Our Gap Soon

Our Gap Soon (우리 갑순이)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

Specials

د خپرونې معلومات

우리 갑숭이 Our Gab Soon E35 [http://www dramakoreaindo com/]
د لخوا تبصره KURIRMALAM
Subtitles by VIU.COM

تګونه

other
په خپور شو: 2016-12-26
ډاونلوډونه: 21
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Episode 35"

Kepiting saus kecap,

Kamu terlalu membangkitkan nafsu makan,

Kamu penipu, Aku membencimu,

Suatu hari, aku akan memakanmu,

Si Nae,

Si Nae,

Kenapa Ayah begitu kaget?

Hei, kukira kamu orang lain,

Ada apa ke sini? - Aku ingin menemui Ayah,

Ayah tidak merangkai manik-manik lagi, bukan?

Tidak, Ayah tidak bisa melakukannya karena mata ayah sakit,

Ini biaya sewa, Hari ini pembayaran sewanya,

Ayah jangan lupa membayar,

Ini kali pertama ayah membayar sewa tepat waktu,

Itu membuat kita orang berketurunan baik, bukan?

Tentu saja, Aku akan pergi sekarang,

Soo Jo,

Kamu tidak bertemu dengannya tadi? - Siapa?

Si Nae,

Dia bahkan datang kemari?

Dia datang untuk meminta maaf kepada ayah sebelumnya,

tapi dia pergi setelah ayah menaruh kepiting saus kecapnya di kulkas,

Ayah kira dia merasa canggung,

Aku tidak tertarik,

Tidak perlu meminta maaf, Dia tidak layak dimaafkan,

Aku kira dia datang karena Ayah,

Jika Ayah menyukainya, pacari saja,

Tapi Ayah harus tetap menjauhkannya dariku,

Kamu tidak waras? Ayah tidak akan memacari orang yang kamu benci,

Ke mana perginya?

Soo Jo, apa kamu memakai sepatu kets ibumu?

Aku tidak memakainya,

Sepatunya di dalam kotak, bukan?

Apa?

Sudahlah,

Astaga, Aku membutuhkan sepatu itu,

Kamu sedang apa?

Bu Nam, kamu melihat sepatu kets?

Sepatu kets?

Itu sepatu kets berwarna biru,

Apa mungkin kamu memakainya?

Apa yang kamu bicarakan?

Astaga, Aku membutuhkannya,

Kenapa kamu membutuhkan sepatu kets perempuan?

Aku membutuhkannya!

Jika tidak tahu apa-apa, diamlah!

Kenapa kamu harus berteriak?

Bersihkan ini,

Sudah masukkan kepiting saus kecapnya?

Aku tidak tahu!

"Formulir Pendaftaran Pernikahan"

Si Nae,

Ayah akan merelakan segalanya,

Tolong kabulkan satu permintaan ini,

Ini keinginan terakhir Ayah,

Ayah ingin menghabiskan sisa hidup bersamanya,

Si Nae, ke kamar Ayah sebentar,

Aku menemukannya,

Aku menemukannya,

Bagaimana mungkin ada kebetulan seperti itu?

Apa yang dia lakukan sekarang?

Usianya 32 tahun, Dia sudah menikah?

Tidak, mereka memang berdua sampai sekarang,

Bagaimana pendidikannya?

Dari apa yang kudengar, dia nyaris tidak lulus SMA,

Dia bahkan tidak bisa bermimpi berkuliah karena mereka bangkrut,

Astaga,

Dia mengantar air sekarang, Ayah,

Pengantaran air?

Orang yang mengantarkan air ke kantor,

Dia orangnya,

Pergilah, - Baiklah,

Bagaimana aku tidak mengenalinya? Dia tepat di hadapanku,

Astaga, Kita harus bagaimana?

Si Nae, mari temui dia dahulu, Tunggu,

Dia mungkin akan terkejut,

Mari bicara dahulu dengan profesor,

"Si Nae"

Profesor, ini aku,

Kenapa kamu pergi tanpa sepatah kata pun?

Tolong jangan tanya apa pun, Mari bertemu,

Kenapa?

Jangan tanya apa pun, Tolong,

Tolong temui aku,

Aku tidak akan menemuimu tanpa seizin putraku,

Aku tidak segila itu terhadap wanita,

Tolong lupakan aku,

Selamat tinggal, - Profesor, tunggu,

Jika kamu menemuiku, akan kuberi 1,000 dolar,

1,000,,,

1,000 dolar?

"Tersedia untuk disewakan"

Kenapa kamu di sini?

Kamu harus mendengarkan orang dewasa,

Apa karena kamu belum paham? Kenapa kamu tidak paham?

Kamu pasti memandang rendah karena aku janda yang hidup sendiri,

Selama aku masih hidup, tidak akan kuizinkan,

Kenapa kamu tertarik kepadanya?

Kamu sulit dipercaya,

Jika ketahuan lagi, aku akan mengusirmu dari sini,

Apa masalahnya?

Kenapa kamu memarahi putraku?

Dia pantas dimarahi,

Berulang kali kuberi tahu kepadanya, Dia tentu sudah paham sekarang,

Bagaimana kamu bisa berkeliaran di depan tokonya seperti itu?

Katakan sesuatu jika kamu mendengar ucapanku,

Kamu harus menanggapi orang dewasa,

Kamu tetap diam, Kamu ingin aku merasa frustrasi sampai mati?

Aku minta maaf, - Sangat sulit mendengar suaramu,

Astaga, menjengkelkan sekali,

Kamu tetap berhubungan dengannya?

Aku bahkan tidak tahu nomor teleponnya,

Kendalikan putramu,

Aku sungguh tidak tahan dengan caramu berbicara kepada putraku,

Kenapa kamu memperlakukan putra kesayanganku seperti ini?

Ayah, ayo masuk, - Lepaskan!

Bu Nam, ini tidak benar!

Tidakkah kamu tahu

bahwa putramu menyukai putriku?

Apa?

Menyukainya? Putraku?

Apakah benar? Kamu menyukainya?

Kamu ayahnya, Bagaimana bisa tidak mengetahui soal ini?

Ini keterlaluan,

Putraku tidak kekurangan apa pun, Kenapa dia menyukainya?

Apa hebatnya putrimu?

Jangan memandang rendah putraku!

Diam dan pindahlah,

Tentu, kami akan pindah,

Kamu menganggap kami apa?

Dia pikir aku bodoh?

Kamu tidak kekurangan apa pun,

Kenapa menyukai janda dengan dua orang anak?

Dia juga sudah tua, Benar, bukan?

Pikirannya tidak waras akhir-akhir ini,

Dia gila,

Dia bahkan tidak menjawab telepon,

Teleponnya dimatikan, Ibu tidak bisa menghubunginya,

Apa dia tidak meneleponmu?

Dia tidak pernah meneleponku,

Ibu bertanya-tanya kapan dia datang, Dia bahkan menyewakan tokonya,

Sudah kuduga,

Aku kira dia bertekad, tetapi kembali menjadi dirinya,

Sulit untuk mengubah diri sendiri,

Dia tidak pernah tinggal di rumah cukup lama,

Kosongkan pikiran Ibu, Ibu belum makan, bukan?

Mari makan sesuatu,

Sudahlah, Ibu harus pergi bekerja,

Kalian berdua terlalu membuat ibu frustrasi,

Nasib ibu tidak bagus bersama suami atau anak-anak ibu,

Malangnya nasibku,

Ayo keluar,

Ada apa denganmu? Aku harus membersihkan ini,

Dia tidak lagi bekerja di sini mulai hari ini,

Tunggu,,,

Astaga,

Jangan menahanku dengan kekuatan, Aku tidak punya tenaga,

Kenapa kamu datang kemari?

Aku tidak ingin menemuimu, - Aku datang karena merindukanmu,

Kenapa kamu tidak mendengarkanku? Sudah kubilang

jangan bekerja di restoran,

Untuk apa aku mendengarkanmu?

Kamu harus mendengarkanku selagi bekerja di rumahku,

Sudah lama sejak aku berhenti bekerja di rumahmu,

Seharusnya kamu menunggu seperti yang kuberi tahu,

Kenapa kamu bekerja di sini?

Kondisimu juga tidak baik,

Sudah kubilang aku punya alasan di balik semua ini,

Seharusnya kamu mengandalkanku, Kenapa kamu tidak paham?

Apa yang kamu bicarakan? Aku sangat memahamimu,

Aku tahu kamu melakukan ini karena putrimu,

Bukan itu, - Apa maksudmu bukan itu?

Kamu tidak akan pernah mengatasi putrimu,

Jika kamu bukan seorang wanita,

aku akan memukulimu,

Aku menahannya,

Bagaimana kamu tahu pertimbangan seorang pria?

Apakah karena itu kamu merobek formulir pendaftaran pernikahan?

Bagaimana kamu tahu?

Kukira kamu melakukannya karena kepribadianmu,

Aku senang kamu mengetahuinya,

Jika sudah selesai bicara, pergilah,

Tolong dengarkan aku, Kubilang aku tidak punya energi,

Bawa kembali ini bersamamu,

Kamu menyimpan uang ini untuk pernikahan putramu,

Akan kuganti bahkan jika aku harus menjual tubuhku,

Apa ada yang mau membelinya?

Kamu punya putra yang baik,

Kapan kamu pernah menemui putraku?

Jika sepertimu, dia akan baik,

Ambil ini,

Pakai ini untuk sekarang

dan jangan bekerja,

Kamu menganggapku apa?

Kamu mempermainkanku?

Kamu pikir uang bisa membeli segalanya?

Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan uang,

Kamu berbicara semanis itu saat menyarankan untuk menikah,

Kini kamu memberiku sedikit uang agar aku pergi,

More Indonesian subtitles for Our Gap Soon

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left