لومړۍ 200 کرښې.
KAMP HEAVEN'S VEIL 23 APRIL, 1984
- Siap merekam? - Ya.
Baiklah, Aku tahu tadi agak sedikit, eh...
mungkin sedikit lebih ketat dari biasanya soal ini.
Tapi ini demi kebaikan. Percayakan sajalah padaku.
Kau tidak merekamnya? Kameranya saja tidak tercolok.
Aku sudah memasang beberapa kamera
untuk merekam acara kita hari ini.
Karena orang mulai bertanya-tanya, Ada kejadian apa di Heaven's Veil?
Apa yang mereka lakukan di peternakan sana?
"Apakah mereka terbelenggu atas keinginan mereka?"
- Apakah kalian terpenjara disini? - Tidak.
- Apakah kalian terpenjara disini? - Tidak.
Tidak. Senyum pada kamera. Lambaikan tangan.
Berikan kitab ini. Kitab ini...
Kitab ini, adalah alat.
Untuk itu, dia hanya punya kekuatan yang kita berikan padanya.
Tapi kau,
kau sesuatu yang lebih berbeda.
Ragamu di atas bumi, ya, tapi kau bukan ragamu.
Kau lebih kuat dari pada tubuhmu.
Kita tidak memerlukan buku untuk mengajari tentang jiwa!
Apa kau melihat cahaya yang turun dari langit?
Aku letakkan di sini
untuk membangkitkan umat dari kehancuran
dan membawa kembali kekuatan alam eterik kepadanya.
Akan kutunjukkan padamu, dan kamu, dan kamu, dan kalian semua
cara mengeluarkan jiwa mu melalui desa ini.
Sebuah realitas abadi,
jiwa yang bersinar bersama mahluk
kehidupan yang abadi!
Pada 23 Maret, 1985. Empat puluh tujuh anggota Gereja Heaven's Veil melakukan bunuh diri masal
Mereka meracuni anak-anak dan mereka sendiri dengan obat buatan Jim Jacobs
Ini adalah bunuh diri masal terbesar dalam sejarah di US
30 mil diluar kota di danau tersembunyi, California,
Anda akan menemukan peternakan kecil yang dikenal dengan The Veil,
diberi nama oleh para Pemuja The Heaven's Veil,
Desa yang dulu pernah hidup dan mati di sini.
Pihak FBI menggerebek lokasi ini pagi tadi pukul 8:52 AM,
hanya untuk menemukan berita duka.
Seluruh pria, wanita dan anak-anak di komunitas ini tergeletak tewas...
tewas ditangan pemimpin mereka, Jim Jacobs.
- Oke, selesai. - Bereskan mik nya.
Tunggu, apa itu?
Perhatian, berhenti. Ayo! Ayo!
Tahan! Tahan!
Hey, kalian. Diam disitu.
Jangan khawatir, mereka belum mati. Dia akan menyelamatkannya.
25 TAHUN KEMUDIAN
- Hello? - Aku mau.
Apa?
- Sarah? - Kubilang Aku mau melakukannya.
Aku akan bicara denganmu.
Baiklah. Terima kasih, Sarah.
Oke. Bisa bantu aku?
Bisa kau putarkan ini diatas bajumu dan tempelkan disana?
Maaf.
- Terima kasih. Oke, apa sudah bagus? - Ya.
Baiklah, kawan. Tenang sedikit.
Oke. Em...
Kita mulai saja dengan namamu.
Jadi kita bisa pergi dari sini.
Oke.
Em...
namaku Sarah Hope.
Aku ... A...
A ku satu-satunya yang...
selamat
dari Heaven's Veil.
Aku tak tahu
kenapa aku tidak ikut dibunuh.
Apakah, em...
Apakah orang tuamu juga tewas disana?
Eh, bisa jadi. Entahlah.
Aku... Aku tidak tahu siapa orang tuaku.
Bahkan aku tak tahu
nama asliku sebenarnya.
Mereka memberiku nama... Mereka menamaiku Sarah Hope...
di Rumah Sakit.
Eh...
Aku dari panti asuhan, begitu banyak tempat tinggal, hingga usiaku 16.
Kurasa ini aku dan kakakku.
Tapi aku tak yakin. Aku baru 5 tahun.
Inilah yang paling terkenal,
kisah Jim dan para pengikutnya.
Aku tahu ini berat bagimu,
tapi ada alasannya mengapa kita...
membantumu.
Seperti yang aku katakan ditelepon,
kami menemukan sesuatu yang belum pernah orang lain lihat sebelumnya.
Kau lihat kamera di sana?
Dan disana?
Dan juga disana.
Semua merekam.
Tapi tak ada yang tersimpan.
Belum ada yang dipertunjukkan.
Lalu ada hal ini.
Mereka tak pernah melihat ruang ini.
Tidak di rumah petani atau bangunan lainnya.
Tak ada yang tahu apa yang terjadi hari itu.
Mengapa mereka melakukannya?
Aku akan kembali kesana dan mencari film itu.
Mungkin kita akan mengetahui kebenarannya.
Kami di ruangan ini.
Kami rasakan keheningan.
Ada suatu saat untuk semua masa, Mama.
Anak ini telah direnggut sebelum waktunya.
Sejak kapan?
Sejak kapan anakmu seperti ini?
- Dua tahun. - Mmm.
Dokter bilang otaknya sudah mati.
Dokter.
Dokter.
Dokter itu tak mau dia sehat, Mama.
Mereka hanya inginkan bayarannya.
Tidak, pak.
Otak anak ini tidak mati.
Mau bergandengan denganku?
Kita harus membuat jalan,
tutup jalurnya
jadi anak ini bisa kembali pulang.
Silahkan. Ikuti aku.
kumohon.
Terima kasih.
Begitulah. oke.
Nah, Mama, Aku mau kau tegar.
Ada sesuatu yang terjadi sebelum anak ini tersesat,
sekitar seminggu yang lalu.
- Tidak. - Mm-hmm.
- Tidak. Tak ada. - Bukan padanya, Mama.
- Tidak ada. - Pada mu.
Pada mu.
Sesuatu yang mengerikan, yang membekukan hatimu,
dan kau bersumpah tidak akan menceritakannya.
Tapi arwah ini melihatnya.
- Tidak! - Arwah ini mengetahuinya. arwah ini mengerti semuanya.
Sekarang bisikkan. Bisikkanlah kepadaku. Keluarkanlah.
- Tidak. Tidak. - Keluarkanlah.
Bisikkan.
Bisikkan di telingaku! Berikanlah pada ku!
Katakan yang sebenarnya. Yang sebenarnya!
Kebenarannya! Sekarang!
Dia akan rubuh! Pegang kepalanya. Aku pegang kakinya.
- Pegang dia. Pegangi dia. - Tahan.
Aku sudah pegang kepalanya. Putarkan dia. Awas.
Jadi, sejak kapan kalian bekerja sama?
Cukup lama untuk membahas hal ini.
Kami bertemu di kelas perfilman, jadi kami telah lakukan semuanya bersama...
industri, em, serial web...
- Infomersial. - Suatu hari. Kami membuat iklan.
"Kulitmu akan bersinar."
- Itu hari gajian terbaik yang pernah ada. - Ya, untuk tiga hari yang parah.
Eh, maaf. Aku yakin kau tidur dengan bintang iklannya.
- Hei, dia itu sangat pintar . - Oh!
Dia suka membaca buku.
Tapi film ini?
Ini berbeda.
Kita sudah lama sekali ingin membuat film.
Kenapa ini begitu penting bagi mu?
Tunggu, kau belum bilang padanya?
Eh, ayah kami, Ia memimpin tim FBI dihari itu,
hari dimana semua orang, em...
Tewas.
Ayah kami tak lagi sama sejak saat itu.
Begitu juga ibu kami.
Jadi itu sebabnya kalian punya foto ini semua.
Itulah sebabnya kami disini.
Perhatikan dia.
Tn. Wheeler, hai. Maggie, dari bagian dokumen.
- Ah-hah. - Terima kasih banyak telah menerima kami membuat rekaman di rumah Anda.
- Aku tahu hal ini... - Dua puluh lima tahun, aku larang orang mendekat.
Siapa orang-orang ini? Kupikir hanya ada kamu.
Oh, bukan, uh, ini krew saya.
- Christian, adik saya, editornya. - Hallo, pak.
Nick pada kabel. Matt si kameramen.
- Ed, pada grip. - Hai?
Jill pada sound, dan Ann humas.
- Dan ini Sarah Hope. - Aku tahu siapa dia.
Kupikir Anda.
Yang ingin kembali pulang.
Kupikir jika anda mau.
Oh, wow.
Kau baik-baik saja?
- Hey, hey. - Apa?
- Ambil ini. - Oke.
Jongkok. Jongkok.
- Oh, sial. - Sarah! Sarah!
- Sarah? - Dia baik-baik saja?
- Ada apa? Kau baik-baik saja? - Aku tak apa-apa.
Entahlah.
Mungkin kita tidak seharusnya ada disini.
Baiklah, kita akan pasang tenda disana.
Terima kasih.
Apa kau bisa bayangkan betapa aneh baginya untuk kembali kesini?
Dialah yang berhasil lolos.
Seluruh hidupku telah ditentukan oleh tempat ini,
dengan apa yang telah terjadi.
Tetap sama bagi ku.
Setelah ini semua terjadi, Aku, em...
Aku baru tiga tahun saat itu,
No comments yet. Be the first to leave one.