لومړۍ 200 کرښې.
Synced by ichemicalwolf
SEMUA TOKOH, NAMA, ORGANISASI, DAN KEJADIAN HANYA FIKTIF
TIAP KESAMAAN HANYA KEBETULAN SEMATA
Kami tidak menyimpan catatan itu untuk dibagi ke pihak luar departemen.
Entah dari mana kalian mendengar tentang konferensi mortalitas,
tapi itu hanya rapat antardokter
untuk mendiskusikan penyebab kematian
saat seorang pasien meninggal. Hanya itu.
Kami tidak mengadakannya karena ada masalah. Itu hanya formalitas!
Kami anggap departemenmu menolak memberi dokumen itu.
Kau setuju?
Kau setuju?
Aku akan tetap di sini.
Bicaralah dengan Wakil Direktur.
Baik, jaga markas kita.
JADWAL TUGAS PPD SANGKOOK
KONFERENSI MORTALITAS
MENYALIN 16 FAIL
Dia pergi ke mana?
Seperti kataku, dia punya janji temu.
- Kapan dia akan kembali? - Dia tidak bilang.
Astaga, Pak Gu...
Aku sudah tidak sanggup.
Tolong pindahkan aku ke kantor lain! Astaga!
Celaka, panggilan tersambung. Batalkan.
MEJA PERAWAT BEDAH KARDIOTORAKS
Mereka hampir tiba.
- Sial. - Kita tak punya waktu untuk itu.
- Hapuslah semuanya. - Apa?
- Hapus semua! - Baik.
CATATAN RAPAT PUSAT KANKER
HAPUS
Wakil Direktur...
Apa ini?
Mereka seperti menggeledah.
Kau yang paling akrab dengan Pak Gu.
Temui dia dan bicarakan ini dengannya.
Dia tidak ada di kantornya saat ini.
Kau pikir aku hanya duduk dan menonton?
Aku naik ke sana, tapi...
Kurasa dia menghindari kita.
Jadi, kita biarkan mereka melakukannya?
Mereka sendiri tak tahu cari apa.
Pura-puralah bekerja sama.
Mereka bisa mengetahui apa saja jika benar-benar berusaha.
Mereka minta catatan konferensi MM kami!
Aku yakin mereka punya spesialis yang bisa menganalisis catatan itu.
Kabur ke mana dia setelah menimbulkan kekacauan di sini?
EPISODE 4
Astaga.
Bagus, diam di tempat.
Ini.
Bagus.
Kau suka?
Ini.
Kau mencari mereka?
Ya. Halo.
Mereka kedatangan tamu? Mengejutkan.
Kuyakin anak-anak mereka sering berkunjung.
Kabarnya mereka punya anak. Ya.
Pasti punya karena mereka sering mengomeli dan memerintah kami.
Anjing malang. Kau juga kesepian?
Bagus. Anjing pintar.
Bahkan anjing pun manis di tempat ini.
Menggemaskan sekali.
Selamat pagi, Pak.
Menurutku, mutt adalah anjing paling menggemaskan.
Dia bukan mutt .
Maaf.
Dia peranakan apa?
Dia... Hei, aku menyuruhmu tetap di dalam.
- Halo, Bu. - Halo.
Kami belum sarapan.
Santai saja. Aku akan menunggu.
Bukan begitu maksudku.
Mau sarapan bersama kami?
Jangan!
Kabarnya
putra kedua kami mengutusmu ke sini.
Benarkah?
- Benar. - Dia tidak mengutus orang ini.
Dia di sini karena mengincar tanah di Songtan.
Burukkah bagi putra kami jika kami menolak menjualnya
dan mempertahankannya?
Dia cuma basa-basi.
Menteri mana yang tidak punya sebidang tanah?
Mana mungkin dia terjebak masalah? Dia memang pengecut.
Astaga, dia pasti punya alasan tersendiri.
Pak, pada dasarnya bukan hanya sebidang tanah.
Luas lahan pertanianmu yang terdaftar 30.000 pyeong.
Tapi kau tidak menghuni maupun bertani di sana.
Karena aku sedang kurang kuat.
Tapi ini pelanggaran UU Pertanian.
Entah bagaimana dia melewati pembacaan putusan,
tapi hal ini tidak mungkin...
tidak diketahui selamanya.
Bisa diibaratkan sebagai bom waktu bagi seorang pejabat negara.
Bom?
Kalian lihat beberapa menteri diganti karena terlibat
kesepakatan tanah yang buruk.
Pak. Bu.
Kalian benar.
Aku menginginkan tanah di Songtan.
Tapi alasan kedatanganku ke sini demi menjelaskan
tanah itu akan menjadi penghalang karier politik Pak Menteri.
Sebagai seseorang yang menghormatinya,
aku harus mencegah hal yang bisa merugikannya.
Kami akan membelinya senilai 58 miliar won.
Apakah nilainya melonjak setinggi itu?
Aku paham kau tidak serakah soal uang dan aku pun bisa melihatnya.
Tapi 58 miliar won...
Kau bisa membayangkan bagaimana menjalani masa pensiun dengan uang itu, bukan?
Haruskah kau menghancurkan hidup putramu
dan mempertahankan tanah itu
hanya karena leluhurmu dikubur di sana?
Bu, ada banyak orang sakit di rumah sakit kami.
Pasien-pasien itu tidak bisa ke mana-mana karena rumah sakit terlalu kecil.
Jadi, kumohon
izinkan kami membangun rumah sakit di atas tanah kalian di Songtan.
Astaga.
Terima kasih atas sarapannya, Bu.
Astaga, kau hampir tak makan sedikit pun.
Pastikan kau makan sesuatu nanti.
Jangan lupa makan.
Kau tahu merokok buruk untuk kesehatan.
Apa maksudmu? Aku sudah bertahun-tahun berhenti merokok.
Di sini indah.
Tentu terlihat indah untuk orang luar.
Jika kau beli rumah di Seoul dan datang ke sini,
ini akan tampak lebih indah.
Dahulu
ini adalah tanah kosong.
Penduduk kota mengolah tanah kosong ini dengan tangan mereka.
Semua ini.
Menakjubkan.
Bukan karena ada pilihan lain.
Jika tidak, kami dicambuk. Jika lari, kami ditembak.
Kami lakukan agar tetap hidup.
Aku dipaksa datang ke sini dari Pohang.
Para tentara
menodongkan senapan mitraliur mereka ke punggung kami
dan mendorong kami ke dalam gubuk.
Zaman apa yang kau maksud? Saat pendudukan Jepang?
Pendudukan Jepang?
Jika aku kerja untuk Jepang, usiaku sudah 100 tahun lebih.
Kau pikir setua apa aku ini?
Bertahun-tahun disiksa,
tapi kami tetap bekerja karena dijanjikan sejumlah tanah yang kami olah.
Tapi kini menjadi milik pemerintah.
Mereka meminta kami mengembalikannya.
Kau tahu,
dahulu aku seperti penjahat.
Tapi ayahku mempertahankan tanah di Songtan itu
sampai akhir hidupnya dan mewariskannya kepadaku.
Aku ingin tinggal di sana bersama semua orang di sini.
Aku tak bisa apa-apa di sini
karena mereka mengingatkanku bahwa tanah itu milik pemerintah.
Semua orang? Tinggal bersama di Songtan?
Semua penduduk kota?
Jumlahnya tidak terlalu banyak.
Tanahnya luas. Semua bisa pergi ke sana.
Atau pertahankan 1.000 pyeong dan jual sisanya.
Kau bisa saja membeli tanah yang lebih baik dari uang penjualan
dan memindahkan semua orang ke sana.
Putra keduaku tak akan mengizinkan.
Dia akan mengamuk.
Dia bilang lebih memilih bunuh diri daripada membiarkan orang tahu
bahwa aku salah satu pionirnya.
Tapi benarkah dia bisa kena masalah...
jika aku tak menjual tanah itu?
Dia akan kehilangan pekerjaannya sebagai menteri?
Benarkah?
Benar.
ECONOMIC WEEKLY ULASAN EKONOMI MINGGUAN
PIONIR SEOSAN
MASALAH PIONIR SEOSAN MENARIK PERHATIAN PUBLIK
DOKUMENTER TENTANG PIONIR SEOSAN AKAN DIRILIS
SEJARAH GELAP KERJA PAKSA DAN PERJODOHAN PAKSA MASSAL
FAKTA YANG TAK BOLEH DILUPAKAN SEPUTAR PIONIR SEOSAN
SEJARAH GELAP MENGEJUTKAN PUBLIK
MENUNTUT KOMPENSASI BAGI KORBAN
Ibu Kepala meminta menunggu...
- Di sini? - Kenapa biarkan mereka lewat?
Siapa yang menyuruh kalian membiarkan orang masuk tanpa izinku?
Kalian tidak bisa membedakan antara rekan kerja dan orang luar?
- Pengumuman... - Kalian takut karena mereka datang
memakai setelan hitam?
Kalian takut karena mereka bersikap seperti gangster?
"Staf medis dilarang mengizinkan orang tak berkepentingan
mengakses atau menyalin catatan pasien."
Berandal yang tidak memahami hukum medis berkeliaran.
Kenapa kalian tak bertindak?
Kenapa diam saja? Kenapa hanya menonton?
Jika butuh catatan harian,
suruh mereka ikuti protokol dan kirim permintaan.
Tidak ada yang perlu kita sembunyikan.
Biarkan mereka ambil!
Namun, jika mereka bersikeras memaksa seperti ini,
aku akan melaporkan setiap orang
karena melanggar UU Layanan Medis walaupun pekerjaanku taruhannya.
No comments yet. Be the first to leave one.