لومړۍ 200 کرښې.
Panjang umurnya, serta mulia.
Serta mulia.
Serta mulia.
Wah, jadi merepotkan.
Tiup.
Hore!
Selamat ulang tahun, Mas Sabdo.
Terima kasih, Intan.
Selamat ya, Sabdo.
Terima kasih, Erna.
Sabar, aku buatkan air minum.
Aku mesti buru-buru!
Di sini dulu.
Aku belum menyiapkan barang-barangku.
Berangkat jam berapa, Erna?
Bus berangkat dari sekolah malam ini, Intan.
Biar besok pagi bisa langsung sampai Jogja.
Enak ya yang mau wisata edukasi ke Jogja.
Tidak enak, Intan. Tidak ada kamu.
Tidak ada Mas Sabdo.
Ini, buku yang pernah kau minta.
Terima kasih, Erna.
Sama-sama.
Baiklah, aku pulang dulu.
Ya.
Intan…
Kamu gak ikut jejaknya Marni?
Tahun depan umurmu 17 tahun.
Tidak mau!
Aku mau melanjutkan sekolahku.
Sehabis itu aku kuliah.
Dapat kerja yang bagus.
Halah.
Sudahlah. Aku permisi.
- Ya. - Mas Sabdo.
- Selamat ulang tahun. - Ya.
Hati-hati ya, Erna.
Ya!
Kenapa tidak mengaku saja sama Erna.
Bilang kau suka dirinya.
Sembarangan kalau bicara!
Awas ya, jangan sampai ngomong yang tidak-tidak sama dia!
Apa ini?
Lihat ini.
Punya Bapak.
Selamat ulang tahun, Mas Sabdo.
Bukannya ini rusak?
Hidup.
Kamu dapat uang dari mana?
Aku menabunglah.
Cocok, Mas.
Cocok untuk…
Lamaran?
Eh, kok lamaran?
Lamaran kerja.
Ya!
Kurang ajar!
Ulah siapa ini?
Perbuatan siapa ini?
Hei, keluar kamu!
Ulah siapa ini?
Perbuatan siapa ini?
Keluar kamu!
Perbuatan siapa ini?
Mas…
Mas!
Mas!
Intan.
Mas!
Intan?
- Mas! - Intan!
- Mas! - Intan!
Intan!
- Intan! - Mas!
Mas!
- Permisi, Pak. - Ya?
Ini kediamannya Kondoto?
Ya, Pak.
Pak Kondoto-nya ada di mana?
Kalau Pak Kondoto sudah lama meninggal.
Mohon maaf, Bapak siapa?
Saya Arjo, Pak.
Arjo Kuncoro.
Kakaknya Kondoto.
Ini putra-putrinya.
Habis kena musibah.
Mas Sabdo!
Mas Sabdo, ke sini.
Ada yang cari.
Ini foto saya dan Kondoto waktu masih muda.
Saya tidak menyangka Kondoto sudah tidak ada.
Ya, kejadiannya itu kurang lebih tiga bulan lalu, Pak Arjo.
Panggil saja Pakde.
Ya, Pakde.
Bertahun-tahun saya mencari keberadaan adik saya.
Banyak sekali yang ingin saya sampaikan kepadanya.
Ya, tapi tidak apa-apa.
Saya sudah senang sekarang.
Bisa bertemu dengan kalian.
Anak-anaknya Kondoto.
Kalian sekarang mau tinggal di mana?
Tidak tahu, Pakde.
Bagaimana kalau ikut saya?
Tinggal di rumah bareng Pakde.
Ada banyak kamar di rumah kami.
Lagi pula, sudah saatnya keluarga ini bersatu kembali.
Maksud Pakde, kami tinggal bersama Pakde?
Ya, di rumah kami.
Rumah keluarga Kuncoro.
Di sana nanti bersama Pakde dan Bulik.
Jangan, Pakde.
- Tidak enak. - Ya.
Tidak apa-apa.
Bapakmu itu dulu juga tinggal di sana.
Kalian bicarakan saja dulu.
- Ya. - Ya?
Bagaimana, Mas?
Entahlah.
Tapi kenapa Bapak tidak cerita
kalau Bapak punya kakak?
Saat Bapak sakit
dan tidak punya biaya,
kenapa tidak ditolong keluarganya?
Tidak tahu, Intan.
Tapi yang jelas, Bapak pasti punya alasannya sendiri.
Yang penting kita masih dilindungi.
Masih ada keluarga.
Ya, Mas?
Mohon maaf, Mas, Mbak.
Aku Sugik.
Aku kerja untuk Pak Arjo.
Ya.
Ada barang-barang yang mau dibawakan?
Kami sudah tidak punya apa-apa, Mas.
Ya, ampun.
Ya, mungkin memang takdir ya, Mas? Dipertemukan dengan Pak Arjo sekarang.
Ya sudah, kalau memang sudah siap, langsung saja ke mobil.
Permisi.
Ya.
Ayo masuk.
Ibu di belakang?
Ya, Pak.
- Lina, antar mereka. - Baik, Pak.
Ketemu Ibu dulu di belakang.
Aku bantu, Mas.
- Tidak apa-apa. - Dilepas saja, Mas.
Mas, Mbak, ayo.
Ya.
Mas.
Mas.
Ayo.
Selesai makan, siapkan beberapa minuman.
Baik, Bu.
Ini anak-anaknya Kondoto.
Sabdo dan Intan.
Mas Kondoto?
Sabdo.
Intan.
Sekarang kalian tidak sendiri lagi.
Ada Pakde dan Bulik.
Ini Lina.
Abdimu.
Kalau butuh apa-apa, panggil Lina.
Sekarang kalian istirahat, mandi.
Sudah disiapkan baju.
Setelah itu kita makan, ya?
Baik, Bulik.
Mbak.
Maafkan saya.
Mau antar baju dari Ibu.
Tadi Ibu bilang pakai baju yang ini, Mbak.
Ya, Mbak.
Terima kasih.
Silakan makan.
Sekolah kalian bagaimana?
Bukannya kamu sudah SMA ya, Intan?
Sebenarnya begini, Pakde.
Semenjak Bapak dan Ibu meninggal,
saya yang harus membiayai sekolahnya Intan.
Tapi karena pekerjaanku tidak jelas,
ya, tidak bertahan lama.
Ya, tidak apa-apa.
Pokoknya kalian tidak usah khawatir lagi soal uang atau biaya apa pun.
Bulik bantu cari sekolah, ya?
Benaran, Bulik?
Terima kasih, Bulik, Pakde.
Itu foto Bapak, ya?
Itu Bapak kalian
waktu seumuran kamu, Sabdo.
Kamu mirip Bapak.
Ya kan, Mas?
Cuma malam ini, Mas.
Aku tidak mau tidur sendirian.
Kamarnya…
Gede banget.
Ya, aku mengerti, Intan.
Aku tahu, kamu bakalan kaget dengan semua ini.
Aku juga begitu.
- Tapi… - Merem saja, Intan.
Kamu akan terbiasa dengan hal ini.
No comments yet. Be the first to leave one.