لومړۍ 200 کرښې.
TIGA MINGGU SETELAHNYA
Temuan yang bagus.
Entah apa yang harus kulakukan dengan pulpen, tetapi usaha yang bagus.
Kau mau bertukar?
Hei, berikan itu.
Mau lihat bisa apa dengan ini?
Ini, Kawan.
Ambillah.
Hei, jangan jauh-jauh.
BETH AKU MASIH HIDUP PULANGLAH
Sial.
Kau baik-baik saja?
Tarik napas. Kencangkan. Cubit. Katakan.
SEHARI SEBELUMNYA
Tarik napas. Kencangkan. Cubit.
Bagus. Akan kugerakkan lengan kananku sekuat mungkin
ke arah bahu lainnya, seperti ini,
lalu lenganku naik ke atas kepalaku.
Tanganku naik ke atas kepala.
Naik ke atas kepalaku.
Kau terjebak. Benar, kan?
Kau tahu, aku...
sebenarnya belum pernah memakai tali ini.
Wajahmu sangat merah.
Ini pertunjukan. Keahlian sandiwara. Membuatmu percaya ini mustahil.
Hei, mundur, dia menggigit.
- Sial. - Tak apa-apa?
Ya, aku baik-baik saja. Ini...
Ini bagian pertunjukan.
Ya.
Yorick, kau di dalam?
- Perlu kubuka? - Tidak. Diam saja.
Kuterima uang Beth. Bayar dalam sejam atau kuhubungi ibumu.
Siapa itu?
Bukan apa-apa. Jangan cemas.
Naik ke atas, benar?
Lihat?
Kau boleh tepuk tangan. Dia tak dengar.
Tali-tali ini.
Ayahku bilang ini harus menjadi les terakhirku.
Tunggu, apa? Kenapa?
Tak sebanding dengan biayanya.
Kuajari kau cara lepas dari borgol NYPD.
Dia mau aku belajar trik kartu.
Akan kuajari trik kartu.
Jika kau mau seperti yang lain.
- Dia dapat kamp. - Kawan.
Aku akan ikut musim panas ini.
- Kau ikut kamp sulap? - Maafkan aku, Kawan.
Astaga. Ayahmu menjengkelkan.
Maaf, tetapi itu benar. Kau cukup besar untuk...
Baiklah. Waktunya masih 20 menit. Jadi...
Giliranmu. Ayo. Buat ini berarti.
Bisa jadi yang terbaik.
Kini, kita tak akan tahu.
Hilangkan keterangan urutan.
"Pertama", "kedua".
Terdengar seperti guru.
Komite siang hari.
Buku arahan ada di kantor Anda.
Presiden ditanya soal agenda legislatif Wakil Brown
yang mengaitkan kebencian dengan terorisme lokal.
- Kutebak. - Menginginkan Amendemen Pertama
- dan meminta... - Persatuan. Ya.
Mari bekerja sama dengan orang gila Amerika.
Dia tak suka kau mengatakannya.
Kau mau menambahkan pidatonya?
Agar tepat sasaran?
Ada pers di rotunda?
Ya, Andrew dan Nick memancing komentar.
Panggil mereka. Kuberi dua menit.
Kita akan menerima banyak telepon.
Akan kusiapkan gaun untuk pesta Ibu Negara di kantor Anda.
Dan induk semang Yorick menelepon.
Aku akan membunuhnya.
Ada salon kuku di seberang jalan. Cari Ashley. Dia akan merapikan itu.
Tak perlu. Aku akan pergi setelah ini. Tak masalah.
Habisi mereka.
Kembali sejam lagi.
Kukuku pecah. Aku tak menyadari dia...
Kau mewakilinya. Mereka sudah mengkritiknya selama 20 tahun. Pergilah.
Terima kasih undangannya.
Baik, jadi, tepat di metro,
aku berbisik akan kuisap kemaluannya sampai besok.
Dia menatapku seperti aku pembunuh.
Ini menjadi semakin seru.
Kau serius?
Dahulu aku menikmati saat sedang kacau.
Sebelum menjadi seram.
Kau harus mengangkat itu?
Maaf. Lanjutkanlah.
Jadi, aku...
Itu saudaraku.
Aku memikirkan kalian.
Aku memikirkan ruangan ini.
Setelah tak pikirkan kemaluan.
- Kawan. - Aku...
terkadang, aku masih merasa seperti...
Maafkan aku. Maaf.
- Segalanya mungkin, tetapi... - Ya. Kau mau apa?
...ini lebih baik.
Tak bisa menunggu?
Ada apa denganmu?
Bagaimana? Seru? Punya teman baru?
Menyebalkan.
Dua lagi dan aku bebas.
Kau harus berhenti merokok.
Namun, kenapa?
Aku perlu uang.
- Enyahlah. - Tidak, hanya...
- Aku serius, pergilah. - Hanya seratus dolar kurang lebih.
- Kau pikir aku punya? - Hanya untuk malam ini.
- Tolong pinjami aku uang. - Ada apa malam ini?
Keju dan anggur, dan biskuit. Semacam itu, tetapi yang bagus.
Aku akan melakukannya. Malam ini.
- Tidak. - Ya.
- Kuberi tahu, jangan. - Kupikir kau menyukai Beth.
Aku sangat suka Beth. Beth hebat.
Ya, aku tahu. Aku membeli cincin.
Kau tak punya uang. Kau baru saja meminta.
Tidak. Joel menemukannya di Maroko. Cincin Badui. Benda peralihan abad.
- Dari toko sulap? - Ya, kutunjukkan fotonya.
- Aku tak mau lihat. - Tidak, ini keren. Di mana...
- Ibu dan Ayah masih membayar sewamu? - Tidak.
Ya, terkadang, jika uangku kurang.
Kau tak tahu ingin melakukan apa dalam hidupmu.
- Aku ahli melepaskan diri. - Astaga, Yorick.
Beth mencintaimu karena suatu hal,
tetapi ini berakhir buruk, aku janji.
Tidak. Aku tak meminta restumu.
Kau tak mampu beli keju, tetapi ingin menikahi pacarmu?
- Ya. - Kau mengurung monyet
- di studio. - Dia hewan pemandu.
Kau harus membenahi dirimu.
Oke! Kau mau menyuruhku membenahi diri?
Rapat tadi soal itu?
Asosiasi orang dewasa bertanggung jawab?
Ya, memang benar.
Kau ditangkap mabuk saat menyetir di Manhattan. Tahu sesulit apa itu?
Sebenarnya, sedikit banyak, itu sebuah prestasi.
Baiklah, jangan dengarkan aku, permalukan dirimu.
Kau tahu, Beth mencintaiku dan kami bahagia,
hubungan kami berjalan baik,
jika kau tak terlalu membenci dirimu...
Terserahlah.
Mereka tak akan tanda tangani kertasmu jika kau absen,
dan aku tak mau datangi pertemuan ini lagi, jadi...
- Hei, Yorick. - Apa kabar, Sam?
- Jangan bilang aku tak memperingatkanmu. - Terima kasih.
Maaf soal...
Baiklah.
Jangan terlalu sayang, itu hewan liar.
Aku menamainya Jerry.
Bagaimana kau tahu dia jantan?
Bisa juga untuk betina.
Kau tahu mereka bisa memberi kusta.
Tak lebih buruk dari yang kau bawa.
Aku bisa membuat jebakan.
Bisa kita usir ke suatu tempat.
Dia Armadillo, Jade, bukan spesies langka.
Ya, tetapi dia Jerry.
- Kau mau? - Ya.
Mereka sampai. Kau hampir selesai?
Ya. Bisakah kau...
ambilkan baterai itu?
Yang mana?
Yang di sana. Ya, bisa kau taruh itu
di sana?
Dor!
Baik. Bisakah kau tunggu di ruang lain?
Mereka tak mau jumpa perakitnya?
Kurasa mereka tak mau wanita kulit hitam membuat alat peledak mereka.
Mungkin...
seharusnya kau tak mengaku bisa membuat hal yang kau tak bisa.
Oke, tetapi aku berutang padamu.
Kau guruku.
Namun, kau harus pergi ke ruangan lain.
- Mereka serius. - Baiklah.
Sekarang.
Kerja bagus.
Andai ada lebih banyak waktu.
Koper ada di meja tamumu, penerbangannya tengah malam.
Mungkin tempat dengan bukit.
- Oklahoma cukup menyedihkan. - D.C.
Perlu orang di dekat Presiden sebagai ancaman tepercaya.
Anggap saja promosi pekerjaan yang dilakukan dengan baik.
Tidak, aku tak ingin Paw Patrol. Ini pesta Ninja Turtles.
Seharusnya kau meneleponku pekan lalu.
Pestanya hari Sabtu. Aku tak bisa...
Sebentar. Aku akan meneleponmu lagi.
Ada apa?
Kirim tautannya. Nanti kutelepon lagi.
Lihat itu, empat berturut-turut. Lihat, kan?
- James, bisa bicara sebentar? - Norah.
Kau pernah memakai pistol?
Maaf, Tn. Presiden,
- tidak, belum pernah. - Namun, kau
punya pistol, kan? Jangan membuatku tampak buruk di depan pers.
Dua Remington 870 di peti pistol di garasiku.
Kutembak kalkun untuk Thanksgiving tahun lalu.
No comments yet. Be the first to leave one.