擾乱 THE PRINCESS OF SNOW AND BLOOD
لومړۍ 100 کرښې.
Bukankah kau sama saja, Tsuki? Hidupmu juga hanyalah sandiwara!
Lagi. Lagi!
Bukankah kau bilang
fakta bukanlah hal yang terpenting?!
Meskipun semuanya palsu,
aku tetap ingin melanjutkan impianku!
Impian?
Aku bisa mengerti keinginanmu untuk terus bermimpi.
Tutup mulutmu!
Lebih seriuslah, Yukimura.
Ini sangat seru, Yukimura!
Hentikan omong kosongmu!
Apa yang lucu?!
Lepaskan aku!
Sungguh cantik.
Kau sangat cantik, Yukimura.
Kau selalu sangat kuat dan cantik.
Dengan seperti inilah, kau akan...
Sudah berakhir.
Apa yang lucu?
Aku hanya senang.
Apa yang lucu, Makoto Tsukishiro?!
Dulu, aku pikir fakta tidaklah penting sama sekali.
Namun,
bila kau semakin berusaha menutupi fakta,
maka akan semakin sulit pula untuk disembunyikan.
Semua itu tak berhubungan denganku!
Beraninya kau tertawa
setelah membunuh Pak Oikawa dan Asahi yang tidak berdaya!
Apakah kau sangat senang bisa melihatku mengamuk?!
Tentu saja aku senang.
Karena sekarang seluruh tatapanmu tertuju padaku.
Hentikan omong kosongmu!
Aku akan membunuhmu.
Itu dia. Itulah Yukimura yang sesungguhnya.
Aku tidak akan kasihan padamu.
Aku tidak akan berharap lebih lagi selain mati di bawah pedangmu.
Asahi.
Kau sedang melihat orang lain lagi, 'kan?
Setelah semua kejadian ini, aku tetap tak bisa menggantikan posisi itu.
Kau sangat cantik.
Hentikan!
- "Aku melihat dunia sebagai dunia biasa, Gratiano." - Hentikan!
"Sebuah panggung tempat setiap orang memiliki sebuah peran."
Hentikan! Tolong hentikan!
Kembalilah, Yukimura.
Tidak!
Tsuki.
Tidak.
Dia mati.
Semua orang...
Semua orang telah pergi.
Kuserahkan sisanya padamu.
Ya.
Apa yang terjadi di sana?
Orang-orang bertopi sedang memindahkan sebuah jasad!
Jika kau mau menyelamatkan nyawa adikmu, maka patuhilah perkataanku.
Sial.
Bersihkan tempat ini juga.
Aduh!
Jika seperti ini, dia akan benar-benar mati.
Tidak akan kubiarkan dia mati!
Bagaimana perasaanmu?
Kau tidur selama empat hari berturut-turut.
Aku pikir kau tidak akan bisa bertahan bila pergi ke Tokyo.
Jadi, aku membawamu kemari.
Ini rumah terbengkalai. Tidak ada orang yang akan mendekat.
Jangan khawatir.
Ini air matang yang sudah dingin. Minumlah.
Setelah selesai minum, aku akan ambilkan makanan untukmu.
Asahi. Di mana Asahi?
Kami sudah mengubur seluruh jasad dengan layak.
Kubur?
Meskipun kau punya kemampuan memulihkan tubuh,
namun, kau tetap butuh waktu untuk pulih, 'kan?
Aku akan pergi mencari makanan.
Aku akan segera kembali.
Semua orang telah mati.
Hanya aku satu-satunya yang masih hidup.
Gara-gara darah ini,
semua orang, dari yang baik hati
hingga yang penting bagiku...
Kau benar, Kakak.
Selama ini, kau memang benar.
Ayah, Ibu, Kakak, Asahi.
Semuanya, aku akan segera menemui kalian.
Jangan mati! Tidak akan kubiarkan kau mati!
Aku ingin mengakhiri semua ini.
Tidak, tak boleh! Kau harus tetap hidup!
Kenapa? Kenapa tidak boleh?
Kenapa?!
Tolong biarkan aku mati saja.
Ini terlalu menyakitkan dan sulit.
Aku sudah tidak tahan lagi.
Hidup memang sulit dan menyakitkan
bila hal yang kau sayangi dirampas dan diinjak secara tak masuk akal.
Meskipun begitu,
menyerah atas hidupmu merupakan hal yang tak termaafkan.
Kenapa?
Kenapa?
No comments yet. Be the first to leave one.