لومړۍ 200 کرښې.
- Sialan… - Hei, kau!
Anggota Dewan Ko Hyeong-su.
Kau tak bisa lakukan ini padaku!
Lepaskan…
Itu tak cukup untuk membunuhnya.
Sialan.
Cekik lebih keras!
Menjauhlah.
PENGADILAN
PENGACARA PEMBELA, TERTUDUH
Pengacara pembela belum kembali?
TERTUDUH
PROFESOR YANG JONG-HOON
Jangan mendekat.
Bunuh dia!
Singkirkan itu dari wajahku.
Kubilang, singkirkan dari wajahku!
Ayolah!
Habisi dia dan membusuklah di penjara…
sebagai pembunuh.
Enyah kau!
Profesor Yang.
- Berengsek! - Hei.
Apa? Hei!
Jika dia benar-benar membunuhku,
kau akan ikut dituntut atas penghasutan pembunuhan.
Penghasutan pembunuhan?
Aku menunjukkan dia tak berniat membunuhmu.
Dia akan membunuh sambil memakai gelang pelacak?
Tak akan.
Dia tak ingin dipenjara lagi.
Hapus itu.
Soal sertifikat medis.
Yang menyatakan kecil peluang lengan dan kaki kanan putramu pulih.
Kenapa?
Kau dekat dengan dirut rumah sakit itu.
Kau memintanya menulisnya seperti itu untuk hancurkan klienku?
Meski dia bisa sembuh lewat terapi fisik.
Benar. Kini kau tahu kau berurusan dengan siapa.
Jadi, hentikan drama pembelaan diri itu.
Jika gadis bodoh itu berkata dia akan menerima hukumannya,
aku, setidaknya, akan meloloskannya dari hukuman berat.
Sial.
Lebar, 13 cm. Panjang, 30 cm. Untuk sepatu ukuran 275 mm.
Ukuran 275 mm.
Hei.
Kenapa kau mengejarku?
Karena ada yang ingin kutanyakan.
Aku memang berniat mengunjungimu.
Ini.
Ini milik pamanku.
Tapi seseorang melakukan ini.
Putriku menuruti ucapan ibunya.
Kenapa dengan itu?
Bukan kenapa, tapi bagaimana.
Bukankah itu yang ingin kau ketahui?
Bagaimana ini bisa ada di tanganku.
Prof. Yang memberikannya.
Katanya, ini milik pamanku.
Sampai jumpa.
Lagi pula mereka melacakmu.
Sampai jumpa di kantor polisi.
Saksi.
PENGADILAN
Anda ke rumah sakit setelah ditelepon terdakwa.
Ya, di ruang gawat darurat.
Siapa yang menemani terdakwa saat itu?
Han Joon-hwi.
JURI
Hanya Han Joon-hwi, tak ada orang lain?
Benar.
Apa mereka tampak dekat?
Saya kira mereka berpacaran.
Dia sangat protektif.
Pertanyaan selesai.
PENGADILAN
JURI
Pengacara, silakan periksa silang.
Tak ada pertanyaan.
JURI
- Tak ada pertanyaan? - Benar.
JAKSA
Kenapa dia tak tanyakan apa pun?
9 NOVEMBER 2020
INFORMASI PERSONAL
9 NOVEMBER 2020, 20.15 PESAN DARI SAYANGKU
Aku akan bersaksi.
JURI
Saya tak akan tampilkan foto di layar.
Sebab itu akan membuka luka lama terdakwa.
BUKTI KEKERASAN
Saksi, Anda adalah dokter yang terbitkan sertifikat medisnya.
Benar.
Apakah ini memar akibat pukulan?
Ya, benar.
Separah apa pukulannya?
Lebih parah dari ini?
Ya.
JAKSA
JURI
Ini luka tendangan dan terasa amat menyakitkan.
Tidak bisa saya bayangkan sakitnya luka itu.
BAHU KIRI, MATA KIRI, PINGGANG KIRI
- Keberatan. - Bisa bayangkan sakitnya?
Apa ada bukti Tn. Ko yang memukulnya?
Punya bukti untuk membantah?
Sampai sertifikat medis diterbitkan, dia selalu bersamanya.
Pesan tertulis dan foto di sini yang membuktikannya.
Tapi tak satu pun menyatakan dia melakukan kekerasan fisik.
Kita tak bisa menarik kesimpulan hanya berdasarkan fakta
bahwa mereka bersama sebelum memeriksakan diri.
Bagaimana jika hanya dia yang ditemuinya?
JURI
Apa dia didampingi seseorang saat mengunjungi klinik Anda?
Ya.
Siapa orangnya?
Seingat saya, pria itu kekasihnya.
"Kekasih"? Maksud Anda korban, Tn. Ko Yeong-chang?
Saya memeriksanya sebelum kemari.
Nama di kartu kredit tersebut adalah Ko Yeong-chang.
Baik.
Apa yang Tn. Ko katakan pada hari itu?
Dia sangat marah.
JURI
Dia bilang, pacarnya diserang penguntit.
Dia meminta sertifikat medis untuk buktikan kekerasan fisik.
Dia tahu penyerang bisa diselidiki meski korban setuju untuk berdamai?
Ya.
Bagaimana reaksi terdakwa tentang hal itu?
Dia tidak bicara banyak,
maka saya terbitkan sertifikatnya.
Apakah Anda mencurigai dia sebagai orang yang melakukan
kekerasan terhadapnya?
Tidak sama sekali.
Kalian dengar itu?
Tn. Ko bukanlah pelaku yang menyebabkannya harus masuk ke rumah sakit.
Justru dia membawanya ke sana sebagai wali pasien.
26 MARET 2020
Keluar.
BEBERAPA BULAN SEBELUM INSIDEN KO YEONG-CHANG
Ye-seul.
Mari rawat lukamu dan dapatkan sertifikat medis.
Aku berengsek jika membuatmu seperti ini lagi.
Jika ini terjadi lagi,
gunakan sertifikat medis ini untuk menuntutku.
Mengerti?
Ayo.
BUKTI KEKERASAN
Tidak masuk akal.
Dia mengantarnya setelah memukulnya.
Juri 4, harap tenang.
Juri dilarang berbicara di tengah sidang.
Jika Anda punya pertanyaan,
silakan tulis dan serahkan kepada petugas.
AN SUK-JA
MEMILIKI ANAK KEMBAR, KANG SOL DAN KANG DAN
Sepertinya Juri 4 memihak Ye-seul.
Anda sadar konten unggahan Anda merupakan bentuk pencemaran nama baik?
Saya tak punya pilihan.
Jika mereka membayar tunjangan anak sesuai janji mereka…
Jadi, Anda sengaja mempermalukan mereka agar mereka membayar?
Apa itu benar?
Saya ingin bertanya pada mereka,
kenapa mereka menolak membayar tunjangan untuk anak mereka sendiri.
- Kenapa kemari? - Anak-anak itu tak bersalah.
Klinik Hukum kami membantu terdakwa.
Baik.
Bagaimana sidang anakmu?
Saya tahu mereka membenci saya, tapi kenapa melampiaskan ke anak mereka?
Tak masuk akal.
Dia membawanya ke sana setelah memukulnya.
Aku sedih Ibu harus melihat ini.
- Tidak! Menjauh dariku! - Buka pintunya!
Kubilang, buka pintunya!
- Berhenti. - Lepas.
- Jangan menyentuhku. - Akan kubunuh dia.
Kubilang hentikan!
MENU
Kenapa kau ada di sini?
Apa?
Tak mau saksikan sidangnya?
Tentu aku mau.
Karena Juri 4?
Wajahnya tampak tak asing.
Aku tak pernah lupa wajah orang.
Yang Mulia.
Saksi akan membahas cara Tn. Ko melakukan kekerasan seksual terhadap Nn. Jeon.
Ini akan mengungkit trauma terdakwa.
Maka tolong izinkan Nn. Jeon meninggalkan ruangan sejenak.
Ini sidang kekerasan fisik, bukan kekerasan seksual.
Itu tak akan terjadi jika tak ada kekerasan seksual
dan percobaan penyebaran video.
PENGADILAN
Nn. Jeon seharusnya dilindungi sebagai korban kekerasan seksual.
Klaim tak dapat diterima.
Kami tak setuju jika terdakwa dipandang sebagai korban.
PENGADILAN
TERTUDUH
PENGADILAN
Saksi.
No comments yet. Be the first to leave one.