لومړۍ 200 کرښې.
Cepat lari! Ada gempa!
Sudah runtuh!.
Semuanya cepat lari.
Cepat, sudah runtuh!
Cepat pergi!
Cepat!
Cepat lari!
Cepat lari, cepat!
Cepat, cepat pergi!
Ayo pergi!
Cepat lari!
Cepat!
Cepatan!
Cepat, cepatan!
Ayo cepat lari!
Cepat lari!
Es loli.
Es loli kacang.
Jual es loli.
Hari ini lelah sekali.
Kau sangat kotor, istrimu kasih masuk ranjang?
Zhao Meili,
mandi di kamar mandi pria?
Bukan urusanmu.
Berhenti, berhenti.
Wanita tidak boleh masuk.
Zhang Pengju.
Zhang Pengju.
Kenapa kau masuk?
Adikku mana?
Kenapa Kuangsheng belum pulang?
Kuangsheng sendiri yang tidak mau pulang.
Dia ingin lembur lagi
untuk jadi yang pertama,
karena dapat lebih banyak batu bara.
Aku pergi cari bagian penjadwalan
suruh dia pulang.
Kau jangan pergi.
Sekarang,
semua bagian sedang adakan lomba.
Kalau kau pergi nanti dibilang kau merepotkan.
You Ziyou,
kau ini merusak produksi.
Aku yang mati,
merusak produksi apa?
Turunlah!
Turun!
Biarkan aku mati.
Ketua Zhou,
ini selai baru aku buat tadi,
untukmu makan di musim dingin.
Bagaimana kau buat...
selai tomat ini?
Istriku tidak bisa buat
rasa yang seperti ini.
Menurutmu...
masalah adik iparku…
Daging babi di rumah makan kalian untuk bulan ini
kapan sampai?
Minggu depan.
Kuponku bulan ini sudah habis,
bagaimana ya?
Ketua,
begini saja
kalau minggu depan daging sudah sampai
aku antar ke rumahmu.
Kamu ngomong apa barusan?
Masalah adik iparku…
Minggu depan saja.
Sini.
Duduk.
Duduk.
Aku kasih tahu,
kemarin
aku minta tolong kepada Ketua Fan.
Minta tolong apa?
Minta atur Kuangsheng pulang.
Caranya?
Dia kan suka mendengar nyanyian.
Kamu nyanyi untuknya?
Iya.
Kalian berdua?
Pintu tertutup?
Kenapa?
Apaan?
Zhao Meili.
Kita putus saja.
Putus?
Karena aku pernah cerai?
Tidak pantas dengan kamu Pekerja Teladan Zhang ya?
Bangun.
Apa saja mau urus.
Aku mau mati saja.
Kamu tidak boleh mati.
Kamu harus menerima pendidikan khusus untuk buruh.
Biarkan aku mati saja.
Demi satu harmonika?
Ini.
Aku kembalikan.
Aku ingin mati.
Demi ini kamu sudah
ribut beberapa hari.
Kamu tidak mau lagi ya?
Kalau begitu aku akan simpan ya.
Tidak ingin hidup lagi.
Anak keduaku
menunggu kamu mengajarinya harmonika.
Menurutnya suara haromonikamu
enak didengar.
Ketua distrik,
aku telah mencarimu di mana-mana.
Apa yang terjadi?
Lapisan batu bara runtuh.
Berapa orang yang terkubur?
Hanya…
Hanya satu.
You Ziyou.
Kamu pernah kuliah.
Kamu terapkan ilmumu
sesuai pemahaman buruh.
Ini pengetahuan yang bagus
dan bermanfaat,
tahu kan?
Kamu bawa pena turun buat apa?
Menulis puisi.
Pertandingan menyanyi.
Ayo.
Fan Gang.
Fan Gang.
Penyelamatan bawah tanah,
ribut apa?
Pangsit ini
kamu bawa.
Ini …
Wanita sungguh repot.
Meili
tenang saja,
ada aku.
Aku pasti akan menyelamatkan adikmu.
Peng.
Kamu baru naik, turun lagi? Kamu tidak lelah ya?
Kamu juga tidak lelah kan.
Ketua
liftnya sudah sampai.
Ayo.
Zhang Pengju,
kalau kamu tidak selamatkan adikku,
Kamu jangan ketemu aku lagi.
Ke sini!
Rapat penyelamatan dulu.
Fan.
Rapat apaan?
Kalau terlambat
orang pasti sudah mati kehabisan udara.
Zhang Pengju!
Ketua.
Apakah masih perlu rapat?
Perlu!
Rapat hari ini
sangat penting.
You Ziyou.
Duduk!
Orangnya di mana?
Orangnya di mana?
Orangnya di mana? Di mana?
Kamu kan?
Wanita murahan.
Minta ditampar.
Minta ditonjok.
Ada yang melihatmu
di dalam ruangan laki-lakiku.
Pintu tertutup
dan menyanyikan lagu.
Aku suka.
Bukan urusanmu.
Kamu!
Pergi, pergi.
Ini kantor.
Lepaskan aku.
Pergi, pergi.
Kenapa dia boleh di sini?
Aku tidak boleh?
Karena
adiknya terkubur,
sedang diselamatkan.
Da Gaotou.
Da Gaotou.
Sini.
Keluar!
Siapa yang suruh Zhao Kuangsheng pergi?
Dia baru belajar satu bulan
tidak tahu apa-apa.
Dia bilang kamu yang menyetujuinya.
Omong kosong.
Tidak tahu diri.
Ada yang jawab?
Tidak,
orangnya sudah mati ya?
Omong kosong.
Cepatan.
No comments yet. Be the first to leave one.