah.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Tidurlah di kasur dengan ibu.
Sungguh?
Senang sekali.
- Bukankah ini tidak nyaman? - Tidak sama sekali.
Kapan kamu tumbuh menjadi sebesar ini?
Maafkan ibu
karena tidak mengenalimu.
Maaf ibu membuat masalah.
Aku suka aroma tubuh Ibu.
Keluarga Woo Jung datang ke sana?
Ya.
Sulit kupercaya. Aku sungguh kaget.
Seharusnya Ibu mengusir mereka
Ibu pun ingin mengusir mereka bahkan 12 kali atau lebih.
Tapi tampaknya rumah mereka dijual di pelelangan.
Rumahnya dipenuhi label penyitaan berwarna merah.
Rumahnya dilelang?
Ya.
Kelihatannya aku memang dingin kepada mereka,
tapi aku juga merasa kasihan.
Lagi pula, jika aku mengusir mereka sekarang,
tampaknya seluruh keluargaku juga akan mengusirku.
Astaga, entah kenapa mereka begitu tidak tahu malu.
Ibu, bukan itu masalahnya.
Ibu baru saja mengundang bom waktu ke rumah Ibu.
Bom waktu?
Pikirkanlah. Bagaimana jika kondisi Han Joo Won membaik?
Dia akan memberi tahu orang-orang bahwa Jae Bin palsu.
Bukan hanya dia yang bermasalah, tapi Ibu, Ayah, dan aku...
Ibu, aku tidak bisa mengobrol lama.
Akan kuhubungi lagi besok.
Hwa Kyung.
Dia menutup teleponnya sebelum aku?
Kamu bicara dengan ibuku?
Ya, dia menghubungiku.
Astaga, ada apa?
Bukan hal penting.
Beristirahatlah. Akan kubawakan teh.
Aku sudah siap tidur.
Ini bukan saatnya tidur nyenyak.
Kita harus memikirkan cara untuk membalikkan situasi
terkait kontrak dengan Pasaraya Seongjin.
Siapa yang peduli jika kontraknya diteken olehku atau Paman?
Miseong tetap mendapatkan kontraknya.
Kamu harus diakui karena pencapaianmu dahulu.
Harus seperti itu agar ditetapkan sebagai penerus Miseong secepatnya.
Astaga, haruskah aku bersaing dengan keluargaku sendiri?
Jae Bin.
Baiklah, aku mengerti.
Aku akan memikirkan dan mempertimbangkannya. Ya?
"Sup Ikan Buntal"
"Beras"
Sedang apa kamu di dapurku?
Selamat pagi. Aku akan memasak nasi.
Kamu menemukan itu dari mana?
Aku memisahkan beras itu untuk hari-hari khusus.
Sungguh? Aku menemukannya di dapur.
Maafkan aku.
Lupakan saja. Kamu pikir sudah menjadi bagian dari keluargaku
hanya karena menginap semalam di sini?
Maaf, kupikir aku harus melakukan sesuatu.
Melakukan apa? Kamu pikir kamu menantuku?
Pergilah.
Bu Heo. Jika kamu memberitahuku letak berasnya,
aku akan mencucinya dan menyiapkannya untuk dimasak.
Ibu...
Astaga, kamu membelanya karena dia putrimu?
Bukan main. Inilah pentingnya membesarkan anak dengan benar.
Kamu tidak pernah mengerjakan tugas rumah tangga,
jadi, putrimu juga tidak tahu dia tidak boleh menyentuh dapurku.
Kenapa Anda menyalahkannya karena perbuatanku?
Mohon jangan seperti itu.
Jangan kasar terhadap ibuku.
Aku mohon.
Maafkan aku. Izinkan aku minta maaf.
Woo Jung, sebaiknya kamu pergi.
Ibu dan anak sama-sama membuatku frustrasi.
Ibu, ada apa?
Sepagi ini ibu sudah marah. Ibu tidak bisa hidup seperti ini.
Woo Jung, kamu tidak boleh membantah orang tua.
Ibu tidak apa-apa. Jadi, jangan seperti itu.
Maaf, Ibu. Aku tidak bisa mengendalikan diri.
Kak Woo Jung, ini lezat.
Makanannya banyak.
Sarapan sudah siap?
Aku bertanya-tanya kenapa istriku masih tidur.
Terima kasih, Woo Jung.
Jae Hee sangat membantu.
Ibuku juga membantu.
Aku tidak banyak membantu. Woo Jung yang memasak semuanya.
- Kamu sudah bangun? - Kamu juga membantu?
Berikan kepadaku. Tampaknya lezat.
Aku bisa memakan sarapan yang disiapkan kalian.
Tapi kenapa mejanya dua padahal meja ini cukup?
Kukira kalian akan merasa tidak nyaman jika makan dengan kami.
Kenapa begitu? Makanlah dengan kami.
Mereka tidak mau. Biarkan saja.
Ibu.
Yong Sim, jangan memperlakukan tamu seperti itu.
Tamu?
Mereka tamu jika diterima.
Aku berusaha keras menahan diri. Jangan membuatku jengkel.
Apa?
Wakil Pimpinan Oh melakukan sesuatu kepada rumah Joo Won?
Ya, dia membuat kreditur memaksa mereka membayar utang.
Dia juga membuat mereka
bergegas melelang rumah.
Jadi, ada yang membeli rumahnya?
Ya.
Di mana Joo Won?
Soal itu, dia...
Biar aku saja. Beristirahatlah.
Kamu pasti sangat tertekan.
Kamu ingin aku merasa lebih buruk?
Pergilah bekerja lebih dahulu.
Tidak mau. Kalau begitu, ayo cuci bersama.
Kakak tidak memahami isyarat.
Kenapa?
Yang bisa Kakak lakukan untuknya adalah pergi dari sini.
Kamu benar sekali.
Aku akan membantunya mencuci piring.
Sebaiknya Kakak pergi.
Baiklah. Sampai nanti, Woo Jung.
Kamu berniat tinggal di sini seterusnya?
Menumpang kepada kami tidak cukup,
jadi, kamu mau bekerja di sini juga?
Kubilang tidak boleh.
Dia bilang boleh.
Kamu bilang begitu? Siapa yang mengizinkan?
Siapa yang bertanggung jawab di sini?
Dia sedang dalam situasi sulit.
Bagaimana denganku?
Bagaimana kamu berharap aku bisa berhadapan dengannya tiap hari?
Berdiri pun sulit karena harus menghadapinya di rumah.
Selamat datang.
Pak, duduklah di sini.
Bisa kita bicara?
Apa? Kenapa aku harus bicara denganmu?
Apa-apaan kamu?
Kamu mengenalku?
Joo Won, kenapa kamu seperti ini?
Kendalikan dirimu dan sadarlah.
Kamu itu Han Joo Won.
Apa-apaan kamu? Kamu membuatku takut.
Nona, tolong aku.
Pria ini marah kepadaku.
Sebaiknya Anda pergi. Bisa-bisanya Anda ke sini.
No comments yet. Be the first to leave one.