لومړۍ 200 کرښې.
Ini dari ayahmu. Bukalah.
EPISODE 7
Ibu belum beri tahu Ayah aku sudah berhenti balet?
Beri tahu saja sendiri.
Kapan Ayah akan kembali?
Karantina dua minggu saat kembali
juga saat pergi lagi.
Bagaimana dia bisa kembali jika butuh sebulan?
Ayah bahkan tidak tahu apa yang kusuka belakangan ini. Aku kecewa.
Kenapa harus kecewa? Ibu malah tak punya ayah saat seumuranmu.
Biar kubantu.
Aku juga mau coba mengecat.
Inilah masalah tinggal bukan di apartemen.
Banyak yang harus diurus.
Kau pandai melakukannya seperti yang ibu ajarkan.
Kau cepat tanggap.
Aku hanya cepat tanggap melakukan hal begini.
Kim Min-chae, jujurlah kepada ibu.
Kenapa kau mau berhenti menari balet?
Aku tetap payah meski sudah berusaha.
Jadi, balet kini tidak menarik lagi?
Apakah kau…
berpikir kemampuanmu seharusnya meningkat seperti lereng ini, 'kan?
Tak begitu.
Kemampuan meningkat bak tangga, bukan seperti lereng.
Seperti ini.
Lalu, biasanya orang-orang
merasa ingin menyerah di titik-titik ini.
Setelah melalui ujung ini,
nantinya seseorang akan berkembang pesat, tetapi dia tidak menyadarinya.
Kenapa begitu?
Karena dia merasa titik ini akan abadi.
Sungguh begitu?
Tentu saja. Ibu bukti hidupnya.
Pikirkanlah dengan baik.
Apakah balet membuatmu senang, atau karena pujian mengikuti balet?
Jika kau senang karena dipuji, maka kau boleh berhenti.
Namun, jika balet membuatmu senang,
pikirkanlah sekali lagi.
Bagaimana Ibu tahu soal itu?
Itu ajaran kakekmu. Kenapa?
Ya ampun. Sudah lama tidak bertemu.
Sungguh mengesankan bisa bertemu di luar negeri.
Benar. Sudah lama kita tak bertemu.
Sudah berapa lama di Paris?
- Sudah sekitar enam bulan. - Apa?
Hee-do bosan, jadi, aku ingin dia belajar sesuatu.
Halo. Namaku Na Hee-do.
Halo.
Hee-do.
" En garde " artinya posisi bersiap.
Sebelum bertarung, kau harus siap.
- Siap bertarung. - Benar.
Lalu, " prêtes " dan " allez " berarti,
"Siap? Mulai."
- Prêtes dan allez? - Ya.
"Prêtes? Allez!" Lalu, kau bisa mulai.
Apa kau bisa, Hee-do?
- Ya. - Ini.
Kau pasti bisa, 'kan?
Baiklah.
Kita akan segera memulai final anggar wanita
di Pesta Olahraga Asia Gyeongju.
Kita akan segera memulai final anggar wanita
di Pesta Olahraga Asia Gyeongju.
Kita akan segera memulai final anggar wanita
di Pesta Olahraga Asia Gyeongju.
En garde. Prêtes?
Allez.
- Attaque. Touche. - Satu poin diraih Ko Yu-rim.
Atlet Ko Yu-rim berhasil mendapatkan poin pertama di final dengan mudah.
- Dia hebat. - Hei, minggirlah.
Terima kasih.
- Siapa? - Na Hee-do.
KARTU BUS PELAJAR
Taruhan hanya sampai garis ini.
KO YU-RIM, NA HEE-DO
- Kau bertaruh 1.000 won untuk siapa? - Na Hee-do.
Bukan untuk Yu-rim?
Aku akan mempertaruhkan
segalanya pada Yu-rim.
Prêtes? Allez.
Attaque. Touche. Point.
Kali ini, Ko Yu-rim juga lebih cepat. Tiga lawan nol.
- Atlet Na Hee-do sepertinya agak gugup. - Attaque. Touche. Point.
Permisi. Tteokgalbi?
Apa kau mencari restoran tteokgalbi?
- Selamat makan. - Terima kasih. Kau juga.
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
Rupanya dia wasit.
En garde.
Prêtes? Allez.
- Attaque. Touche. Point. - Konsentrasi bagus dari Na Hee-do.
Dia menghalangi, lalu menyerang balik. Poin pertama untuk Na Hee-do.
Kau mahir sekali.
Kau datang berdua ke Paris bersama ayahmu?
Tidak, bersama ibuku juga. Ibuku adalah…
Ayah, apa itu "koresponden" dalam bahasa Prancis?
Entahlah. Ayah tidak bisa bahasa Prancis.
Ibuku seorang jurnalis.
Dia yang mengajariku bahasa Prancis.
Itu fantastis.
Sampai bertemu besok.
Baik, Tuan!
Dah!
- Ayah. - Ya?
Apa aku bisa terus beranggar di Korea?
Ini sangat asyik.
Tentu saja. Seasyik yang kau mau.
Jika rajin berlatih,
kau bisa ikut pertandingan internasional seperti Pesta Olahraga Asia.
- Sungguh? - Benar.
Apa aku bisa menjadi seperti Atlet Yang Chan-mi?
Bagus sekali, Na Hee-do! Na Hee-do mendapat poin lagi!
- Serangan barusan sangat bagus. - Ya, benar.
Na Hee-do benar-benar atlet yang hebat.
Kau adalah pelatih yang membimbing Na Hee-do.
Tolong ceritakan sosok atlet Na Hee-do.
Na Hee-do tidak tahu cara menyerah.
Dia mengikuti yang kuajarkan dan menyerap semua ilmu seperti spons.
- Dia sangat cepat tanggap. - Begitu rupanya.
Tidak ada yang bisa menghentikan dia.
- Rupanya begitu. - Ya.
En garde. Prêtes?
Allez.
Hee-do, jangan sekali-kali berpaling.
Fokuskanlah.
Luruskan pedangmu sampai ujung.
Sekarang!
Ayah, aku dapat medali emas!
Kau hebat sekali, Hee-do.
Kata orang-orang, aku sangat berbakat.
Itu bagus, 'kan?
Itu pujian yang sangat bagus.
Namun, kau suka dipuji
atau beranggar?
Aku menyukai keduanya.
Jika nanti beranggar tidak semulus keinginanmu,
ingatlah satu hal ini.
Kemampuan tak meningkat bak lereng,
tetapi bak tangga.
Naik selangkah demi selangkah.
Paham?
Entahlah.
Ayah, aku akan dapat medali emas juga di pertandingan selanjutnya.
Jadi, Ayah harus sembuh dan menonton pertandinganku, ya.
Berjanjilah.
Baik, Hee-do. Ayah berjanji.
Ayah tak bisa menepati janjinya.
Nenek.
Aku mau pakai baju lain. Aku tidak suka baju ini.
Lari!
Aku tidak bisa menepati janjiku itu juga.
Padahal aku berjanji memenangkan medali emas.
Baru sekali ada atlet yang berusaha, tetapi tak meningkat.
Sebenarnya kau bodoh atau bebal?
Biar kuperingati sebagai pelatihmu.
Kau tidak berbakat.
Berpikirlah serius untuk berhenti.
Aku tidak akan berhenti.
Tahu saatnya menyerah juga sebuah kemampuan.
Aku tidak akan berhenti!
Halte. Attaque. Touche. Point.
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
- Bagus! - Ko Yu-rim!
- Ko Yu-rim! - Lanjutkan terus. Bagus.
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
Kenapa aku harus berhenti bermain anggar?
Aku sudah bermain anggar seumur hidupku!
Anggar segalanya bagiku! Bagaimana aku bisa berhenti?
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
- Ko Yu-rim! - Ko Yu-rim!
Ko Yu-rim, kau hebat. Kau bisa menang jika terus begini.
En garde. Prêtes? Allez.
- Halte. - Na Hee-do berhasil mendapat satu poin.
Sekarang kedua atlet hanya berbeda dua poin.
Lihat itu barusan?
Ada lampu kilat kamera dari bangku penonton.
Sikap penonton itu seperti sampah.
- Atlet Ko Yu-rim sedang protes - Periksa garis!
karena merasa terganggu.
Baiklah.
SIKAP SEPERTI SAMPAH
Apa?
Ya. Baiklah.
Sikapnya seperti sampah!
Prêtes? Allez.
Attaque. Touche. Point.
Hebat, Ko Yu-rim!
Kini 14 lawan 12. Ko Yu-rim mendapat satu poin lagi.
Dia memang pemegang medali emas. Menarik sekali.
- Benar. - Ini final sesungguhnya.
Benar.
Na Hee-do terlihat seperti sedang berpikir keras,
dan Ko Yu-rim hanya perlu satu poin lagi untuk dapat medali emas.
Namun, meski berbeda dua poin, situasi bisa berbalik kapan saja.
Ko Yu-rim harus terus bertahan, dan kau, Hee-do!
No comments yet. Be the first to leave one.