Maaran

Maaran (மாறன்)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Maaran-2022-Yts-WEB-DL-WEBRip
د لخوا تبصره comelmuewa

تګونه

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
BRip
TS
YTS
په خپور شو: 2022-03-14
ډاونلوډونه: 33
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Jual Alat Bantu Seksual | Sex Toys | Kondom | Dildo | Masturbation Cup | Vibrator | Tenga

BAPAK PENDIDIKAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEMATIAN 40 ANAK

Pak, kenapa kau mau menerbitkan berita ini?

Masyarakat tahu kalau mereka sangat berbahaya.

Sathyamoorthy, sudah banyak berita yang kau terbitkan.

Tapi berita yang satu ini, aku begitu takut.

Jangan lupa kau punya keluarga yang perlu di nafkahi.

Kenapa tak terbitkan gosip dan berita biasa saja?

Ravi, orang2 sudah tak percaya lagi yang dikatakan orang lain.

Tapi mereka percaya apa yang disampaikan wartawan.

Kita harus hormati kepercayaan masyarakat.

Berikan kuncinya ke penjaga.

- Jangan khawatir. - Beri tahu dia.

- Cepat masukkan semuanya. - Sudah kau kunci pintunya?

Sampai besok.

Sathyamoorthy, bentar.

- Bicaralah, Pak. - Dalam hidup, diplomasi itu penting.

Semuanya tak bisa ditangani dengan cara yang mudah.

Terkadang, kejujuran bisa menjadi musuh terbesarmu.

Harap berhati- hati. Demi kebaikanmu sendiri.

Ma, adik kecilku lagi ngomong sesuatu.

Maara, adikmu di dalam rahimku sangat mirip denganmu.

Mama, itu bayi perempuan.

Hei, aku mau anak tampan lagi sepertimu.

Ayah udah datang. Kita tanyakan ke Ayah.

Tanyakan saja.

Ayah!

Mama! Mama! Tanyakan dia.

- Tunggu, akan kutanyakan. - Ayo, tanya dia.

Akan kutanya!

Sayang...

Anakmu mau bilang sesuatu.

Maara, ada apa?

Ayah, Mama bilang bayinya laki-laki.

Tapi aku mau bayi perempuan.

Jadi katakan Ayah, kau mau bayi apa?

Kenapa kau suka adik perempuan?

Sama sepertimu.

Kita butuh adik perempuan kayak Ibu.

Dia ada benarnya.

- Kita butuh apa? - Pengasuh bayi!

Maara, berikan piringmu.

Maara, jangan makan dulu. Tunggu, bentar.

Kubawakan kesukaanmu, ayam goreng.

Inikah yang kau maksud, cinta paman dari pihak keluarga ibu.

Saudara kandung dengan paman dari pihak ibu tak ada bedanya.

Ayo, jangan mulai lagi.

Amudha kau juga. Duduk dan makanlah.

- Ini, makanlah! - Kakak, ayo makan bersama kami.

Tidak, sayang, hari ini adalah hari baik.

Banyak jahitan yang mau kuselesaikan. Aku buru-buru.

Dengar, ini sangat penting.

Hari ini, aku mau bawa Amudha untuk check- up.

Kata dokter, dia bisa melahirkan kapan saja.

Jadi, istirahatlah dan selesaikan...

saja pekerjaanmu.

Baik, Pak Astrologi.

Kau selalu mengejekku. Aku pergi dulu.

- Pekerjaanku banyak. - Dia tak makan malam dulu.

Ayah!

Ayah!

Ayah, kau pilih adik perempuan demi aku, kan?

Tidak, nak.

Ayah, lagi mikir apa?

Ayo.

Maara, aku mau tanya, ya. Kau harus jawab.

Tentu, Ayah.

Ada seorang paman yang suka bohong,

dan karena itu, 40 anak- anak sepertimu mati.

Cuma aku yang tahu sebenarnya kasus ini.

Jika aku tutupi kebenarannya, paman itu yang lebih diuntungkan.

Tapi jika ku- ungkapkan kebenarannya, akan menguntungkan banyak orang.

Jadi apa yang harus kulakukan.

Ayah harus ungkapkan kebenarannya!

Begitu juga aku.

- Besok, itu akan ada di koran. - Luar biasa, Ayah!

Maara, ingatlah.

Penting berbuat baik dalam hidup.

Tapi bertindak pintar adalah hal yang terpenting.

Jalan yang benar yang kau pilih, bisa membahayakan orang yang kau cintai.

Cuma kecerdasanmu yang bisa menyelamatkan mereka.

Jadilah orang yang jujur tapi juga cerdas.

- Bisa? - Pasti, Ayah!

Apa ini rumah Dina Anjal reporter Sathyamoorthy?

- Dimana dia? - Ini rumahnya.

Istrinya melahirkan, jadi mereka ke rumah sakit.

Kayaknya mereka barusan pergi. Kita masih bisa mengejarnya.

- Jalan! - Siapa kalian?

Ya, Tuhan!

Hei, ini darurat, dan kau menghalangi jalan.

Mingggir!

Cuma karena mengumpulkan bukti, bukan berarti kau hebat.

Mana buktinya?

Kau tak boleh mengarang sesukamu!

Mana dokumennya?

Tolong dengarkan...

Waktu kita gak banyak. Dia mau melahirkan.

Tak ada yang pergi sebelum menyerahkan dokumennya.

Tolong minggir dan biarkan kami pergi.

Kumaresa, tolong bawa Amudha ke rumah sakit.

- Biar aku yang urus. - Sathyamoorthy, dengarkan.

Itu masalahku dengan mereka. Biar aku yang tangani. Pergilah.

Bentar, sayang. Maara, ikut denganku.

Tidak, aku gak mau ikut. Aku mau sama Ayah.

Maaran dan aku akan pulang dengan selamat. Ayo!

Oke, hati- hati.

Oke, jalan, kita pergi.

Kakak... sakit sekali!

Hei, mana dokumen dari sekolah itu?

Lepaskan!

Tidak!

Kakak, tolong lepaskan.

Pak, syukurlah bayinya perempuan.

Ayah, di belakangmu! Ayah!

Kami sudah upayakan sebisanya, tapi ibunya gak selamat.

Oh, Tuhanku!

TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA

Nak, tolong minumlah.

Sampai kapan kau seperti ini?

Minumlah.

- Kau gak lapar? - Ayo, Maara.

Maara, kau tahu sendirikan, bibimu tak punya anak.

Dia mau mengadopsi adikmu.

Karena pamanmu tak mapan...

cuma mampu membesarkan seorang anak.

Aku akan merawatmu. Kau akan tinggal bersamaku.

Kau tahu...

kami berdua tak mampu merawat seorang anak.

Paman, ini adikku.

Dia layaknya ibuku sendiri.

Aku akan jadi ibu dan ayahnya.

Aku akan membesarkan adikku!

Kami sudah pasangkan plat di tangan adikmu.

Jaga dia baik- baik agar dia tak terluka.

- Simbol kita.... - Lampu tanah!

- Simbol kita.... - Lampu tanah!

Salam, Ketua!

Aku mau mengajukan berkas pencalonan.

Tapi kau tiba- tiba saja memanggilku.

Kita berkumpul di sini mau membahasnya, apa kau harus ikut serta dalam pemilihan.

Ketua, ada apa?

Dulu kau terkenal di kalangan pers.

Tapi sekarang masyarakat pun tidak menyukaimu.

Sungguh memalukan jika partai yang berkuasa kalah dalam pemilu.

Kau tahu orang yang mengadakan pemilihan ini terlaksana?

Cuma aku dan ketua yang melakukannya.

Kau bilang ada jurnalis punya bukti rekaman.

Katanya kau akan tangani semuanya dan tidak akan ada masalah.

- Sekarang partainya dalam masalah. - Ketua, takkan ada masalah.

Ketua, ini daerah pemilihanku sendiri.

Harga diriku dipertaruhkan.

Jika aku tak ikut pemilu ini, karir politikku akan berakhir.

Harus kumenangkan pemilu ini dan membuktikan semua orang salah.

Aku takkan menjatuhkan nama partai kita.

Percayalah.

Hei kau! Kau selalu berpindah dari satu partai ke partai lain.

Beraninya kau pertanyakan integritasku?

Aku akan menanganimu begitu aku memenangkan pemilihan.

Aku pamit dulu, Ketua.

Mereka sudah datang.

Pak, apa ada yang lain terpilih ikut serta dalam pemilu.

Lalu kenapa kau mau bertemu ketua?

Pak, kenapa kau mundur tanpa mengajukan berkas pemilihan?

Pak, apa pendapatmu soal cuitan jurnalis Maaran?

Benarkah kau terlibat dalam penipuan pemungutan suara?

- Jangan ajukan pertanyaan yang gak penting! - Tenanglah.

Partai memilihku untuk ikut serta dalam pemilu.

Sudah kuajukan berkas pemilihan,

Aku kesini untuk mendapatkan restu Ketua.

Inilah kebenaran yang harus kau publikasikan.

- Nada bicara mereka berubah. - Ayo pergi.

- Pak, tolong jawab. - Publikasikan seperti yang disampaikan.

- Pak, tolong. Pak, jangan pergi. - Hei, minggir!

- Pak, tolong jawab. - Mereka sudah mengganggu.

- Minggir, sialan! - Pak, jangan pergi.

- Minggir! - Pak, tolong.

- Pak! - Kakak...

berita jurnalis sialan ini akan menimbulkan masalah besar.

Jika kita mengikuti prinsip Ketua, kita tak bakal bertahan.

Kita harus rebut bukti itu dari Maaran dan membunuhnya.

Hei, jalankan mobilnya.

Dimana dia?

Lihat, itu dia.

Hei, bangun, sialan!

Hei, bangun. Bangun!

Dia tidak menanggapi.

Sialan!

Gak mempan. Berikan botol itu.

Hei, dimana buktinya?

Hei!

Hei!

Beraninya kau memukuli polisi?

Bawa dia!

Beraninya kau mabuk dan memukuli polisi?

Sok hebat, ya?

Tunggu dan lihatlah kuapakan kau?

- Hentikan. - Bharath, hentikan!

Apa yang kau lakukan? Kau tahu siapa dia?

Dia mabuk dan memukuli polisi.

Diam!

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left