لومړۍ 200 کرښې.
(Ini cerita fiktif. Semua tokoh dan peristiwa tidak berhubungan dengan dunia nyata)
(Adegan yang melibatkan anak-anak dan hewan direkam secara aman)
(Lokakarya Tim Penjualan Durumi Electronics)
- Hei, Manajer Lee. Belikan aku latte. - Baiklah.
Ketua Han!
Hei, entah kau mengingatnya atau tidak,
tetapi kemarin kita membuat taruhan saat minum-minum.
Yang duluan pingsan harus mentraktir camilan di tempat istirahat.
Ketua Bong.
Ketua Tim Bong.
Ini.
Oh, terima kasih, Ketua Han.
Aku akan memakai sedikit saja.
Jangan, pakai saja sebanyak-banyaknya.
Pakai saja yang banyak. Beli yang banyak.
Ya sudah, aku akan beli yang banyak.
Semuanya, ayo kita pergi makan!
Aku ini kenapa?
Kenapa aku merasa takut padanya?
Apa? Apa aku bermimpi tadi malam?
Astaga, penyakit lambungku kambuh.
Oh, kenapa bahuku terasa sakit?
Astaga, leherku.
- Direktur Yoo! - Kenapa?
Silakan minum ini.
Obat pengar?
Aku tidak pengar. Kau saja yang meminumnya.
Oh, kau tidak pengar, ya.
Kemarin kau menakjubkan sekali, Direktur.
Kenapa? Memangnya kemarin terjadi sesuatu?
Tidak, tidak ada apa-apa.
Oh, kau sudah bekerja keras.
Ini pertama kalinya kau melakukan hal begini, jadi kau pasti gugup, bukan?
Kerja bagus.
Terima kasih.
Direktur, apa aku boleh menanyakan sesuatu?
Ada apa?
Kenapa kemarin kita mengatasi orang-orang itu dengan cara yang berbeda?
Pertemuan lain tidak seperti itu.
Kau belum tahu? Kemarin itu pra-pertemuan.
Aduh, punggungku...
Mereka sendiri yang menyerahkan diri?
Kami mendapat panggilan telepon tadi subuh.
Pria tua itu bilang dia ingin menyerahkan diri.
Dia juga mengakui semua kejahatannya tanpa perlu ditanya duluan.
Dia mengaku telah mencuri organ-organ
dari ketujuh korban yang menghilang dan mengaku telah menguburkan mereka.
Dia bahkan mengatakan di mana lokasi pemakamannya.
Dia bilang, mereka beraksi di gudang itu.
Sampel DNA sedang dikumpulkan oleh penyelidik tempat kejadian.
Namun, kenapa mereka semuanya babak belur?
Menurut pernyataan mereka, mereka saling berkelahi.
Sampai babak belur begini?
Yah, kami juga tidak tahu alasan pastinya
karena tidak ada yang mengakui alasan dari pertengkaran mereka.
Pokoknya, begitu pernyataan dari mereka.
Bagaimana kabar dari para pengunjung yang baru-baru ini masuk?
Mereka sudah beberapa bulan tidak buka,
jadi tidak ada pengunjung yang datang.
Daftar pengunjung juga nihil.
Apa kau sudah memeriksa kamera CCTV?
Oh, itu...
Bagian itu cukup aneh. Tidak ada rekaman sama sekali.
Apa maksudmu? Rekamannya dihapus?
Mereka bilang mereka mematikan CCTV-nya.
Kami juga tidak tahu rekamannya dihapus atau memang tidak ada sejak awal.
Aku belum pernah mendapat kasus semudah ini selama 15 tahun pengalamanku jadi detektif.
Tempat kejadian, bukti dan pengakuannya sudah kami amankan.
Jadi rekaman CCTV-nya tidak begitu diperlukan.
Namun...
Ayo keluar.
Kubilang keluar.
Aku sudah bilang kami sedang buru-buru. Itu sebabnya kami mengebut.
Kami harus menangani panggilan darurat.
Itu sebabnya aku meminta kartu identitasmu.
Ya ampun, kau taat sekali. Biarkan saja kami lewat.
Yang benar saja, kau pikir kau mau ke mana?
Ada yang sedang sekarat sekarang.
Aku harus melakukan CPR untuknya. Semoga harimu menyenangkan.
Aku paham soal itu. Cepat tunjukkan kartu identitasmu.
Tahan dia! Tangkap!
- Tunjukkan kartu identitasmu! Tangkap dia! - Sialan.
Ya, Beom, kenapa?
Kami sedang memeriksa sebuah ambulans yang sedang menuju ke penginapan.
Pria yang mengemudi tiba-tiba mencoba kabur, jadi kami menahannya.
Dia memakai jas dokter. Kelihatannya, dia dokter bedah yang mengumpulkan organ.
- Dokter bedah? - Ayo. Tunjukkan kartu identitasmu. Cepat.
Hah? Tahan dia!
- Cepat, tunjukkan kartu identitasmu! - Oke.
Siapa namanya?
Jo Dong Min?
Bukan Jo Dong Min,
tetapi Jo Dong Man. Man.
Dia bilang namanya Jo Dong Man. Kau sudah periksa kartu identitasnya?
Pak Jo ini lumayan jago.
Jadi, klien biasanya datang satu jam sekali.
Tunggu saja di pintu masuk penginapan dan tangkap mereka satu per satu.
Baiklah.
Terus lakukan periksa kendaraannya. Pembelinya datang setiap satu jam sekali.
Dari mana datangnya lalat-lalat sialan ini?
Lalat?
Mati saja kau, Berengsek!
Ayo berlutut, dasar berengsek!
Ayo berlutut, dasar berengsek!
Hei, ayo berlutut.
Ayo berlutut! Cepat!
Ayo berlutut, dasar berandal!
Bukannya menyerahkan mereka ke polisi hanya buang-buang waktu saja?
Lagi pula, mereka tidak akan mendapat hukuman yang setimpal.
Dari mana kau tahu soal itu?
Soal mereka akan di hukum atau tidak.
Apa kamu selalu tidak percaya pada polisi, hukum, dan sistem peradilan?
Bukan sepenuhnya begitu, tetapi...
Pra-pertemuan artinya kita akan biarkan hukum menanganinya dulu.
Ini artinya kita menghormati peran dan tanggung jawab hukum.
Sistem peradilan juga pasti punya keterbatasan.
Terkadang putusannya hanya berupa hukuman yang sangat ringan.
Di saat lain, orang-orang yang tidak punya urusan malah ikut campur
dan akhirnya malah menggangu keadilan yang seharusnya benar.
Namun, itu bukan berarti kita langsung menolak sistemnya, bukan?
Kita bukan sedang mencoba menciptakan dunia yang tidak punya hukum, 'kan?
Bagiku, mereka dan kita punya pekerjaan masing-masing.
Terkadang, kita melakukan apa yang tidak mampu mereka lakukan.
Direktur Yoo!
Namun, kembali lagi, siapa yang tahu?
Suatu hari nanti, pra-pertemuan hari ini mungkin menjadi pertemuan yang resmi.
Itu kalau mereka melupakan kita.
Jika mereka melupakan bahwa ada kekuatan yang lebih mengerikan daripada hukum.
(Pedagang Organ yang Mengincar Para Pendaki) Para pedagang organ kejam.
yang telah menculik para pendaki,
mengambil organ mereka, dan diam-diam mengubur jasad mereka.
telah diamankan oleh polisi.
Semua korban yang diculik
dan dibunuh oleh organisasi tersebut telah dikonfirmasi
adalah para pendaki yang sebelumnya dilaporkan menghilang
dalam kasus orang hilang beruntun di Gunung Taegong akhir-akhir ini.
Polisi mengumumkan telah menemukan seluruh jasad para korban
yang dikubur di area terpencil di wilayah pegunungan seluruh negeri.
Polisi menggerebek sejumlah rumah sakit.
yang membeli organ dari mereka
dan melakukan operasi ilegal, serta menangkap semua pihak yang terlibat.
Setelah menyita daftar penerima transplantasi organ ilegalnya,
polisi memperluas penyelidikan mereka ke seluruh sektor kesehatan.
Pihak polisi juga menjalankan penindakan besar-besaran
atas aksi perdagangan organ ilegal
dan mengincar institusi lain yang terlibat dalam kejahatan serupa.
Polisi memastikan bahwa mereka akan menerima sanksi yang seberat-beratnya.
Aku harap mereka mengingatnya.
Orang-orang yang suka berbuat kejahatan dan mengabaikan hukum
harus mengingat bahwa mereka akan menerima sanksi yang paling berat
di saat mereka merasa paling aman dan damai.
Begitu, ya. Ternyata kau pendukung Kingfisher? Baiklah.
Aku paham pendapatmu.
Namun, sebagai polisi, kami harus setia pada tanggung jawab.
Dia bilang dia akan menelepon untuk memberi petunjuk, tetapi ternyata
dia hanya menyuruhku untuk jangan menangkap Kingfisher.
Yang benar saja.
Memang sudah biasa begitu.
Setiap kali terjadi kasus kejahatan besar,
orang-orang menganggap Kingfisher itu semacam seorang pahlawan.
Astaga, pekerjaanku sampai terganggu.
Ini setidaknya akan berlangsung selama satu atau dua bulan.
Sesuatu pasti akan segera terjadi di tempat lain, bukan?
- Pastikan ketua tim makan teratur. - Baiklah.
Kami akan melakukan pengintaian di daerah Inseong-dong.
- Semoga berhasil. - Baik, Detektif!
Hati-hati.
Sudah jam segini...
Mau pesan makan malam?
Para korbannya.
Apa?
Saat jalur dari pelaku sudah buntu, teroboslah lewat sisi korban.
Jarak tiap kejahatan Kingfisher sejauh ini berkisar antara 7 sampai 60 hari.
Seperti kata Detektif Jang, sesuatu pasti akan segera terjadi di tempat lain.
Daripada mencari tahu kasus yang sudah terjadi,
bagaimana kalau kita cari tahu saja soal kasus yang akan datang?
Kasus yang akan datang?
Target Kingfisher yang selanjutnya.
Target yang selanjutnya? Siapa itu?
Tidak, aku tidak mau pergi.
Kenapa?
Hari ini kau akan pergi ke kafe anak-anak bersama orang-orang tempat penitipan.
Pasti seru, bukan?
Ibu tidak ikut.
Yul, bukankah Ibu sudah bilang harus bekerja hari ini, jadi Ibu tidak bisa?
Itu benar, Yul.
Hari ini Ibu harus bekerja, jadi dia tidak bisa ikut.
Ayah akan membelikanmu stiker Bayi Hiu yang baru malam ini sebagai gantinya. Oke?
Tidak, tidak perlu belikan itu.
Tidak bisa begini terus. Sayang, kau pergi dulu saja.
Kau bilang kau harus berangkat lebih pagi untuk tugas luar kota hari ini. Ayo cepat.
Tidak apa-apa.
Kita sudah mau berdiri. Benar, 'kan, Yul?
Tidak, aku tidak mau.
Kwon Yul.
Kalau kau belum berdiri sampai hitungan kelima,
Ibu akan mengangkatmu dan membawamu keluar.
Mau Ibu lakukan itu?
Tidak mau, jangan!
Ibu akan mulai menghitung.
No comments yet. Be the first to leave one.